Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#91 Berkunjung Ke Markas Pusat


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Setelah urusannya selesai dengan keluarga Xianlong, Tatsuya beserta semua orang kembali pada kediamannya masing-masing. Tak lupa dia menurunkan kakeknya pada kediamannya sendiri, namun Tatsuya tidak memiliki cukup waktu untuk singgah meski cuma sebentar.


"Sungguh kejam sekali sifatmu itu Tatsuya." ucap Kazim dengan sedikit bersandiwara kalau dirinya merasa sedih.


"Hentikan itu kakek, aku sudah bukan anak kecil yang selalu dimanjakan oleh keluarga." pinta Tatsuya dengan tegas, karena mengetahui kalau Kazim hanya berpura-pura merasa sedih.


"Hahaha... Maafkan aku, tapi perasaan senang atas panggilan mu terhadapku bukanlah suatu kebohongan." ucap Kazim sambil tersenyum kepadanya. "Mampir lah kapan-kapan bila ada waktu, baik dalam kediamanku ataupun akademi." lanjutnya sambil melambaikan tangannya dan berjalan masuk ke dalam kediamannya.


"Ya, kakek." jawab Tatsuya dengan membalas senyuman dari kakek angkatnya.


Kemudian, Tatsuya beserta semuanya melanjutkan kembali perjalanannya menuju kediaman Cecilia, dan di tempat itulah mereka berpisah untuk sementara menuju kediamannya masing-masing. Tatsuya sebagai ketua dalam organisasi itu, memberikan waktu satu minggu bagi mereka yang ingin beristirahat, dan apabila ingin lebih harus memberikan sebuah alasan yang jelas.


Dengan spontan, semua orang yang berniat pulang menyetujui permintaannya itu dan mereka langsung pergi ke tujuannya masing-masing. Kini hanya tersisa beberapa orang saja yang masih bersama Tatsuya, karena diantara mereka ada yang tidak punya tempat untuk kembali pulang.


"Sekarang, kita akan pergi kemana Tatsuya?" tanya Tasya sambil menatap wajahnya.


"Tak masalah bila kalian semua tinggal di dalam kediamanku. Dengan senang hati akan kuterima kalian semua, terlebih lagi kita kan sudah menjadi keluarga." jawab Cecilia dengan sebuah saran.


"Tidak, ku sarankan kamu juga harus beristirahat selagi kondisi wilayah ini aman untuk sementara waktu. Belum tahu nanti kita akan berhadapan dengan masalah seperti apa, jadi gunakanlah waktu ini sebaik mungkin." tanggap Tatsuya dengan memutuskan untuk tinggal di tempat lain, serta memberikan saran istirahat untuk Cecilia.


"Kalau begitu, kalian akan tinggal dimana? Apakah di kediaman sebelumnya yang terletak di atas bukit itu?" tanya Cecilia yang mengira kalau tujuannya kesana.


"Sepertinya aku akan mengunjungi markas baru yang terletak di wilayah ibukota, terlebih lagi ini diberikan secara gratis dari petinggi akademi. Sekalian juga aku ingin memeriksa seberapa lengkapnya fasilitas disana, dan semoga saja hal ini sesuai dengan harapanku." jawab Tatsuya dengan menentukan tujuannya untuk tinggal.


"Baiklah, bila itu keputusanmu aku tidak bisa mencegahnya. Kalau begitu berhati-hati lah selama perjalanannya." tanggap Cecilia sambil tersenyum.


"Ya, sampai bertemu lagi dalam waktu satu minggu." jawab Tatsuya sambil berpamitan dengan Cecilia, lalu diikuti oleh yang lainnya.


Kemudian, Tatsuya beserta sisa orang lainnya masuk ke dalam mobil. Dan sebelum itu dia meminta Tasya untuk menghubungi Alex, karena dia tidak tahu mengenai lokasi markas barunya itu.


"Hah, kupikir kamu sudah tahu mengenai lokasinya setelah berbicara seperti itu." ucap Tasya dengan menghela nafasnya. Tanpa membuang banyak waktu, Tasya langsung menghubungi Alex dan memintanya untuk menuntun perjalanan mereka ke markas baru tersebut.


Dalam waktu beberapa jam, akhirnya mereka tiba di depan gerbang dari markas baru tersebut. Alex beserta 2 orang dari tentara bayaran sudah menunggu akan kedatangannya, lalu membuka gerbang itu secara otomatis.


Sesampainya di halaman dari markas baru tersebut, Tatsuya beserta yang lainnya turun dari dalam mobil dan mereka berjalan sambil melihat sekelilingnya. Dalam penilaian Tatsuya di bagian luar, markas barunya itu terbilang cukup baik, namun yang menentukan segalanya adalah fasilitas yang dimilikinya.


Tanpa membuang banyak waktu, Tatsuya langsung masuk ke dalam untuk segera melihat fasilitas yang telah diberikan oleh petinggi akademi. Alex yang berjalan bersamanya, memberitahukan semua letak ruangan yang berada di dalam. Akan tetapi, Tatsuya meminta untuk memberitahukan nya nanti setelah melihat fasilitasnya. Dengan spontan Alex menuntun Tatsuya menuju ruangan lain yang berada di bawah tanah, yang dimana semuanya di letakkan di sana.


Sesampainya di ruangan tersebut, seketika ekspresi Tatsuya berubah menjadi sangat senang, karena fasilitas yang diberikan oleh petinggi Akademi sesuai dengan yang diharapkan olehnya. Terdapat ruang olahraga, ruang latihan, ruang penelitian, ruang penyimpanan, beserta fasilitas lain dengan area yang cukup luas.


"Sepertinya, aku harus mengunjungi petinggi akademi sekarang juga, sekalian mengucapkan terimakasih atas pemberian nya ini." ucap Tatsuya dengan tersenyum.


"Maaf tuan, apakah anda tidak ingin beristirahat sejenak terlebih dulu?" ucap Alex dengan memberikan sebuah saran kepadanya.

__ADS_1


"Banyak hal yang harus segera di selesaikan dan aku tidak mau bersantai-santai, terlebih lagi secepatnya aku harus menaikkan level ku, dan paman sendiri mengetahui untuk apa aku melakukannya." jawab Tatsuya sambil menoleh kepadanya.


"Baiklah tuan muda, saya mengerti. Kalau begitu mohon tunggu sebentar, saya akan menghubungi petinggi akademi serta menyiapkan jadwal pertemuan dengannya di hari ini." pinta Alex, lalu dia undur diri.


Setelah Alex melakukan apa yang diminta olehnya, Tatsuya yang masih berada di dalam ruangan bawah tanah mencoba memasuki ruang latihan dan berniat untuk melakukan sebuah pemanggilan karena baru menyadari kalau levelnya berada di angka 93.


"Penuhilah panggilan ku Spirits Of Fire."


Seketika lingkaran sihir mulai terbentuk di depan Tatsuya, lalu bara api berwarna ungu keluar dari dalamnya sampai memenuhi seluruh ruangan latihan. Tatsuya yang melihat hal ini tak terkejut sama sekali, bahkan bila apinya itu melelehkan seluruh ruangannya itu tak masalah baginya.


"Sampai kapan kau akan menyombongkan dirimu hah? Sepertinya aku akan melakukan sedikit peregangan denganmu!" ucap Tatsuya dengan niat latih tanding dengannya. Mendengar perkataan seperti itu, api tersebut langsung berkumpul pada satu titik, lalu mengubahnya menjadi sebuah sosok dari wujud aslinya.


"Maafkan atas kelancanganku tuan!" ucap sosok tersebut sambil berlutut di hadapan Tatsuya.


Sejenak Tatsuya memperhatikan sosok tersebut dengan tatapan yang begitu tajam. Ukuran tubuhnya itu hampir sama dengan manusia yang memakai sebuah armor pada umumnya, akan tetapi beberapa bagian tubuhnya itu mengeluarkan percikan api berwarna ungu, serta pedang besar miliknya dilapisi energi dari api tersebut.


"Bila kau ingin di maafkan olehku, maka kau harus membuktikannya dengan kelayakan mu!" ucap Tatsuya dengan wajah serius.


"Baiklah tuan, saya sangat mengetahui keinginan anda. Namun bolehkah saya diberikan nama terlebih dulu, supaya nantinya bisa serius dalam bertarung dengan anda?" pinta sosok tersebut.


"Baiklah, sekarang namamu adalah Helios." jawab Tatsuya dengan singkat, lalu dia membuat sebuah penghalang ke seluruh ruang latihan tersebut. "Kalau begitu mari kita mulai latihannya." lanjutnya dengan terlebih dulu bergerak sambil mengucapkan kata kunci dari jobs assasin.


"Dual sword blood"


Dalam sekejap, 2 lingkaran sihir mulai terbentuk di masing-masing telapak tangan Tatsuya, lalu memunculkan 2 buah pedang darah. Seketika dia langsung menyerang Helios menggunakan pedang tersebut dengan pergerakan yang sangat cepat, serta bilah pedangnya dilapisi energi darah guna untuk menghindari pelelehan dari energi api milik Helios.


"Blassshhh"


Disaat bersamaan, Helios menyerang balik menggunakan kakinya yang dipenuhi dengan bara api ungu, dan mengarah pada pinggang Tatsuya.


"Wosshh"


Dengan spontan, Tatsuya menghindari serangan tersebut dengan menghentikan pergerakannya sehingga tendangannya itu hanya melewatinya. Namun hal itu hanyalah sebuah pengalihan untuknya, karena serangan utamanya itu baru akan dimulai.


"Heh..." ucap Tatsuya dengan sedikit terkejut sambil melihat pedang besar yang dipenuhi dengan energi api ungu mengarah tepat pada kepalanya.


"Blassshhh"


Seketika, sebuah ledakan yang cukup besar terjadi setelah serangannya itu mengenai Tatsuya. Getarannya pun terasa sampai semua orang yang berada di kediaman itu merasakannya dan menghentikan sejenak aktivitasnya.


"Ini berasal dari ruang bawah tanah, dan disitulah tuan muda berada!" teriak Alex sambil berlari menuju ruangan tersebut, dan semua orang yang mendengarnya langsung mengikutinya.


Beberapa saat setelah serangan Helios yang menduga kalau dirinya telah membuat Tatsuya terluka ternyata salah. Di waktu yang tepat, dia mengucapkan salah satu kata kunci terkuatnya, yang dimana memakai armor kuat serta memiliki pedang besar yang ukurannya sama dengan Helios.


"Mulai sekarang, kita akan bertarung dengan serius meski cuma sekedar latihan." pinta Tatsuya sambil menggerakkan pedang besar nya itu, sehingga pedang milik Helios sedikit terpental dan seketika dirinya mundur beberapa langkah ke belakang.

__ADS_1


"Bila itu keinginan tuan, dengan senang hati akan saya lakukan." jawab Helios dengan perkataan serius sambil mengeluarkan seluruh kekuatannya sampai seluruh tubuhnya itu diselimuti api berwarna ungu.


Pertarungan mereka berdua cukup sengit, serta beberapa ledakan di dalam penghalang itu terus terjadi. Semua orang yang baru saja tiba di ruang latihan, mereka cukup terkejut kalau getaran yang dirasakan oleh mereka itu terjadi karena sebuah pertarungan.


"Hah, kupikir terjadi apa-apa dengan tuan muda." ucap Alex sambil menghela nafasnya.


"Kupikir setelah dia menyuruh semua orang diberikan waktu libur dalam seminggu, dia juga akan istirahat selama itu. Akan tetapi malah diam-diam melakukan latihan tanpa mengajakku." sambung Muzan sambil melihat pertarungan mereka berdua.


"Aku juga ingin bertarung lagi dengan master." sambung Clara.


"Kakak terlalu hebat." ucap Tiara. "Sampai-sampai lawannya itu terus dipukul mundur olehnya." sambung Kiara.


"Dilihat dari situasinya, Tatsuya masih belum menggunakan kekuatan itu. Akan tetapi keterampilan dalam pertarungannya sangat hebat, dan aku benar-benar kesal dalam hal ini." gumam Rena dalam hatinya sambil membandingkan Tatsuya dengan dirinya.


"Seperti yang diharapkan, kalau tuan adalah orang terkuat di negara ini." sambung Aurel dengan memujinya.


"Seharusnya dia beristirahat selagi ada waktu, hah dasar maniak pertarungan!" ucap Tasya sambil menggelengkan kepalanya. Menyadari kedatangan Tasya beserta orang lainnya, Tatsuya dengan segera menghentikan pertarungan tersebut.


"Cukup sampai disini saja!" pinta Tatsuya padanya, dan Helios langsung mengikuti perintah darinya.


Kemudian penghalang yang dibuat oleh Tatsuya dihilangkan, dan mereka semua bisa mendekati dirinya. Semua orang yang melihat pertarungan tersebut, memberikan komentar yang berbeda-beda kepadanya, namun perkataan Tasya sedikit menusuk hatinya karena diberikan julukan sebagai maniak pertarungan.


"Haha, maafkan aku karena diam-diam melakukan hal ini. Namun nantinya aku berencana untuk mengadakan latihan dengan semua roh ku, termasuk kalian semua sampai keberangkatan ku tiba. Jadi persiapkanlah diri kalian." ucap Tatsuya dengan memberitahukan rencana latihan nya.


Semua yang berada di ruangan tersebut sedikit terkejut akan rencananya itu, namun mereka tak bisa menolak akan hal ini karena merupakan suatu keharusan terlebih lagi raut wajahnya sangat serius.


"Oh ya paman, bagaimana dengan apa yang aku inginkan? Apakah semuanya sudah selesai dipersiapkan?" lanjutnya dengan bertanya.


"Semuanya sudah selesai tuan muda, dan jadwal pertemuannya dilakukan pada jam 7 malam, sekitar 2 jam lagi dari waktu sekarang." jawab Alex.


"Terimakasih paman atas kerja kerasnya, kalau begitu masih ada waktu untuk mandi serta melakukan aktivitas lainnya. Ughhh." ucap Tatsuya sambil menggeliat, lalu dia berjalan keluar dari ruangan latihan dan berniat mandi terlebih dulu.


"Tunggu Tatsuya, kemana kamu akan pergi di jam itu?" tanya Tasya sambil berjalan bersama dengannya.


"Tentu saja untuk mengucapkan terimakasih pada petinggi akademi secara langsung, sekalian ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan kepadanya." jawab Tatsuya sambil menoleh kepadanya.


Sejenak Tasya menghentikan langkah kakinya, dan berpikir mengenai perkataan yang di ucapkan olehnya. Dalam pikiran, seharusnya dia membujuk Tatsuya untuk beristirahat terlebih dulu, namun tidak ada yang bisa menghentikannya bila sudah seperti ini.


"Dasar Tatsuya bodoh, kau terlalu sibuk sampai-sampai tidak memperhatikan ku sama sekali." gumam Tasya dalam hatinya dengan kesal. "tapi kalau dipikirkan lagi, ini bukanlah masalah besar bagiku, karena apa yang dilakukan nya itu demi kebaikan ku juga serta semua orang di sekelilingnya." lanjut nya dengan tersenyum.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...(21.00 WIB)...

__ADS_1


...Terimakasih....


__ADS_2