
...*Selamat Membaca*...
Kini semua orang yang ikut untuk kembali menuju tempat Tatsuya, sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin dan semuanya dalam kendali Mozark sebagai pemimpin. Sebelum rencana tersusun, semua yang berada di dalam ruang tengah mengeluarkan pendapatnya masing-masing, dan dalam waktu singkat Mozark menyimpulkan semua pendapat mereka.
Di dalam keputusannya, Joseph beserta semua anggotanya diharapkan untuk tetap di tinggal dan menjaga di sekitar gedung, karena ada orang-orang biasa yang harus dilindungi. Mereka juga akan ditemani oleh Steven, Tommy, beserta semua orang yang tidak ikut dalam rencananya, untuk tetap menjaga daerah sekitar.
Atas permintaan tersebut, mereka semua mengerti dan langsung bersiaga pada tempat yang sudah ditentukan.Hanya sedikit orang yang ikut kembali ke tempat Tatsuya, dan sangat sulit baginya untuk mengirim bala bantuan karena situasi di seluruh daerah sedang siaga penuh.
"Sesuai dengan rencana, kita akan bergerak sekarang juga. Namun ingatlah, keselamatan adalah prioritas utama, daripada memaksakan bertarung dengan monster yang levelnya lebih tinggi dari kalian, lebih baik mundur dan atur strategi untuk mengalahkannya." ucap Mozark dengan mengingatkan suatu hal yang berharga dari apapun yaitu sebuah nyawa.
"Baik." jawab semua orang yang ikut dalam rencana tersebut.
"Kalau begitu mari kita berangkat." ajak Mozark sambil berlari ke tempat Tatsuya, lalu di ikuti oleh yang lainnya.
Kembali lagi pada pertarungan Tatsuya dan Kuzzak...
Sementara itu, pertarungan mereka berdua terus menerus dilakukan, sampai-sampai banyak lubang bekas hantaman kekuatan mereka. Tiap kali Tatsuya memotong salah satu rantai milik Kuzzak, dalam sekejap rantai tersebut menyatu serta utuh seperti sedia kala. Begitu pula dengan Kuzzak yang mencabut paksa salah satu tangan transparan milik Tatsuya, seketika tumbuh kembali seperti sedia kala.
"Sungguh merepotkan aura yang dimiliki olehmu manusia." ucap Kuzzak sambil mundur beberapa langkah kebelakang.
"Begitu pula dengan mu monster jelek, rantaimu itu sangat menjijikkan. Namun, aku tidak akan berhenti memotong semuanya sampai tidak tersisa satu rantai pun dalam punggungmu!" jawab Tatsuya sambil melesat kembali menyerang Kuzzak dengan sekuat tenaga.
"Hahahaha, kau menjadi sangat sombong hanya karena kekuatanmu setara denganku!" ucap Kuzzak sambil menahan beberapa serangan yang dilancarkan oleh Tatsuya.
"Trinkk... Trinkk... Trinkk..."
"Biar ku beritahu satu hal padamu sebelum kau mati manusia!" lanjut perkataannya sambil tetus menahan serangan Tatsuya.
"Aku tidak butuh informasi darimu, yang aku butuhkan pada saat ini hanyalah membunuhmu!" jawab Tatsuya sambil memusatkan semua energinya pada kedua pedang tersebut, lalu sekaligus menghunuskannya ketika energi dalam pedangnya penuh secara menyilang.
"Blaaaassss"
Dalam sekejap, 2 buah kekuatan terlihat seperti bulan sabit berwarna merah darah meleset ke arah Kuzzak dengan sangat cepat, serta menghancurkan apapun yang berada di depannya dan menimbulkan bekas dari jalurnya yang lurus.
"Hahahaha, membunuhku? Apakah kau mampu melakukannya manusia!" ucap Kuzzak dengan tertawa terbahak-bahak sambil bersiap untuk menahan serangan tersebut dengan merapatkan semua rantainya dan terlihat seperti sebuah tameng.
"Baaaaammmm"
__ADS_1
Tekanan energi yang dihasilkan oleh serangan Tatsuya sangat kuat, hingga apapun benda yang berada di sekitarnya hancur dan berubah menjadi debu. Gesekan demi gesekan terus terjadi dan sedikit demi sedikit semua rantai milik Kuzzak terkikis, namun karena dia sudah mengaktifkan pemulihan abadi, semua rantainya kembali utuh seperti semula.
"Sia-sia kau melakukan serangan seperti ini, bukankah sudah lihat sendiri, kalau aku memiliki penyembuhan abadi. Hahahaha..." lanjutnya dengan tawa yang keras.
"Suuutttt"
"Yah, serangan itu hanyalah sebuah umpan supaya aku bisa mendekati tubuhmu tanpa dihalangi terus oleh rantai menjijikkan itu." jawab Tatsuya dengan tiba-tiba berada di belakangnya, sambil bersiap menghunuskan kedua bilah pedangnya menggunakan seluruh kekuatannya, sampai-sampai aura yang terdapat dalam pedangnya menjungjung tinggi ke atas langit.
"Bruussshhh"
"Apa? Bagaimana bisa?" tanya Kuzzak sambil menoleh kebelakang.
"Matilah!!!" teriak Tatsuya sambil menghunuskan kedua bilah pedangnya pada bagian tubuh belakang Kuzzak.
"Baaammm"
Kekuatan yang dihasilkan oleh serangan tersebut sangatlah kuat dibanding dengan serangan pertamanya, dan tekanannya membuat sebuah lubang dengan diameter yang cukup besar.
Kali ini kedua bilah pedang Tatsuya berhasil menembus kulitnya yang keras, lalu dia berusaha untuk memotong tubuhnya menjadi beberapa bagian.
"Aaaarrrgggghhhhh" teriak Tatsuya dengan keras, lalu dia berhasil memotong tubuh Kuzzak.
Seketika bagian-bagian tubuh Kuzzak terjatuh ke permukaan tanah, dan ini menandakan kalau dirinya menang menghadapi salah satu jendral dari dewa para monster.
"Hah... Hah... Hah..." ucap Tatsuya dengan nafas terengah-engah. "Sepertinya aku..." lanjutnya dengan berkata sesuatu, namun perkataannya tidak dilanjutkan karena salah satu rantai milik Kuzzak menusuknya dari belakang.
"Cleebb"
Seketika, darah merah segar keluar dari dalam mulutnya, setelah bagian belakang tubuhnya tertusuk oleh rantai tersebut. Lalu, dengan cepat dia dilemparkan ke arah samping, sembari mencabut rantainya supaya darah yang berada di dalam tubuhnya terus mengalir.
"Bruuugghhh"
"Arrgghhh" ucap Tatsuya sambil mengeluarkan darah segar dari dalam mulutnya.
"Sungguh manusia bodoh, hanya karena berhasil mengalahkan tiruan ku, kau melemahkan pertahananmu sendiri. Sekuat-kuatnya dirimu menjadi penerusnya, kau tetap saja seorang manusia yang masih bisa merasakan rasa sakit, apalagi ketika salah satu seperti kalian mati tepat di depanmu." ejek Kuzzak dari sebuah sosok asap putih yang terlihat seperti embun pagi, lalu dengan sekejap membentuk wujudnya seperti semula.
Tatsuya hanya terdiam, setelah mendengar perkataan seperti itu. Dia lebih memilih fokus pada pemulihan tubuhnya, untuk menutup luka yang di terima dari serangan tersebut. Dalam hitungan detik, luka yang dialami olehnya sembuh berkat bantuan aura berwarna merah yang masih menyelimutinya.
__ADS_1
"Sungguh merepotkan bila berhadapan dengan manusia yang memiliki penyembuhan seperti itu. Tapi, kau tidak layak menjadi penerusnya, terlebih lagi kau selalu termakan dengan emosimu sendiri." lanjutnya dengan menilai kepribadian Tatsuya.
"Lagipula, siapa yang duluan memutuskannya, padahal sebelumnya aku tidak pernah tahu kalau akan terpilih sebagai penerusnya!" ucap Tatsuya sambil melesat ke arah Kuzzak dan bersiap untuk membalas serangannya.
"Dalam kondisimu seperti ini, hanya satu hal yang bisa melemahkanmu. Jadi akan ku tunjukkan salah satu kata kunci terkuatku!" tanggap Kuzzak sambil mengucapkan kata kuncinya.
"Illusion prison"
Seketika, cahaya yang sangat menyilaukan terjadi tepat ketika Tatsuya hendak menyerangnya, dan mau tidak mau harus berhenti sejenak karena setelah cahaya itu menghilang dia hanya melihat asap berwarna putih mengelilinginya.
"Dasar monster brengsek, dimana kau? Tampakkan dirimu bila kau masih berani menghadapiku!" teriak Tatsuya di dalam dimensi tersebut.
"Hahahaha, nikmatilah semuanya, bukankah sampai sekarang kau masih penasaran akan kematian kedua orang tuamu manusia?" ucap Kuzzak tanpa menunjukkan wujudnya.
"Deg"
Detak jantung Tatsuya langsung meningkat, setelah mendengar perkataan seperti itu. Dari dulu hingga sekarang dia selalu penasaran akan kematian yang menimpa kedua orang tuanya, ketika mereka berdua sedang bertugas di dalam portal. Tanpa disadari, seluruh tubuhnya mulai bergetar, bahkan dia hampir tidak sanggup untuk terus memegang kedua pedang darah miliknya.
"Ughhh... Kau monster sialan... Beraninya memprovokasi ku dengan kematian kedua orang tua ku! Aku tidak akan terpengaruh hanya dengan omong kosongmu itu!" jawab Tatsuya dengan mempertahankan pikirannya.
"Lalu bagaimana dengan ini!" ucap Kuzzak dengan mengeluarkan suara seperti jentikan jari.
"Ctik"
Dalam sekejap, suara tersebut mengubah ruang dimensi dan Kuzzak menunjukkan replika ulang pada saat kedua orang tuanya memasuki portal yang dikiranya itu level sepadan, namun lain pada kenyataannya.
"Ti-tidak mungkin... Itu, benar-benar mereka... Ayah dan ibuku..." ucap Tatsuya dengan perkataan terputus-putus, yang dilihatnya dari kejauhan.
"Perkataanku bukanlah sebuah omong kosong, dan sebelumnya juga ada bawahanku yang bilang, kalau semua monster saling berhubungan di dalam portal manapun. Jadi nikmatilah pertunjukannya, sampai kau benci terhadap dirimu sendiri. Hahahaha..." ucap Kuzzak tanpa menunjukkan wujudnya, lalu dia menghilang dan terus mengawasinya, karena pada saat ini Tatsuya sudah berada dalam jebakan ilusinya.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Untuk sementara update episode terbaru masih belum bisa ditentukan.)...
...Jika berkenan jangan lupa untuk dukung author dengan menekan jempol ke arah Like, Komen, Vote, Rate novel ini....
__ADS_1
...Terimakasih....