Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#61 Keteguhan Hati Yang Dimiliki Oleh Tasya


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Keberadaan puluhan ribu monster yang berada di tempat tersebut, kini sudah menghilang. Tidak ada jejak sedikitpun dari langkah kaki mereka dan hanya ada bekas-bekas pertarungan. Kemungkinan terbesar alasan mengenai hilangnya ribuan monster tersebut telah dibantai oleh Tatsuya, karena sebelumnya dia sudah mengalahkan monster hanya dengan satu kali serangan.


Tasya yang sangat mengkhawatirkan Tatsuya, dia tidak peduli dengan bekas-bekas pertarungan yang ada di tempat tersebut. Dia hanya ingin mengetahui dimana Tatsuya berada sekarang, dan apa yang sudah terjadi kepadanya.


Tidak lama setelah itu, Tasya melihat sebuah cahaya kecil dari kejauhan dan posisinya tepat di depannya. Karena penglihatannya terbatas, dia langsung mengucapkan salah satu kata kuncinya sehingga memunculkan sebuah sniper dengan scope yang bisa melihat sesuatu dalam jarak lebih dari 1km. Semua orang yang berada di dekatnya sangat terkejut dengan apa yang dilakukan olehnya.


"Apa yang ingin kamu lakukan Tasya? Kenapa secara tiba-tiba mengucapkan kata kunci itu?" tanya Muzan sambil menengok ke arahnya. Pertanyaan dari kakaknya sama sekali tidak ditanggapi olehnya, karena dia terfokus akan cahaya kecil tersebut yang berada cukup jauh di depan.


Tanpa terduga, cahaya tersebut berasal dari rantai-rantai milik Kuzzak yang sedang membelenggu seluruh tubuh Tatsuya. Dia juga sempat melihat raut wajah Tatsuya yang merasa sangat sedih, serta air matanya terus menetes.


"Ta-Tatsuya..." ucap Tasya dengan memanggil namanya sambil menurunkan senjatanya.


Mendengar nama tersebut, Rena juga mengeluarkan kata kunci yang sama dengan Tasya. Dia melakukan hal itu karena ingin memastikan kalau Tasya benar-benar melihat Tatsuya.


"Tidak salah lagi, itu adalah Tatsuya dan sekarang dia dalam kondisi yang sangat berbahaya." sambung Rena sambil melihat dalam scope senjata miliknya. Lalu dia menurunkan senjatanya, dan meminta untuk segera menuju tempat tersebut.


Karena tidak ingin membuang waktu cukup lama, Mozark segera mengambil tindakan dan meminta pada mereka berdua untuk menunjukkan jalannya. Di dalam pikirannya situasi tersebut sangat mengkhawatirkan, karena kejadian serupa bisa saja terjadi pada waktu sekarang ini.


Beberapa menit kemudian...


Akhirnya mereka semua sampai di tempat tujuan, dan dari jarak yang cukup dekat mereka melihat Tatsuya sedang terbelenggu oleh rantai milik Kuzzak. Tanpa berpikir panjang Tasya dan Rena menodongkan senjatanya kepadanya, serta meminta untuk segera melepaskan Tatsuya.


Namun permintaan tersebut tidak dituruti olehnya karena dari awal Kuzzak sedang menunggu kedatangan orang-orang dekatnya, supaya bisa memperlihatkan pertunjukan akan kematian Tatsuya secara perlahan-lahan.


"Tidak ada gunanya untuk menggertak nya." ucap Mozark dengan meminta pada mereka berdua untuk berhenti.


"Lalu bagaimana caranya supaya kita menyelamatkan Tatsuya?" tanya Rena sambil menoleh kepadanya.


"Bila dia sudah melakukan hal seperti ini, tidak ada cara baginya untuk lepas dari rantai itu." jawab Mozark dengan singkat tanpa memberikan penjelasan yang lebih.


Mendengar perkataan seperti itu, semua orang yang berada di sana sangat terkejut, namun berbeda lagi dengan Tasya. Dia secara sengaja menarik pelatuknya, dan tembakan tersebut mengarah telat pada kepala Kuzzak.


"Dorrr"


Akan tetapi, tembakan tersebut malah terpental ke arah lain dikarenakan armor yang dimilikinya sangatlah keras. Terlebih lagi sekarang dia hanya berfokus pada pertahanan dan membuat armornya berkali-kali lipat lebih keras daripada sebelumnya.


Namun tekad Tasya untuk menyelamatkan Tatsuya tidak pernah goyah, dia terus menerus menembakkan senjatanya meski tahu kalau pelurunya bakalan terpental ketika menyentuh armornya.


Melihat hal itu, Rena pun melakukan hal yang sama dengan Tasya. Dia mengarahkan tembakannya pada rantai yang membelenggu Tatsuya sampai peluru dalam senjatanya habis.

__ADS_1


"Lebih baik kita mencoba untuk menyerangnya, daripada tidak berbuat apa-apa dan terlihat seperti sampah, atau mungkin lebih rendah daripada sampah!" ucap Muzan dengan ikut menyerang memakai kata kuncinya, yang mengeluarkan dua buah pedang.


"Ya, master sudah membiarkan aku hidup dan tidak dipandang seperti sebuah alat olehnya. Jadi mana mungkin aku berdiam diri saja ketika master dalam bahaya!" ucap Clara lalu dia juga menyerang dengan segenap kekuatannya.


"Aku juga berpikiran yang sama. Meski kekuatan ku masih kalah dengan yang lainnya, tapi aku akan mencoba untuk mengerahkan segalanya demi menyelamatkan tuanku!" sambung Aurel.


"Aku juga tidak akan kalah untuk menyelamatkan kakakku!" sambung Kiara sambil mengucapkan kata kuncinya dan mengeluarkan dua pisau dengan elemen api.


"Aku juga. Aku akan mendukung kalian semua dari belakang." sambung Tiara sambil mengucapkan kata kuncinya dengan fungsi untuk meregenerasi mana poin milik semua orang.


Mozark yang melihat mereka begitu bersikeras untuk berjuang, kini hatinya mulai tergerak kan. Sedikit demi sedikit dia menghilangkan pikiran di masa lalu, mengenai sulitnya untuk menyelamatkan seseorang dari genggaman ilusi Kuzzak.


"Mereka semua patut dipuji akan hal ini, tidak ada keraguan di dalam diri mereka meski sudah mengetahui kalau yang mereka lakukan terbilang sia-sia." ucap Kazima yang masih berada di dekat Mozark.


"Memang benar apa yang kamu ucapkan Kazima, namun tindakan mereka bukanlah hal yang sia-sia, melainkan terus berusaha meski hal itu mustahil untuk dilakukan." ucap Kazima dengan mengucapkan kata kunci dari jobs machine.


"Armor Iron Dragon"


Lingkaran sihir mulai terbentuk tepat di atas kepalanya, lalu bergerak ke bawah sampai pada kedua kakinya. Kali ini Mozark memakai armor besi naga yang selalu digunakan disaat pertempuran dulu.


"Entah sudah berapa lama anda tidak menggunakan kata kunci tersebut, namun yang pasti anda sekarang akan bertarung dengan serius." ucap Kazima sambil menoleh kepadanya.


"Ya, mungkin cara satu-satunya untuk menolong Tatsuya, hanya dengan membunuh monster itu secepatnya." jawab Kuzzak sambil bersiap menyerang. "Dan juga, Kazima. Ciptakanlah pelindung bagi Tatsuya, karena seranganku mungkin akan berlebihan." lanjutnya dengan meminta bantuan padanya.


Tidak lama setelah itu, Mozark meminta semua orang untuk mundur kebelakang, karena dirinya ingin melakukan beberapa serangan dengan sekuat tenaga. Mendengar perkataan seperti itu semua orang menengok terlebih dahulu, dan mereka cukup terkejut karena ini pertama kalinya melihat Mozark menggunakan armor tersebut.


Kemudian mereka semua mundur ke belakang, kecuali Tasya yang masih berjuang untuk menembak dan menembus kulit tebak milik Kuzzak. Sampai akhirnya Mozark mendekati dan meminta untuk menyerahkan hal ini kepadanya. Namun permintaannya itu tidak dituruti oleh Tasya, karena dia hanya akan menembak cuma bagian kepalanya.


Melihat keteguhan hatinya, Mozark membiarkan Tasya untuk terus menembak. Tapi dia juga memberikan saran untuk tetap fokus pada satu titik, karena sekeras-kerasnya sebuah pertahanan pasti memiliki kelemahan.


"Kazima!" teriak Mozark dengan memanggilnya.


"Aku mengerti." jawab Kazima sambil mengucapkan kata kunci perlindungan.


"Sky Dragon Protection"


Beberapa buah lingkaran sihir mulai terbentuk diantara Tatsuya, Tasya, dan dirinya yang dekat dengan semua orang. Lalu memunculkan perlindungan dari naga langit dengan aura berwarna kuning emas, dan menyelimuti semua orang yang berada di tempat tersebut secara keseluruhan.


Setelah melihat hal itu, Mozark memulai serangan dengan melancarkan dua buah roket yang secara tiba-tiba muncul pada pundaknya. Dia mengarahkan roket tersebut pada tubuh Kuzzak, dan setelah target terkunci dia melesatkannya.


"Whoossshh"

__ADS_1


Ketika roket dengan ukuran kecil tersebut mengenai tubuhnya, ledakan yang begitu dahsyat terjadi dan terlihat selayaknya ledakan dari roket besar.


"Boooommmm"


Hempasan angin muncul disertai dengan kepulan asap berwarna hitam, dan membuat pandangan terhalangi olehnya. Semua orang yang menyaksikannya dibuat terkejut oleh serangan pertama Mozark, karena tidak menyangka roket kecil tersebut memiliki daya ledak yang besar.


Namun, hal itu belum cukup baginya untuk menembus kulit keras milik Kuzzak. Sedikitpun tidak ada goresan pada tubuhnya maupun rantai yang membelunggu Tatsuya. Tapi Mozark memastikan, kalau dirinya tidak akan menyerang karena harus fokus pada orang yang berada dalam genggamannya.


Tanpa pikir panjang, Mozark terus melancarkan serangan tersebut sampai batas maksimal dalam pengisian ulang. Ditambah lagi oleh Tasya yang tetap fokus mengarahkan tembakannya pada satu titik tanpa ada keraguan sedikitpun dan meyakini kalau tembakannya bisa menembus kulit kerasnya.


Beberapa saat kemudian...


Serangan demi serangan terus dilancarkan oleh mereka berdua, sampai menghabiskan setengah dari mana poinnya. Tiara yang selalu meregenerasi mana poin milik mereka, kini sudah tidak sanggup lagi melakukannya, karena mana poin miliknya hampir habis.


"Hahahah... Kenapa kalian berhenti menyerang? Ayo serang aku lagi manusia." ucap Kuzzak dengan tertawa sambil menatap mereka semua. "Atau... Apakah kalian sudah menyerah untuk menyelamatkannya. Hahaha..." lanjutnya.


"Diam!" teriak Tasya sambil menembakkan senjatanya.


"Dorrrr" Namun, lagi-lagi tembakkannya itu terpental ke arah lain.


"Cukup agresif sekali kau, buah yang belum matang." panggil Kuzzak dengan nama yang berbeda.


"Aku tidak mengerti apa yang kau maksud!" jawab Tasya tanpa memikirkan banyak hal dan tetap fokus pada tembakannya, meski harus menghabiskan mana poin miliknya.


"Percuma saja kau terus menembakkan senjatamu padaku, hasilnya masih tetap sa..." ucap Kuzzak, namun perkataannya tidak dilanjutkan karena dia merasakan sedikit retakan pada kepalanya.


"Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan, yang paling penting aku akan tetap berusaha untuk menyelamatkannya. Karena aku... Aku tidak ingin diselamatkan secara terus menerus olehnya, kini giliranku untuk menyelamatkannya!" teriak Tasya sambil memusatkan semua sisa mana poin pada peluru yang akan ditembakkan olehnya.


"Dorrrr"


Tembakan terakhir ini, membuat peluru tersebut dilapisi dengan aura berwarna biru muda, dan memberikan retakan yang cukup besar pada kepala Kuzzak.


"Kraaakkk"


Melihat hal itu, semua orang sangat terkejut, kalau Tasya benar-benar bisa melakukannya. Meskipun dari awal tembakkannya itu tidak membuahkan hasil, namun keteguhan hatinya tidak tergoyahkan sedikitpun untuk menyelamatkan Tatsuya.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...(Untuk sementara update episode terbaru masih belum bisa ditentukan.)...

__ADS_1


...Jika berkenan jangan lupa untuk dukung author dengan menekan jempol ke arah Like, Komen, Vote, Rate novel ini....


...Terimakasih....


__ADS_2