Kisah Naura

Kisah Naura
episode 66 kita itu udah putus!!


__ADS_3

"Ga gw gapapa" ucap nya dengan berusaha membuka mata nya lagi.


Adrian yang peka dengan keadaan Naura pun, langsung menggendong Naura ala ala bridal style. Naura pun hanya diam, karena dia juga tidak bisa membuka mata nya karena pusing.


Semua mata yang melihat itu, sangat terkagum kagum. Bahkan ketika Adrian menggendong Naura, tubuh atletis nya itu mampu membuat para wanita mabuk kepayang.


"Naura!".


"Naura kenapa?" Tanya Soo Hyuk.


"Ntah lah seperti nya dia merasa pusing, cepat panggilkan Ava di ruangannya!" Perintah Adrian.


"Baiklah" ucap Soo Hyuk dan segera melenggang pergi.


***


"Va, giamana keadaan Naura?" Tanya Adrian.


"Dia gapapa kok, dia tuh belum pulih jadi jangan terlalu banyak gerak dulu, kalo mau keluar atau kemana usahain pake kursi roda aja dulu" ucap Ava.


"Tuh kan, tadi gw udah bilang jalan nya pake kursi roda biar gw yang dorong malah langsung nyelonong gitu aja" ucap Adrian pada Naura.


"Iya soryy, lagian gw gapapa kok" ucap nya.


"Cie..." Goda Ava.


"Mulai deh" ucap Naura dengan melirik malas pada Ava.


"Pepet terus" ucap Ava berbisik pada Adrian dengan berlalu pergi.


"Papah sama kakak ke mana?" Tanya Naura pada Adrian.


"Katanya ada yang harus mereka urus" ucap Adrian dengan duduk di dekat Naura.


"Lo ga ke kantor?" Tanya Naura basa basi.


"Kelihatan nya gimana?" Ucap Adrian dengan melipat kan kedua tangan nya.


"Iya enggak. Ya tapi kan nanti kerjaan nya makin banyak" ucap Naura.


"Jadi Lo ngusir gw?" Ucap Adrian.


"Oke kalo gitu gw pergi" ucap Adrian dengan berlalu pergi dari ruangan itu.


Sedangkan Naura, dia hanya diam dengan mengamati kepergian Adrian tanpa sepatah kata pun. Tiba tiba saja Adrian kembali dengan wajah yang begitu kesal.


"Lo tu keterlaluan ya" ucap nya dengan kembali duduk di kursi dekat ranjang Naura.


"Ih kenapa? Datang datang langsung marah marah" ucap Naura heran.


"Setidak nya Lo cegah gw biar ga pergi ini malah di biarin" ucap nya dengan melipatkan kedua tangan.


"Dih ngambekan" ucap nya dengan menyunggingkan senyum.


"Ga tau ah" ucap nya dengan mengerucutkan bibir.

__ADS_1


"Eh btw, kapan Lo putus sama Sabrina?" Tanya Naura untuk mencairkan suasana.


"Sejak dia berantem sama Lo" ucap nya.


"Hah!? Kenapa putus, itu kan cuman salah paham" ucap nya.


"Bodo amat" ucap Adrian dengan mengangkat kedua bahu nya.


Drt drt...


Ponsel Adrian yang tiba tiba saja bergetar pun membuat Adrian sangat kesal, karena baginya telfon itu sangat menggangu.


Ketika di lihat dari nama nya, Adrian langsung mematikan telfon itu. Namun ketika di matikan handphone nya kembali berdering dengan nama yang sama.


"Siapa? Angkat dong, siapa tau penting" ucap Naura.


"Ga penting sama sekali" ucap Adrian dengan kembali mematikan ponsel nya. Namun ponsel Adrian kembeli berdering sehingga membuat nya sangat kesal.


Di sebrang telfon...


"Halo! Kenapa?" Tanya Adrian.


"Main yuk".


*Dih ini orang ga tau malu banget sih, padahal kemarin dia ngomong kalo gw ini brengsek* batin Adrian heran.


"Gw sibuk!" Ucap Adrian dengan nada dingin.


"Sibuk apa sih, aku kangen tau" ucap Sabrina dengan nada manja nya.


"Maksud kamu apa sih? Kan aku pacar kamu, masa aku ga boleh ajak kamu main" ucap nya.


"Dengar ya! Kita udah selesai dan ga ada hubungan apa apa lagi, ngerti!?" Ucap Adrian dengan menutup telfon dan mematikan ponsel nya.


"Siapa? Sabrina?" Tanya Naura.


"Iya" jawab nya singkat.


*Kayanya gw bakal dapat masalah baru nih* batin Naura menebak.


***


Setelah beberapa hari menjalani perawatan, Naura sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah. Naura sangat senang karena kini dia bisa menghirup udara bebas tanpa bau obat.


Namun sayang nya Naura tidak bisa bekerja terlebih dahulu karena di larang oleh So Jun. Mau tak mau Naura harus tetap mengikuti perintah papah nya.


Kini perusahaan nya di urus oleh Soo Hyuk terlebih dahulu, sedangkan So Jun, dia sudah pulang terlebih dahulu.


Sepertinya, kali ini Soo Hyuk akan tetap tinggal di Indonesia sampai Naura benar benar aman. Karena kini Soo Hyuk di tugaskan oleh papah nya untuk menjaga putri kesayangan nya itu.


Bahkan untuk sekedar keluar rumah Naura sangat di kekang oleh kakak nya itu.


"Kak, Naura mau jalan jalan keluar ya" ucap Naura dengan merangkul tangan kakak nya.


"Enggak!" Jawab nya singkat padat dan jelas.

__ADS_1


"Kak..." Rengek Naura.


"Kamu tidak ingat apa kata papah, kamu harus tetap di rumah" ucap Soo Hyuk mengingat kan kembali.


"Kalau begitu kita keluar, jadi kakak tidak perlu hawatir dengan keselamatan ku" ucap Naura dengan tetap merangkul lengan Soo Hyuk.


"Tidak bisa, aku sangat sibuk dengan urusan perusahaan mu" tolak Soo Hyuk.


"Ah sudah lah". Naura yang merasa kesal pun langsung berjalan dengan menghentak hentakan kaki nya menuju kamar.


"Ah pasti dia akan marah lagi pada ku" gumam nya.


Soo Hyuk sudah sangat pusing dengan urusan perusahaan yang Naura jalani. Di tambah lagi sifat adik nya yang tidak mau mengerti dirinya.


Lalu satu ide pun muncul di pikiran nya, Soo Hyuk segera meraih handphone yang dia letakkan di atas meja. Soo Hyuk pun segera menghubungi seseorang.


Di sebrang telfon...


"Apa kau sibuk?" Ucap nya


"Tidak".


"Kalau begitu, datang lah kerumah dan ajak adik ku keluar" ucap nya to the poin.


"Apa dia marah lagi pada mu?".


"Seperti yang kamu pikirkan" ucap nya dengan mematikan telfon nya itu.


***


Adrian yang baru saja menerima telfon dari Soo Hyuk pun langsung mengganti pakaian nya menjadi pakaian santai.


Sebenarnya Adrian juga cukup sibuk dengan kerjaan kantor nya. Namun ketika mendapatkan telfon dari Soo Hyuk, Adrian bisa menebak bahwa dia pasti di suruh mengajak Naura jalan.


Tidak hanya satu atau dua kali, Adrian sudah beberapa kali mengajak Naura keluar rumah karena di suruh oleh Soo Hyuk.


"Eh, mau kemana kamu?" Tanya bunda Lisa yang kebetulan sedang menonton tv di ruang tamu.


"Adrian mau kerumah Naura" ucap nya dengan berjalan menuruni anak tangga.


"Dia bosan lagi?" Tanya bunda Lisa.


"Kayanya sih gitu" ucap nya.


"Kalo gitu suruh Naura tinggal di sini buat beberapa hari supaya dia ga bosan" ucap bunda.


"Beneran boleh Bun?" Tanya Adrian dengan sorot mata yang begitu senang.


"Iya dong" ucap nya dengan tersenyum.


"Ya udah kalo gitu Adrian berangkat dulu ya" ucap nya dengan mengecup tangan bunda Lisa.


***


next chapter

__ADS_1


__ADS_2