
...*Selamat Membaca*...
Informasi yang didapatkan oleh Tatsuya, memang sangat berharga terlebih lagi bisa mengetahui identitas dari orang-orang yang berpartisipasi dalam pertemuan tersebut. Namun yang paling mengejutkan, Albert berada di level tinggi dibandingkan Tatsuya, dan hal ini membuat dirinya kesal karena kurang berusaha keras.
Namun dalam waktu 3 bulan itu, dia telah merencanakan sebuah latihan untuk semua orang yang masuk ke dalam organisasinya, baik itu yang memiliki gelang khusus ataupun tidak. Sebelum Tatsuya melakukan hal itu, dia berencana untuk mengunjungi keluarga Xianlong, serta berkunjung pada tempat peristirahatan terakhir Mikha.
Dalam hal ini, Tatsuya meminta pada semua nya untuk hadir ke tempat peristirahatan Mikha sambil memberikan penghormatan terakhir secara pribadi kepadanya, atas segala hal yang telah dilakukan olehnya. Mendengar perkataan seperti itu, semua orang setuju untuk melakukan hal tersebut dan sebagian dari mereka segera menyiapkan beberapa kendaraan.
Beberapa saat kemudian...
Kendaraan mewah sudah berada di depan kediaman Cecilia, dan tak lupa Antonio menambahkan sebuah bunga ukuran besar yang menandakan turut berdukacita atas kepergian Mikha. Dalam hal ini, Tatsuya berniat untuk tidak terlalu mencolok, namun dia tak bisa berkata apa-apa karena hal itu di urus oleh Antonio.
Diperjalanan, Tatsuya memikirkan begitu banyak hal sebelum tiba di kediaman keluarga Xianlong. Seketika dia merasakan perasaan tidak enak terhadap sebagian dari keluarga tersebut, namun mau bagaimana lagi karena inilah satu-satunya yang bisa dilakukan.
"Bilamana terjadi sesuatu denganku, aku harap kalian semua diam tanpa ikut campur dalam urusan ini." pinta Tatsuya pada semua orang lewat alat komunikasi nya secara mendadak.
"Tapi, Tatsuya bukankah kita hanya..." ucap Tasya yang berada satu mobil dengannya, akan tetapi perkataannya itu di sela oleh Tatsuya.
"Meskipun kita berkunjung sambil meminta maaf atas kejadian itu, mana mungkin mereka semua memaafkanku. Jadi, aku katakan sekali lagi, tidak ada yang boleh ikut campur dalam urusan ku ini, apapun yang terjadi." sela Tatsuya dengan mempertegas perkataan sebelumnya.
Mendengar perkataan seperti itu, semua yang ikut dengannya faham akan hal tersebut. Tasya yang berada di dekatnya tidak bisa berbicara lagi, karena Tatsuya ingin menyelesaikan masalah itu dengan caranya sendiri.
Tak lama setelah itu...
Akhirnya mereka semua tiba di kediaman keluarga Xianlong. Dilihat dari struktur bangunannya terlihat sangat megah, namun kediaman tersebut sengaja di desain seperti rumah kuno di zaman dulu. Tatsuya beserta semua orang turun dari mobilnya, dan mereka semua berjalan ke arah gerbang depan yang dimana dijaga oleh 2 orang.
Disaat bersamaan, mereka semua ditanyai mengenai identitasnya serta keperluan apa sehingga ingin masuk ke dalam kediaman keluarga Xianlong. Tatsuya yang mewakili anggotanya menjelaskan semuanya pada kedua penjaga tersebut, namun terlihat jelas dari raut wajahnya mereka sangat kesal kepadanya.
"Baiklah, tolong tunggu sebentar!" pinta penjaga tersebut sambil pergi untuk memberitahu kepala keluarga akan kedatangan Tatsuya beserta orang lainnya.
"Bukankah ini sedikit keterlaluan?" bisik Aurel pada Tasya.
"Beraninya mereka menunjukkan wajah seperti itu pada master." sambung Clara dengan menahan emosinya.
"Stt, diamlah dan tetap jaga perilaku kalian!" pinta Tasya pada mereka berdua.
Tak lama, penjaga tersebut kembali dan menyampaikan kalau hanya 1 orang saja yang bisa masuk ke dalam kediaman itu, tentunya orang yang bernama Tatsuya. Dalam hal ini, terlihat jelas kalau ada sesuatu yang tidak beres, akan tetapi Tatsuya menyetujui hal ini tanpa pikir panjang.
"Tunggu Tatsuya, bukankah ini terlihat..." pinta Tasya, namun perkataannya di sela oleh Tatsuya.
"Sudah kubilang, jangan ikut campur dengan urusan pribadiku." sela Tatsuya sambil berjalan mengikuti penjaga tersebut untuk masuk ke dalam.
Tasya beserta yang lainnya tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah Tatsuya masuk sendirian. Terlebih lagi, dia meminta pada mereka untuk tidak ikut campur dalam urusan pribadinya, karena yakin kalau dirinya bisa meredakan kemarahan dari sebagian keluarga Xianlong.
"Lalu sekarang, apa yang akan kita lakukan?" tanya Rena sambil duduk di atas mobil milik Antonio.
__ADS_1
"Kita akan menunggu di sini sampai urusannya selesai." jawab Tasya." semoga masalah ini bisa terselesaikan dengan baik." lanjutnya dengan berharap.
Di dalam kediaman keluarga Xianlong...
Sebelum Tatsuya berjalan menuju tempat kepala keluarga, seluruh tubuhnya di periksa terlebih dulu di tempat. Setelah selesai, dia diminta untuk memakai kalung yang disediakan keluarga, guna sebagai identitas seorang pengunjung.
Sepintas, Tatsuya merasakan sebuah penekanan energi dari kaling yang dipakainya ini, namun di tidak peduli dengan maksud tersembunyi mereka, karena hal semacam ini tidak dapat menekan kekuatannya.
Setelah itu, Tatsuya berjalan mengikuti mereka berdua ke tempat kepala keluarga. Di sekitarnya, dia melihat orang-orang dengan tatapan yang kurang mengenakan, akan tetapi dia memaklumi hak tersebut karena dirinya sendiri yang telah melakukan kesalahan.
Sekitar 30 menit lamanya mereka berjalan, akhirnya Tatsuya sampai di sebuah bangunan yang terlihat cukup megah dan luas. Disini kedua penjaga tersebut menyerahkan dirinya pada penjaga lainnya, lalu dipersilahkan masuk ke dalam. Tanpa banyak berpikir Tatsuya langsung memasuki bangunan tersebut, meski tahu kalau ruangan ini bukanlah tempat dimana Kazima berada.
"Tap... Tap... Tap..."
Setelah Tatsuya melangkahkan kakinya beberapa langkah ke depan, penjaga itu langsung menutup rapat pintu keluar dari dalam ruangan tersebut. Tak terduga, beberapa penjaga lain langsung keluar dari tempat persembunyiannya dengan posisi bersiap menyerang.
"Tak disangka, kau berani sekali datang ke tempat ini!" sambut Shaka dengan nada kesal.
"Hari ini, kami akan menentukan hukuman mu atas apa yang telah kau perbuat!" sambung Salma dengan perasaan yang sama.
Sudah jelas, dilihat dari raut wajah semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut, menyimpan dendam yang cukup besar terhadap Tatsuya. Akan tetapi, dirinya masih terdiam meski sudah mengetahui kalau hal ini akan tidak akan berakhir dengan baik.
"Kau boleh berbicara untuk terakhir kalinya, sebelum aku menjatuhkan..." ucap Shaka dengan memperbolehkan Tatsuya untuk bicara, namun perkataannya itu langsung di sela olehnya.
Mendengar perkataan seperti itu yang menyebut nama penerus dari keluarga Xianlong, membuat Shaka semakin marah.
"Kughhh.... Kau tak pantas memanggil namanya itu!" teriak Shaka sambil mengucapkan kata kunci serangan dari jobs mage.
"Lighting Strike"
Sebuah lingkaran sihir langsung terbentuk tepat di atas Tatsuya, lalu memunculkan sebuah serangan sambaran petir yang menuju ke arahnya.
"Zreeezzz"
Tatsuya yang menyadari serangan itu, dia masih tetap diam di tempatnya berdiri tanpa melakukan apapun untuk menahan serangan tersebut. Seketika sambaran petir itu langsung mengenai dirinya, dan menyebar ke seluruh tubuhnya.
"Zeezzzz"
Sekuat tenaga, Tatsuya menahan rasa sakit dari serangan tersebut, dan menurutnya hal ini cukup pantas di dapatkannya sampai orang-orang yang memiliki dendam kepadanya puas.
Shaka yang melihat Tatsuya masih tetap berdiri setelah terkena serangannya, dia mengganti kata kuncinya dengan salah satu serangan terkuatnya.
"Lightning Strike"
Beberapa lingkaran sihir mulai terbentuk di hadapan Shaka, dan kini memunculkan puluhan jarum halilintar yang bersiap untuk arahkan pada Tatsuya.
__ADS_1
"Tunggu, Shaka, hal ini terlalu berlebihan!" bujuk Salma untuk menghentikan serangan tersebut. Akan tetapi, Shaka tidak mendengarkan perkataannya itu karena dari awal berniat untuk membunuh Tatsuya.
"Swooosshhh"
Puluhan jarum halilintar itu melesat ke arah Tatsuya dengan sangat cepat. Namun lagi-lagi, dia tak melakukan apapun untuk menahan apalagi menghindar. Tapi Tatsuya terus menatap ke depan, dengan ekspresi wajah tersenyum.
"Clebb... Clebb... Clebb..."
Seluruh tubuh Tatsuya dipenuhi dengan puluhan jarum milik Shaka, dan sesaat tidak terjadi apa-apa ketika semua itu tertanam pada tubuhnya. Namun ketika Shaka mengepalkan tangan kanannya, dalam sekejap puluhan jarum itu bereaksi dan menyengat Tatsuya dengan energi halilintar.
"Zreeeezzzz"
Rasa sakit nya ini, berdampak lebih besar dibanding serangan pertama. Seluruh badannya itu terasa tertusuk oleh ribuan jarum, dan sampai akhirnya Tatsuya mengeluarkan sedikit darah dari dalam mulutnya. Akan tetapi, rasa sakitnya ini masih belum apa-apa, dibandingkan dengan apa yang sudah terjadi di waktu sebelumnya.
Beberapa saat setelah menerima serangan kedua, Tatsuya masih tetap berdiri tegak meski beberapa tubuhnya mengalami luka yang cukup dalam. Dia masih saja menatap ke depan sambil tersenyum, namun hal ini malah membuat Shaka semakin marah.
"Sungguh menjengkelkan ketika melihat mu tersenyum seperti itu!" ucap Shaka dengan raut wajah kesal, serta berniat melakukan serangan terakhirnya sekuat tenaga.
"Berhentilah Shaka, bila kita meneruskan hal ini, malah kita nantinya yang terlihat salah!" bujuk Salma untuk menghentikan nya.
"Seharusnya kau ikut membantu, bukannya kau juga ingin menghakimi orang itu!" tanggap Shaka dengan menolak untuk berhenti.
"Iya itu benar, tapi bukan sampai seperti ini! Bila kita sampai membunuhnya, bagaimana dengan nasib keluarga kita? Bukankah sudah jelas kalau petinggi akademi berada di belakangnya?" ucap Salma dengan mengingatkan kembali mengenai keputusan Mozark.
Mendengar perkataan itu, sejenak Shaka terdiam dan berpikir keras untuk mencerna apa yang disampaikan olehnya. Bersamaan dengan itu, dia juga menurunkan niat membunuh yang ditujukan pada Tatsuya.
Hal ini tentu saja membuat Salma merasa lega atas perkataannya itu difahami dengan mudah olehnya. Akan tetapi, pemikiran nya itu telah salah, karena disaat ini pikiran Shaka telah dikuasai oleh emosinya sendiri.
Dalam sekejap, niat membunuhnya meluap, sampai dirasakan oleh semua orang yang berada di luar. Hal ini cukup mengejutkan bagi Tasya beserta rekan lainnya, karena niat membunuh itu terasa sangat nyata.
"Apakah kalian merasakannya juga?" tanya Rena sambil berjalan mendekati Tasya.
"Tak salah lagi, yang barusan itu adalah niat membunuh!" jawab Clara dengan memastikan kalau perasaan yang dirasakan nya itu sangat nyata.
"Lalu, sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Aurel, namun pandangan dari semua orang itu tertuju pada Tasya sebagai wakil ketua dari organisasi nya.
"Hah... Dari perkataannya kita semua dilarang ikut campur dalam urusan pribadinya, tapi kita tidak dilarang untuk melihat kondisi dari jarak dekat bukan? Jadi aku putuskan, sebagian dari kita akan menyusup masuk ke dalam keluarga itu." jawab Tasya dengan memutuskan untuk memasuki kediaman dari keluarga Xianlong, dan akan menerima akibatnya nanti karena sudah bertindak tidak sopan.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(21.00 WIB)...
...Terimakasih....
__ADS_1