Kisah Naura

Kisah Naura
episode 7 luka ini tak seberapa sakit di bandingkan luka hatinya


__ADS_3

"Mama, sakit banget rasanya." Ucapnya dengan bibir yang gemetar karena menahan tangis.


"Naura" panggil orang tersebut. Naura hanya melihatnya untuk mengetahui siapa orang tersebut dan dia adalah Adrian.


Adrian melihat luka luka yang ada pada tubuh Naura, luka yang jatuh dari motor saja belum sembuh, ini sudah dapat luka seperti ini lagi.


"Lo kenapa? Ini luka apa? Apa yang terjadi, cerita sama gw" ucap Adrian yang tidak dijawab sama sekali oleh Naura. Naura hanya diam dengan bibir yang gemetar menahan tangis.


"Ra, jawab gw! Lo kenapa" ucap Adrian yang tak kunjung di jawab oleh Naura. Sepertinya Adrian paham kenapa Naura tidak mau bicara.


Adrian melepaskan topi yang dia pakai dan memakaikannya pada Naura.


"Menangislah, meskipun hanya topi ini yang tau, tidak akan ada orang tau kecuali topi ini" ucapnya dan berjongkok di depan Naura. Naura masih diam dengan menundukkan kepalanya, dia sama sekali tidak bicara apapun, sedangkan Adrian dia masih berusaha membuat Naura bicara padanya.


"Atau Lo mau meluk gw? Lo boleh kok meluk gw terus nangis di baju gw" oceh Adrian sudah ngalor ngidul.


Naura melepaskan topi yang dia pakai, dan tersenyum getir melihat topi itu. Lalu Naura memberikan topi itu kepada sang pemiliknya.


Tanpa mau menjawab apapun Naura berdiri dari duduknya dan berjalan menuju arah motornya yang terpalkir tadi.


"Naura" panggil Adrian "setidaknya obati dulu luka Lo, gk masalah kalo Lo gk mau cerita sama gw. Tapi setidaknya obatin dulu luka Lo" teriak Adrian.


"Makasih Adrian, tapi gw gpp" ucap Naura dengan suara gemetar.


Naura segera melajukan gas motornya menuju rumah nya, di sana sangat sepi dan sunyi. Naura masuk kerumah yang dia beli itu, terlihat mobilnya masih terpalkir dengan rapih, bunga bunga yang dia tanam hari itu sudah mulai berkembang dengan sangat indah. Daun daun kering yang masuk ke pekarangan rumahnya menambah kan suasana sunyi, angin malam yang berhembus kencang, seakan akan menusuk kulitnya yang penuh dengan luka itu.


Naura mulai mengambil kunci dari dalam tasnya, dan membuka rumahnya dengan sangat perlahan, lampu rumah yang hanya nyala beberapa saja menambah kesan rasa sunyi dalam diri Naura.


Naura duduk di ranjang kamarnya yang hanya di temani oleh lampu malam dengan memandangi langit langit kamarnya. Setetes demi setetes air matanya turun dan membasahi pipi nya yang merah karena bekas tamparan. Naura mulai merebahkan dirinya, satu tangan menutupi matanya. Dari sana air matanya tidak bisa berhenti keluar, Naura merasakan sakit yang teramat sakit. Bukan luka yang ditubuhnya lah yang membuatnya sakit, tapi hatinya. Hatinya begitu perih ketika ayahnya memukulnya, sejak kapan ayahnya jadi seperti itu?


Naura masih menangis dengan memeluk bantal guling, sudah beberapa menit lamanya dia menangis sampai akhirnya Naura tertidur karena lelah menangis.


Keesokan harinya Adrian berangkat lebih cepat kesekolah hanya ingin melihat keadaan Naura. Adrian sudah mencoba menelfon tapi tidak diangkat, ngecht juga tidak dibalas. Sedari tadi Adrian terus melihat kearah meja Naura, menurut nya ada yang sedang disembunyikan oleh Naura. Luka luka itu? Apakah perbuatan orang tuanya? Tapi tidak mungkin, tidak mungkin orang tuanya seperti itu.


Sampai akhirnya lamunan Adrian terpecah ketika suara ava yang nyaring itu mengagetkan Adrian.


"Hayo, ngapain Lo ngeliatin meja Naura terus, Lo demen kan sama sahabat gw" ucap ava yang duduk di kursinya.


"Kepo!. Lo sendiri kenapa datang bareng varo" ucap Adrian yang mampu membuat ava terdiam.


Karena tak tahu akan menjawab apa ava memilih diam dan memeriksa ponselnya. Disana dia menuliskan beberapa kalimat pada Naura, berharap pesannya itu akan di balas oleh naura.


"Naura kemana ya, dari tadi malem gw chat tapi gk di bales bales" gumam ava yang masih bisa di dengar oleh Adrian.

__ADS_1


"Lo juga gk tau kabar Naura?" Tanya Adrian


"Lo ngomong sama gw?" Tunjuk ava pada dirinya


"Lo kira sahabat Naura ada berapa di sini hah" ucapa Adrian.


"Gw doang sih" ucap ava dengan cengir kuda


"Lo tau gk sih, tadi malam tuh gw cht Naura tapi gk di bales sama dia, terus pagi ini juga gw chat tetap gk dibales sama dia. Gk kaya biasanya dia kek gini ke gw" ucap ava sedih, dengan di tenangkan oleh varo.


"Sebenarnya...."ucapannya tergantung sesaat. Ava dan varo mulai mendekati Adrian berharap Adrian melanjutkan ucapannya.


"Sebenarnya tadi malam gw ketemu Naura di taman" ucap Adrian


"Terus apa hubungannya Naura sama taman?" Tanya varo


"Hufftt... Tadi malam gw lihat Naura duduk di taman, terus gw juga lihat tubuhnya penuh dengan luka memar" ucap Adrian dengan membuang nafasnya kasar.


"Kenapa Lo gk ngomong dari tadi malem" ucap ava kesal.


"ya gw gk tau, gw kira Naura udah ngasih tau Lo karena Lo sahabat nya. Tadi malam gw udah bujuk dia buat cerita, tapi dia diem terus" ucap Adrian merasa bersalah karena tidak bisa membuat Naura lebih baik.


Tak mau mendengar alasan, ava langsung mengambil tasnya dan pergi, Adrian tau kemana ava akan pergi jadi dia juga ikut pergi bersama varo.


"Kalian berdua. Kesini" ucap ava dengan bersembunyi didekat mobilnya.


"Dengerin gw, kita gk akan bisa keluar kalo gk dapat surat izin. Jadi kita harus buat drama. Nanti biar gw yang nyetir, dan Lo varo. Lo harus pura pura pingsan di mobil gw, biar gw sama Adrian yang urus sisanya" ucap ava


"Emang harus banget ya buat rencana kaya gitu, gk ada yang lain apa" ucap Adrian


"Kok malah Lo yang sewot, yang sakit kan gw kenapa jadi Lo yang ogah" ucap varo


"Gw gk bisa bohong, bohong itu dosa tau" ucap Adrian.


"Kalo Lo gk mau, mending Lo balik ke kelas" ucap ava


"Ya udah gw ikut" pasrah Adrian.


Segera mereka masuk kedalam mobil ava, dan dan melaju kearah gerbang, di depan gerbang mereka di berhentikan oleh petugas keamanan.


"Mang tolong bukain, saya harus kerumah sakit" ucap ava


"Memangnya ada apa" ucap keamanan

__ADS_1


"Tadi tiba tiba temen saya sakit perut, terus dia pingsan. Tadi juga kami sudah izin ke guru" ucap ava memohon


"Iya pak benar, tolong selamatkan adik saya pak," drama Adrian.


"Aduh bagaimana ya. Ya sudahlah tapi kalian harus betul kerumah sakit ya" ucap si keamanan.


"Iya mang terimakasih" ucap ava.


Segera ava meluncur laju menuju rumah Naura.


"Sebenarnya kita mau kemana" ucap Adrian.


"Kerumah Naura" ucap ava yang masih fokus pada setirnya.


"Inikan bukan jalan kerumah Naura" ucap Adrian.


"Gw sebagai sahabat nya Naura minta maaf sama Lo. Mungkin banyak banget hal yang disembunyikan oleh Naura dari Lo dan juga varo. Gw gk tau alasan dia nyembunyiin ini tu apa, gw juga gk tau motiv nya dia apa. Yang jelas ini bukan sesuatu hal yang buruk kok" ucap ava


"Tapi kenapa Naura sampe segitunya" ucap varo


"Gw juga gk tau alasannya apa, tapi gw selalu dukung keputusan nya" ucap ava


"Ini masih jauh gk sih" ucap Adrian yang tak sabar.


"Masih jauh banget, coba deh Lo telfon Naura" ucap ava. Dengan cepat Adrian mengetikan sesuatu di sana dan menelfon Naura, tapi tetap saja gk di angkat,


"Gk di angkat. Kok gw makin hawatir gini ya" ucap Adrian


"Kita berdoa aja semoga gk akan terjadi apa apa sama Naura" ucap varo menenangkan keadaan.


Sekitar 40 menit mereka sampai di rumah Naura, ava membuka gerbang yang tak di kunci itu. Segera mereka masuk dan berjalan kearah pintu masuk.


Ava sudah mengetuk pintunya tapi tak kunjung di buka, karena tak sabar Adrian mendobrak pintunya. Tapi ternyata pintu itu tidak terkunci, ava hanya nyengir kuda tanda tak tahu apa apa soal pintu ini.


Segera mereka masuk kerumah dan mencari Naura tapi tak kunjung di temukan nya sosok Naura, tiba tiba saja pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan sosok Naura yang habis mandi dengan menyanyikan sebuah lagu.


"Hey yang ada di sana, yang ada di sini semua ikuttt____" nyanyian nya terhenti ketika Naura melihat mereka bertiga ada di dalam rumah nya.


"oh shittt... gw udah hawatir dari tadi malam nyatanya Lo happy happy aja" ucap Adrian yang ingin marah tapi tertahan karena di lirik varo.


Ava Adira


__ADS_1


__ADS_2