Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#85 Informasi Rahasia Milik Negara


__ADS_3

...Maaf sebelumnya ada beberapa hal terjadi, jadi lupa akan boking update 🙏...


...*Selamat Membaca*...


Latihan pertarungan yang ingin dilakukan oleh Tatsuya, secara sengaja diperlihatkan pada semua orang supaya mereka sedikit terhibur. Sementara itu, rasa gugup mulai dirasakan oleh Rena dan Aurel, karena ini kali pertamanya melakukan latihan di tempat umum. Tatsuya yang melihat ekspresi nya seperti itu, dia mencoba untuk membuat mereka berdua merasa kesal.


"Bila kalian berdua merasa gugup setelah dilihat banyak orang, sebaiknya kalian menyerah saja dan pergi dari sini secepatnya." pinta Tatsuya, dengan sedikit mengejek mereka berdua. Seketika, kegugupan mereka berdua telah sirna dikarenakan perasaan kesal akibat ejekan dari Tatsuya.


Dalam waktu singkat, mereka berdua mengucapkan kata kuncinya masing-masing, dan serangan pertamanya diawali oleh Aurel yang mengucapkan kaya kunci penyerangan dari jobs mage.


"Rain of FireArrows"


Beberapa lingkaran sihir tercipta di atas langit, dan dengan segera menurunkan ratusan panah api yang ditujukan untuk menyerang Tatsuya.


"Swoshh"


Menyadari hal itu, Tatsuya merespon dengan cepat juga dalam mengucapkan kata kuncinya yang berfungi untuk bertahan.


"Ice Dome"


Dalam sekejap, lingkaran sihir tercipta dari bawah kakinya, dan memunculkan kubah es yang berfungi untuk menahan serangan dari Aurel. Diwaktu singkat, serangan dari panah api itu mengenai pertahanan Tatsuya, dan disaat bersamaan menimbulkan sebuah uap berwarna putih yang menghalangi pandangannya.


Disaat itulah, Muzan dan Clara mulai bergerak mendekatinya, sambil mengucapakan kata kunci untuk menciptakan sebuah pedang kuat, yang dapat menghancurkan pertahanannya.


Masing-masing dari kedua orang itu, menciptakan lingkaran sihir, dan memunculkan sebuah pedang merah, serta dilapisi oleh elemen api.


Secara bersama-sama, mereka berdua melancarkan sebuah serangan dari arah samping, dan membuat pertahanan yang dimiliki Tatsuya memunculkan sebuah retakan yang semakin lama retakan tersebut semakin besar.


Kemudian, serangan selanjutnya dilakukan oleh Rena, yang sedari tadi tetap fokus pada pengumpulan kekuatannya ke dalam sebuah peluru. Ketika merasa yakin akan kecukupan pengumpulan kekuatannya itu, dia menarik pelatuknya dan menembak ke arah Tatsuya.


"Dorrr..."


Setelah melesatkan sebuah tembakan, dia berteriak pada mereka berdua untuk segera menghindar, dikarenakan masih belum mengetahui daya ledaknya itu sebesar apa. Secara spontan, Muzan dan Clara mundur cukup jauh ke arah belakang, dan disaat bersamaan peluru nya itu tidak dapat menembus pertahanan Tatsuya, dan hanya tertanam beberapa cm dari ketebalan kubah es miliknya.


Sepintas tak terjadi apa-apa dengan peluru tersebut, namun setelah lewat 1 detik, mana poin yang cukup besar keluar sekaligus dari peluru tersebut, dan memicu sebuah ledakan yang cukup besar.

__ADS_1


"Booomm"


Ledakan tersebut diperkirakan bisa menghancurkan sebuah rumah dengan ukuran seperti kediaman Cecilia, dan dalam tahap percobaan pertamanya ini terbilang berhasil dilakukan.


Semua orang yang melihat hal itu, sebagian dari mereka bersorak dan sebagian lainnya malah merasa ketakutan akan keselamatan Tatsuya yang terkena ledakan hebat. Akan tetapi, pada akhirnya dia dapat bertahan dari ledakan tersebut dengan menggunakan pertahanan keduanya, yaitu pertahanan yang terbuat dari hembusan angin.


"Sebelumnya maaf sudah meremehkan kalian, dan tak seharusnya juga aku melakukan hal itu. Jadi sebagai permintaan maaf, aku akan mencoba untuk bertarung dengan serius mulai sekarang, tentunya tanpa kekuatan lain selain kemampuanku sendiri." ucap Tatsuya, lalu dia mengucapkan salah satu kata kunci terkuat nya.


"Armor God Dragon"


Sebuah lingkaran sihir tercipta dari atas kepalanya, lalu bergerak sampai ke bawah kakinya. Dalam sekejap, penampilannya berubah, dan kini mengenakan full body armor, serta sebuah pedang besar yang terdapat pada pundaknya. Selain itu juga, dia bebas untuk menggunakan mana miliknya dengan jumlah yang tak terbatas.


"Nah, sekarang mari kita bertarung dengan serius, jadi tunjukkan keseriusan kalian juga dalam menghadapi ku." pinta Tatsuya pada mereka berempat.


"Tentu saja, kamu pikir kami semua hanya diam tanpa melakukan apa-apa. Baiklah sesuai yang kamu inginkan, akan ku kerahkan seluruh kemampuan ku, dan bila nanti kalah jangan harap bisa mendapatkan restu dariku." tanggap Muzan sambil mengucapkan kata kunci terkuatnya.


"Death Binder Shadow"


Lingkaran sihir, mulai tercipta di atas kepala nya lalu bergerak sampai bawah kakinya. Dalam sekejap seluruh tubuh Muzan di penuhi dengan bayangan hitam, serta auranya sedikit berbeda dibanding sebelumnya.


Clara yang berada di level 71, dia berhasil mengkombinasikan kedua jobsnya pada tubuhnya, namun dalam jobs mage dia hanya bisa menyatukan kedua elemen yaitu petir dan angin. Akan tetapi berbeda dengan jobs assasin miliknya, dia dapat menggerakkan semua benda dengan memanfaatkan bayangannya.


Lalu Aurel yang levelnya berada di angka 68, dia berhasil mendapatkan kontrak dengan sebuah roh ular naga, serta bisa melakukan serangan dari jobs berbeda secara bersamaan tanpa adanya batasan dan hal ini sesuai dengan perjanjian di dalam kontraknya yang diberikan kekuatan oleh roh tersebut.


"Goarr" aung ular naga tersebut serta diarahkan pada Tatsuya untuk menurunkan beberapa % dari kecepatannya. Akan tetapi, hal tersebut bisa dipatahkan dengan mudah oleh Tatsuya, dikarenakan armor miliknya bisa meniadakan efek negatif yang di hasilkan oleh lawannya.


Terakhir, Rena yang saat ini berada di level 70, dia telah berhasil mencoba untuk menggabungkan semua persenjataan dari jobs machine dengan tubuhnya sendiri. Kini Rena dapat terbang ke atas langit, serta memiliki kemampuan bertahan ataupun menyerang, dan selain itu dia dapat mengendalikan 10 senjata terbang yang berada di sayapnya.


"Baiklah, kalau begitu aku akan memulai nya terlebih dulu untuk menyerang." teriak Tatsuya sambil bergerak dengan cepat ke arah mereka berempat, dan bersiap menyerang mereka menggunakan kekuatan fisik terlebih dulu.


Disisi lain, di markas pusat...


Suasana hati Mozark kini lebih baik dibanding sebelumnya yang selalu mengambil keputusan salah, terutama dalam hal yang berkaitan dengan Tatsuya. Kazim yang datang berkunjung, merasa sangat senang ketika melihat raut wajahnya terlihat bahagia.


"Hah, semoga ketenangan sementara ini bisa terus berlanjut lama." ucap Kazim sambil minum teh yang disediakan di ruang tersebut.

__ADS_1


"Ya, aku juga berharap seperti itu." tanggap Mozark mengenai perkataannya itu.


Secara tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dan menyampaikan bawah Alex beserta rekannya telah kembali. Dengan spontan, Mozark menyuruhnya untuk masuk ke dalam.


"Ceklek"


Di dalam ruangan, Alex beserta rekannya itu duduk terlebih dulu, dan membuat dirinya senyaman mungkin sebelum membicarakan pesan yang ingin disampaikan oleh Tatsuya.


Tak lama setelah itu, sesuai dengan perkataan Tatsuya, dia akan menerima semua yang akan diberikan oleh negara, termasuk pembagian informasi dengannya. Selain itu juga, dia menerima undangan tersebut untuk pergi ke negara Jepang, namun sebelum itu Tatsuya meminta informasi mengenai Albert serta beberapa koneksinya di negara tersebut.


Sejenak Mozark berpikir akan keinginan Tatsuya terkait informasi Albert, dan ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Akan tetapi, demi kelancaran kerja samanya, dia menyanggupi keinginannya itu lalu dengan persetujuan awalnya, secara resmi akan mengadakan pertemuan dengan Tatsuya beserta orang-orang yang terpilih untuk pergi menghadiri pertemuan tersebut.


Karena kerjasama nya dengan Tatsuya telah setujui meski melalui perantara, dia meminta Alex untuk mengirimkan beberapa informasi, terkait orang-orang yang akan menghadiri acara tersebut. Di dalam flashdisk ini, tercantum nama serta status yang dimiliki oleh mereka, dan juga berbagai macam informasi lainnya menurut kepribadiannya masing-masing.


"Mungkin tenggang waktu 3 bulan lagi acara tersebut di mulai, jadi sekalian beritahukan hal ini pada Tatsuya untuk melakukan persiapan." ucap Mozark, sambil memberikan flashdisk itu pada Alex.


"Baik tuan, akan segera ku sampaikan hal ini pada tuan muda sekarang juga. Kalau begitu kami permisi." jawab Alex, lalu mereka bertiga keluar dari dalam ruangan tersebut.


"Kalau begitu aku juga akan pergi, soalnya tak baik bila aku tidak mengunjungi nya." ucap Kazim sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Apa kau akan pergi ke tempatnya?" tanya Mozark yang menyangka kalau Kazim pergi menuju tempat Tatsuya.


"Aku akan pergi ke keluarga Xianlong, sekalian ada hal yang perlu dibicarakan dengannya. Dan juga Tatsuya pun nantinya bakalan mengunjungi keluarga itu, karena tujuannya pasti ke sana." jawab Kazim dengan menjelaskan kemana tujuannya.


"Hah, baiklah, kalau begitu berhati-hatilah." tanggap Mozark.


Sepintas, dia kembali teringat mengenai beberapa keluarga Xianlong yang menolak keputusannya. Mereka berharap kalau Tatsuya bertanggungjawab atas kematian penerusnya, dan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan nya itu.


"Sepertinya, hanya dia yang bisa melakukan hal itu. Semoga nanti kau baik-baik saja di keluarga Xianlong, Tatsuya." gumam Mozark dalam hatinya dengan berharap semoga tidak ada kejadian yang tidak diinginkan.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...(21.00 WIB)...

__ADS_1


...Terimakasih....


__ADS_2