
...*Selamat Membaca*...
Pengintaian dari atap gedung yang dilakukan oleh Rena, membuat dirinya sangat penasaran akan sesuatu yang disembunyikan oleh Tatsuya. Beberapa detik ketika Rena memfokuskan kembali pengintaiannya, dari kejauhan dia melihat semua guild bergerak ke arah yang sama dari berbagai arah.
Hal ini tentu saja membuatnya sangat terkejut, karena mereka berjalan ke tujuan yang sama yakni ke arah gedung dimana dirinya berada. Tanpa membuang banyak waktu, Rena segera mengabari Tatsuya kembali lewat alat komunikasi miliknya.
"Dred... Dred... Dred..."
"Tatsuya, sepertinya ada sesuatu yang berbunyi dalam sakumu!" ucap Tasya yang sedang berdiri di dekatnya.
"Ahh... Ya, aku akan mengangkatnya dulu. Kamu lanjutkan dulu bersama yang lain, aku pergi ke tempat sepi dulu karena disini cukup berisik." ucap Tatsuya sambil berjalan ke sudut ruangan.
Melihat Tatsuya berperilaku seperti itu, membuat Tasya merasa ada sesuatu yang disembunyikan olehnya. Dia ingin sekali menanyakannya, namun Tasya mengurungkan niatnya karena tidak ingin mengganggu urusannya.
Setelah Tatsuya berada di sudut ruangan yang cukup jauh dari keramaian, dia langsung mengangkat komunikasi dari Rena.
"Ada apa kamu menghubungiku? Padahal aku baru saja berbicara denganmu beberapa menit yang lalu." tanya Tatsuya dengan senang.
"Jangan terlalu banyak bercanda denganku! Katakan padaku sekarang apa yang sedang terjadi? Mengapa semua guild menuju ke tempat ini?" tanya Rena dengan nada tinggi dan penuh kemarahan.
"Ternyata mereka semua sangat cepat untuk memutuskan arah tujuan mereka." gumam Tatsuya dalam hatinya sambil tersenyum lebar. "Bila kamu ingin mengetahuinya, kemungkinan besar mereka semua sedang mencariku dengan suatu alasan yang logis." lanjutnya dengan menjawab pertanyaan yang ingin diketahui oleh Rena.
"Berikan aku penjelasan yang lebih jelas mengenai hal ini!" pinta Rena dengan tegas.
"Sudah kubilang, nanti juga kamu alam mengetahuinya. Amati terus setiap pergerakan mereka dan kalau bisa perkirakan jumlah yang mengarah ke tempat ini." pinta Tatsuya tanpa memberikan penjelasan yang lebih lanjut.
"Cihhh... Aku baru melihat 2 ketua guild terbesar yang sedang menuju kemari, bersama dengan anggotanya lebih dari 50 orang." jawab Rena sambil mengamati mereka.
"Tetaplah disana dan perhatikan setiap langkah kecil yang dilakukan oleh mereka." pinta Tatsuya.
Beberapa saat setelah Tatsuya berbicara seperti itu, seketika Rena merasakan seseorang yang sedang mengamatinya dari gedung lain. Dengan spontan, Dia langsung mengecek tiap atap gedung untuk mencari seseorang yang sedang mengamatinya.
__ADS_1
"Sepertinya ini hanya perasaanku saja." gumam Rena sambil menurunkan senjatanya.
Tidak lama setelah itu perhatian Rena teralihkan oleh alat komunikasi miliknya, karena Tatsuya dari tadi terus memanggilnya.
"Ahh... Maaf barusan ada sedikit kendala." ucap Rena pada Tatsuya.
"Hmm... Tumben sekali kamu meminta maaf kepadaku." ucap Tatsuya dengan senang.
Seketika raut wajah Rena sedikit memerah, karena dia telah berkata yang tidak seharusnya di ucapkan pada Tatsuya.
"Dasar kau bodoh, jangan ganggu aku lagi ketika sedang menjalankan tugas pengintaian." ucap Rena dengan nada tinggi sambil mematikan alat komunikasinya. "Ahh... Dasar bodoh, mengapa aku meminta maaf pada lelaki seperti dia dan terlihat seperti aku yang melakukan kesalahan." lanjutnya dalam hatinya dengan sangat kesal.
***
Disisi lain, mengenai seseorang yang sedang melakukan pengintaian di setiap atap gedung, keberadaannya benar-benar ada. Orang tersebut langsung menghubungi ketua dari guild Golden Tiger, untuk menyampaikan apa yang sudah dilihatnya lewat alat komunikasi miliknya.
"Ketua, aku melihat seorang wanita yang berada di atap dan terlihat sedang mengamati daerah sekitar. " ucap orang tersebut sambil bersembunyi di dekat cerobong udara.
"Dilihat dari pakaian yang dikenakan olehnya tanpa memakai atribut, kemungkinan besar wanita itu bukan salah satu dari kita ketua." jawab orang tersebut sambil memperhatikan kembali Rena dengan scope yang berada pada senjatanya.
Mendengar penjelasan seperti itu dari salah satu anggotanya, membuat Tommy berpikir keras mengenai keberadaannya di atap gedung tersebut. Karena dia tidak terlalu suka berpikir terlalu lama, Tommy langsung meminta pendapat dari Steven yang sedang bersama dengannya.
"Seperti yang kau dengar barusan, bagaimana pendapatmu mengenai keberadaan wanita itu Steven?" tanya Tommy sambil menoleh pada Steven yang sedang duduk di dalam ruangan VIP, di gedung tempat salah satu bawahannya mengintai.
"Apakah kau sangat bodoh Tommy?" tanya balik Steven sambil berdiri dari kursinya. "Keberadaan wanita itu sudah jelas membuktikan, kalau dia sedang mengamati kita semua dan besar kemungkinan dia adalah salah satu dari bawahan bocah itu." lanjutnya dengan menjawab pertanyaan Tommy.
Sejenak Tommy terdiam untuk mencerna perkataan dari Steven.
"Berarti sudah dipastikan kalau bocah yang bernama Tatsuya berada di gedung itu." ucap Tommy dengan mengira-ngira.
"Responmu sangat lambat! Cepat perintahkan bawahanmu untuk menembak wanita itu, dan pastikan mati dalam satu tembakan." pinta Steven dengan senyum lebar.
__ADS_1
"Tunggu dulu Steven! Bukankah petinggi akademi sudah bilang, kalau kita harus menangkap mereka hidup-hidup. Jadi..." ucap Tommy namun perkataannya tidak dilanjutkan, karena baju miliknya ditarik oleh Steven.
"Kreepp"
"Kau masih belum mengerti juga dengan apa yang aku maksud. Bila wanita itu terus mengamati semua orang dari setiap guild, dan orang-orang kita sudah berada dekat dengan gedung itu. Kemungkinan besar bocah itu memiliki persiapan untuk melawan kita ataupun kabur dari penyergapan. Apakah kau mengerti sekarang?" tanya Steven dengan raut wajah kesal.
"Cihh... Baiklah aku mengerti." jawab Steven.
Kemudian Steven melepaskan genggaman tangannya, dan meminta pada Tommy untuk segera melakukan perintah yang ditujukan pada bawahannya. Sesuai dengan perkataan Steven, dia memerintah bawahannya itu untuk menembak wanita tersebut hingga mati dalam satu kali tembakan.
Perintah itu sudah diterima oleh salah satu anggotanya, dan dia kembali membidik Rena yang berada di atap gedung lain. Akan tetapi wanita itu tidak terlihat olehnya, pada saat mengarahkan bidikannya kembali ke semula.
"Apa? Dimana dia?" gumam orang tersebut dalam hatinya sambil mengarahkan senjatanya pada sudut lain. Tanpa terduga, Rena melambaikan tangan setelah orang tersebut melihatnya. "Celaka, aku sudah ketahuan. Aku harus..." lanjutnya, namun perkataannya tidak dilanjutkan, karena Rena menarik pelatuknya dengan cepat.
"Dorrrr"
Suara tembakan terdengar cukup kerasa, karena senjata sniper milik Rena tidak memakai alat peredam. Peluru tersebut mengarah tepat pada lengan kanan orang dari guild Tommy, dan membuat dirinya tidak bisa membalas tembakannya.
"Akhhh... Wanita sialan." ucap orang tersebut sambil menahan rasa sakitnya dan kembali bersembunyi.
Dengan sengaja Rena tidak menembak mati orang tersebut, dan hanya menjadikan hal ini sebuah peringatan padanya, karena sudah mengamatinya secara diam-diam.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Author akan mengusahakan untuk update episode terbaru setiap hari pada pukul 22.00 WIB.)...
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....
...Terimakasih 🙏...
__ADS_1