
...*Selamat Membaca*...
Kemunculan 500 unit robot yang dilengkapi berbagai macam senjata, membuat Khalifa sangat terkejut. Dia sempat berpikir, bila robot-robot yang berada dihadapannya di kerahkan untuk menguasai suatu wilayah, itu bukanlah hal yang tidak mungkin bagi Tatsuya.
Akan tetapi, Tatsuya tidak pernah berpikir melakukan hal seperti itu, karena alasan dia membuat robot semata-mata untuk memperkecil angka kematian dari orang-orang yang memasuki portal tanpa berpikir panjang.
"Setelah melihat hal semacam ini, mungkin kamu bertanya mengapa aku melakukan hal ini." ucap Tatsuya sambil menoleh Khalifa.
"Ya... Bukankah sudah jelas, alasan pemimpin tertinggi kami menetapkan dirimu sebagai buronan karena sudah melanggar aturan dari negara, yakni membuat robot untuk pengganti pekerjaan manusia." jawab Khalifa dengan tegas.
"Lalu, apakah ada aturan mengenai pembuatan robot sebagai pengganti kematian manusia?" tanya Tatsuya sambil menatap Khalifa.
"Apa maksud dari pembicaraanmu itu? Sudah jelas-jelas kau sengaja membuat robot hanya untuk mengganti pekerjaan manusia, bukankah itu..." tanya balik Khalifa, namun perkataannya disela oleh Tatsuya.
"Aku perjelas sekali lagi, apakah ada aturan mengenai pembuatan robot sebagai pengganti kematian manusia?" sela Tatsuya dengan bertanya hal yang sama untuk kedua kalinya.
"Mmm, aku belum pernah mendengar larangan seperti itu, namun apa maksud dari Ucapmu ini?" tanya Khalifa dengan sangat penasaran.
"Pemikiranmu ternyata sangat lamban, bila kedatanganmu kemari bukan untuk negosiasi mungkin salah satu tanganmu sudah hilang sekarang. Tapi karena kamu tadi berkata mengetahui keadaan Cecilia maka akan ku beritahukan alasan dari pembuatan robot ini." ucap Tatsuya dengan menjelaskan semua tujuan dari pembuatan robot.
Tatsuya menjelaskan, kalau semua robot yang dibuat, semata-mata untuk kepentingan manusia. Dia menggunakan semua robot tersebut untuk membereskan setiap portal dan meminimalisir angka kematian terhadap orang-orang yang sembrono masuk ke dalamnya tanpa pemikiran matang.
Sebelumnya Tatsuya sudah mengetahui setiap data orang yang tewas ketika sedang bertarung di dalam portal berkat bantuan Alex beserta tentara bayaran lainnya. Dengan teknologi canggih mereka bisa mencuri data baik itu lokasi portal berada, maupun informasi rahasia negara.
Namun Tatsuya sama sekali tidak berniat untuk merugikan negaranya sendiri dengan menjual informasi yang di dapat, tapi dia juga tidak memihak pada siapapun dan akan melakukan hal sesuai keinginannya demi mencapai tujuan serta harapan kedua orang tuanya.
Untuk hal inilah Tatsuya mengerahkan semua robot yang dibuat oleh Shaman, dan dia tidak peduli aturan mana yang akan dilanggar, namun selagi apa yang dilakukannya bisa mengurangi angka kematian dari orang-orang yang memasuki portal, dia akan tetap melakukannya meski harus bermusuhan dengan negaranya sendiri.
__ADS_1
"Jadi, itulah mengapa aku melakukan hal ini karena aku tidak ingin menyesal di kemudian hari." ucap Tatsuya sambil menatap langit.
"Di usianya sekarang, aku tidak menyangka kalau dirinya itu mengemban beban yang sangat berat. Seharusnya di masa mudanya dia menikmati kebebasan, dan tidak harus memikirkan mengenai kepentingan semua orang." gumam Khalifa dalam hatinya dengan memahami semua perkataannya. "Aku sungguh terharu setelah mendengar penjelasan darimu, namun aku belum sepenuhnya percaya pada ucapanmu!" lanjutnya dengan hati yang masih ragu dalam mempercayai Tatsuya.
"Yah, mengenai kepercayaan memang sulit didapatkan bila hanya dari ucapan, jadi aku hanya akan membuktikannya dengan perbuatan dan tidak akan pernah mengatakan sebuah janji lagi pada siapapun." jawab Tatsuya sambil menatap Khalifa. "Lalu, bagaimana mengenai kondisi Cecilia sekarang?" lanjutnya dengan bertanya.
"Ahh ya, aku akan menceritakannya sekarang." jawab Khalifa.
Kemudian Khalifa menceritakan semua kondisi yang di alami oleh Cecilia pada waktu rapat dan sebelum berangkat menuju kesini secara singkat. Ketika waktu rapat, Cecilia bersikeras membela Tatsuya atas tuduhan telah melanggar aturan negara. Namun karena Mozark memiliki kelemahannya, dengan sengaja dia mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya di katakan tepat depan Cecilia.
Hal ini membuat dia hampir kehilangan kesadarannya, karena teringat kembali tentang kejadian yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Cecilia langsung terdiam, lalu dia kembali pada kediamannya dan di ikuti oleh beberapa orang dari markas pusat, sehingga kediamannya saat ini tidak dapat dimasuki oleh sembarang orang.
"Mungkin cuma informasi ini yang bisa aku berikan padamu Tatsuya." ucap Khalifa dengan mengakhiri informasinya.
"Aku cukup puas dengan informasi yang kamu berikan, tapi aku sama sekali tidak mengetahui kalau Cecilia memiliki kelemahan seperti itu. Apakah kamu mengetahui apa yang telah dilakukan oleh kedua orang tuanya?" tanya Tatsuya dengan sangat penasaran.
"Aku juga tidak mengetahui hal apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya, namun aku bisa memastikan setelah nona Cecilia mendengar perkataan tuan Mozark, raut wajahnya langsung pucat." ucap Khalifa namun tidak bisa menjawab pertanyaan Tatsuya, karena dia sendiri tidak mengetahui yang terjadi dengan kedua orang tua Cecilia.
"Mengapa kamu menyarankanku untuk masuk ke dalam gedung? Bukankah aku juga..." tanya Khalifa namun perkataannya di sela oleh Tatsuya.
"Bila kamu masih tetap disini, mereka tidak akan segan-segan menganggapmu sebagai pengkhianat!" sela Tatsuya dengan memberikan peringatan padanya.
"Ugghhh... Sepertinya tidak ada harapan lagi bagiku untuk kembali." ucap Khalifa dengan mengeluh.
"Bila kejadian seperti itu menimpamu, kamu boleh bergabung dengan guild miliku dan aku pastikan kamu merasa nyaman. Jadi pikirkanlah sebaik mungkin, lalu lihatlah baik-baik kejadian yang akan terjadi sekarang." pinta Tatsuya dengan memberikan tawaran pada Khalifa.
"Baiklah, aku akan memikirkan tawaran darimu, namun sebelum itu akan kucoba tuk kembali terlebih dahulu." jawab Khalifa sambil berjalan memasuki gedung.
__ADS_1
"Bila di dalam gedung kamu ditanya, jawab saja kamu disuruh olehku masuk. Langsung saja temui orang yang bernama Alex, bila kamu ingin menyaksikan hal yang akan terjadi." pinta Tatsuya sambil menoleh pada Khalifa, yang sedang berjalan menuju pintu depan gedung.
"Aku mengerti." jawab Khalifa sambil masuk ke dalam gedung.
Beberapa detik setelah Khalifa masuk ke dalam gedung, secara tiba-tiba puluhan serangan muncul dari atas langit. Mulai dari bola api, halilintar, roket, ataupun yang lainnya, secara serentak mengarah pada Tatsuya yang sedang berdiri di halaman gedung.
"Seperti yang aku kira, mereka sama sekali tidak peduli terhadap lingkungan ini." ucap Tatsuya sambil menatap puluhan serangan dari atas langit.
Seketika, semua robot yang sedang berada di halaman gedung mulai berganti mode menjadi siap tempur lalu masing-masing dari setiap robot meluncurkan roket yang berada pada bahunya secara bersamaan.
"Swuusssshhhh"
Dalam sekejap, beberapa ledakan beruntun terjadi di atas langit dengan suara nyaring sehingga semua orang yang sedang bertarung berhenti sejenak, sambil menoleh ke asal suara tersebut.
"Sebenarnya apa yang sedang dia lakukan?" tanya Rena dengan khawatir.
"Akhirnya dia tiba juga, namun sangat disayangkan serangan jarak jauhnya di blokir dengan sangat mudah oleh bocah sialan itu. Namun pada akhirnya, dia akan merasakan penderitaan yang besar akibat kelakuannya sendiri. Hahaha" gumam Tommy dengan sangat senang alam kehadiran Leonard.
Tidak lama setelah itu, ledakan yang terjadi di atas langit mulai berhenti karena Leonard sudah menduga kalau robot-robot yang telah diciptakan tidak boleh diremehkan.
Tanpa membuang banyak waktu, Leonard beserta semua anggotanya berjalan mendekati gerbang gedung tersebut dengan bersiap bertahan bila ada serangan dadakan. Akan tetapi, gerbang tersebut terbuka lalu dengan terkejutnya Tatsuya muncul di hadapannya.
"Sungguh sambutan yang sangat menarik barusan, sampai-sampai aku sedikit terpesona dengan kemampuan robot-robot ku yang kekuatannya tidak jauh dari orang-orang mu Leonard." sambut Tatsuya dengan mengejek orang-orang yang dibawa oleh Leonard.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
__ADS_1
...(Untuk sementara update episode terbaru masih belum ditentukan, soalnya di RL sibuk dengan pekerjaan) ...
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....