
"Tolong!!, Bunda tolong!! Huuu..."
Naura yang baru saja masuk ke kamar Adrian pun langsung buru buru mendekati Adrian yang sedang meringkuk di kasur.
"Hey, it's ok Adrian, gw ada di sini" ucap Naura dengan memeluk Adrian.
Adrian yang merasakan kehadiran seseorang pun langsung berhenti mengigau.
"Ada ada aja sih, baru ke rumah hantu. Kalo besok besok Lo ke kuburan gw gimana coba" ucap Naura tanpa sadar.
"Hah gw tidur di sini aja deh, anggap aja ini yang kesekian kali nya" ucap Naura dengan memeluk Adrian begitu erat.
***
Keesokan pagi nya, Adrian sudah bangun lebih dulu. Adrian tidak akan menendang Naura seperti waktu itu, kali ini Adrian sedang memandangi wajah Naura begitu lekat dan sesekali akan tersenyum.
"Jorok banget sih" gumam Adrian dengan menahan tawa ketika melihat jigong nya Naura membanjiri bantal nya.
"Untung gw sayang, kalo enggak udah gw tendang lo dari sini" ucap nya dengan mengelus rambut Naura.
Tak ingin berlama lama di kasur nya, Adrian segera turun dari ranjang nya, dia sengaja bangun lebih cepat agar Naura tidak melihat bentuk tubuh nya yang sangat uwaw.
Adian pun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Ketika sedang melihat pantulan diri nya di kaca, adrian pun mulai bertanya tanya bagaimana bisa tadi malam dia merasakan pusing yang begitu hebat.
*Apa mungkin ya gw pusing karena trauma gw balik lagi* batin nya dengan mengingat ngingat kejadian sewaktu di rumah hantu.
"Ihh... Serem" ucap nya dengan brigidik ngeri.
***
"Hoam..." Naura yang baru saja bangun pun hanya menolehkan kepala nya ke kanan dan kekiri untuk mencari keberadaan Adrian.
"Oh lagi mandi ya" gumam Naura ketika mendengar percikan air.
"Naura pun langsung bangun dan bergegas menuju kamar yang lain untuk segera mandi.
Ketika Naura keluar dari kamar Adrian, tak sengaja bunda melihat Naura yang seperti baru bangun tidur keluar dari kamar Adrian.
"Mereka tidur bareng?" Gumam bunda dengan mengintip pergerakan Naura yang sedang menuju kamar lain.
"Wah bisa jadi bahan gosip nih" gumam bunda dengan cekikikan.
"Bunda pun langsung berjalan dengan cepat ke arah kamar Adrian. Namun ketika sampai di kamar Adrian, bunda tidak bisa melihat Adian di ranjang nya.
"Ah kaya nya Adrian lagi mandi ya" gumam bunda.
Tak la kemudian Adrian pun keluar dari kamar mandi dengan menenteng pakaian yang kan dia kenakan pagi ini. Namun ketika Adrian keluar dia bisa melihat bunda yang sedang merebahkan diri nya di kasur Adrian.
__ADS_1
"Bunda!" Ucap Adrian dengan menutup pintu kamar mandi.
"Eh? Udah selesai mandi nya" ucap bunda dengan kembali duduk.
"Udah, kenapa emang?" Tanya Adrian heran.
"Gapapa nanya doang kok. Kalian habis tidur bareng?" Tanya bunda to the poin.
"Maksud nya?" Tanya Adrian yang tidak mengerti.
"Ih kamu, ganteng ganteng tapi beg*" ucap bunda dengan cekikikan.
Ntah memang pura pura tidak tahu atau memang tidak tahu. Tapi menurut bunda, Adrian ini seperti bocah yang masih polos.
"Ya lagian bunda. Datang datang langsung nanya yang kaya gitu, kan Adrian ga ngerti" ucap nya dengan mulai menggunakan baju nya.
"Ah ga tau lah, ngomong sama kamu selalu bikin bunda emosi" ucap bunda dengan mengerucutkan bibir nya.
"Kalo gitu kamu nikahin Naura aja"ucap bunda.
Adrian yang baru saja mendengar ucapan bunda pun langsung membalikan badan nya dan mendekat ke arah bunda.
"Adrian ga salah denger bunda nyuruh Adrian nikahin Naura?" Tanya Adrian memastikan.
"Bener dong" ucap bunda dengan tersenyum.
***
"Adrian, jangan dulu pulang ya, antar gw ke rumah sakit tempat bokap nya Ava kerja" ucap Naura.
Adrian yang mengerti pun langsung menancap gas untuk menuju rumah sakit.
Tak lama kemudian mobil nya pun sampai tepat di parkiran rumah sakit itu. Naura dan Adrian langsung jalan beriringan menuju ruangan Suga.
"Halo sus, saya ada temu janji sama dokter Suga, beliau ada di ruangan atau enggak ya" tanya Naura pada salah seorang suster.
"Oh sebentar ya kak, saya hubungi beliau dulu" ucap nya dengan menelfon Suga.
Setelah selesai menelfon, suster itu pun mempersilahkan Naura untuk menuju ruangan Suga.
Adrian pun hanya mengikuti langkah Naura di belakang nya, bahkan Adrian sama sekali belum tau untuk apa Naura datang kerumah sakit.
"Lo mau ngapain ke sini sih Ra" ucap adrian.
"Nanti juga Lo tau" ucap nya.
"Atau jangan jangan Lo mau periksa kandungan ya" ucap nya ceplas ceplos.
__ADS_1
"Adrian__papah Suga itu dokter ahli bedah, terus gw mau apa nya yang di periksa?" Ucap Naura kesal.
Bisa bisa nya Adrian mengatakan hal itu, padahal Naura sendiri belum pernah melakukan nya.
Tok...tok...
"Masuk!" Ucap nya.
"Halo papah Suga" sapa Naura dengan memeluk Suga.
"Halo om sapa Adrian dengan mencium tangan Suga.
"Halo Adrian, silahkan duduk" ucap Suga dengan tersenyum hangat.
"Langsung aja ya pah, Naura datang kesini mau mengakhiri semua nya! Naura udah pengen cepet cepet menyelesaikan semua nya, Naura udah cape kalo harus menunda lagi" ucap Naura to the poin.
"Kamu udah yakin!?" Tanya Suga.
"Bentar bentar, ini maksud nya apa sih?" Tanya Adrian heran.
"Mau mengakhiri kenapa? Apa nya yang mau di akhiri?" Tanya Adrian bingung.
"Nanti juga Lo tau, sekarang Lo dengerin aja dulu" ucap Naura.
"Pah, Naura udah yakin banget, lagi pula Adrian punya bukti tambahan" ucap Naura dengan meyakinkan Suga.
"Baiklah, tunggu sebentar ya" ucap Suga dengan berjalan ke arah berkas berkas yang tersimpan di lemari.
Suga mulai mencari dan memeriksa setiap berkas yang ada di lemari itu, sampai akhir nya dia menemukan berkas itu dan langsung menyerahkan nya ke Naura.
Naura pun langsung melihat isi berkas itu, di mana semua tulisan yang ada di situ adalah nama nama racun yang terkandung dalam darah almarhum ibu kandung Naura.
"Racun? Oh jadi ini yang di maksud sama Lo?" Ucap Adrian ketika dia ikut membaca nya.
"Iya Lo benar" ucap Naura dengan masih fokus pada kertas yang dia baca.
"Jadi sekarang Lo udah berniat mau ngelaporin mereka ke penjara?" Tanya Adrian.
"Iya, gw udah cape. Gw juga mau kali hidup dengan damai" ucap Naura.
***
Setelah Adrian mengantar Naura pulang, Adrian pun segera pergi ke bekas rumah Naura yang dulu. Sebelum pergi kesana, Adrian sudah meminta izin lebih dulu oleh pemilik rumah itu.
Adrian pun segera mencari benda milik nya yang masih belum di ketahui oleh siapa pun.
"Mas, mas nyari apa sih?" Tanya si pemilik rumah yang keheranan dengan Adrian.
__ADS_1
"Selama mbak tinggal di sini, mbak pernah ga lihat benda kecil bentuk nya kaya kancing baju" tanya Adrian pada si pemilik rumah.