Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#28 Dimulainya Pergerakan Dari 4 Guild Besar


__ADS_3

...Hallo teman-teman, bagaimana kabar kalian semua? semoga kalian baik-baik saja dimanapun berada. 🙏😇...


...Mohon maaf baru bisa up kembali, serta maaf juga telah ingkar janji pada pertengahan bulan sebelumnya, dikarenakan banyak hal yang harus dilakukan dalam dunia nyata....


...Semoga untuk kedepannya tidak terjadi hal seperti ini lagi, dan saya ucapkan banyak terimakasih sudah mendukung karya yang dibuat oleh saya. 🙏🙏🙏...


...*Selamat Membaca*...


Penembakan yang dilakukan oleh Rena sama sekali tidak membuat orang itu mati, melainkan dia memberi peringatan atas pengintaian terhadap dirinya secara sembunyi-sembunyi dan dengan sengaja menodongkan senjata kepadanya.


Hal ini tentu saja membuat Steven sangat marah, karena bisa-bisanya kalah dengan wanita. Lalu dia malah menyalahkan Tommy dengan alasan kurangnya pelatihan pada semua anggotanya.


"Bisa bisanya dia kalah dengan wanita, apakah kau memanjakan setiap anggotamu?" tanya Steven dengan raut wajah yang sangat kesal.


"Dia adalah anggota yang baru saja aku rekrut, jadi wajar saja gagal dalam menjalankan tugas untuk pertama kalinya. Alangkah lebih baik kita membahas dulu mengenai rencana selanjutnya, supaya bocah sialan itu tidak kabur kemana-mana." jawab Tommy dengan tenang, serta mengalihkan pembicaraan pada rencana.


.


"Cihhh..." ucap Steven dengan menenangkan pikirannya, karena perkataan dari Tommy ada benarnya. "Apa boleh buat bila sudah seperti ini, dan sungguh berat bagiku untuk bekerja sama dengan yang lain." lanjutnya dengan berpikir untuk memberitahu keberadaan Tatsuya pada yang lainnya.


"Bila tebakanku benar, apakah kamu ingin bekerja sama dengan guild yang lainnya?" tanya Tommy.


"Benar, tapi aku ingin yang bekerja sama dengan kita hanyalah Kazima dan Leonard." jawab Steven dengan tegas.


"Lalu apa yang akan kita perbuat bila guild lain ikut campur dalam masalah ini? Terlebih lagi bila digabungkan jumlah mereka 3x lipat dibandingkan dengan anggota kita berdua?" tanya Tommy.


"Semua level orang bodoh itu berada dibawah semua anggota kita berdua, jadi sudah dipastikan mereka tidak akan berbuat macam-macam." jawab Steven dengan membanggakan dirinya dan anggotanya.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu, Steven mulai menghubungi Mozark terlebih dahulu sebelum dia memberitahukan keberadaan Tatsuya pada yang lainnya. Hal ini dia lakukan guna untuk menyetujui rencananya, dan tidak memperbolehkan guild lemah ikut campur.


Di dalam pembicaraan tersebut, dia menceritakan inti dari informasi secara langsung pada Mozark, bahwa keberadaan Tatsuya sudah diketahui olehnya serta tidak jauh dari tempatnya. Dia juga menceritakan mengenai situasinya sekarang, kalau ada satu orang yang terluka akibat ditembak ketika sedang mengawasi area sekitar di atap gedung.


Mendengar penjelasan dari Steven, Mozark menyimpulkan kalau wanita tersebut termasuk salah satu anggota Tatsuya. Hal ini dikarenakan wanita tersebut langsung menembak tanpa berkomunikasi terlebih dahulu.


Dengan spontan Mozark langsung melacak keberadaan Steven beserta yang lainnya, dan dia juga meminta untuk mengepung tempat keberadaan Tatsuya, serta jangan melakukan apapun sebelum dia datang ke tempat tersebut.


Akan tetapi, Steven menolak perintah tersebut karena hal ini sama saja memberikan waktu kepadanya untuk bersiap-siap ataupun yang lebih parahnya melarikan diri dari tempat tersebut. Dia lebih memilih bergerak langsung untuk mengepung tempat tersebut bersama 3 ketua guild lainnya (Tommy, Leonard, Kazima).


Ket : Cecilia tidak mengikuti pencarian Tatsuya karena sedang mengurung diri di kediamannya, akibat masih syok oleh perkataan Mozark.


Sesaat Mozark berpikir mengenai perkataan yang keluar dari pikiran Steven, lalu dia beranggapan kalau perkataan darinya sangat benar, terlebih lagi guild lain yang berada di bawah level 60 tidak mungkin bisa menghadapi Tatsuya.


Kemudian Mozark menyetujui permintaan dari Steven, asalkan dia tidak melakukan hal yang dapat menimbulkan kekacauan, karena Mozark memiliki rencana untuk memberikan perintah penangkapan yang akan disampaikan di media sosial. Dengan spontan Steven menyetujui apa yang diperintahkan olehnya, lalu dia menutup alat komunikasinya.


"Hahaha... Tentu saja keinginanku dipenuhi olehnya. Untuk sekarang kita akan segera bergerak menuju gedung itu dan kamu segera hubungi Leonard dan Kazima. Katakan pada mereka kalau keberadaan Tatsuya sudah diketahui." jawab Steven sambil berdiri dari tempat duduknya dan memberikan perintah pada setiap anggotanya untuk bergerak.


Tidak lama setelah itu, Tommy melakukan apa yang diminta oleh Steven. Dia mulai menghubungkan alat komunikasi miliknya pada Leonard dan Kazima.


Ket : Sebelumnya alat komunikasi ini dapat menghubungkan pada semua orang, namun berkat teknologi canggih yang berada di dalamnya secara otomatis alat komunikasi tersebut menutup pembicaraan selain kedua orang yang dimaksud. Hal dikarenakan karena kata sandinya sama dengan nama dari setiap ketua guild.


"Kazima, Leonard. Apakah kalian berdua bisa mendengarku?" lanjutnya dengan bertanya pada mereka berdua.


"Ya aku bisa mendengarmu." jawab Kazima yang berada di lokasi sebelah timur.


"Ada apa kau memanggilku?" tanya balik Leonard yang berada di lokasi sebelah barat.

__ADS_1


"Kami sudah mengetahui keberadaan bocah kurang ajar itu, dan dia sekarang sedang berada di dalam gedung yang tidak jauh dari tempat kami." jawab Tommy dengan memberitahukan kalau dirinya sedang bersama Steven.


Seketika mereka berdua terkejut, setelah mendengar kalau keberadaan Tatsuya sudah diketahui. Dengan spontan Leonard mendesak Tommy untuk segera mengatakan dimana Tatsuya berada.


"Cepat beritahu lokasinya sekarang padaku! Aku sudah tidak sabar untuk menuntaskan urusanku dengannya." pinta Leonard dengan tidak sabaran dan dipenuhi amarah yang meluap.


"Aku akan memberitahukan keberadaannya, namun kamu jangan bergerak terlebih dahulu sebelum kita berempat tiba di lokasi." jawab Tommy dengan meminta untuk tidak terburu-buru dalam bertindak.


"Bila kau memang mengetahuinya, tidak usah berbasa-basi lagi! Cepat katakan padaku sebelum bocah sialan itu pergi dari sini!" pinta Leonard dengan nada tinggi.


"Tenanglah Leonard, jangan terus menerus mendesaknya. Kita berdua tahu kalau perkataan Tommy intinya mengajak kita untuk bekerja sama dalam menghadapi Tatsuya dan orang-orang yang berada disekitarnya. Bukankah benar seperti itu?" sela Kazima dengan bertanya.


"Ya benar, itulah yang aku maksud." jawab Tommy.


Tidak lama setelah perbincangan dalam alat komunikasi untuk menenangkan Leonard, dengan segera Tommy memberitahukan lokasi keberadaan Tatsuya kepada mereka berdua.


Tanpa diduga lokasi gedung tersebut hanya berjarak sekitar 5km dari tempat mereka berdua, dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai. Hal ini tentu saja membuat Leonard sangat senang, karena dia bisa segera membalaskan dendamnya pada Tatsuya atas perlakuan terhadap anaknya.


"Saat-saat yang aku tunggu ternyata sudah tepat pada waktunya. Tunggulah bocah sialan, hari ini semua penghinaan akan aku kembalikan padamu berlipat-lipat ganda dan akan kubuat kau cacat dalam sisa hidupmu." gumam Leonard dalam hatinya dengan tersenyum lebar.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...(Author akan mengusahakan untuk update episode terbaru setiap hari pada pukul 22.00 WIB.)...


...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....

__ADS_1


...Terimakasih 🙏...


__ADS_2