Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#53 Pesan Terakhir


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Pada akhirnya, Mikha mendapatkan izin dari ayahnya untuk melakukan pertukaran tempat dengan Tatsuya, meski tahu akan resiko yang akan dialaminya nanti. Namun demi memenuhi janjinya itu, dia sudah menyiapkan tekadnya dan menaruhkan semua harapannya pada Tatsuya, seperti yang dilakukan oleh mendiang ibunya.


"Baiklah, kalau begitu mari kita mulai. Mohon bantuannya Merry." pinta Mikha sambil mendekatinya.


"Ta-tapi..." ucap Merry dengan sangat bingung apa yang harus dilakukan olehnya, namun perkataannya disela oleh Mikha.


"Tidak ada yang perlu diragukan, karena kita tidak memiliki banyak waktu lagi." sela Mikha dengan membujuk Merry agar bersedia membantunya.


Tanpa terduga, suara ledakan yang keras terdengar dan hal itu berasal dari pedang raksasa milik Tatsuya yang hancur berkeping-keping. Kini serangan dari atas langit langsung menghampirinya tanpa ada lagi hambatan yang menahannya.


"Sudah kuduga,kekuatanku saja tidak cukup untuk menghentikannya." gumam Tatsuya dalam hatinya dengan kesal, karena perbedaan kekuatan yang cukup jauh.


Tanpa pikir panjang, dia mengumpulkan energi dari kegelapan yang berada dalam tubuhnya, dan dipusatkan pada pedang besar miliknya supaya bisa menahan serangan yang akan datang. Dalam sekejap, aura berwarna hitam pekat keluar dari dalam tubuhnya, lalu mengalir pada pedang besar miliknya secara terus menerus.


Beberapa detik sebelum serangan itu menghantamkannya, Tatsuya sudah siap untuk menghunuskan pedang besar miliknya dengan kondisi tubuh yang lemah. Dia juga berharap kalau pedangnya itu mampu menahan serangan yang merupakan salah satu kekuatan dari dewa para monster hingga selesai.


"Arrrrgggggghhh" teriak Tatsuya sambil menghunuskan pedang besar yang diselimuti aura berwarna hitam pekat, dan saling berhantaman dengan serangan dari atas langit.


"Baaaaammmmm"


Hempasan angin disertai dengan tekanan yang kuat, membuat permukaan yang berada di dalam penghalang hancur lebur. Bahkan sedikit demi sedikit penghalang yang dibuat oleh roh milik Tatsuya memunculkan retakan kecil.


"Ti-tidak, ini tidak boleh terjadi. Merry cepat salurkan mana poinmu padaku! Bila tidak, nantinya Tatsuya tidak bisa diselamatkan dalam waktu yang tepat!" lanjutnya dengan memohon pada Merry, karena hanya orang dari jobs healer yang bisa melakukan transfer mana poin.


"Baiklah, aku akan segera melakukannya." jawab Merry tanpa ragu.


"Kalau begitu terimakasih, dan mohon bantuannya." ucap Mikha sambil tersenyum.


Tanpa membuang banyak waktu lagi, Merry memegang telapak tangan Mikha, lalu dia menyalurkan mana poin yang dimilikinya. Selama beberapa detik, mana poin Mikha terus menerus naik hingga mencapai batas maksimal, dan kini dia bisa melakukan hal itu.


"Dengan ini, aku bisa melakukan pertukaran tempat dengannya." lanjut dalam hatinya tanpa ada rasa menyesal atas tindakannya itu.


Sepintas dia melihat Tatsuya terlebih dahulu sebelum melakukan hal itu, dan ternyum tipis sambil mengeluarkan setetes air mata. Lalu dia terfokus kembali sambil mengaktifkan lingkaran sihirnya.


Lingkaran sihir mulai terbentuk tepat dibawah kakinya. Semua orang yang berada di dekatnya hanya terdiam sambil melihat kepergiannya. Akan tetapi Kazima selaku ayahnya Mikha, masih belum membalikkan badannya, karena dia belum bisa merelakan kepergiannya.


Tidak lama setelah Mikha mengaktifkan lingkaran sihirnya, Armor yang dikenakan oleh Tatsuya mulai retak. Perlahan-lahan retakannya semakin banyak dan pada akhirnya hancur berkeping-keping.


"Praannkkk"


Bersamaan dengan hal itu, Tatsuya mengeluarkan darah merah segar dari dalam mulutnya, serta terdapat beberapa sayatan pada seluruh tubuhnya, akibat menerima tekanan secara langsung dari serangan tersebut.


"Tatsuya!!!" teriak Rena beserta semua teman-temannya.


"Haaahh... Aku sudah siap sekarang. Semuanya terimakasih. Aku sangat bahagia menghabiskan banyak waktu bersama kalian, terutama dengan ayahku. Terimakasih ayah atas segala yang kamu berikan padaku, aku sangat bahagia memiliki seorang ayah sepertimu, dan maaf aku sangat merepotkan sampai sekarang. Selamat tinggal ayah, selamat tinggal semuanya." ucap Mikha dengan kata-kata terakhirnya dengan senyum tipis dan disertai dengan air mata yang mengalir membasahi kedua pipinya.


"Instant Place Change"


Seketika lingkaran sihir Mikha mulai bersinar terang, dan lingkaran sihir lain juga terbentuk tepat dibawah kaki Tatsuya. Kazima yang tadinya berpikir untuk tidak melihat kepergian Mikha, dia langsung membalikkan badannya dan menjawab perkataannya.


"Kamu sama sekali tidak merepotkan putriku! Sama sekali tidak dan tidak..." jawab Kazima dengan perkataan putus-putus karena sudah tidak bisa lagi menahan rasa sedihnya, lalu air matanya keluar membasahi pipinya sambil berdiri tegak untuk melihat kepergiannya.


"Terimakasih, ayah. Aku sangat menyayangimu. Dan Rena, tolong gantikan untuknya." ucap Mikha dengan senyum terakhirnya, sambil meminta sesuatu pada Rena. Lalu cahaya yang menyilaukan mata muncul dari kedua lingkaran sihir tersebut dan menandakan kalau pertukaran tempat hendak terjadi.


"Ugghh... Mikha!!!" panggil Kazima dengan nada tinggi sambil mencoba meraih tangannya, dan berharap bisa menyentuhnya untuk terakhir kalinya.


Dalam waktu bersamaan dengan munculnya cahaya menyilaukan di bawah kaki Tatsuya, dia sangat terkejut dan berpikir kalau ada serangan yang lainnya. Sekuat tenaga dia bertahan supaya kedua matanya tetap terbuka, akan tetapi karena menyilaukan seperti cahaya matahari, akhirnya dia menutupkan kedua matanya dan pasrah dengan apa yang akan di alami olehnya.


Tidak lama setelah itu, Tatsuya kembali membuka kedua matanya. Seketika dia sangat terkejut kalau tekanan besar yang dirasakannya dari serangan itu sudah tidak terasa lagi.


"A-ada dimana... Aku? Apakah aku sudah mati?" tanya Tatsuya dengan nada lemah, disertai dengan penglihatan yang masih buram.

__ADS_1


"Tidak, kamu tidak mati. Kamu masih disini." jawab Rena sambil berdiri tepat dihadapannya.


"Lalu, bagaimana dengan... Dengan yang lainnya?" tanya Tatsuya dengan nada lemah.


"Se-semuanya baik-baik saja, dan itu berkatmu Tatsuya." jawab Merry sambil menghampirinya dan memeriksa kondisi tubuhnya.


"Tapi... Entah mengapa, aku merasakan... Sesuatu yang tidak biasa... Perasaan ini, bukan dari Tasya, karena aku bisa merasakannya kalau dia baik-baik saja." ucap Tatsuya dengan nada lemah dan perkataan putus-putus.


"Sudahlah Tatsuya, jangan terlalu banyak bicara. Lebih baik kita segera pergi dari sini untuk menyembuhkan luka-lukamu itu di tempat yang aman." jawab Merry dengan menahan tangisannya dan menyembunyikan apa yang sedang terjadi di dalam penghalang.


"Ya, sebaiknya kita bergegas dan kemungkinan besar semuanya sedang menunggu." sambung Shenji.


Tatsuya hanya terdiam dan sama sekali tidak menanggapi perkataan mereka. Dia sangat yakin kalau perasaan itu adalah hal yang sangat penting baginya. Sesekali Tatsuya menoleh ke belakang, namun teman-temannya menghalangi pandangannya.


"Ugghhh, penglihatanku masih buram meskipun aku tau kalau temanku berada di dekatku. Kalau begitu... " gumam Tatsuya dalam hatinya, lalu dia mengatakan kata kunci dari jobs healer untuk memulihkan penglihatannya.


"Heal"


Dalam sekejap, penglihatannya kembali seperti semula. Namun di waktu yanyang bersamaan, Tatsuya kembali mengeluarkan darah merah segar dari mulutnya, akibat dari memaksakan dirinya sendiri menggunakan kata kunci.


"Tatsuya!" panggil Rena sambil menahan tubuhnya yang hendak terjatuh.


"Ugghhh... Aku tidak apa-apa." jawab Tatsuya sambil berdiri tegak kembali, lalu kedua matanya pulih seperti semula. "Kenapa, dari tadi aku tidak mendengar suaranya? Biasanya dia yang kedua berbicara setelah Tasya?" lanjutnya dengan bertanya.


"Maksudmu siapa?" tanya balik Rena.


"Mikha... ada dimana dia? Bukankah tadi bersama dengan kalian?" ucap Tatsuya dengan bersikeras menanyakan keberadaannya.


"Ah, itu... Dia, dia sedang..." jawab Rena, namun perkataannya terhenti karena bingung harus menjelaskannya seperti apa.


"Mikha sudah terlebih dahulu pergi, karena kondis tubuhnya kurang baik. Jadi kita juga harus segera pergi dan memberikan perawatan untukmu secepatnya." sela Merry dengan menjawab pertanyaan Tatsuya, dan menyembunyikan akan kebenarannya.


"Tidak, dia bukan orang seperti itu!" jawab Tatsuya dengan perasaan yang tidak menenangkan.


Tapi akhirnya, dia menyadari kalau dirinya itu sedang menahan serangan dari atas langit dan bila bayangannya masih ada berarti serangannya masih terus berlanjut.


Kemudian dia membalikkan tubuhnya dengan cepat, untuk melihat apa yang sedang terjadi di belakangnya. Akan tetapi, teman-temannya lagi-lagi menghalanginya, dan berusaha untuk menutupi kejadian tersebut, sesuai dengan permintaan Mikha.


"Lagi-lagi kalian melakukan hal itu! Sebenarnya ada apa dengan kalian? Dan, dimana Mikha?" tanya Tatsuya dengan kesal sambil mengerutkan dahinya. Rena beserta dengan teman-temannya terdiam sambil menundukkan kepalanya. "Bila kalian terdiam seperti itu, berarti ada sesuatu yang terjadi dengannya!" lanjutnya sambil berjalan perlahan-lahan mendekati penghalang tersebut.


"Tatsuya, sebaiknya km..." pinta Rena sambil memegang pundaknya.


"Jangan halangi aku!" pinta Tatsuya sambil terus berjalan ke depan.


Seketika, jantungnya berdetak lebih cepat setelah melihat Mikha berada di dalam penghalang. Tatsuya masih kebingungan dengan apa yang sudah terjadi ketika dia pertama kali membukakan matanya setelah terkena cahaya yang menyilaukan.


"Mi-mikha, kenapa? Kenapa dia berada disana? Apa yang sebenarnya terjadi? Cepat katakan padaku!" tanya Tatsuya dengan nada tinggi, dan meminta penjelasan akan hal tersebut.


"Sebenarnya... Dia... Dia..." jawab Merry, namun perkataannya terputus, karena rasa sedihnya sudah tidak tertahankan lagi.


"Hei, jawab yang benar! Jangan... Ugghhh..." pinta Tatsuya, namun perkataannya tidak dilanjutkan karena mulutnya kembali mengeluarkan darah merah segar, akibat terus memaksakan dirinya berbicara dengan kondisi tubuh lemah.


"Dia menaruh semua harapannya kepadamu Tatsuya, jadi dengan suka rela temanmu itu menggunakan kemampuan khusus yang dimilikinya, sehingga bisa bertukar tempat denganmu." jawab Mozark dengan menjelaskan apa yang telah terjadi.


Mendengar perkataan seperti itu, Tatsuya meminta pada semua rohnya untuk membuka penghalang tersebut. Akan tetapi, hal itu dicegah oleh Rena beserta temannya, karena pada waktu itu Mikha juga meminta untuk menghentikan Tatsuya apapun yang terjadi.


"Kenapa kalian bersikap seperti itu? Apakah kalian tidak ingin aku..." tanya Tatsuya, namun perkataannya tidak dilanjutkan, karena melihat Mikha sedang menatapnya.


Dalam pandangan tersebut, Mikha terdiam pada di tempat Tatsuya sebelumnya, dan dilapisi sebuah pelindung transparan yang dihasilkan oleh efek pertukaran tempat, untuk melindungi seorang pengguna dengan batas waktu tertentu.


Setelah mereka berdua saling bertatap muka, Mikha dengan sengaja menggelengkan kepalanya pada Tatsuya. Hal ini bertujuan untuk menghentikannya berbuat ceroboh dengan membuka penghalang dan menyelamatkan dirinya.


"Kenapa? Kenapa kau melakukan hal ini? Padahal... Padahal tidak lama itu baru baikan mengenai persahabatan kita..." ucap Tatsuya dengan perkataan putus-putus, karena tidak bisa menahan rasa sedihnya.

__ADS_1


Di dalam penghalang tersebut, Mikha sudah tahu kalau suaranya tidak bisa di dengar oleh orang yang berada di luar. Begitu juga sebaliknya, orang yang di dalam penghalang tidak bisa mendengar suara dari luar. Jadi dia hanya menggunakan mulutnya, untuk menyampaikan sebuah pesan pada Tatsuya.


Sejenak Tatsuya terdiam dan fokus pada gerakan mulutnya untuk mengetahui apa yang ingin dia katakan. Seketika, air mata Tatsuya keluar dan membasahi kedua pipinya, setelah mengetahui pesan yang disampaikan olehnya.


"Tidak, ini bukanlah hal yang aku inginkan!" ucap Tatsuya sambil menyentuh penghalang menggunakan kedua telapak tangannya.


"Sampai saat ini aku selalu ingat mengenai janji kita dulu, dan maaf pada waktu itu aku sengaja menghindarimu serta membohongimu akan kebenarannya. Sekarang aku telah memenuhi janji itu, dan... Selamat tinggal Tatsuya, aku percayakan semuanya padamu!" ucap Mikha dalam gerakan mulutnya, sambil tersenyum dan meneteskan air matanya.


Tidak lama setelah itu, pelindung transparan sudah mencapai batasnya dan beberapa retakan muncul di sekelilingnya. Lalu pada akhirnya pelindung tersebut hancur, dan serangan tersebut langsung memghantamnya.


"Baaaaaaaammmmmm"


"Mikhaaaa!" teriak Tatsuya dengan histeris, dan disaat bersamaan ledakan yang dahsyat terjadi.


"Booooooommmmmm"


Beberapa retakan kecil, mulai bermunculan di sekeliling penghalang yang dibuat oleh semua roh milik Tatsuya. Namun lama kelamaan retakan tersebut menjadi besar, dan pada akhirnya hancur berkeping-keping.


"Praaaankkkk"


Dengan respon yang cepat, Mozark meminta pada semua orang untuk mengucapkan kata kunci apa saja untuk bertahan dari efek ledakan tersebut. Semua orang yang mendengarkan langsung mengucapkan kata kuncinya, dan disaat bersamaan hembusan angin yang sangat kencang menghempaskan apapun dalam jarak tertentu.


"Boooosssshhh"


Getaran yang hebat juga muncul bersamaan dengan hal tersebut, dan akibatnya semua bangunan yang berada di wilayah selatan rusak parah, kecuali gedung milik Antonio yang dilindungi dari luar oleh Laura dan dari dalam oleh Mysha.


"Sebenernya apa yang sedang terjadi di luar?" tanya Tasya yang berada di dalam ruang bawah tanah.


Sejenak Mysha terdiam setelah mendengar perkataan seperti dari Tasya. Dia mencoba untuk memindai situasi di luar, dengan kekuatannya yang tersambung dengan Tatsuya. Namun setelah hal itu selesai, secara tiba-tiba tubuhnya bergetar dan raut wajahnya sagat sedih.


"My-Mysha, kenapa kamu seperti ini? Apa yang terjadi denganmu?" tanya Tasya, setelah melihat Mysha seperti itu.


"Papa... Papa... Kita harus segera menemuinya... Untuk menenangkannya." jawab Mysha dengan tubuh bergetar, lalu meneteskan air matanya.


"Sebenernya apa yang terjadi dengannya? Apakah dia lepas kendali lagi?" tanya Tasya dengan sangat khawatir.


"Tidak... Bukan itu..." jawab Mysha dengan semakin ketakutan dan menangis tanpa henti.


"Lalu apa kalau bukan itu?" tanya Tasya dengan sangat penasaran.


"Rasa sedih, rasa putus asa, rasa menyesal, rasa bersalah... Tercampur aduk di dalam hatinya... Perasaan ini lebih buruk daripada sebelumnya. Jadi, mari kita pergi menemui papa..." jawab Mysha dengan apa yang dirasakan olehnya.


Hal ini dikarenakan, semua roh milik Tatsuya tersambung dengan pikiran ataupun hatinya, makanya mereka bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Tatsuya.


"Baiklah, mari kita pergi." jawab Tasya sambil memeluk Mysha. "Kakak, aku serahkan yang disini padamu." lanjutnya dengan menekan tombol pintu keluar.


"Apakah ada sesuatu yang terjadi kepadanya?" tanya Muzan.


"Ya, tidak ada waktu untuk menjelaskannya, aku pergi dulu." jawab Tasya sambil masuk ke dalam lift.


"Baiklah, setelah ini selesai, kami akan menyusulmu." jawab Muzan.


Tasya hanya menganggukkan kepalanya untuk menanggapi perkataan dari Muzan. Di dalam lift tersebut, dia masih memikirkan apa yang dikatakan oleh Myhsa dan sangat penasaran mengenai penyebab Tatsuya seperti itu.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...(Untuk sementara update episode terbaru masih belum bisa ditentukan.)...


...Jika berkenan jangan lupa untuk dukung author dengan menekan jempol ke arah Like, Komen, Vote, Rate novel ini....


...Terimakasih....

__ADS_1


...🙏...


__ADS_2