Kisah Naura

Kisah Naura
episode 75 ini semua sudah tuhan rencankan


__ADS_3

"Santai aja lah ngomong nya, jangan formal banget, sekarang kan kita lagi berdua juga" ucap nya dengan tawa.


"Ga! Kita ga berdua, aku ada bawa seseorang ucap nya dengan mempersilahkan Naura masuk".


"Kemana kakak mu?" Tanya pak Bram.


"Dia sedang menelfon pak" ucap Naura dengan berjalan mendekati Bram.


"Bram dia siapa?" Tanya nya.


"Kenalkan dia Naura rekan kerja ku, tadi juga kami ga sengaja ketemu di sana" ucap Bram dengan menunjuk sebuah kursi yang tadi di duduki Naura.


"Ah ya sudah ayo duduk" ucap nya.


"Gini, kaya nya ada yang sangat mendesak maka nya dia minta tolong pada ku buat bisa bicara pada mu" jelas pak Bram .


"Oh gitu, jadi apa keluhan mu?" Tanya nya.


Naura pun langsung menyerahkan berkas yang dia bawa itu pada polisi tersebut. Karena penasaran dia pun membuka berkas berkas itu dan membaca nya dengan sangat teliti.


"Jadi ini adalah racun yang terkandung di dalam darah ibu Veronica?" Ucap polisi itu yang sama sekali tidak mengerti dengan maksud Naura menyerahkan berkas yang berisi nama nama racun atau obat terlarang.


"Veronica? Dia ibu mu bukan? Bukan nya dia meninggal karena sakit?" Ucap Bram heran.


"Iya dia sakit karena obat itu pak" ucap Naura dengan mulai berkaca kaca.


"Oh jadi ibu mu sudah meninggal, apakah ada yang meracuni nya?" Tanya polisi itu, Naura yang tidak bisa berkata kata lagi pun langsung menangis dengan sesekali mengusap air mata nya.


"Tapi kalau kamu ingin menuntut orang yang sudah membunuh ibu mu akan sangat sulit, dan itu pun sudah sangat lama?" Ucap pak Bram.


"Berkas ini sudah ada semenjak ibu saya meninggal, kebetulan dokter yang menangani ibu saya itu adalah teman dekat nya" ucap Naura dengan sesenggukan.


"Baiklah, sekarang ceritakan semua nya!" Perintah polisi itu.


Naura pun segera menceritakan semua kejadian 5 tahun lalu. Naura menceritakan semua nya sampai tidak ada yang terlewat. Mulai dari masuk nya Ema ke rumah mereka, sampai dengan meninggalnya Veronica.


"Baiklah sekarang saya bisa mengerti. Apa kamu punya bukti lain?" Tanya polisi itu.


Naura pun langsung mengeluarkan flashdisk dari dalam tas nya dan memberikan nya kepada polisi itu.


Karena penasaran dia pun langsung melihat isi dari flashdisk itu. Ketika rekaman itu terputar, dia pun yakin bahwa cerita ini bukan suatu karangan.


"Selain kasus pembunuhan apa ada lagi yang bisa membuat nya semakin jatuh?" Tanya nya.


"Dulu Ema mencoba membunuh saya dengan menyuruh preman. Lalu saya di aniaya oleh Darma. Pencemaran nama baik, korupsi. Setelah itu mereka ada melakukan percobaan pembunuhan terhadap saya, saya ada bukti nya juga" ucap Naura.

__ADS_1


"Baik baik, sekarang kamu ga usah takut, sekarang juga saya akan pergi ke rumah mereka" ucap nya.


"Oh iya pak, anak mereka yang bernama Bella juga terlibat" ucap Naura.


"Saya tau itu, dari video tadi sudah menjelaskan semua nya" ucap nya dengan tersenyum.


Flashback off


***


Ceklek....


Soo Hyuk yang sedang menunggu di luar pun langsung berjalan menghampiri naura ketika melihat adik nya itu sudah keluar dari ruangan.


"Bagaimana? Apa semua baik baik saja?" Tanya Soo Hyuk penasaran.


"Semua baik baik saja kak" ucap Naura tersenyum bahagia.


"Ah... Syukurlah" ucap Soo Hyuk tak kalah senang.


"Baiklah kalau begitu aku ingin hadiah dari kakak" ucap Naura dengan menyodorkan tangan nya.


"Eh baiklah, kalau begitu ayo kita jalan jalan"ajak Soo Hyuk dengan menggandeng tangan Naura.


***


Bella sangat terkejut ketika mendengar kabar bahwa orang tua nya masuk penjara karena ulah nya dulu.


Kini Bella pun sedang menjadi buronan karena ulah nya juga. Jika saja dulu Bella bersikap baik pada Naura dan tidak gila harta, mungkin dia tidak akan bernasib seperti ini.


Bella pun semakin kalang kabut karena bingung tak tahu harus bagaimana. Dia ingin pergi ke luar negri tapi dia tidak punya paspor, dan semua tabungngan nya ada di rumah.


Bella berpikir bahwa dia tidak bisa pulang ke rumah karena mungkin banyak polisi yang sedang berjaga jaga di sekitar rumah nya.


Akhirnya Bella pun memutuskan untuk pergi ke bar dan akan menginap di sana saja.


***


Keesokan hari nya, Adrian berniat akan mengajak Naura jalan jalan untuk merayakan kemenangan nya.


Hari itu Adrian tampak sangat rapih dan juga tampan, Adrian memakai wewangian begitu banyak agar Naura menempel terus pada nya.


"Wih anak bunda rapih banget, mau kemana nih?" Tanya bunda dengan senyum menggoda.


"Adrian mau jalan jalan sama Naura, Adrian juga mau buat hati Naura senang untuk hari ini dan seterus nya" ucap Adrian dengan tersenyum malu.

__ADS_1


"Cie... Bunda dukung kok, ya udah sana" ucap bunda dengan senyum menggoda.


Adrian yang merasakan senang di hari ini pun langsung menancap gas mobil nya menuju rumah naura. Adrian sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Naura sedari tadi wajah nya selalu berseri seri karena membayangkan apa yang akan di lakukan nanti nya.


Tak lama kemudian Adrian pun telah sampai di depan rumah Naura. Adrian pun langsung mengetuk pintu rumah Naura dengan senyum yang tak hilang dari bibir nya itu.


"Hay" ucap Adrian ketika pintu rumah itu telah di buka.


"Hay" ucap Naura dengan tersenyum malu.


"Yuk berangkat" ucap Adrian dengan mengulurkan tangan nya.


Naura pun hanya mengangguk setuju, dan mengikuti langkah kaki Adrian menuju mobil nya.


Hari ini Adrian begitu sangat senang karena bisa jalan berdua dengan Naura. Adrian berencana akan membawa Naura ke suatu tempat yang sangat istimewa.


***


Tak lama kemudian sampai lah mereka di sebuah danau yang terlihat Sangat cantik ketika terkena hamparan sinar senja.


"Oh ini yang Lo bilang sangat istimewa" ucap Naura.


"Lo udah tau ya?" Ucap Adrian dengan berdiri di sebelah Naura.


"Gw udah tau, gw pernah ke sini bareng mamah buat mancing ikan" ucap Naura dengan tawa renyah.


"Wih mantep tuh" ucap Adrian dengan berjalan menarik tangan Naura.


Kini Adrian pun sedang menata tikar dan beberapa makanan. Semacam kemah tapi bukan kemah.


"Sejuk banget" ucap Naura dengan memejam kan mata nya ketika angin sore menerpa wajah nya.


*Lo cantik Ra* batin Adrian dengan tersenyum.


*semoga kita berjodoh ya* batin nya dengan menatap lekat wajah Naura.


"Suatu saat nanti Lo bakal menemukan pujaan hati yang lo dambakan. Ini semua telah Tuhan rencana kan jadi jangan bersedih hati ya" ucap Naura tiba tiba.


"Ya ga akan sedih lah kalo sama Lo" ucap nya.


"Tunggu bentar" ucap Adrian dengan pergi meninggalkan Adrian.


Naura yang mengerti pun hanya berdiam diri dengan melihat hamparan danau dan para pengunjung yang sedang menikmati hamparan danau.


Adrian mulai berjalan menghampiri mobil nya yang agak jauh dari danau itu, dan membuka pintu mobil bagian belakang. Adrin bisa melihat bunga yang dia beli tadi

__ADS_1


__ADS_2