Kisah Naura

Kisah Naura
episode 40 memujamu


__ADS_3

"Rupanya kau sudah besar, bagaimana kehidupan mu di Indonesia apa baik saja?" Tanya So Jun dengan terisak.


"Maaf kan papah, karena tidak bisa menemukan mu lebih awal dan lebih cepat. Maaf kan papah karena tidak bisa menjaga ibu mu" ucap nya dengan menundukkan kepala.


Grep... Naura langsung memeluk papah nya itu dan menangis tersedu sedu. Dia sangat membutuhkan kasih sayang, sejak kejadian itu Naura sama sekali tidak pernah mendapat kan kasih sayang dari orang tua nya.


Bahkan Naura menganggap bahwa Darma adalah Ayah kandung nya.


"Tidak apa apa, Naura baik baik saja" ucap Naura dengan mengelus punggung papah nya.


"Mama juga akan memaafkan papah" lanjut nya.


"Aku mendengar ibu mu sudah tiada, apa itu benar?" Tanya So Jun dengan menatap wajah Naura lekat. Naura hanya bisa mengangguk kan kepalanya.


So Jun pun langsung menangis begitu keras, dirinya merasa bersalah karena tidak bisa menahan Veronica.


Andaikan waktu dapat di putar kembali, So Jun pasti akan menahan Veronica agar tidak menikah dengan Darma.


"Bisa kah papah membantuku untuk menghancurkan kedudukan Darma?" Tanya Naura pada So Jun. Kini Naura tidak akan berbelas kasih pada Darma, hidupnya sudah cukup menderita karena ulah nya dan juga istrinya itu.


"Itu masalah yang sangat gampang, sekarang kau istirahat lah dulu, kau pasti sangat lelah" ucap So Jun dengan mengusap air mata Naura.


"Aku akan istirahat nanti, papah berbaring lah aku akan menunggu ayah tertidur" ucapnya.


"Appah (ayah) baik baik saja, kau istirahat lah" ucap nya.


Naura yang keras kepala pun hanya tersenyum dan duduk di sebelah So Jun dan menyandarkan kepalanya di bahu So Jun.


So Jun pun mengelus rambut Naura dengan sangat pelan.


"Kenapa kau tumbuh dewasa sendirian? Apa yang kau alami selama ini? Jangan berusaha memikul semua nya sendirian, kau tidak perlu begitu. Appah (ayah) akan siap membantu jalan mu yang curam itu" ucap nya dengan suara yang bergetar.


Naura pun hanya bisa terdiam dengan sesekali mengusap air matanya.


Bohong jika Naura baik baik saja, selama ini Naura sangat rapuh, hanya untuk sekedar minta tolong pun Naura cukup malu. Beruntung tuhan menemukan ayah kandung nya. Kini Naura tidak akan kesepian lagi.


***


Pagi harinya Naura terbangun karena ada yang memegang tangan nya. Perlahan lahan Naura membuka matanya dengan mengerjap ngerjapkan matanya.


"Kau sudah bangun?" Tanya So Jun, dan hanya di angguki oleh Naura.


"Cepat mandi habis itu kita sarapan" ucap nya dengan tersenyum.


"Tunggu! Papah sudah sembuh?" Tanya Naura ketika melihat papah nya berdiri dengan sangat tegap.


"Tentu saja, sekarang papah sudah sembuh karena ada putri papah" ucap nya dengan mengusap pucuk kepala Naura.


Kini Naura sudah bangun dari ranjang nya, dan pergi ke kamar mandi. Ntah kenapa Naura sangat merasa nyaman tinggal di sini. Bahkan Naura sama sekali tidak merasa canggung lagi dengan papah nya itu.

__ADS_1


Setalah beberapa menit membersihkan diri, Naura turun dari lantai 2 untuk menuju ruang makan. Di sana sudah ada Soo Hyuk dan papah nya yang sedang menunggu Naura.


"Kemari lah nak, makan di sebelah appah (ayah)" ucap nya dengan membenarkan kursi.


Naura pun membalasnya dengan senyuman. Sedari tadi Soo Hyuk hanya memandangi Naura tanpa mau mengalihkan pandangannya, Naura yang merasa tidak nyaman pun hanya menundukkan kepalanya.


"Berhenti lah menatap putri papah, dia merasa tidak nyaman" ucap nya.


"Wah, kenapa sekarang papah membela nya." Ucap Soo Hyuk dengan nada manja.


"Ah lihat ini siapa yang sedang manja seperti anak anjing" ucap So Jun dengan menyunggingkan bibir nya.


"Tapi jika di lihat lihat ternyata wajah kita ada kemiripan" ucap Soo Hyuk tiba tiba.


"Jinjah (benarkah)?" Ucap So Jun memastikan.


"Lihat lah, tatapan dan hidung nya sangat mirip dengan ku" ucap Soo Hyuk dengan menunjuk Naura menggunakan sumpit yang dia pegang.


"Tentu saja mirip, dia kan anak ku".


Naura yang melihat perdebatan di antara kedua manusia itu pun hanya tersenyum iri. Sekarang dia merasa iri tapi tidak untuk esok. Esok dia akan baik baik saja bersama keluarga nya itu.


***


Hari itu Naura sedang duduk di balkon kamar Soo Hyuk, Soo Hyuk yang sedang menyanyi dan memainkan gitar pun membuat telinga Naura serasa ingin pecah.


Suaranya yang tidak merdu, cara memainkan gitar yang tidak jelas itu pun membuat Naura ingin sekali berteriak.


"Tentu saja bisa? Kau kan sedang mendengar kan aku nyanyi" ucap nya dengan melanjutkan memainkan gitar.


Jreng...jreng... Jreng...


"Cukup!" Teriak Naura dengan merebut gitar itu dari tangan kakak nya.


"Ya, apa masalah mu?" Tanya Soo Hyuk dengan berusaha merebut gitar dari tangan Naura.


"Sudah lah biar aku saja yang akan menyanyi" ucap Naura dengan percaya diri.


"Memang bisa?" Tanya Soo Hyuk dengan meremehkan Naura.


Jangan meremehkan gadis jenius ini selain pintar dalam bidang pendidikan, Naura juga pintar dalam bidang seni musik.


Jreng... Jari jari lentik nya mulai menjepit senar gitar dan mulai memainkan nya.


Ketika kau tertawa


Ku pandang dengan pasti


Oh dirimu menarik hatiku

__ADS_1


Dan biarkan ku menatapmu


Dengan perasaan ku


Yang menggebu tiada henti


Andaikan engkau mengerti


Perasaanku saat ini


Namun engkau tak mengerti itu...


Menyusuri ruang hatimu


Yang tebal


Tak dapat ku sentuh


Semua ini hanyalah angan – angan ku


Yang terlalu jauh


Ououoh .. tak adakah filling dirimu


Saat aku mencoba merayu


Semua ini hanyalah angan – angan ku


Yang terlalu jauh


Jreng.... Naura yang selesai menyanyi pun langsung memberikan gitar itu pada kakak nya.


"Wow (prok prok)" Soo Hyuk merasa sangat terkesan dengan suara Naura yang begitu indah dan cara main gitar nya yang begitu bagus.


"Kau belajar dari mana?" Tanya Soo Hyuk.


"Aku kan sudah pintar, jadi tidak perlu belajar" ucap Naura menyombongkan diri.


Soo Hyuk pun merasa sangat kesal dengan Naura yang sedang menyombongkan diri nya itu, baru kali ini Soo Hyuk menemukan sosok wanita yang menyombongkan diri sendiri.


"Hey, apa kau tidak merindukan teman teman mu? Aku lihat kau jarang menghubungi mereka" tanya Soo Hyuk dengan sesekali memetik gitar nya.


"Kepo kaya dora (ucapan dalam bahasa Indonesia)" ucap nya dengan tatapan sinis.


"Apa itu artinya?" Tanya Soo Hyuk.


"Ah aku tau pasti artinya aku tampan kan" ucap nya dengan tersenyum lebar.


"Ckck, ternyata kau tipe orang yang sangat percaya diri" ucap Naura dengan melipatkan kedua tangannya.

__ADS_1


***


Naura berjalan meninggalkan kamar Soo Hyuk, kaki nya begitu lemas, dan matanya berair, masih teringat jelas kata kata yang kakak nya itu ucap kan


__ADS_2