
...*Selamat Membaca*...
Perasaan janggal dalam kejadian di masa lalu mulai dirasakan oleh Tatsuya. Dia juga mulai berpikir entah hal ini sebuah kebetulan atau sengaja dilakukan sebagai bagian rencana dari dewa para monster.
Tidak lama setelah itu, suara jentikan jari untuk kedua kalinya di dengar oleh Tatsuya. Dalam sekejap dimensi tersebut berubah menjadi sebuah lapangan datar yang luas serta berwarna putih secara keseluruhan.
Hal itu sudah tidak lagi membuat Tatsuya terkejut, karena dari awal sudah mengetahui kalau dirinya itu sedang berada di dalam penjara ilusi yang dibuat oleh Kuzzak. Tanpa terduga, beberapa asap muncul di hadapan Tatsuya, lalu berkumpul dan membentuk wujud Kuzzak.
Melihat hal itu, Tatsuya langsung berdiri sambil bersiap untuk melesatkan sebuah pukulan tepat pada bagian wajahnya. Namun lagi-lagi pukulan Tatsuya tidak bisa menyentuhnya, karena Kuzzak yang berada dihadapannya bukanlah yang asli, melainkan hasil ilusi dari perkumpulan asap. Beberapa kali dia mencoba melesatkan pukulannya, namun hasilnya masih tetap sama.
"Apapun usaha yang kau lakukan, tetaplah sia-sia karena kau sudah terjebak dalam penjara ilusi buatan ku untuk selama-lamanya. Hahaha" ucap Kuzzak dengan sosok yang palsu.
"Dibawa kemana kedua orang tuaku? Apa yang akan kau lakukan terhadap mereka?" tanya Tatsuya dengan kesal.
"Tidak ada gunanya memberitahumu akan hal ini, lagian juga hal tersebut sudah direncanakan dari awal." jawab Kuzzak tanpa memberitahu keberadaan mayat kedua orang tuanya.
"Direncanakan? Apa maksudnya itu? Sejak kapan? " tanya Tatsuya sambil kebingungan dengan apa yang sudah terjadi sebelumnya.
"Semenjak kekuatan darinya (Gildash) telah diwariskan kepadamu, kau sudah ditargetkan oleh pemimpin kami, begitu pula dengan keluargamu dan semua manusia yang punya hubungan dekat denganmu." jawab Kuzzak dengan menjelaskan sedikit dari rencananya.
"Ja-jadi, semua ini bukanlah kebetulan, melainkan sudah direncanakan sejak awal." ucap Tatsuya sambil bertekuk lutut dihadapan Kuzzak dan dipenuhi dengan perasaan bersalah.
Melihat Tatsuya sudah tenggelam pada rasa bersalah, Kuzzak terus menerus berbicara dan menyudutkannya supaya dia menyesal telah menjadi penerus dari penguasa kegelapan.
"Arrrggghhhh" teriak Tatsuya sambil memegang kepalanya dengan air mata yang terus bercucuran akan penyesalannya karena sudah menjadi orang terpilih, dan menjadi malapetaka bagi keluarganya beserta semua orang didekatnya.
Untuk menambah dirinya semakin tenggelam lebih dalam lagi, Kuzzak menjentikkan jarinya namun dimensi tersebut tidak berubah sedikitpun, akan tetapi muncul beberapa asap tebal dan perlahan-lahan menjadi sebuah sosok yang dia kenal. Sosok tersebut berwujud seperti ayahnya, dengan tampilan dilumuri darah berwarna merah yang keluar dari dalam tubuhnya.
__ADS_1
Saking terkejutnya, Tatsuya tidak bisa berkata apa-apa dan dia malah menyodorkan kedua tangannya dengan niat untuk memegang wajah ayahnya. Kali ini dia dapat merasakan wajah dari nya meski terasa sangat dingin, karena sudah lama meninggal.
"Kenapa? Kenapa kamu tidak datang untuk menolong kami berdua? Kenapa Tatsuya, kenapa?" tanya ayahnya dengan mendesaknya.
"A-ayah, waktu itu aku tidak tahu kalau hal seperti ini akan terjadi. Maafkan aku ayah." jawab Tatsuya sambil meneteskan air matanya.
Tidak lama setelah itu, sosok lain muncul dengan berwujud wajah ibunya dan kondisinya sama persis dengan ayahnya Tatsuya.
"Apakah kamu sengaja tidak menolong kami di waktu itu?" tanya ibunya tepat berada di sampingnya.
"Tidak ibu... Aku sama sekali tidak berpikiran seperti itu, waktu itu... Aku... Aku tidak punya kekuatan yang cukup untuk melindungi kalian berdua." jawab Tatsuya sambil menatap wajah ibunya.
"Lalu, bagaimana denganku Tatsuya? Apakah kau sengaja membiarkanku mati?" tanya Mikha dan secara tiba-tiba muncul di samping kanannya.
"Mi-Mikha..." panggil Tatsuya dengan nada lemah. "Ma-mana mungkin, aku membiarkanmu mati, aku... Aku..." lanjutnya dengan nada putus-putus, namun perkataanya di sela oleh Mikha.
"Buktinya, kamu tidak bisa menolongku meski dirimu sudah kuat sampai sekarang. Ini semua adalah kesalahanmu sendiri yang tak bisa melindungi orang yang kamu sayangi termasuk aku teman masa kecilmu." sela Mikha dengan menyalahkan Tatsuya atas kejadian ini.
Seketika Tatsuya memegang kepalanya sendiri, karena perkataan dari kedua orang tuanya dan juga Mikha terus menerus terucap. Dia terus menerus meminta maaf, namun tetap saja permintaan maafnya tidak ditanggapi oleh mereka.
"Sungguh, maafkan aku, maafkan aku atas apa yang sudah menimpa kalian semua... Aku sungguh-sungguh minta maaf atas semuanya..." jawab Tatsuya sambil menundukkan kepalanya.
"Apa yang sudah terjadi sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Kau sengaja membiarkan mereka mati dan hal itu sama saja dengan kau yang telah membunuh mereka oleh tindakanmu sendiri." ucap Kuzzak dengan terus memojokkan Tatsuya sampai benar-benar mati di dalam penjara ilusi dengan rasa penyesalan yang sangat besar. "Penebusan atas perbuatan mu ini hanyalah kematian. Jadi kau tidak perlu lagi memberontak dan temani lah mereka. " lanjutnya sambil membujuk Tatsuya supaya menginginkan kematian dengan segera.
Tidak lama setelah itu, kedua orang tuanya beserta Mikha dalam wujud palsu memeluk tubuh Tatsuya, lalu menariknya ke dalam sebuah lubang berwarna hitam secara perlahan-lahan. Tanpa memberontak, Tatsuya dengan senang hati menemani mereka asalkan perbuatannya itu bisa termaafkan.
"Ya benar, seperti itulah seharusnya. Bila kau sudah mati tidak ada lagi hambatan bagi pemimpin kami. Hahahaha..." gumam Kuzzak dengan sangat senang.
__ADS_1
Disisi lain...
Mozark beserta yang lainnya sudah tiba di tempat Tatsuya, namun mereka sama sekali tidak melihat satu monster pun di sekelilingnya. Akan tetapi bekas dari pertarungan tampak jelas dan terjadi di sekitar area tersebut. Mozark menduga kalau Tatsuya telah membunuh puluhan ribu monster, tapi entah kenapa tidak terdengar sedikitpun suara dari pertarungan.
Tanpa sengaja, Tasya melihat sebuah sinar yang cukup menyilaukan dari kejauhan, lalu dia segera mengucapkan kata kuncinya dan menciptakan sebuah sniper dengan scope yang bisa melihat jauh.
"Tasya, apa yang ingin kau lakukan?" tanya Muzan karena secara tiba-tiba dia mengucapkan kata kuncinya.
"Aku hanya ingin memastikan." jawab Tasya dengan singkat, lalu dia mulai melihat dengan scope nya.
Seketika, Tasya sangat terkejut kalau cahaya tersebut berasal dari tubuh Tatsuya yang di kekang oleh beberapa rantai. Di dekatnya pun dia melihat Kuzzak yang sedang berdiri tepat dihadapannya, dan bersiap untuk melakukan sesuatu.
"Ti-tidak, itu tidak boleh terjadi." ucap Tasya dengan perkataan sedih.
"Sebenarnya apa yang kau lihat? Apakah itu adalah Tatsuya?" tanya Muzan.
"Iya, benar... Kita harus segera kesana untuk menolongnya, karena sekarang Tatsuya telah berada dalam genggaman monster itu." jawab Tasya sambil meneteskan air matanya.
"Baiklah tunjukkan jalannya, kita akan segera pergi ke tempatnya." pinta Mozark dengan segera.
Kemudian mereka semua langsung pergi secepatnya ke tempat tersebut, karena kondisi seperti ini sangat genting dan pernah terjadi juga di masa lalu Mozark. Ketika sudah berada dalam genggaman Kuzzak, maka tidak ada seseorang pun yang bisa menghentikannya, seperti yang sudah di alami oleh kedua orang tuanya.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Untuk sementara update episode terbaru masih belum bisa ditentukan.)...
__ADS_1
...Jika berkenan jangan lupa untuk dukung author dengan menekan jempol ke arah Like, Komen, Vote, Rate novel ini....
...Terimakasih....