
...*Selamat Membaca*...
Pertemuan dengan teman-temannya di lapangan ibukota, membuat Tatsuya sangat senang, dan tak menyangka kalau seluruh murid dari akademi Violet ikut berpartisipasi dalam latihannya. Namun yang paling mengejutkan ialah kehadiran Thor, yang ingin bertemu langsung dengan Tatsuya.
Thor sedikit merasa canggung ketika bertemu kembali dengan Tatsuya, dan sepintas tak ada kata apapun yang di ucapkan olehnya. Akan tetapi, Khilar yang merupakan teman baik Tatsuya membantu dirinya yang bermaksud untuk meminta maaf. Dia pun langsung membungkukkan badannya terhadap Tatsuya, lalu meminta maaf kepadanya atas semua kejadian yang dilakukan oleh ayahnya.
Seketika Tatsuya tersenyum setelah melihat sikap Thor yang berubah lebih baik daripada sebelumnya. Dalam hal ini, Tatsuya memegang kedua bahunya, lalu berkata kalau semua kejadian ini bukan salah dirinya, melainkan ayahnya yang tergoda dengan rencana mereka dan sengaja melakukan hal tersebut.
"Jadi, tak perlu segitunya terhadapku, lagian semuanya sudah berlalu!" ucap Tatsuya dengan memberikan sedikit semangat kepadanya.
"Ba-baiklah kalau begitu, terimakasih." tanggap Thor dengan gugup. Lalu semua teman-teman Tatsuya menepuk pundaknya sambil berkata selamat bergabung dengan kelompoknya.
"Sepertinya dia akan baik-baik saja setelah kejadian yang menimpa ayahnya." ucap Tasya sambil berjalan mendekati Tatsuya.
"Ya, dilihat dari tindakannya itu, dia tak mungkin tergoda dengan rencana monster busuk itu, dan ada kemungkinan dia menyimpan dendam atas perbuatan yang dilakukan pada ayahnya." tanggap Tatsuya setelah melihat ekspresi dari wajahnya itu bersamaan dengan meminta maaf.
Sejenak, semua orang yang ada di lapangan ibukota saling mengakrabkan dirinya masing-masing, serta saling menceritakan pengalaman mereka ketika berhadapan dengan para monster.
Disisi lain, Tatsuya, Mozark dan ketua dari guild besar negara sedang melakukan perundingan sebelum kegiatan itu dilakukan. Seperti biasa mereka di bawa ke dimensi lain yang dibuat oleh Tatsuya, lalu mempersilahkan mereka untuk duduk di tempat yang disediakan.
Dalam hal ini, seketika mereka terkejut akan kemampuannya itu, namun mereka tidak bertanya langsung karena mengetahui dia lebih kuat dibandingkan semua orang yang berada di negara ini. Setelah mereka semua duduk, Tatsuya langsung berbicara mengenai pembuatan sebuah kelompok, tentunya dengan dipimpin oleh setiap ketua guild besar.
Sesuai data yang diterima dari bawahan Mozark, semua orang yang berpartisipasi berjumlah 40 ribu orang selain murid dari akademi dan mereka akan dibagikan ke dalam 4 kelompok. Masing-masing dari orang-orang itu akan di acak, supaya mereka terbiasa dengan orang lain dalam satu timnya.
Masing-masing dari kelompok tersebut terdiri dari 10 ribu orang, dan mengenai pembagian orang-orang yang akan masuk ke dalam portal akan diserahkan pada pemimpin dari setiap kelompoknya.
"Dalam jumlah sebesar itu, akan cukup sulit bagi kita untuk mengatur mereka di dalam portal." ucap Steven dengan berpikir jernih.
"Tumben sekali kau berpikiran seperti itu Steven, biasanya kau selalu egois. Hahaha..." tanggap Tommy dengan mengejeknya.
"Diamlah, itu dulu dan sekarang sudah berbeda!" pinta Steven dengan kesal.
"Hahaha, senang sekali melihat kalian berdua bersemangat seperti itu, namun kesampingkan dulu dan mari kita fokus untuk mengatasi hal ini." tanggap Kazima dengan tegas, serta melerai mereka berdua.
"Ya, sebaiknya kita tak boleh membuang banyak waktu, karena waktu kita sangat terbatas." sambung Cecilia.
"Menurutku, kita harus membagi mereka ke dalam beberapa kelompok, dan secara bergantian memasuki portal." ucap Mozark dengan memberi sebuah saran.
"Terlebih lagi ada beberapa titik yang dapat dimasuki, tapi itu terletak di berbagai daerah." sambung Kazim.
"Maka dari itu, dengarkan aku dulu sampai selesai!" pinta Tatsuya pada mereka semua, karena dirinya tak merasa selesai dalam pembicaraannya.
Kemudian Tatsuya melanjutkan kembali pembicaraannya setelah mereka semua diam. Sesuai dengan arah mata angin, dia meminta ke 4 ketua guild besar untuk memilih arah mana yang mereka inginkan sebelum ditunjuk langsung oleh Tatsuya.
Serentak mereka melakukan pemilihan, dan kebetulan tidak ada pilihan yang sama diantara mereka berempat. Untuk arah barat dipimpin oleh Steven, arah utara dipimpin oleh Tommy, arah timur dipimpin oleh Kazima dan arah selatan dipimpin oleh Cecilia.
"Aku juga ingin ikut andil dalam latihan ini, jadi bisakah aku mengambil salah satu arah yang tidak disebutkan itu?" pinta Mozark atas kemauannya sendiri, karena levelnya sekarang masih rendah serta tak cukup untuk menyaingi petinggi dari negara lain.
"Tentu saja anda boleh melakukannya, tapi siapa nantinya yang akan menggantikan tugas anda untuk sementara?" tanya Tatsuya sebelum menyetujui keinginannya.
__ADS_1
"Tentu saja aku akan menyerahkan semuanya pada temanku, dan ku yakin dirinya takkan keberatan atas hal ini? Benarkan?" jawab Mozark sambil menoleh pada Kazim.
"Hah, bila aku keberatan kau pasti akan terus memaksaku sampai mengatakan iya." tanggap Kazim sambil menghela nafasnya. "Baiklah akan kuterima hal ini, lagian juga usiaku lebih tua darinya ditambah diriku harus banyak beristirahat di masa sekarang." lanjutnya.
"Kalau begitu, anda bisa mengambil arah barat laut, dan saya mengambil arah tenggara. Lalu untuk sisanya akan dibagikan pada semua murid dari akademi, tentunya membagi mereka menjadi 2 kelompok. Bagaimana menurut anda?" ucap Tatsuya sambil menoleh pada Mozark.
"Tentu saja aku menyetujuinya." jawab Mozark dengan tegas. Kesepakatan diantara orang-orang penting sudah dibuat, dan mereka kembali keluar dari dalam dimensi yang dibuat oleh Tatsuya.
Tak lama setelah itu, Tatsuya langsung meminta perhatian dari semua orang yang hadir di lapangan ibukota, dikarenakan latihan sembari menaikkan level akan dimulai. Pertama-tama dia sendiri yang membagi 40ribu orang itu menjadi 4 kelompok dan masing-masing dari mereka sudah ada pemimpinnya sesuai yang ditunjuk oleh Tatsuya. Selanjutnya bagi semua murid akademi, dia juga membagi mereka pada 2 kelompok dan dibimbing oleh anggotanya serta 10 pasukan elite.
Selain itu juga, beberapa alat komunikasi diberikan pada masing-masing pemimpin ataupun pembimbing dari setiap kelompok, supaya dengan mudahnya mereka bisa berkomunikasi serta bisa mengantisipasi hal buruk yang bila mana terjadi di dalam portal. Dalam hal ini, orang-orang dari markas pusat akan membantu dalam menuntun jalan mereka baik itu menuju portal, tempat peristirahatan, ataupun hal lainnya yang dibutuhkan.
Sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat, masing-masing dari mereka akan bergerak ke arah tersebut dan target selama 3 bulan dari kelompok orang dewasa harus mencapai setidaknya level 100 dan bagi semua murid akademi setidaknya mencapai level 75.
Mendengar perkataan seperti itu, semua orang dewasa cukup terkejut dan mereka merasa hal itu sedikit mustahil untuk dilakukan. Akan tetapi, pemikiran mereka berubah setelah mendengar semua murid berkata siap secara serentak tanpa ada keraguan sedikitpun dari wajah mereka.
"Hah, belum apa-apa, kita sudah kalah dengan para pejuang muda." ucap salah seorang yang bukan dari murid akademi.
"Ya, setidaknya kita harus mencoba terlebih dulu dan aku yakin kita semua pasti bisa melakukannya!" sambung orang lainnya dengan lantang, dan hal ini membuat semua orang berpikiran yang sama.
Melihat hal itu, Tatsuya beserta beberapa orang penting lainnya tersenyum akan suasana di dalam diri mereka berubah hanya karena tidak ingin kalah dari para murid akademi.
"Baiklah semuanya, mari kita semua berusaha sekeras mungkin untuk meraih keberhasilan dalam waktu 3 bulan ini. Dan terimakasih telah datang untuk ikut serta dalam kegiatan ini, lalu aku sendiri pun takkan kalah, jadi mari berjuang bersama demi mewujudkan impian kita!" ucap Tatsuya dengan lantang, sambil memberikan sedikit motivasi bagi semua orang.
Kemudian satu persatu kelompok mulai pergi menuju arahnya masing-masing sesuai dengan arah mata angin, dan mereka pun tak lupa saling memberikan semangat pada sesamanya, karena kelompok tersebut bercampur dari beberapa guild kecil atau besar.
"Ahh, maafkan aku di kala waktu itu, namun aku tidak akan bersikap hormat karena kamu masih berada dibawah usiaku!" ucap Steven sambil meminta maaf atas kejadian dulu.
"Ehmm... Baiklah." jawab Steven sambil pergi menuju wilayah barat.
"Meskipun dia bersikap seperti orang berandalan pada umumnya, tapi dia aslinya baik dan pernah menolongku diwaktu dulu." ucap Tommy dengan sedikit mengaguminya. "Ahh, sepertinya sekarang giliranku untuk berangkat." lanjutnya dengan melambaikan tangannya dan pergi menuju wilayah Utara.
"Kamu juga orangnya seperti itu senior!" tanggap Tatsuya, dan hal ini membuat Tommy tersenyum.
"Tak kusangka, kamu bisa merubah pikiran mereka berdua, yang dulunya sangat keras kepala apalagi diajak untuk berkerja sama." ucap Kazima dengan senang. "Dan juga, berkat dirimu aku telah menemukan sebuah tujuan yang ingin dicapai setelah kejadian itu, jadi terimakasih Tatsuya." lanjutnya sambil membungkukkan badannya.
"Ehh? Aku kan tidak berbuat apa-apa, jadi bagaimana bisa paman bicara seperti itu?" tanya Tatsuya karena tidak mengerti.
"Kepala keluarga ingin menjadi mage terhebat di negara ini, dan menjadikan kami bertiga jadi muridnya." ucap Shaka dengan memberitahukan tujuan Kazima.
"Maka dari itu, kepala keluarga akan berjuang keras sampai menjadi seperti itu dan bisa melindungi semua orang termasuk keluarga Xianlong." sambung Salma dengan senang.
"Kalian berdua!" teriak Kazima, lalu memukul kepala mereka berdua.
"Ctaakkk"
"Ehemm... Abaikan mereka berdua yang bodoh dalam hal ini." lanjutnya dengan sedikit malu.
"Tunggu, kata mereka ada 3 orang yang akan menjadi murid paman, lalu satu orang lagi siapa?" tanya Tatsuya.
__ADS_1
"Siapa lagi kalau bukan temanmu itu Tatsuya." jawab Kazima sambil menunjuk ke arah Khilar.
"Khilar? Apakah dia setuju dengan hal ini?" tanya kembali Tatsuya.
"Tentu saja dia menyetujuinya, karena dia juga mempunyai sebuah impian." jawab Kazima dengan bangga. "Baiklah, sekarang mari kita berangkat!" lanjutnya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai Khilar.
"Hah, aku sedikit gugup dalam melakukan hal ini, tapi aku akan berjuang keras untuk mendapatkan hasil yang memuaskan." ucap Cecilia dengan meyakinkan dirinya.
"Hah, senior pasti bisa melakukannya dan aku jamin akan hal iyu." tanggap Tatsuya dengan memujinya.
"Ini pertama kalinya kamu berkata seperti itu padaku Tatsuya, dan terasa aneh bila dipanggil seperti itu." ucap Cecilia dengan sedikit tertawa. "Kalau begitu aku pergi dulu." lanjutnya dengan tersenyum.
Tatsuya juga membalas ucapannya itu hanya dengan senyuman, karena tahu kalau Cecilia bisa melakukannya. Sekarang hanya tinggal dirinya, Mozark, serta 2 kelompok dari murid akademi yang belum berangkat.
"Sepertinya dalam 3 bulan ini kita tidak akan sering bertemu Tatsuya." ucap Tasya sambil menatap wajahnya.
"Ya, dan kamu juga tahu alasanku melakukan hal ini, jadi sampai bertemu dalam waktu 3 bulan lagi." tanggap Tatsuya sambil memegang wajahnya.
"Setelah 3 bulan, entah berapa lama kita akan menghabiskan waktu bersama, karena kau sendiri juga akan berangkat kesana untuk menghadiri pertemuan antar akademi! Apa kau melupakannya?" ucap Tasya dengan kesal.
"Ahh, iya benar juga, hampir saja aku lupa karena terbawa suasana. Haha..." tanggap Tatsuya dengan sedikit tertawa.
"Hah, apapun rintangan yang akan kita hadapi nanti, aku akan selalu bersamamu Tatsuya. Jadi sampai bertemu lagi nanti!" ucap Tasya lalu pergi bersama, Clara, Rena dan murid akademi kelompok pertama.
"Ya, aku akan selalu mengingatnya." tanggap Tatsuya dengan tersenyum.
"Aku tidak akan menyia-nyiakan waktu ini, dan setelah latihan ini selesai aku akan kembali mengajakmu berduel, tentunya dengan kekuatan yang berbeda dari sebelumnya." ucap Muzan, sambil memegang pundak Tatsuya, lalu dia pergi bersama Aurel, si kembar 2 dan kelompok kedua dari murid akademi.
"Tentu saja aku akan menerima duel itu, karena harus layak menjadi adik iparmu." tanggap Tatsuya.
"Berkat dirimu, semuanya tampak lebih bersemangat daripada sebelumnya di masa lalu." ucap Mozark dengan berjalan mendekatinya.
"Anda terlalu berlebihan terhadap ku, dan juga ini berkat keteguhan hati mereka yang ingin berubah menjadi lebih kuat supaya bisa melindungi orang berharga dalam hidupnya." tanggap Tatsuya.
"Yah, termasuk kita berdua yang memiliki tujuan sama. Kalau begitu aku pergi duluan, dan sisanya aku serahkan padamu kawan." ucap Mozark sambil menoleh pada Kazim yang bersedia mengambil alih pekerjaan nya untuk sementara.
"Serahkan saja padaku dan pulanglah sesekali, karena akan cukup merepotkan bila tak ada dirimu." tanggap Kazim dengan meminta dirinya untuk tak berlama-lama dalam menaikkan levelnya. "Apakah kamu akan pergi sekarang Tatsuya?" lanjutnya dengan bertanya.
"Tidak, ada beberapa hal yang ingin aku lakukan sebelum melakukan latihan ini kakek, dan salah satunya aku akan mengunjungi makam kedua orang tuaku dulu." jawab Tatsuya dengan bersiap untuk berpindah tempat dengan salah satu roh miliknya.
"Baiklah cucuku, lakukanlah yang terbaik untuk membanggakan kedua orang tuamu di alam sana, dan wujudkan lah mimpimu itu!" tanggap Kazim dengan tersenyum kepadanya.
"Tentu saja kakek, dan sampai bertemu lagi nanti." ucap Tatsuya, lalu dia melakukan perpindahan tempat dengan salah satu roh miliknya, dan dalam sekejap berada di makam kedua orang tuanya. "Ayah, ibu, aku datang mengunjungi kalian." lanjutnya sambil memegang makam tersebut dengan kedua tangannya.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(21.00 WIB)...
__ADS_1
...Terimakasih....