Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#54 Hasrat Balas Dendam


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Kini wilayah selatan berada dalam kondisi buruk, setelah serangan dari atas langit menghantam tempat tersebut, namun yang paling parah ialah kondisi Tatsuya. Berbagai macam perasaan negatif tercampur aduk, dan kini dia merasa putus asa akibat dari tindakan yang dilakukan oleh Mikha.


Air mata Tatsuya terus mengalir tanpa henti, sambil meratapi tempat dimana Mikha berada. Rena yang berada di dekatnya sambil menahan efek dari ledakan tersebut, berusaha untuk menyadarkannya.


"Sadarkan dirimu bodoh! Setiap orang juga memiliki kesedihannya dan hampir mirip seperti ini. Tetap kuatkan dirimu atas apa yang sudah terjadi." bujuk Rena.


Tatsuya hanya terdiam, dan terus menangisi kepergian Mikha untuk selama lamanya. Dia masih belum percaya akan kejadian tersebut, dan tidak pernah ingin percaya pada kenyataan yang harus dihadapinya sekarang.


"Hei Tatsuya! Sadarlah!" teriak Rena ke dekat kupingnya. Namun tidak ada respon sama sekali dari Tatsuya, karena dia sudah jatuh terlalu dalam pada keputus-asaan nya.


Tidak lama setelah itu, efek dari serangan tersebut sedikit demi sedikit mereda, dan terselang beberapa menit sepenuhnya telah terhenti. Mozark yang pertama kali berdiri, sesegera mungkin mengkonfirmasi semua orang yang berada di tempat tersebut.


"Bagaimana kondisi kalian semua?" teriak Mozark dengan menanyakan kondisi semua orang.


Sebagian orang langsung menjawab pertanyaannya dengan baik-baik saja, dan sebagian lagi mengatakan kalau ada beberapa orang yang terluka atas kejadian tersebut. Mendengar hal itu dia merasa lega, lalu menyuruh semuanya untuk berkumpul di dekatnya.


Setelah semuanya berkumpul, Mozark meminta pada bawahannya untuk pergi membawa orang yang terluka, supaya ditangani oleh pihak medis secepatnya. Dia juga meminta pada Steven dan Tommy untuk membawa pergi Kazima dari tempat ini, agar dia mendapatkan perawatan serta menenangkan dirinya dalam beberapa waktu. Namun, Kazima menolak saran darinya, karena dia ingin berada disini lebih lama lagi, untuk mendoakan kepergian putrinya.


Mendengar perkataan seperti itu, Mozark tidak bisa berbuat apa-apa dan mengijinkannya untuk melakukan hal tersebut, dengan ditemani oleh beberapa bawahannya. Lalu Mozark berjalan mendekati Tatsuya dan menanyakan kondisinya pada rekan-rekannya.


"Bagaimana dengan kondisinya?" tanya Mozark sambil berhenti tepat di depan mereka, dan melihat Tatsuya yang sedang duduk meratapi tempat dimana Mikha berada.


"Tidak ada hal yang bisa kami lakukan untuknya, tapi lain lagi bila ada Tasya disni. Mungkin dia bisa melakukan sesuatu untuknya." jawab Rena sambil berdiri.


"Ya, semoga saja dia bisa melakukannya, seperti dulu yang pernah dilakukan disaat Tatsuya dalam kondisi itu." jawab Mozark dengan mengingat kejadian sebelumnya, yang membuat Tatsuya kehilangan kendali.


"Maksudnya? Kondisi seperti apa yang anda maksud?" tanya Rena dengan sangat penasaran.


"Kemampuan khusus yang dimilikinya itu sangatlah berbeda, dan kamu mengetahuinya juga kalau dia memiliki kekuatan lain selain dari 4 jobs yang dimilikinya. Lepas kendali adalah hal yang sangat mengerikan, karena tidak mengenal yang mana musuh ataupun teman." jawab Mozark dengan menjelaskan sedikit mengenai hal tersebut.


"Ya, seperti yang terjadi pada terakhir kalinya di dalam portal." jawab Rena dengan pengetahuannya.


"Bisa jadi seperti itu, namun kuharap kondisinya tidak lebih daripada sebelumnya. Apakah Tasya berada di sana? Bila iya, aku akan mengirimkan seseorang untuk menjemputnya, supaya kejadian itu tidak terulang kembali." ucap Mozark.


"Mengenai hal itu, sepertinya anda tidak perlu melakukannya, karena sebentar lagi dia akan tiba disini." jawab Rena sambil melihat Tasya dari kejauhan.


Mendengar hal itu, Mozark membalikkan badannya lalu melihat Tasya bersama 2 orang lainnya menuju ke arahnya. Mereka semua terbang, karena bila berjalan kaki akan terhambat akibat jalanan rusak, bahkan tertutupi oleh reruntuhan bangunan.


Setelah mendarat, Tasya beserta yang lainnya berjalan menghampiri Mozark dengan ke adaan siaga, karena dia masih mengingat betul mengenai perintah penangkapan Tatsuya.


"Mengapa anda berada disini? Dan kenapa kalian juga berada di dekatnya?" tanya Tasya dengan mengerutkan dahinya.


"Banyak hal yang terjadi dan ada kesalahpahaman di antara kami semua." jawab Mozark menyesal.


"Meskipun anda berkata seperti itu, aku masih tetap belum percaya." ucap Tasya. "Yang lebih penting sekarang, bagaimana kondisi Tatsuya? Apakah dia baik-baik saja?" lanjut dengan bertanya.


"Seperti yang kamu lihat, kondisinya semakin memburuk, terlebih lagi atas kejadian yang baru saja di alami olehnya. Hanya kamu yang bisa membujuknya, jadi aku serahkan sisanya padamu." jawab Rena sambil berjalan sedikit menjauh, lalu di ikuti oleh teman-temannya dan juga Mozark.


Tasya sangat terkejut, setelah melihat Tatsuya sedang duduk sambil menundukkan kepalanya. Secara perlahan-lahan, dia berjalan mendekatinya lalu memeluknya dari belakang.


"Tatsuya, mengapa kondisimu seperti ini? Apa yang sudah terjadi kepadamu dan kenapa kamu selalu memaksakan diri sendiri?" tanya Tasya dengan sangat khawatir.


"Papa... Papa..." panggil Mysha dengan mengikuti apa yang dilakukan oleh Tasya.


Akhirnya, Tatsuya merespon perkataan mereka, lalu dia menoleh kebelakang sambil bertanya.


"Tasya, Mysha... Apakah... Apakah kalian mengetahui dimana Mikha berada?" tanya Tatsuya sambil menoleh pada mereka berdua dengan tatapan kosong, disertai air mata yang terus mengalir.


Melihat raut wajah Tatsuya seperti itu, mereka berdua sangat terkejut. Meksipun Mysha bisa memprediksi keadaan Tatsuya, tapi setelah melihatnya seperti itu hatinya jauh lebih sakit dibandingkan dengan sebelumnya. Begitu pula dengan apa yang dirasakan oleh Tasya, meski dirinya tidak bisa melakukan prediksi sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Mysha.


"Hei, kalian semua." panggil Tasya sambil menoleh pada teman-temannya. "Apa ada sesuatu yang terjadi terhadap Mikha?" lanjutnya dengan bertanya.


Sejenak, semua teman-temannya terdiam, lalu mereka menundukkan kepalanya sambil meneteskan air matanya. Merry yang tidak kuasa menahan kesedihannya, dia langsung terjatuh dan menangis lebih keras dibandingkan sebelumnya.


"Jawab pertanyaanku! Apa yang terjadi dengannya? Apakah..." sambungnya, namun perkataan Tasya tidak dilanjutkan karena tanpa sadar air matanya menetes. "Ehh... Kenapa? Kenapa aku malah menangis?" lanjut dalam hatinya sambil mengusap air matanya.


"Mikha, dia sudah tiada." jawab Rena sambil memalingkan wajahnya.


"Apa? Apa yang kamu katakan? Jangan sembarangan kalau berbicara!" tanya Tasya dengan nada tinggi.


"Memang seperti itulah kenyataannya, wajar saja kamu tidak mengetahui karena masih berada di dalam tempat yang aman!" jawab Rena dengan nada yang sama. "Aku melihat semuanya, dia mengorbankan nyawanya sendiri hanya untuk menyelamatkannya." lanjutnya sambil menggigit bibirnya sendiri hingga berdarah, lalu meneteskan air matanya.


"Apa? Bagaimana bisa dia..." tanya Tasya dengan tidak percaya akan hal tersebut, namun perkataannya di sela oleh Tatsuya.


"Hei, kenapa daritadi kalian... Tidak menjawab pertanyaanku?" sela Tatsuya sambil menanyakan jawabannya. Lalu dia mencoba berdiri dalam kondisi tubuh yang lemah. "Ugghhhh... Dia, berada di tempat yang amankan? Benarkan." lanjutnya dengan terus menanyakan keberadaan Mikha, dan menghiraukan rasa sakit dari seluruh tubuhnya.


Semua yang mendengar perkataan dari Tatsuya, tidak ada seorang pun yang dapat menjawabnya meski dia sendiri tahu kalau Mikha sudah tidak ada lagi di dunia ini.


Tidak lama setelah itu, secara tiba-tiba langit berubah menjadi gelap. Suara gemuruh mulai terjadi dan menandakan sebentar lagi hujan akan turun. Angin berhawa dingin mulai berhembus kemana-mana, dan terasa seperti musim dingin.

__ADS_1


"Kenapa langitnya tiba-tiba berubah? Bukankah barusan masih cerah." tanya salah satu bawahan Mozark.


"Perubahan ini bukanlah hal biasa, sepertinya ada sesuatu yang akan terjadi di tempat ini." jawab Mozark dengan apa yang dirasakannya.


Tidak lama setelah itu, sesuatu yang bersinar terjadi di atas langit dan membuat semua orang yang melihatnya sangat terkejut, kecuali Tatsuya yang masih bertanya keberadaan Mikha.


"Pak, bu-bukankah itu..." ucap salah satu bawahan yang berada di dekatnya, namun perkataannya di sela oleh Mozark.


"Ya benar, ini adalah sebuah portal. Aku merasakan sesuatu yang sangat buruk akan terjadi." sela Mozark. Lalu dia segera meminta pada bawahannya untuk mengevakuasi orang-orang yang berada dekat di wilayah ini.


Baru saja Mozark memberikan perintah seperti itu, sebuah sosok keluar secara langsung dari dalam portal sambil tertawa melihat semua orang yang berada di bawahnya.


"Hahahahah... Aku tidak menyangka kau bisa bertahan cukup lama, dari apa yang sudah aku bayangkan." ucap Kuzzak sambil keluar dari dalam portal.


Melihat hal itu, Mozark meminta pada semua orang untuk bersiaga akan serangan yang akan datang. Dia juga tidak menyangka kalau pada akhirnya monster yang berada di dalam portal bisa keluar menuju tempat tinggal manusia.


"Sampaikan pada semua orang di markas pusat, untuk memperketat penjagaan portal disetiap wilayah. Bila ada sesuatu yang muncul dari dalam kecuali manusia, segera hancurkan mereka dengan cara apapun." pinta Mozark dengan menugaskan salah satu bawahannya untuk menyampaikan pesan.


"Kau tidak perlu repot melakukan hal ini, karena ini hanyalah sebuah percobaan. Hahahaha..." ucap Kuzzak yang mendengar pembicaraannya, karena efek dari gelombang serangan yang dibarengi dengan penyebaran sebuah energi kecil.


"Apa? Bagaimana bisa dia mendengarkanku berbicara dari jarak yang cukup jauh?" gumam Mozark dalam hatinya.


"Sebelum aku berbuat sesuatu, aku ingin bertanya kepadamu mengenai satu hal." pinta Kazima sambil berdiri dari tempatnya.


"Hahahaha, ternyata ada manusia yang cukup menarik selain dia. Untungnya aku bermurah hati selain mereka. Jadi, apa yang ingin kamu tanyakan? Dengan senang hati aku akan menjawabnya." jawab Kuzzak dengan bersikap merendah pada manusia yang akan segera mati.


"Mengenai serangan tadi, apakah kau yang sudah melakukannya?" tanya Kazima sambil menatapnya dengan serius.


"Apakah cuma hal ini yang ingin kau ketahui manusia? Kupikir kau ingin mengetahui hal yang lain, seperti..." ucap Kuzzak tanpa menjawab pertanyaannya, namun perkataannya disela oleh Kazima.


"Jawab iya atau tidak." sela Kazima dengan memberikan pilihan akan jawaban dari pertanyaannya itu.


"Sungguh manusia yang tidak sabaran. Tentu saja serangan itu sengaja aku lakukan, tapi kalau kekuatannya aku meminjamkan darinya. Hahahaha..." jawab Kuzzak sambil tertawa.


"Kalau jawabanmu seperti itu, aku bersumpah atas nyawaku sendiri. Aku akan membunuhmu demi membalaskan kematian putriku!" teriak Kazima dengan bersiap bertarung kembali sampai titik darah penghabisan.


"Jangan gegabah Kazima!" pinta Mozark.


"Benar apa yang dikatakan oleh pemimpin akademi. Dengan kondisi kita seperti ini, itu agak mustahil untuk mengalahkannya, bisa-bisa kita yang akan mati duluan." sambung Tommy dengan menepuk pundak Kazima.


"Aku tidak peduli, lagi pula aku tidak meminta kalian untuk membantuku. Meskipun aku mati setelah membunuhnya, aku rasa itu akan cukup untuk memenuhi dendam ini." jawab Kazima dengan bersikeras untuk melawannya.


"Aku mengerti dengan apa yang kamu katakan. Tapi bukan hanya kamu saja yang merasa kehilangan. Coba lihatlah dia!" ucap Steven dengan meminta Kazima untuk melihat Tatsuya. "Dia juga terlihat sama dengan apa yang kamu rasakan, bahkan juga bisa lebih. Sampai sekarang dia belum menerima kenyatannya, dan terus bertanya mengenai keberadaan putrimu." lanjut dengan menjelaskan pendapatnya.


"Bila kau sudah mengerti, lebih baik pulihkan dulu mana poin milikmu dan beristirahatlah sejenak." pinta Steven sambil berjalan menjauhinya, dan bersiap untuk melakukan serangan.


Disisi lain, perasaan yang dipenuhi rasa dendam atas kematian Mikha, meluap-luap di dalam hati teman-teman Tatsuya. Mereka juga bersiap terutama Rena yang diminta untuk menggantikan posisi Mikha.


"Akan kupastikan kau menerima akibatnya, setelah apa yang kau lakukan kepadanya." ucap Rena dengan raut wajah serius, yang disertai dengan air mana yang menetes.


"Kami juga... Kami juga akan melakukan apapun demi membalaskan kematian teman kami." sambung Merry dengan mengusap air matanya, sambil berdiri kembali lalu diikuti oleh teman-temannya.


Kuzzak yang masih berada di atas langit tertawa terbahak-bahak, setelah mendengar pembicaraan mereka. Tanpa membuang banyak waktu lagi, dia langsung memanggil bawahannya untuk keluar dari dalam portal.


Tidak lama, puluhan ribu monster dengan berbagai macam level dan juga bentuk, keluar dari dalam portal yang sama menuju tempat tinggal manusia.


"Hahahaha... Meskipun ini hanyalah sebuah percobaan, aku yakin bisa membunuh kalian semua dalam waktu 10 menit." ucap Kuzzak dengan bersiap memberikan perintah pada bawahannya.


Kemunculan puluhan ribu monster tersebut membuat semua orang sangat terkejut, karena ini adalah pertama kalinya monster dari dalam portal keluar. Mozark yang masih berada di tempat tersebut, memimpin semua orang untuk bersiap bertarung. Akan tetapi, ketika kedua belah pihak hendak saling menyerang, mereka berhenti sejenak setelah melihat prilaku Tatsuya seperti itu.


"Hei... Mikha... Ada dimana kamu? Apakah kamu sedang bermain petak umpet denganku?" tanya Tatsuya sambil berjalan perlahan-lahan, dengan nada rendah disertai air mata yang terus mengalir.


"Tatsuya..." panggil Tasya dengan diam di tempatnya dan juga ikut menangis, begitu pula dengan teman yang lainnya.


"Oh ya, Mikha... Mari kita berganti dengan permainan yang lain. Apakah kamu ingat? Pada waktu itu kita sering main ayunan. Bagaimana kalau sekarang kita melakukannya lagi... Jadi cepatlah tunjukkan dirimu..." pinta Tatsuya sambil terus berjalan perlahan-lahan, hingga mendekati Kazima.


"Ahh... Benar juga, waktu sudah semakin sore, ayahmu sudah datang untuk menjemputmu... Jadi ayo kita berhenti dan mari kita pulang bersama..." sambungnya dengan meminta Mikha untuk keluar dari tempat persembunyiannya.


Kazima yang terus mendengar perkataannya seperti itu, dia sudah tidak tahan lagi dan mencoba untuk membujuknya kalau pada saat ini putrinya sudah tiada.


"Sudah cukup Tatsuya, tolong hentikan perkatanmu itu!" pinta Kazima sambil berdiri tepat dihadapannya.


"Ahh... Maaf tuan, aku masih... Belum bisa menemukan putri anda... Jadi tolong beri aku sedikit waktu untuk menemukannya, dan jangan pernah memarahi dia bila pulang terlambat..." jawab Tatsuya dengan berusaha sesegera mungkin untuk menemukannya.


Mendengar perkataan seperti itu terus menerus dari Tatsuya yang mengharapkan kehadiran Mikha, seketika Kazima mengepalkan kedua tangannya.


"Kreeppp"


Tanpa, terduga Kazima memukulnya dengan sekuat tenaga, mengarah tepat pada salah satu pipinya.


"Buuuukkk"

__ADS_1


"Tatsuya!" teriak semua orang yang menyaksikannya.


Akibat pukulan yang dilesatkan oleh Kazima, Tatsuya langsung terjatuh. Tasya yang berada dekat dengannya hendak pergi mendekat, namun Mozark menghalanginya dan membiarkan Kazima menanganinya.


"Uggghhh... Tuan, kamu boleh marah... Kepadaku, tapi jangan pada Mikha... Kumohon beri aku waktu sebentar lagi... Dan aku jamin akan segera menemukannya..." pinta Tatsuya dengan nada lemah dan mencoba untuk berdiri kembali. Akan tetapi karena kondisi tubuhnya sangat lemah, dia berulang kali terjatuh.


"Cukup... Hentikan semua ini Tatsuya!" pinta Mozark dengan kembali meneteskan air matanya.


"Apa yang anda maksud? Aku tidak akan berhenti... Sebelum aku..." tanya Tatsuya, namun perkataannya disela oleh Kazima.


"Kubilang kau berhenti berbicara seperti itu, dan terimalah kenyataannya kalau putriku sudah tiada di dunia!" sela Kazima dengan nada tinggi. "Kau juga mengetahuinya dengan kedua matamu sendiri, kalau putriku telah menyelamatkan nyawamu dan menaruh semua harapannya kepadamu. Jadi, setidaknya kau jangan menyia-nyiakan pengorbanannya dan kuharap kau mewujudkan harapannya." lanjutnya dengan membalikkan badannya, sambil menangisi kepergian Mikha dan mencoba untuk merelakannya.


Mendengar perkataan Kazima seperti itu, Tatsuya mulai terdiam, akan tetapi air matanya terus mengalir tanpa bisa dihentikan olehnya. Sepintas, dia mengingat kembali masa-masa ketika Mikha masih hidup, terutama pada sebuah janji yang terucap dikala kecil dulu.


"Setidaknya... Beri aku kesempatan... Kesempatan untuk mengulang kembali yang kita lakukan dimasa kecil dulu..." pinta Tatsuya dengan penuh berharap, dan pada akhirnya dia terdiam sambil terus menangisi kepergiannya.


Kuzzak yang melihat Tatsuya seperti itu, dia malah tertawa dan mengejek semua manusia.


"Sungguh sebuah tontonan yang mengharukan. Tapi itu tidak pantas dilakukan oleh seorang penguasa kegelapan sepertimu. Karena hal ini aku sudah tidak ada minat bermain denganmu, jadi matilah sesegera mungkin!" ejek Kuzzak sambil memberikan perintahnya pada semua monster


Puluhan ribu monster, mulai bergerak mendekati Tatsuya beserta yang lainnya. Mozark yang memimpin dalam pertarungan ini, memberikan instruksi pada semua orang untuk membunuh monster yang mendekat terlebih dulu. Akan tetapi, suatu hal yang duluar dugaan terjadi dan berpusat pada Tatsuya.


Sedikit demi sedikit, aura berwarna hitam keluar dari dalam tubuhnya, dan lama kelamaan aura tersebut semakin besar hingga menyelimuti seluruh tubuhnya.


"Tatsuya!" panggil Tasya sambil hendak berlari mendekatinya. Namun pada saat dia berada dekat dengannya, seketika dirinya terhempas oleh aura berwarna hitam yang semakin membesar.


"Swoooossshhh"


Dengan spontan, Mysha menahan tubuh Tasya yang terpental menggunakan kekuatannya, supaya tidak terjatuh ke permukaan tanah. Lalu Mysha memeluknya, setelah Tasya berdiri kembali dengan sendirinya.


"Aku minta tolong padamu Mysha, untuk membantu mama supaya bisa menggapai Tatsuya." pinta Tasya kepadanya.


"Ti-tidak... Mysha tidak bisa melakukannya mama, karena papa... Papa sudah berada di dalam jurang keputusasaan." jawab Mysha sambil menggelengkan kepalanya dan seluruh tubuhnya terus bergetar ketakutan.


Tidak lama setelah Mysha mengucapkan perkataan seperti itu, aura berwarna hitam milik Tatsuya menjungjung tinggi ke atas langit, dan terus menerus meningkat seiring bertambahnya tingkat emosinya.


"Ini semua, gara-gara aku... Karena diriku yang belup cukup kuat, aku tidak bisa melindungimu, yang sudah menjadi teman pertamaku." gumam Tatsuya sambil menatap ke arah Kuzzak. "Aku... Pasti, akan balas dendam atas kematianmu, dan segala cara akan kulakukan demi memenuhi hal itu. Hanya dengan cara seperti ini, kau bisa beristirahat dengan tenang... Mikha." lanjutnya dengan mengepalkan kedua tangannya sampai berdarah, lalu darah tersebut menetes hingga menyentuh permukaan tanah.


"Claaakkk"


Dalam sekejap, aura berwarna hitam milik Tatsuya berubah menjadi warna merah darah, dan menjungjung tinggi sampai menembus sekumpulan awan hitam. Bersamaan dengan itu, hempasan angin yang sangat kuat terjadi dan menghempaskan semua yang berada di sekitarnya.


"Apa-apaan ini? Kenapa aku merasa, seluruh tubuhku seperti tercabik-cabik." ucap Tommy dengan perasaan takut yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


"Sepertinya, kita sudah terlambat untuk menghentikan hal ini." ucap Mozark sambil mengajak semua orang untuk dari tempat ini.


Tidak lama setelah itu, Tatsuya yang masih bisa tersadar ketika menggunakan kekuatan tersebut, dia menoleh pada semua orang yang berada di dekatnya.


"Bila kalian semua tidak ingin mati, segera pergi dari tempat ini." pinta Tatsuya dengan menunjukkan warna dari bola matanya, yang sudah berubah menjadi merah.


Semua orang yang melihat tatapan matanya, merinding ketakutan. Bahkan Mozark yang sudah lama menjadi petinggi akademi, merasakan hal yang sama dan sempat berpikir bila menghadapinya dalam kondisi seperti itu, sangatlah mustahil untuk mengalahkannya.


"Baiklah, mari kita semua pergi dari tempat ini, sebelum suatu hal buruk terjadi pada kita." teriak Mozark dengan memberikan perintah pada semua orang.


"Tidak... Aku tidak bisa meninggalkannya, lebih baik aku tetap disini dan berusaha untuk memenangkannya." ucap Tasya dengan menolak perintah yang diberikan.


Mendengar perkataan seperti itu, Tatsuya langsung menoleh pada Mysha dengan sorotan mata yang sama. Seketika dia mengerti apa yang ingin disampaikan oleh Tatsuya meski dirinya tidak mengucapkan kata-kata secara langsung.


"Maafkan Mysha mama..." ucap Mysha sambil menyalurkan kekuatan pada Tasya, san secara tiba-tiba dia melayang.


"Mysha, apa yang kamu lakukan?" tanya Tasya dengan meminta untuk mengembalikannya seperti semula.


"Maaf mama, ini adalah keinginan papa. Kita harus pergi sekarang, sebelum terlambat." jawab Mysha sambi menyalurkan kekuatannya pada semua orang tanpa terlewat, dan bergegas pergi menjauh.


"Tidak... Myhsa! Turunkan aku kembali! Aku tidak ingin hal itu terulang kembali... Tatsuya!!!" teriak Tasya dengan histeris sambil memanggil namanya.


"Tidak akan kubiarkan, kalian lolos begitu saja!" ucap Kuzzak dengan memberikan perintah pada sebagian monster untuk menyerang mereka.


"Grrrr..."


Akan tetapi, sebuah serangan yang menyerupai tebasan bulan sabit melesat dengan sangat cepat, sehingga semua monster yang ingin menyergap mereka tercabik-cabik menjadi beberapa bagian. Hanya dengan satu serangan, Tatsuya mampu menghabisi lebih dari seribu monster pada level 60.


"Aku masih belum puas... Untuk membunuh monster seperti kalian!!!! Aaaarrrrrggggghhhhh...." teriak Tatsuya sekuat tenaga, disertai dengan kesadarannya yang menghilang akibat dipenuhi dengan berbagai macam emot dan hasrat untuk balas dendam atas kematian Mikha, yang menjadi teman pertamanya dikala kecil sampai sekarang.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...(Untuk sementara update episode terbaru masih belum bisa ditentukan.)...


...Jika berkenan jangan lupa untuk dukung author dengan menekan jempol ke arah Like, Komen, Vote, Rate novel ini....

__ADS_1


...Terimakasih....


...🙏...


__ADS_2