
...update kali ini untuk menutupi hari kemarin, karena terjadinya gangguan dari jaringan internet. 🙏...
...*Selamat Membaca*...
Mendengar cerita dari Alex mengenai kedua orang tua Cecilia, membuat Tasya mulai gugup dan mengeluarkan keringat dingin. Hal ini dikarenakan tindakan yang dilakukan oleh kedua orang tua Cecilia sangat mirip dengan apa yang dilakukan oleh Tatsuya.
"Ja-jadi alasan itulah yang membuat petinggi akademi memberikan perintah seperti itu." jawab Tasya untuk menanggapi cerita Alex.
"Benar nona, untuk selebihnya saya tidak mengetahuinya dan harus ditanyakan langsung kepada petinggi akademi." ucap Alex.
"Bila seperti itu, berarti sekarang Tatsuya sedang berada dalam bahaya!" ucap Tasya sambil berdiri dan hendak pergi ke luar. Akan tetapi Muzan dengan sigap memegang tangannya dan berusaha menenangkannya. "Lepaskan tanganmu kak! Biarkan aku pergi keluar dan melihat apa yang sedang terjadi dengannya!" lanjutnya.
"Kamu sudah berjanji untuk diam dan tetap berada disini. Jadi penuhilah janjimu itu Tasya!" pinta Muzan dengan memegang erat tangannya.
"Mana mungkin aku bisa tenang, selagi Tatsuya sedang menghadapi bahaya. Apakah kakak mengerti dengan apa yang aku rasakan?" tanya Tasya dengan memberontak untuk lepas dari genggaman tangan kakaknya.
"Iya, aku sangat mengerti, karena aku sudah terlanjur menganggap dia sebagai adik iparku sendiri." jawab Muzan dengan tegas.
"Kalau begitu, lepaskan tanganku dan biarkan aku pergi menemuinya!" pinta Tasya dengan sangat memohon.
"Mana mungkin aku membiarkanmu keluar dari tempat ini, karena hal ini adalah keinginannya untuk tidak melibatkanmu lagi ke dalam marabahaya." jawab Muzan dengan nada tinggi.
Mendengar perkataan seperti itu, secara tiba-tiba Tasya tidak memberontak lagi. Dia pun langsung menunduk dan meneteskan ari matanya hingga membasahi kedua pipinya.
"Dia itu selalu saja pergi seenaknya, tanpa memperdulikan orang yang sangat mengkhawatirkannya. Aku tau dia itu kuat, tapi aku tidak ingin dia selalu berada dalam bahaya setiap saat hanya untuk melindungiku!" ucap Tasya sambil menunjukkan raut wajah sedihnya yang dibasahi dengan air mata.
Tanpa terduga, sebuah guncangan yang cukup besar terjadi dan dirasakan oleh semua orang di dalam ruangan tersebut. Beberapa dari mereka ada yang terjatuh, karena guncangan tersebut terus menerus terjadi.
"Sebaiknya aku segera pergi keluar, selagi kakak dan yang lainnya fokus pada guncangan ini." gumam Tasya dalam hatinya, sambil beranjak pergi keluar menggunakan lift yang terdapat di dalam ruangan.
"Tunggu Tasya!" panggil Muzan dengan nada tinggi, sambil berlari mengejarnya. Muzan berusaha secepat mungkin untuk meraih tangannya, namun beberapa orang terjatuh dan menghambat pergerakannya. "Sial, kalau begini terus, dia pasti bisa keluar dari tempat ini." lanjut dalam hatinya, sambil menghindari orang-orang yang terjatuh.
Sesampainya di depan lift, Tasya langsung menekan tombol beberapa kali supaya pintunya terbuka secepat mungkin. Akan tetapi, Mysha tiba-tiba muncul dari dalam bayangannya, lalu memegang tangan Tasya dengan lembut dari belakang.
"Lepaskan tanganku, dan jangan halangi aku untuk pergi!" pinta Tasya dengan nada tinggi, lalu menengok ke belakang.
Seketika Tasya sangat terkejut, setelah mengetahui kalau orang yang memegang tangannya itu adalah Mysha. Bersamaan dengan hal itu pintu lift sudah terbuka, namun Tasya masih terdiam sambil menatap wajahnya.
"Bila mama akan pergi, Mysha juga akan ikut menemani mama. Masih ada waktu 15 detik sebelum pintunya tertutup kembali." ucap Mysha.
Mendengar perkataan Mysha seperti itu, dengan sengaja Tasya menekan tombol lain yang fungsinya untuk menutup kembali pintu lift tersebut. Dia melakukan hal itu karena mengetahui kalau Mysha memiliki alasan tertentu, terlebih lagi dalam perkataannya terlihat seperti sebuah pilihan.
"Mengapa mama menutup pintunya kembali?" tanya Mysha sambil menatap wajahnya.
"Karena mama tahu, kalau Mysha ingin mama tetap berada disini." jawab Tasya sambil memeluk Mysha.
"Hah... Hah... Hah... Syukurlah kamu cepat muncul di dekatnya, kalau tidak Tasya mungkin sudah pergi keluar mencari Tatsuya." ucap Muzan yang baru saja menghampiri mereka berdua dengan nafas terengah-engah.
"Uggghhh"
Getaran yang dahsyat tetap terjadi, dan membuat dinding yang berada di dalam ruangan mulai retak. Hal ini membuat semua orang sangat ketakutan dan berpikir kalau mereka akan mati tertimpa bangunan.
"Kalau seperti ini terus, ruangan ini tidak dapat bertahan lebih lama lagi. Sebenarnya pengerjaan seperti apa, sampai-sampai dindingnya retak begitu saja hanya dengan beberapa kali getaran." ucap Shaman dengan nada tinggi, sambil menatap wajah Antonio.
"Hah? Kenapa kau melihat ke arahku?" tanya Antonio dengan kesal.
"Sudahlah paman, jangan terus berdebat." pinta Mysha sambil berjalan mendekati dinding, lalu menempelkan tangannya.
Sebuah cahaya berwarna hijau cerah muncul di kedua telapak tangan Mysha, dan dalam sekejap dinding tersebut kembali seperti semula. Hal ini dikarenakan, Mysha menyalurkan sebagian kekuatannya untuk meregenerasi benda mati termasuk bangunan, dan memperkuatnya hingga bekali lipat.
"Mysha, hebat sekali bisa melakukan hal seperti ini." ucap Tasya sambil memeluk Mysha, lalu menggendongnya. Semua orang juga berterimakasih dan memujinya, karena sudah menghilangkan rasa cemas akan robohnya ruangan tersebut.
"Iya mama, hal ini karena ajaran yang diberikan papa untuk selalu melindungi orang-orang terdekat." jawab Mysha dengan raut wajah senang.
"Hmmm iya. Mengenai Tatsuya, semoga dia bisa menyelesaikannya dengan cepat tanpa saling membunuh satu sama lainnya." ucap Tasya dengan khawatir.
"Tidak perlu berpikir berlebihan mama, sampai saat ini papa tidak membunuh siapapun. Hanya saja tangan ataupun kaki dari orang-orang itu dipotong oleh pasukan roh milik papa." ucap Mysha dengan menjelaskan situasi yang sedang di hadapi oleh Tatsuya.
"Hah... Baiklah aku percaya kepadanya, dan kita semua akan berada disini sampai situasinya sudah aman." jawab Tasya dengan mempercayakan semuanya pada Tatsuya.
__ADS_1
Kembali lagi pada pertarungan Tatsuya...
Keempat ketua guild saling bekerja sama dalam menghadapi Tatsuya. Satu persatu dari mereka terus melancarkan serangan kepadanya, akan tetapi Tatsuya bisa menghindarinya dengan mudah tanpa memakai armor apapun.
"Dasar bocah sialan! sampai kapan kau akan terus menghindar!" teriak Steven dengan sangat kesal.
"Heh... Apakah aku salah bila terus menghindari serangan kalian? Lagian juga kekuatan kalian belum dikeluarkan sepenuhnya." jawab Tatsuya dengan meremehkan kekuatan dari keempat ketua guild.
"Cih, dasar kau bocah kurang ajar!" ucap Steven dengan bersiap untuk menyerangnya kembali.
"Tenanglah Steven, jangan sampai emosimu terpancing karena perkataannya! Dia sengaja melakukan hal ini supaya kita kelelahan terlebih dulu." sela Tommy sambil menepuk pundaknya.
"Perkataanmu ada benarnya juga." jawab Steven sambil menenangkan dirinya. "Kalau begitu apakah kita akan menggunakan serangan itu?" lanjutnya dengan bertanya pada ketiga ketua guild lain.
"Jangan terburu-buru melakukan hal itu! Lebih baik kita..." jawab Kazima namun perkataannya di sela oleh Leonard.
"Sampai kapan kau akan terus mengulur waktu Kazima? Bila kau berada di pihaknya, apa yang akan terjadi pada putrimu nanti?" sela Leonard sambil bertanya, dan mengingatkan apa yang akan terjadi selanjutnya pada putrinya.
"Kau..." ucap Kazima dengan kesal.
"Jangan terlalu banyak berpikir dan lakukan segera!" pinta Leonard dengan tegas.
"Baiklah kita akan memulainya pada tahap pertama meski tidak ada Cecilia." jawab Tommy, lalu dia mengucapkan kata kuncinya.
"Strength Absorbing Steel Cage"
Beberapa lingkaran sihir mulai terbentuk di sekitar Tatsuya, dan memunculkan beberapa buah baja sihir di sekitarnya dengan tinggi lebih 5 meter. Setelah mencapai ketinggian tersebut, setiap baja saling bersambungan satu sama lainnya dan terlihat seperti sebuah sangkar burung.
"Memang terlihat sama seperti sangkar burung, akan tetapi celahnya terlalu besar." ucap Tatsuya sambil berjalan menuju salah satu celah tersebut. Akan tetapi ketika salah satu dari tangannya hendak keluar, tanpa disengaja dia membentur sebuah penghalang kasat mata.
"Jdakk"
"Heh... Ternyata ada sebuah penghalangnya juga." sambungnya sambil menyentuh penghalang tersebut beberapa kali.
"Yang aku buat itu, bukanlah sangkar biasa, melainkan sebuah sangkar yang bisa menyerap kekuatan." ucap Tommy dengan mengaktifkan fungsi dari sangkar ciptaannya.
Seketika sangkar tersebut mulai bereaksi terhadap tubuh Tatsuya, dan secara perlahan-lahan kekuatannya mulai diserap. Dengan spontan Tatsuya berencana untuk menghancurkan sangkar tersebut dengan sekali serang, akan tetapi Steven segera mengucapkan salah satu kata kunci terkuatnya, untuk mencegah hal itu.
Lingkaran sihir dengan diameter yang cukup besar, terbentuk tepat di bawah pijakan kaki Tatsuya. Satu persatu tangan panjang berwarna hitam mulai keluar dari dalam lingkaran sihir dengan jumlah lebih dari 40, lalu mereka mulai bergerak ke arah Tatsuya. Melihat hal itu, Tatsuya menghindari semua tangan panjang yang ingin menyerangnya meski hanya di dalam tempat yang sempit.
"Tidak ada sesuatu yang berbahaya dari semua tangan panjang itu, namun perasaanku mengatakan untuk tidak tersentuh olehnya." gumam Tatsuya dalam hatinya sambil menghindari setiap serangan dari tangan hitam.
"Hahahaha, lihatlah dirimu bocah sialan! kau sekarang seperti seekor tikus yang terjebak di dalam kurungan." ucap Steven dengan nada tinggi sambil tertawa.
"Heh, padahal sudah jelaskan, kalau aku ini adalah manusia yang terjebak di dalam sangkar. Tapi bila menganggapnya seperti itu, berarti kau juga bukan manusia melainkan seekor tikus." jawab Tatsuya untuk memutar balikkan ejekan nya.
"Dalam situasi seperti ini, kau masih saja sombong. Kalau begitu bagaimana dengan ini!?" ucap Steven dengan mengaktifkan kata kuncinya pada tahap kedua.
Dalam sekejap, pergerakan dari tangan panjang berwarna hitam semakin cepat, dan kini mereka mengincar bayangan dari tubuh Tatsuya. Tanpa terduga, salah satu dari tangan tersebut berhasil menyatu dengan bayangannya, dan seketika Tatsuya tidak dapat menggerakkan tubuhnya.
"Ugghhh"
"Kini kesombonganmu itu akan lenyap beserta tubuhmu bocah kurang ajar. Sekarang giliran kalian, dan pastikan mati dalam satu kali serangan." teriak Steven dengan memberikan kesempatan pada Leonard dan Kazima untuk menyerang.
"Baiklah, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini." jawab Leonard dengan mengaktifkan salah satu serangan utama dari robot besar yang dikendalikan olehnya.
Secara tiba-tiba, enam buah benda panjang yang menempel pada bagian robot itu terlepas, lalu mereka terbang bersamaan menuju Tatsuya, lalu berhenti tepat di atas Tatsuya.
Kemudian cahaya berwarna merah keluar dari setiap ujung benda tersebut, lalu menciptakan sebuah lingkaran berwarna merah yang saling bersambungan.
Beberapa bintik-bintik merah mulai tercipta, dan terlihat seperti diserap oleh lingkaran tersebut. Tatsuya menyadari kalau hal itu akan berbahaya bagi dirinya, lalu dia mengucapkan salah satu kata kuncinya dari jobs mage dengan keadaan terbelenggu oleh tangan panjang hitam.
"Lighting Dragon"
Dalam sekejap, lingkaran sihir terbentuk tepat di atas Tatsuya, lalu memunculkan naga petir yang cukup besar untuk menyerangnya sampai hancur.
"Goaaaarrrr"
"Kazima!" panggil Leonard dengan nada tinggi. "Kalau kau memang berada di pihak kami, segera lakukan tugasmu untuk mencegah serangannya." lanjutnya dengan sebuah pilihan.
__ADS_1
"Maafkan aku Tatsuya, kalau aku lebih memilih masa depan putriku." gumam Kazima dalam hatinya, lalu dia mengucapkan salah satu kata kunci terkuatnya.
"Red Fire Dragon"
Sebuah lingkaran sihir besar terbentuk dihadapan Kazima, lalu memunculkan sosok naga api merah yang sangat besar.
"Grrrrrrr"
"Sudah lama sekali, semenjak terakhir kali aku dipanggil olehmu Kazima." ucap naga api merah tersebut yang bernama Azure.
"Tidak ada waktu untuk mengenang masa lalu, sekarang hentikan serangan itu untukku!" pinta Kazima.
"Cih, baiklah" jawab Azure sambil menekan kekuatannya dalam tenggorokan, lalu menyemburkan api berwarna merah mengarah pada naga petir milik Tatsuya.
"Buuuusssshhhh"
Semburan api dari arah samping, secara tepat mengenai tubuh dari naga petir tersebut dan membuatnya musnah dalam satu kali serangan.
"Pattsss"
Setelah melihat Kazima melakukan tugasnya dengan benar, Leonard sudah tidak meragukannya lagi kalau dia berada di pihaknya.
"Baiklah, sekarang giliranku untuk mengakhirinya!" ucap Leonard dengan sangat senang.
Ketika Leonard hendak melakukan serangan terakhir, terdengar sebuah teriakan dari kejauhan yang meminta untuk menghentikan serangan tersebut, dan tiada lain orang itu adalah Mikha beserta teman-teman Tatsuya yang baru saja tiba.
"Hentikan seranganmu paman Leonard, petinggi akademi sebentar lagi akan tiba!" pinta Mikha dengan memperingatkannya, sambil berlari mendekati Tatsuya yang terjebak di dalam kurungan dan diikuti oleh teman lainnya.
"Leonard, cepat batalkan seranganmu itu!" pinta Kazima.
"Cihhh..." ucap Leonard dengan kesal, sambil menurunkan tangan kanan dari robot besar yang mengendalikan serangannya secara perlahan-lahan. "Tapi, mana mungkin aku melewatkan kesempatan seperti ini untuk membunuhnya. Siapapun yang menghalangi rencanaku, lebih baik kalian ikut mati saja bersama dengannya!" lanjutnya sambil memulai serangannya.
"Tidak! Mikha!" teriak Kazima sambil berlari ke tempat dia berada.
"Booossshhhh"
Serangan sinar laser yang begitu dahsyat, mengarah tepat pada Tatsuya beserta semua teman-temannya. Tidak ada hal yang bisa mereka lakukan, karena serangan tersebut turun dari atas langit sangat cepat.
"Aku sudah tidak ada penyesalan lagi, meski pada akhirnya akan mati ditempat ini bersama orang yang sangat aku sayangi." gumam Mikha dalam hatinya sambil melihat setiap raut wajah dari teman-temannya. "Kemungkinan besar mereka belum siap akan kematian. Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan mereka, meski hal ini akan menguras mana poinku." lanjutnya sambil mengucapkan kata kunci terkuatnya.
"Change Place"
Lima lingkaran sihir mulai terbentuk dengan cepat, tepat dibawah kaki teman-temannya. Dalam sekejap mereka berlima menghilang dari tempatnya, lalu berpindah ke tempat yang aman yaitu muncul tepat di hadapan Kazima.
Sebelumnya Mikha berpikir untuk memindahkan Tatsuya, akan tetapi sangat mustahil baginya melakukan hal tersebut, karena tangan panjang hitam ciptaan Steven mempunyai kelebihan, yakni membatalkan segala jenis pengucapan kata kunci, terutama pada orang yang tersentuh olehnya.
"A-apa yang terjadi? Kenapa kita..." tanya Khilar, namun perkataannya tidak dilanjutkan karena baru menyadari kalau dirinya tidak lagi berada di dekat Tatsuya.
"Ini pasti ulah Mikha, kalau begitu dia..." ucap Merry, namun perkataannya juga tidak dilanjutkan setelah melihat Mikha tersenyum.
"Tidak, ini tidak boleh terjadi! Azure, cepat hentikan serangan ini untukku, syarat apapun yang kau inginkan akan aku penuhi asalkan putriku bisa diselamatkan!" pinta Kazima pada sosok yang dipanggilnya.
"Tidak ada hal yang bisa aku lakukan, karena serangan itu sudah terlanjur akan mengenai nya." jawab Azure dengan menyesal.
"Tidak, Mikha!" teriak Kazima dengan memanggil namanya.
"Maafkan aku ayah, dan maafkan aku juga teman-teman. Hanya inilah yang bisa aku lakukan untuk menebus semua kesalahanku padanya." ucap Mikha dengan suara pelan, namun setiap gerakan dari mulutnya dimengerti oleh ayahnya.
"Booooommmmm"
Ledakan yang sangat besar terjadi, ketika serangan dari sinar laser tersebut menghantam tempat dimana mereka berdua berada. Hempasan angin yang sangat kencang disertai api besar, membuat suasana menjadi lebih menyeramkan. Getaran yang dahysat juga terjadi bersamaan dengan ledakan dan begitu terasa hingga ke tempat pengungsian.
"Sudah dipastikan bocah itu mati tanpa ada sedikitpun tubuh yang tersisa hahahaha... Tapi aku harus segera mengatasi masalah lain, dan sudah dipastikan akan bermusuhan dengan guild White Scorpion." gumam Leonard dalam hatinya sambil memikirkan apa yang harus dilakukan. "Namun selama ada crystal yang tertanam di dadaku, aku pasti akan baik-baik saja. Terlebih lagi bila ada masalah diluar kemampuanku, organisasi Black Dragon akan membantuku meski harus menantang petinggi akademi. Hahahaha..." lanjutnya dengan rasa senang, karena memiliki bala bantuan dari organisasi tersebut.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Untuk sementara update episode terbaru akan hadir dalam waktu 2 hari sekali pada pukul 21.00 WIB. Besar keinginan setiap hari, namun Author juga memiliki kesibukan tersendiri di RL, jadi tolong dimaklumi. 🙏)...
__ADS_1
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....