Kisah Naura

Kisah Naura
episode 43 menyimpan harapan pada manusia adalah suatu kesalahan


__ADS_3

Naura pun sama sekali tidak peduli dengan kabar mantan papah nya itu, justru Naura akan sangat senang karena dia menderita secara perlahan.


"Huft... Gw ga tau mau sampai kapan gw kaya gini. Dendam dendam dendam dan dendam".


"Ah kangen Indonesia". Teriak Naura.


Mau sebagus apa pun negri orang, negri kelahiran sendiri lah yang paling indah. Mungkin nanti nya Naura akan memilih untuk tinggal di Indonesia saja, dan dia akan ke Korea sebentar saja nanti nya.


Karena bosan Naura memilih untuk memainkan ponsel nya, Naura sengaja memakai akun palsu agar tidak ada yang mengenalinya.


Ketika sedang selancar di sosial media tidak sengaja postingan bella muncul di layar nya. Naura yang kepo pun langsung mengecek semua posting Bella yang baru.


"What!" Naura yang melihat postingan bella, yang menurut nya sangat ga biasa pun langsung membulatkan matanya.


"Ternyata sekarang Bella pindah profesi" ucap nya dengan meng scroll semua postingan Bella yang terbaru.


"Gila ni bocah" ucap nya dengan geleng geleng kepala.


Flashback off


Ketika Naura sedang menjelaskan kejadian hari itu, tak lama kemudian acara pun di mulai, dengan terpaksa Naura menyudahi cerita nya selama dia di Korea.


"Naura cuman bisa jelasin sampe sini dulu Bun, selebih nya bakal Naura ceritain kalo Naura udah punya banyak waktu luang" ucap nya dengan tersenyum.


"Gapapa sayang, segini juga udah lebih dari cukup" ucap nya dengan mengelus lengan Naura.


Adrian yang baru saja masuk dari acara jalan jalan nya pun hanya melihat Naura sekilas dengan sinis nya.


Naura yang melihat tatapan Adrian pun hanya bisa melihat tanpa mau tersenyum, Naura cukup malu hanya untuk sekedar tersenyum pada Adrian.


"Selamat malam para hadirin yang terhormat, Terima kasih karena telah datang ke acara kami yang tidak terlalu penting ini...".


Varo yang sedang melihat kanan dan kiri pun tak sengaja menangkap sosok wanita yang dia kenal.


"Naura!" Gumam nya.


"Eh beneran Naura kan ya..apa gw salah lihat ya" ucap varo dengan sesekali mengerjapkan mata nya.


"Eh iya beneran Naura" ucap nya dan langsung berjalan kearah Naura.


Ketika varo sedang berjalan untuk menghpiri Naura, tiba tiba saja langkah nya terhenti ketika satu tangan menarik lengan nya agar menjauh dari pandangan naura.

__ADS_1


Varo yang penasaran dengan sosok yang telah mengganggu nya pun langsung menolehkan kepala nya.


"Apaan sih" marah nya pada Adrian.


"Acaranya udah di mulai, jangan coba coba buat jauh jauh dari pandangan gw" ucap Adrian dengan wajah yang tiba tiba menjadi dingin.


"Iya gw tau, tapi tadi gw kaya lihat Naura. Makanya gw mau samperin dia dulu" ucap varo menjelaskan.


"Eh tapi itu beneran kaya Naura loh atau jangan jangan itu memang Naura" ucap varo dengan menebak.


Adrian yang mendengar itu pun hanya bisa terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa sedangkan varo dia sama sekali merasa bingung dengan reaksi wajah Adrian.


*Atau jangan jangan itu memang Naura, dan Adrian udah tau kalo itu Naura* batin varo.


*oh jadi ini alasan Lo diam* batin nya.


"Baiklah, saya meminta kedua anak saya agar mau naik keatas mimbar" ucapnya.


Adrian dan varo yang merasa terpanggil pun langsung naik keatas mimbar. Dari atas mimbar itu Adrian bisa melihat Naura yang sedang mengalihkan pandangan nya.


Varo yang melihat reaksi kedua nya pun sama sama bingung, dia kira mereka berdua akan berdamai tapi seperti nya itu tidak mungkin.


Tiba tiba saja kaki nya terasa sangat lemas sekali dan Naura memilih untuk duduk di kursi dekat dengan sebuah pohon yang tak jauh dari perusahaan itu.


Pikiran nya sudah berkecamuk tak tentu arah, Naura sangat menyesal karena dulu dia meninggalkan Adrian begitu saja tanpa menjelaskan nya terlebih dahulu.


Mungkin untuk saat ini akan lebih sulit untuk sekedar meminta maaf pada Adrian. Terlebih lagi Naura tau bahwa Adrian sudah mempunyai seorang kekasih.


Ketika sedang memikirkan banyak hal tiba tiba saja satu tangan menarik pergelangan tangan nya begitu kencang.


Naura yang merasa kesakitan pun mencoba untuk melepaskan cekalan itu namun cekalan nya begitu kuat sehingga membuat Naura pasrah.


"Lepasin Adrian!" Ucap Naura.


"Adrian_".


"Lepasin!". Naura audah berusaha untuk melepaskan cekalan Adrian namun sayang nya cekalan itu terlalu kuat sehingga membuat Naura hanya bisa mengikuti langkah Adrian yang cepat itu.


"Lo mau bawa gw kemana Adrian".


"Berisik tau ga!" Sentak Adrian. Naura yang kaget dengan nada Adrian pun hanya bisa mengelus dada karena kaget.

__ADS_1


Adrian terus berjalan melewati beberapa mobil yang terpalkir, sampai akhirnya Adrian dan naura sampai di dekat mobil nya.


Adrian segera membanting badan Naura ke dinding mobil nya itu, Naura pun hanya bisa meringis kesakitan.


Lalu kedua tangan Adrian pun mengunci badan Naura agar dia tidak bisa lari dari pandangan nya.


"Kenapa Lo datang ke acara gw?". Tanya nya dengan tatapan dingin.


"Maksud Lo?" Naura pun hanya bisa memutar otak nya agar dia tau apa yang sedang di katakan Adrian.


"Gw ga pernah ya ngizinin lo datang ke acara ini_".


"Dan gw gk perlu izin dari Lo buat datang ke acara ini" balas Naura dan langsung menyingkirkan tangan Adrian dari hadapan nya.


Namun lengan Naura berhasil di cekal oleh Adrian.


"Ah, gw melupakan satu hal, mengharapkan sesuatu pada manusia adalah suatu kesalahan buat gw" ucap nya dan langsung melepaskan cekalan nya pada pergelangan tangan Naura.


Setelah itu Naura berjalan dengan perlahan meninggalkan Adrian sendiri.


"Kenapa?_" ucapan itu sukses membuat Naura mengentikan langkah nya.


"Kenapa Lo milih dia?" Tanya Adrian dengan dada yang bergemuruh.


*Dia? Dia siapa?* Batin Naura. Bukan merasa kesal Naura malah ingin tertawa karena seperti nya Adrian sudah salah paham dengan nya.


"Kenapa hah? Kenapa Lo milih dia?" Teriak Adrian.


Naura yang sama sekali tidak mau menghiraukan panggilan Adrian pun hanya berjalan lurus meninggalkan Adrian.


*Jadi selama ini dia udah salah paham sama gw* batin Naura.


Ketika Naura berjalan kembali ke dalam acara itu, tiba tiba saja satu tangan menarik nya dan membawa Naura ke tempat yang tidak terlalu ramai.


"Lo kemana aja?" Tanya Varo pada Naura.


"Lo tau ga seberapa sedihnya Ava waktu Lo pergi gitu aja?" Ucap Varo.


"Sorry, gw bener bener nyesel karena udah pergi tanpa ngasih tau kalian semua" ucap Naura dengan menundukkan kepala nya.


"Sekarang Lo telfon Ava, dan ngobrol sama dia!" Perintah Varo.

__ADS_1


__ADS_2