Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#93 Latihan Bertarung


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Setelah Tatsuya menyampaikan informasi serta memberitahukan rencana yang ingin dilakukan olehnya, Mozark bersedia untuk memberikan dukungan penuh atas hal itu. Dan sebagai tambahan, dia juga memberi hak khusus lainnya dalam mengelola semua akademi yang berdiri di negaranya. Dengan senang hati Tatsuya menerima hal itu, lalu dia beserta 2 orang lainnya kembali pulang ke markas barunya itu.


Mengenai langkah pertamanya, dalam waktu seminggu Mozark akan melakukan siaran langsung di media sosial, dan tentunya Tatsuya beserta anggota dari organisasi nya untuk hadir, serta meminta mereka untuk sedikit menunjukkan kekuatannya, supaya semua orang bisa percaya dengannya.


Setibanya di markas baru, raut wajah Tasya masih terlihat murung, karena dia terus memikirkan apa yang dikatakan oleh Tatsuya mengenai ada pecahan kristal suci yang berada dalam tubuhnya.


"Tenangkan sedikit pikiran mu Tasya." pinta Tatsuya padanya, meski dalam hal itu sedikit sulit untuk melakukannya.


"Pantas saja monster itu terus menyebutku dengan panggilan buah yang belum matang, dan itu artinya..." ucap Tasya, namun perkataannya itu disela oleh Tatsuya.


"Apapun yang terjadi, aku akan selalu berada di sampingmu dan melindungi mu dengan seluruh kekuatan ku. Maka dari itu aku akan terus bertambah kuat, sampai dimana semua orang bisa hidup bahagia tanpa adanya rasa takut." sela Tatsuya dengan dirinya yang dipenuhi tekad untuk melindungi semua orang yang berharga di dekatnya, serta berusaha untuk menyelesaikan tugas dari sosok tersebut yang dirinya bahkan tak bisa melakukanya.


Mendengar perkataan seperti itu, pikiran Tasya sedikit tenang, dan seketika dirinya kembali seperti semula.


"Terimakasih Tatsuya." tanggap Tasya sambil memeluknya.


"Mau sampai kapan kalian berdiri di luar dengan udara dingin seperti ini?" tanya Muzan sambil menatap mereka berdua dengan sedikit kesal.


Seketika Tatsuya dan Tasya sedikit tertawa setelah melihat raut wajah Muzan seperti itu, lalu mereka berdua masuk ke dalam untuk segera beristirahat di ruangan masing-masing.


Esok harinya...


Seperti biasa, Tatsuya bangun pagi untuk berolahraga ringan, namun ketika dia hendak melakukan hal itu, Rena datang kepadanya dan meminta untuk memanggil semua rohnya. Tatsuya tersenyum untuk menanggapi perkataannya itu, lalu dalam sekejap dia memanggil mereka semua.


Kali ini Tatsuya mengizinkan mereka untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya, sekaligus saling memberikan pengalaman dalam pertarungan. Semua roh itu langsung menuruti perkataan Tatsuya, dan tidak akan segan lagi meski hal ini hanyalah sebuah latihan.


"Ughhh, jadi kemarin kalian terus menahan diri?" tanya Rena dengan sedikit terkejut.


"Tentu saja, karena sebelumnya kami tidak mendapatkan ijin dari tuan. Tapi sekarang, situasinya akan berbeda dibandingkan sebelumnya, jadi bersiaplah!" ucap Ghon dengan sedikit menyombongkan dirinya.


"Padahal pada latihan kemarin, aku hanya bisa mendaratkan beberapa serangan pada mereka, dan kupikir kekuatan ku bisa mendekatinya dalam waktu singkat. Tapi pada kenyataannya, diriku masih sangat lemah meski level ku berada di angka 70." gumam Rena dalam hatinya dengan cukup kesal, karena perbedaan kekuatannya dengan Tatsuya masih sangat jauh. "Baiklah, mari kita lakukan sekarang juga!" lanjutnya sambil tersenyum lebar.


"Bolehkah di hari ini aku beristirahat!" pinta Aurel yang seluruh badannya merasa sakit setelah melakukan latihan kemarin.


"Tidak, kau akan tetap ikut latihan bersama kami." tolak Clara, lalu memegang tangannya dengan erat, supaya Aurel tidak melarikan diri.


"Kali ini aku akan ikut berlatih!" pinta Muzan yang sedari tadi berada di balik tembok ruangan.

__ADS_1


"Aku juga akan ikut berlatih, jadi mohon kerjasamanya." sambung Tasya sambil berjalan mendekati mereka semua.


"Kami berdua juga ingin ikut berlatih!" sambung Kiara dan Tiara.


"Bagus sekali memiliki semangat seperti itu, namun apakah kalian yakin bisa bertahan lama dalam latihan ini? Terlebih lagi roh panggilan ku tidak pernah membedakan siapapun ketika sudah menjadi lawannya." tanya Tatsuya untuk memastikan tekad yang dimiliki si kembar.


"Kami akan mencobanya." jawab Tiara.


"Karena kami berdua tidak ingin tertinggal lebih jauh lagi." sambung Kiara.


Mendengar perkataan seperti itu, Tatsuya sudah yakin kalau mereka memiliki tekad yang luar biasa untuk menjadi lebih kuat. Sebetulnya, dalam 1 minggu ini Tatsuya ingin mereka semua istirahat sebelum nantinya melakukan pelatihan seperti yang sekarang dilakukan.


"Yah, aku tidak bisa menolak bila kalian ingin melakukan hal ini lebih cepat dari waktu yang sudah ditentukan." gumam Tatsuya dalam hatinya sambil tersenyum. "Baiklah, lakukanlah apa yang ingin kalian lakukan." lanjutnya.


Kemudian, mereka semua berjalan menuju ruang latihan, sedangkan Tatsuya terlebih dulu ingin berolahraga ringan sebelum ikut bergabung dengan mereka. Karena ruang latihan areanya cukup luas, mereka semua bisa bertarung satu lawan satu secara bersamaan.


Dalam latihan tersebut, kekalahan terus didapatkan oleh Tasya beserta semua orang yang mengikutinya. Namun dalam jeda waktu tertentu, mereka mendapatkan sedikit arahan dari Raja ataupun Ratu roh yang dihadapinya.


Dengan baik, mereka mendengarkan apa yang disampaikannya, karena hal itu menyangkut kelemahan dari serangan, kesalahan dari pergerakan, kesalahan dari pengendalian, dan hal lainnya yang menyangkut semua kesalahan mereka masing-masing.


Setiap hari, mereka semua melakukan pelatihan tersebut sampai jeda waktu istirahat tertentu. Hari demi hari, latihan mereka sedikit lebih baik dibandingkan pada hari sebelumnya, karena mereka berusaha keras untuk menutupi kesalahan nya dalam pertarungan.


Pertarungan yang dilakukan oleh mereka, tampak lebih sengit dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Masing-masing dari mereka tetap menjalankan pertarungan satu lawan satu tanpa ada yang ikut campur.


Di hari ini, Tatsuya akan ikut andil dalam latihan tersebut, dan berniat untuk melawan rekan-rekannya sendiri, serta memberikan penilaian atas apa yang sudah dilakukan mereka selama 1 minggu. Dalam hal ini Tatsuya tidak akan menahan dirinya, karena kekuatan yang akan dikeluarkannya itu adalah tahap ke 4 dari penguasa kegelapan.


"Baiklah, mari kita mulai latihannya." pinta Tatsuya sambil mengucapkan kata kuncinya.


"Armor God Dragon"


Seketika lingkaran sihir mulai terbentuk di atas kepala Tatsuya, lalu bergerak sampai ke bawah kakinya. Bersamaan dengan pergerakan lingkaran sihir tersebut, seluruh tubuhnya dilengkapi dengan armor terkuat dan pedang besar yang berada di pundaknya.


Hal yang dilakukannya ini adalah tahap awal dari perubahannya. Sesuai perkataan yang dikatakan oleh Tatsuya, dia langsung meningkatkan kekuatannya pada tahap ke 4 dari kekuatan penguasa kegelapan.


"Badaaammm"


Dalam sekejap, suasana yang berada di dalam ruang latihan kini berbeda daripada sebelumnya. Perasaan takut akan kekuatan besar yang dimiliki oleh Tatsuya, dirasakan oleh semua orang sampai menusuk ke seluruh tubuhnya.


"Sepertinya ini bakalan sulit untuk bertahan cukup lama melawan tuan muda." ucap Aurel yang seluruh tubuhnya mulai bergetar ketakutan.

__ADS_1


"Kita tidak akan mengetahuinya, sebelum mencoba untuk melawannya." tanggap Tasya dengan mencoba untuk menjadi orang pertama yang bertarung melawan Tatsuya.


Melihat Tasya berjalan ke hadapannya, di dalam armor itu Tatsuya tersenyum bahagia. Hal ini dikarenakan mentalnya tidak terpengaruh sedikitpun, ketika menghadapi kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan dirinya.


Mengenai wasit dalam pertarungannya itu, Tatsuya meminta Helios untuk memberikan aba-aba di mulainya pertarungan. Dengan spontan, dia mulai menghitung sampai angka 3, dan dalam hitungan itu latihan pertarungan segera dimulai.


Seketika Tatsuya bergerak dengan sangat cepat ke arah Tasya, sambil bersiap untuk mengayunkan sebuah pukulan yang dilapisi oleh aura dari bara api hitam. Dalam hal ini, Tasya sudah memprediksi pergerakannya, dan secepat mungkin mengucapkan kata kunci yang menciptakan sebuah bom asap guna untuk menghalangi pandangan Tatsuya.


"Fesssshhhh"


Asap tebal berwarna hitam seketika muncul di sekitar tubuh Tasya, dan hal ini membuat Tatsuya sedikit terganggu dalam sesaat. Bersamaan dengan munculnya asap tersebut, Tasya mengucapkan kata kunci lainnya yang berupa senjata mesin otomatis.


Ada 2 senjata mesin yang diciptakan olehnya dengan kapasitas peluru masing-masing 50 butir, serta dilengkapi alat pemindai guna untuk mendeteksi musuh meski dalam suasana berasap.


Seketika senjata mesin otomatis itu mulai menembak sasaran yang sudah ditargetkan, akan tetapi armor yang dikenakan oleh Tatsuya sangatlah kuat, sampai-sampai peluru tersebut berjatuhan ke bawah kakinya.


"Tak ku sangka, Tasya berkembang begitu cepat sampai-sampai bisa memikirkan cara seperti ini." gumam Tatsuya dalam hatinya dengan sedikit memuji kekuatannya, lalu dia mendekati kedua senjata mesin itu dan menghancurkannya menggunakan kedua tangannya.


"Kraakkk"


Mengetahui senjata mesinnya telah dihancurkan, Tasya mencoba untuk mengucapkan kata kunci lainnya. Namun dalam sekejap, seluruh tubuhnya merinding dan mulai merasakan rasa takut sampai menusuk tubuhnya. Ternyata rasa itu muncul ketika Tatsuya berada di belakangnya, yang sudah bersiap untuk melesatkan pukulan kepadanya.


"Hah... Aku menyerah!" ucap Tasya dengan mengangkat kedua tangannya.


Mendengar perkataan seperti itu, Tatsuya menghentikan serangan tersebut sambil menatap wajah Tasya. Dalam penilaiannya itu, tindakan yang dilakukan oleh Tasya terbilang sangat baik, terlebih lagi tahu akan kekuatan yang dimiliki oleh lawannya lebih besar dibandingkan dengan dirinya sendiri.


Tasya hanya tersenyum untuk menanggapi penilaian yang diberikan oleh Tatsuya, akan tetapi dia berniat untuk terus berlatih sampai dimana dirinya benar-benar layak berada di samping Tatsuya untuk bertarung bersama.


"Baiklah, ayo kita lanjutkan!" pinta Tatsuya pada semua orang yang berada di ruang latihan.


Satu persatu terus maju melawan Tatsuya, dan tak ada satupun dari mereka menang dalam melawannya. Akan tetapi, mereka bertindak lebih berhati-hati, tetap tenang dalam mengahadapi situasi yang kurang menguntungkan, serta hal lainnya yang berpengaruh dalam pertarungan.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...(21.00 WIB)...


...Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2