Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#62 Keputusan Yang Diambil Oleh Tatsuya


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Pada akhirnya, serangan terakhir dari Tasya membuahkan hasil. Dengan peluru yang dilapisi aura berwarna biru muda, dia berhasil membuat retakan yang cukup besar pada kepala Kuzzak. Akan tetapi karena hal itu menguras mana poin miliknya, senjata yang berada di tangannya hilang seketika.


"Hah... Hah... Hah... Akhirnya... Aku berhasil membuat sedikit celah..." ucap Tasya dengan nafas terengah-engah, lalu dia terjatuh dalam posisi duduk karena mana poinnya mencapai titik 0.


Sungguh menyakitkan efek dari mana poin habis, dan pandangannya mulai kabur. Namun Tasya berusaha untuk menahan kesadarannya, karena apabila ia jatuh pingsan maka akan merepotkan bagi semua orang.


Disisi lain, Kuzzak tidak menyangka kalau kulitnya itu bisa retak hanya dengan peluru yang secara terus menerus ditembakkan pada satu titik. Hal ini tentu saja membuat dirinya sangat marah, dan kini dia menargetkan Tasya untuk membalaskan apa yang telah diperbuat olehnya.


"Arrggghh... Sialan kau manusia!" teriak Kuzzak dengan sangat marah, lalu dia melepaskan semua rantai yang membelenggu Tatsuya dan mengalihkannya pada Tasya.


"Swossshhh"


Semua orang yang melihat hal tersebut, berteriak memanggil namanya serta menolongnya dari incaran rantai tersebut. Mozark yang berada di dekatnya hendak membawa Tasya pergi menjauh, namun kecepatan serangan dari rantai nya itu sangat cepat, sehingga bagian tubuhnya terkena salah satu rantai milik Kuzzak


"Buukkkk"


Dalam sekejap, Mozark terlempar cukup jauh hingga membentur beberapa tumpukan puing-puing bangunan.


"Blarr... Blarr... Blarr..."


Muzan dan yang lainnya juga berusaha untuk mendekati Tasya, namun hal itu di cegah oleh semua rantai milik Kuzzak dan mereka mengalami hal yang sama seperti Mozark.


"Aku tidak akan membiarkanmu berbuat seenaknya monster sialan!" teriak Kazima yang masih berada di tempatnya, lalu memusatkan pertahanan disekitar Tasya. Seketika aura berwarna emas yang menyelimuti tubuh Tasya, kini mulai melebar dan terlihat seperti kubah.


"Sadarilah posisimu manusia! Perlindungan semacam ini tidak ada apa-apanya!" teriak Kuzzak dengan memberikan serangan yang dahsyat, sehingga pertahanan yang di buat oleh Kazima hancur berkeping-keping.


"Praaaankkkk"


"Apa? Tidak mungkin... Arggghh" ucap Kazima dengan terkejut, namun beralih pada teriakan rasa sakit karena dia juga terkena serangan dari rantai milik Kuzzak dan terpental lebih jauh dibandingkan dengan yang lain. Akibatnya beberapa tulang rusuknya patah dan tidak bisa berdiri kembali.


"Sekarang tidak ada seorangpun yang bisa menghentikanku!" ucap Kuzzak sambil mengarahkan semua rantai miliknya untuk membelenggu Tasya yang masih berada di tempatnya.


"Kreeepp"


Tidak ada hal yang bisa dilakukan olehnya, karena pada saat ini Tasya sedang mengalami efek samping akibat kehabisan mana. Seluruh tubuhnya sangat lemas, namun dia tetap mempertahankan kesadarannya meski dalam keadaan bahaya.


Perlahan-lahan lilitan dari rantai tersebut semakin lama semakin kuat, sampai-sampai Tasya sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya dan akhirnya berteriak dengan sangat histeris.


"Tasya!" panggil Muzan dengan berusaha bangkit kembali dalam kondisi salah satu tangannya terkilir serta tidak bisa digunakan. "Monster sialan! Lepaskan adikku!" lanjutnya sambil berlari dengan membawa salah satu pedangnya.


"Berisik kau manusia!" teriak Kuzzak sambil menyerangnya menggunakan rantai yang membelenggu Tasya.

__ADS_1


"Buuukkk"


Serangan tersebut memberikan dampak yang cukup besar pada tubuh Tasya, karena tekanan dari tabrakan dengan kakaknya membuat salah satu lengannya patah.


"Kraaakkk"


Tasya lagi-lagi berteriak dengan sangat histeris, namun dia tetap menahan dirinya supaya tetap sadar. Dia juga sempat menoleh Tatsuya yang tergeletak tidak jauh darinya, sambil memohon untuk segera sadar.


"Tat... Su... Ya..." panggil Tasya dengan keadaan penglihatannya yang sudah mulai kabur.


"Sampai seperti inipun, kau masih saja bisa bertahan. Itu cukup bagus bagi buah yang masih belum matang. Tapi ketahuilah kalau dia sama sekali tidak akan bisa mendengarmu bicara, dan sebentar lagi dia akan mati dilahap oleh penyesalannya sendiri. Hahaha..." ucap Kuzzak dengan memberitahu akan kondisi yang dialami oleh Tatsuya sekarang.


Mendengar perkataan seperti darinya, Tasya akhirnya memejamkan matanya tapi dalam keadaan masih sadar. Di dalam pikirannya, Tasya sangat menyesal karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan Tatsuya.


"Setelah sekian lamanya, aku tetap saja tidak berguna bagimu Tatsuya. Ketika aku dalam bahaya kau selalu ada untuk menyelamatkan ku, tapi ketika kamu sedang dalam bahaya, aku sama sekali tidak bisa menyelamatkanmu dan malah menjadi beban semua orang." gumam Tasya dalam hatinya dengan menyesal dan disertai air mata yang secara tiba-tiba menetes.


Sementara itu di dalam penjara ilusi...


Lebih dari setengah badannya mulai masuk ke dalam lubang berwarna hitam. Sedikit demi sedikit dia terus tertarik kedalamnya oleh wujud kedua orang tua dan Mikha. Sampai pada akhirnya Tatsuya mulai memejamkan kedua matanya, karena kini tinggal bagian leher ke atas yang belum tenggelam.


"Sungguh lemah." ucap seseorang secara tiba-tiba dan terdengar sangat jelas.


Mendengar perkataan seperti itu, Tatsuya langsung membuka matanya kembali dan dia sangat terkejut karena berbeda dengan ruangan sebelumnya.


"Kau sungguh lemah, meskipun sudah mendapatkan kekuatan dari penguasa kegelapan." jawab sosok tersebut yang berasal dari dalam penjara.


"Darimana kau mengetahui hal itu? Dan sekarang aku berada dimana?" tanya Tatsuya sambil menatap ke arah ruangan tersebut.


"Tentu saja aku selalu berada di dalam hatimu, jadi apapun yang kau lakukan atau yang kau alami, semuanya aku ketahui. Dimana lagi kalau tidak di alam kesadaranmu sendiri, Tatsuya." jawab sosok tersebut dari dalam penjara.


"Jadi kau tidak ada bedanya dengan Gildash, yang selalu muncul tiba-tiba?" tanya Tatsuya yang tidak pernah mengetahuinya, apalagi sosok tersebut selalu berada di dalam hatinya.


"Jangan samakan aku dengan makhluk rendahan itu!" teriak sosok tersebut dan teriakannya memeberikan tekanan yang hebat dalam sesaat.


"Uggghhh..." ucap Tatsuya dengan terkejut, dan ketika keadaan sudah normal dia kembali berbicara. "Kembalikan aku ke tempat yang tadi." lanjutnya dengan memohon.


"Untuk apa kau harus kembali kesana? Disini kau mempunyai banyak waktu dan juga bila kembali kau hanya akan mati" jawab sosok tersebut.


"Ya aku tahu akan hal itu, tapi aku lebih memilih mati daripada harus ada korban berjatuhan lagi terutama orang yang sangat aku sayangi. Jadi kuminta, kembalikan aki sekarang!" pinta Tatsuya dengan segera.


"Sebegitunya kau ingin mati, karena sudah mengalami hal seperti itu. Lalu bagaimana mengenai janji dengan kekasihmu itu hah? Kalau tidak salah namanya adalah..." ucap sosok tersebut namun perkataannya disela oleh Tatsuya.


"Cukup!" sela Tatsuya sambil memegang besi dari ruangan penjara tersebut. "Kalau kau sebutkan namanya, aku akan..." lanjutnya, namun perkataannya itu balik disela oleh sosok tersebut.

__ADS_1


"Akan apa hah? Aku hanya ingin memberitahu kan kalau dia sedang berada di dalam genggaman makhluk rendahan ini, dan kemungkinan besar sebentar lagi akan mati." sela sosok tersebut dengan memberitahu kondisi Tasya.


"A-apa? Tidak mungkin hal itu terjadi, aku sudah menyuruhnya untuk pergi menjauh." ucap Tatsuya dengan bertekuk lutut di depan penjara tersebut.


"Aku mengetahui segalanya, jadi mana yang akan kau pilih Tatsuya. Kembali ke tempat yang tadi untuk mati atau kembali untuk menyelamatkan kekasihmu?" tanya sosok tersebut dengan memberikan dua pilihan.


Sejenak Tatsuya terdiam untuk memikirkan pilihannya. Dia sebenarnya ingin mati supaya kedepannya tidak ada lagi korban yang ditargetkan oleh dewa dari para monster. Namun bila kejadian ini sudah terjadi apalagi mengenai Tasya, dia memilih untuk tetap hidup dan menanggung semua beban di pundaknya.


"Meskipun aku kembali, tetap saja kekuatanku tidak cukup untuk mengalahkannya. Tapi aku juga tidak ingin Tasya mati, jadi aku harus bagaimana sekarang?" tanya Tatsuya dengan nada tinggi.


"Masalah kekuatan tidak usah dipikirkan, karena aku akan meminjamkan kekuatanku kepadamu meski tidak sepenuhnya." jawab sosok tersebut.


"Dibalik ini, pasti kau mempunyai tujuan bukan?" tanya Tatsuya dengan sangat curiga.


"Ya benar aku punya sebuah tujuan, oleh karena itu aku memilihmu karena tertarik dengan emosi yang kau miliki. Jadi katakanlah pilihanmu sekarang juga manusia!" jawab sosok tersebut dengan meminta jawaban atas pertanyaannya.


"Baiklah, aku akan memilih..." ucap Tatsuya.


Kembali lagi pada dunia nyata...


Kondisi yang di alami oleh Tasya, kini sudah mengancam nyawanya. Dia sudah tidak bisa lagi merasakan tangan dan kakinya, karena belenggu dari rantai milik Kuzzak semakin erat.


"Hahaha... Aku akan membunuhmu dengan perlahan, karena kau begitu menyebalkan dari seorang buah yang belum matang." ucap Kuzzak dengan tertawa.


"Sial.. Aku tidak bisa bergerak." ucap Muzan sambil menatap adiknya yang sedang menderita.


"Begitu juga denganku, mungkin beberapa tulangku patah akibat serangan itu." sambung Rena. "Kalau seperti ini, Tasya benar-benar akan..." lanjutnya, namun perkataannya terhenti karena mendengar suara detak jantung yang cukup keras.


"Degdeg... Degdeg... Degdeg..."


Suara dari detak jantung tersebut semakin lama semakin kencang, dan hal ini berasal dari Tatsuya. Sedikit demi sedikit hempasan angin terhempas ke semua arah dan pusatnya dari tubuh Tatsuya.


"Tat.. Su.. Ya..." panggil Tasya dengan nada terputus-putus dan akhirnya dia tidak sadarkan diri.


"Aaaaaarrrrrrghhhhg" Teriak Tatsuya dengan sangat keras sambil memancarkan halilintar berwarna hitam ke atas langit, dan juga memberikan tekanan yang sangat besar pada wilayah tersebut.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...(Untuk sementara update episode terbaru masih belum bisa ditentukan.)...


...Jika berkenan jangan lupa untuk dukung author dengan menekan jempol ke arah Like, Komen, Vote, Rate novel ini....

__ADS_1


...Terimakasih....


__ADS_2