Kisah Naura

Kisah Naura
episode 64 mau seblak


__ADS_3

"Kalian, ikat mereka semua" ucap Adrian.


Mereka yang mengerti pun, langsung mengingat ke lima preman itu dengan tali yang sudah ada di gedung itu.


Bug bug bug...


"Ah__".


"Tolong ampuni kami" ucap mereka.


Soo Hyuk yang melihat Adrian seperti orang kesetanan pun hanya bisa brigidik ngeri. Pasalnya, Soo Hyuk baru pertama kali melihat yang seperti ini.


"Ayo jawab! Sampe kapan kalian diam terus hah? Cuman jawab pertanyaan gw aja kok" ucap Adrian dengan masih memukuli mereka.


"Oke oke, gw bakal kasih tau" ucap salah satu dari mereka. Sontak hal itu membuat para preman itu membulatkan matanya.


"Kenapa? Kalian ga mau bebas?" Tanya salah satu preman itu pada ke empat kawan nya, ketika melihat dirinya begitu sinis.


"Lo harus nya inget dong, komitmen kita itu adalah buat ga bocorin rahasia apapun" ucap nya.


"Aduh berisik banget sih. Jadi di sini kalian milih mati ya, kalian ga inget sama orang tua kalian?" Ucap Adrian.


"Gw bakal ngasih tau, tapi janji dulu kalo Lo bakal bebasin kita" ucap nya dengan sorot mata yang begitu serius.


"Hmm ga semudah itu gw bebasin kalian semua. Karena kalian harus jawab beberapa pertanyaan dari gw dulu" ucap Adrian.


"Oke!" Ucap nya dengan nada suara yang begitu mantap.


"Oke, ini motor siapa?" Tanya Adrian.


"Itu motor gw" ucap nya dengan mengalihkan pandangan nya.


"Jadi Lo_yang udah buat kecelakaan beberapa hari lalu?". Tanya Adrian.


Dia pun hanya mengangguk kan kepala dengan masih melihat ke arah lantai.


"Wah, ha ha" tawa Adrian. Adrian begitu tidak menyangka dengan para preman ini, kenapa mereka bisa membuat Naura seperti ini. Setau Adrian, Naura itu sangat baik dengan siapa saja orang yang dia temui, itu pun tergantung bagaimana sikap orang itu kepada nya.


"Tapi itu semua karena gw di suruh" ucap nya lagi.


"Sudah gw duga. Siapa yang nyuruh kalian?" Ucapnya.


"Kita semua ga tau, siapa dia. Tapi yang jelas dia cuman kasih kita tugas terus dia kasih kami uang" ucap salah satu dari mereka.


"Iya benar" ucap nya.


"Apa yang mereka katakan?" Tanya Soo Hyuk.


"Mereka mengatakan___" Adrian pun segera menjelaskan nya kepada Soo Hyuk.

__ADS_1


Kini Adrian mempunyai persepsi, bahwa di balik semua ini pasti ulah dari mantan keluarga Naura.


Siap lagi yang bisa melakukan hal ini pada Naura. Mereka tergolong kedalam orang yang sangat nekat, mereka akan melakukan apapun untuk bisa mencapai tujuan mereka.


"Ah, sekarang aku mengerti kenapa mereka melakukan hal ini" ucap Soo Hyuk.


"Kenapa?" Tanya Adrian dengan menunggu jawaban dari Soo Hyuk.


"Sepertinya Darma sangat dendam karena dia di gulingkan dari posisi nya di Perusahaan" ucap Soo Hyuk mengira ngira.


Kini Adrian pun mengerti dengan pokok permasalahan nya. Adrian pun segera menyuruh beberpa orang suruhan nya, untuk membawa mereka ke ruang tahanan yang Adrian miliki.


"Apa kau akan membunuh mereka?" Tanya Soo Hyuk.


"Aku tidak segila itu" ucap Adrian dengan berjalan mendahului Soo Hyuk.


"Ah syukurlah, aku hanya kasihan saja pada mereka. Karena aku yakin, mungkin mereka juga masih mempunyai keluarga" jelas nya.


"Kenapa kamu sangat peduli dengan mereka? Padahal mereka sudah membuat adik mu celaka" ucap Adrian.


"Ah ntah lah, aku hanya kasihan saja" ucap nya dengan tersenyum simpul.


***


"Hoam__aduh duh... Pinggang gw sakit banget" ucap Naura dengan masih mengerjap ngerjapkan mata nya.


"Udah berapa lama gw tidur ya" gumam Naura dengan melihat jam dindin yang terpasang di depan nya itu.


"Oh, kamu sudah bangun?" Ucap So Jun yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Papah, kenapa tidak membangun kan ku? (Ucapan dalam bahasa Korea)" ucap Naura dengan merengek.


"Papah sudah membangun kan mu, tapi kamu tidak mau bangun juga" ucap So Jun menjelaskan.


"Harus nya papah pukul aku siapa tau bisa bangun" ucap nya dengan masih merengek.


"Mana bisa papah memukul mu" ucap nya dengan menyerahkan segelas air putih.


"Ah ntah lah" ucap nya dengan mengambil gelas berisi air putih.


"By the way, di mana kakak dan juga Adrian? Apa mereka sudah pergi?" Tanya Naura dengan melihat sekeliling.


"Ntah lah, mereka tadi pamit akan makan di luar" ucap nya berbohong.


"Benarkah? Kalo begitu suruh kakak membelikan aku seblak" ucap Naura.


"Seblak? Apa itu?" Tanya So Jun.


Pasalnya So Jun sama sekali tidak tau apa itu seblak. Bahkan So Jun berpikir bahwa seblak itu adalah sebuah benda atau mungkin buah buahan.

__ADS_1


"Ah, tanya saja pada Adrian" ucap Naura.


So Jun pun segera mengambil ponsel nya dan menelfon Soo Hyuk. Bahkan Soo Hyuk pun sama sekali tidak tau benda apa yang di maksud papah nya itu.


***


"Ya. Apa kamu tau seblak?" Tanya Soo Hyuk.


"Seblak?" Ucap Adrian mengulang.


"Iya!".


"Seblak itu makanan" ucap Adrian dengan masih fokus menyetir.


"Benarkah? Kalau begitu mari kita mampir untuk membeli seblak" ucap Soo Hyuk.


"Untuk siapa?" Tanya Adrian heran, pasal nya mereka ini orang Korea, mana mungkin mereka suka dengan seblak.


"Untuk adik ku, dia ingin seblak" ucap Soo Hyuk.


"Hey, apa kamu tau seblak itu makanan yang seperti apa?" Tanya Adrian. Soo Hyuk pun hanya geleng gelengkan kepala nya karena dia sama sekali tidak tahu.


"Mana boleh orang sakit makan yang pedas dan berminyak seperti seblak. Aku tidak akan membelikan nya untuk Naura" ucap Adrian ngotot.


"Benarkah? Lalu bagaimana? Dia pasti akan sangat marah pada ku" ucap Soo Hyuk dengan memandangi Adrian.


"Ah baiklah, aku akan membelikan yang original saja" ucap adrian.


***


"Papah ga pulang?" Tanya Naura.


"Apa kamu mengusir ku?" Tanya So Jun dengan masih fokus pada majalah nya.


"Bukan begitu, bukan kah perusahaan papah sangat besar sudah pasti perusahaan membutuhkan papah" ucap Naura dengan tersenyum.


"Kamu tenang saja, perusahaan itu tidak akan bangkrut jika tidak ada papah" ucap nya.


Seperti nya kali ini Naura gagal untuk membujuk papah nya agar pulang ke negara asal nya. Naura yakin pasti kali ini papah nya akan sangat menempel pada nya seperti waktu Naura masih di Korea.


Papah nya akan selalu menempel pada nya, bahkan jika ada perjalanan bisnis, Naura akan di paksa ikut bersama dengan papah nya.


"Pah, aku akan keluar sebentar" ucap Naura dengan bersiap akan turun dari ranjang nya.


"Hey hey, mau kemana?" Tanya So Jun.


"Aku akan berjalan jalan ke luar" ucap Naura.


"Tunggu dulu" ucap So Jun dengan berlari ke luar ruangan itu.

__ADS_1


Naura pun hanya duduk di ranjang itu dengan memakai sendal nya. Tiba tiba saja Naura di kaget kan dengan papah nya itu. Karena So Jun membawa sebuah kursi roda agar Naura tidak perlu berjalan.


__ADS_2