Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#82 Hari Kembalinya Tatsuya


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Rencana yang dibuat oleh Tasya mengenai pembangunan ulang terhadap wilayah selatan telah dimulai. Hari pertama yang dijalani olehnya berjalan mulus tanpa adanya permasalahan. Begitu juga dengan orang-orang yang berada di sekitarnya, mereka memberikan dampak positif terhadap apa yang dilakukannya.


Hari demi hari terus mereka lewati dengan bekerja seperti itu, serta kebahagiaan orang-orang dari blok A terus diceritakan pada orang lain yang berada di blok berbeda mengenai kedermawanan yang dilakukan oleh organisasi Slayer Of God.


Semakin lama, perkataan itu terus menyebar ke seluruh wilayah, dan hal ini sampai pada telinga Mozark sendiri. Dia tak menyangka kalau mereka akan begitu cepat bergerak dalam pembangunan ulang wilayah selatan, dan dia juga memutuskan untuk ikut andil dalam hal tersebut.


Mozark, memberikan sebuah perintah pada sebagian orang dari markas pusat untuk segera memberikan bantuan, dan apapun yang diinginkan oleh mereka akan dikabulkan selama masih berada dalam jangkauan kemampuannya. Perintah tersebut langsung dilaksanakan oleh mereka, dan mengutus semua pasukan elit untuk berangkat sesegera mungkin ke lokasi tersebut.


Hanya membutuhkan waktu 1 jam, bala bantuan telah tiba di titik yang ditentukan melalui jalur langit. Beberapa helikopter langsung mendarat di lokasi yang cukup jauh, karena hempasan udara yang dihasilkan nya bisa membuat semua orang disekitarnya terganggu.


Tasya yang masih memantau aktivitas semua orang, sebelumnya sudah mengetahui akan hal tersebut, dan sampai akhirnya pasukan elit yang dipimpin oleh Reinhard tengah berjalan menghampiri nya.


"Seperti yang diharapkan dari orang-orang yang dipercaya oleh Tatsuya, kalian semua bergerak dengan cepat dalam menanggulangi bencana di wilayah selatan ini." ucap Reinhard dengan memuji mereka semua.


"Jangan terlalu membesar-besarkan hal ini, kami hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan pada orang-orang yang tertimpa musibah. Mau bergerak cepat atau lambat, yang paling penting bisa mengembalikan wilayah ini seperti sebelumnya, meski nantinya akan ada banyak perbedaan dalam pembangunan." tanggap Tasya sambil tersenyum.


"Hahaha... Baiklah, karena kita sudah tiba disini, mari kita langsung ikuti instruksi darinya. Jadi mohon kerjasama Tasya." ucap Reinhard sambil mengulurkan tangan kanannya.


"Ya, mohon kerjasamanya juga." jawab Tasya.


Tak lama setelah itu, semua pasukan elite serta rekan yang lainnya dari markas pusat, mulai mengikuti instruksi yang diberikan oleh Tasya. Dengan cepat, pasukan elite tersebut sangat baik dalam menjalankan tugas mereka, dan hal ini tidak beda jauh dengan yang dilakukan oleh setiap anggota Slayer Of God.


Sudah seminggu lamanya Tasya beserta yang lainnya terus bekerja, dan pada hari ini juga adalah hari dimana Tatsuya akan tersadar. Namun hal itu masih belum bisa dipastikan, karena perhitungan Cecilia bisa saja meleset.


Di dalam pikirannya, Tasya ingin sekali berada di samping Tatsuya dan menunggu untuk membukakan kedua matanya. Akan tetapi, dia juga memiliki tanggungjawab dalam pembangunan ulang wilayah selatan, jadi mau tak mau harus tetap fokus atas apa yang sedang dilakukan olehnya.


Sesekali, anggota dari organisasi Slayer Of God ataupun pasukan elite dari markas pusat memintanya untuk kembali pada kediaman Cecilia, namun Tasya menolak melakukan hal itu, karena dia yakin kalau Tatsuya akan mengerti atas apa yang sedang dilakukan olehnya.


Di dalam kediaman Cecilia...


Tatsuya sudah dikeluarkan dari dalam tabung penyembuhan, dan dia dipindahkan ke tempat tidur yang dipenuhi dengan alat-alat kesehatan milik Cecilia. Belum ada tanda-tanda akan tersadar nya Tatsuya, baik dalam pergerakan jari-jarinya ataupun anggota tubuh lain.


"Aneh, apakah perhitungan ku salah?" ucap Cecilia dengan memikirkan sesuatu akan hal ini, sambil berjalan ke sana kemari.


"Tenanglah Cecilia, semisalnya perhitungan nya meleset, tidak mungkin dia akan tersadar dalam sebulan lagi kan." tanggap Rena dengan asal bicara.


"Tidak, tidak mungkin selama itu. Bila meleset biasanya hanya butuh waktu kurang dari seminggu!" jawab Cecilia, dan kini sambil menggigit jarinya sendiri.


"Aku akan keluar sebentar untuk mencari udara segar." ucap Rena sambil berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Bila kau ingin keluar, ajak aku juga." ucap Tatsuya dengan nada pelan.


"Tidak, aku ingin sendirian, jadi mana mungkin aku mengajak orang lain." tanggap Rena tanpa menyadari kalau yang berbicara itu adalah Tatsuya.


"Re-Rena, apakah kau tidak menyadarinya?" tanya Cecilia kepadanya.


"Menyadari apa? Tadi kan aku..." jawab Rena, namun perkataannya tidak diteruskan setelah menoleh ke arah Tatsuya.


Seketika raut wajah Rena terlihat kesal, serta seluruh tubuhnya mulai bergetar. Di dalam sudut pandang Tatsuya, berpikir kalau tak seharusnya berkata seperti itu terlebih lagi ketika baru sadarkan diri.


"Tunggu Rena, tenangkan dirimu!" pinta Cecilia, karena melihatnya telah mengepalkan tangan kanannya dan terlihat seperti ingin memukul Tatsuya.


Namun perkataan dari Cecilia sama sekali tidak di dengarkan olehnya, dan dirinya sudah melesatkan sebuah pukulan pada bagian tubuh Tatsuya.


"Wossh"


Akan tetapi, dia menghentikan pukulannya itu dan menyentuh tubuhnya secara lembut. Selain itu juga, raut wajahnya berubah dan secara bersamaan air matanya mulai menetes.


"Dasar bodoh... Namun, syukurlah... Kamu sudah sadar kembali..." ucap Rena dengan perkataan terputus-putus, sambil mengeluarkan air mata kebahagiaannya.


"Ya, aku kembali." tanggap Tatsuya sambil tersenyum.


Semua yang berada di kediaman Cecilia sudah mengetahui kalau Tatsuya tersadar kembali. Mereka semua ikut terharu akan hal tersebut, terutama si kembar yang tangisannya lebih keras di bandingkan yang lainnya.


Sejenak Tatsuya mengesampingkan pikiran terhadap pencarian pecahan kristal suci itu, lalu dia bertanya mengenai kemana perginya semua orang, dan bagaimana situasi sekarang setelah bencana di wilayah selatan.


Sebelum menjawab pertanyaan darinya itu, Cecilia meminta Tatsuya untuk beristirahat dan jangan terlalu memikirkan banyak hal. Akan tetapi dia menolak, dan bersikeras untuk menjawab pertanyaannya itu.


"Hah, sudah kuduga dia selalu keras kepala!" gumam Cecilia dalam hatinya sambil menghela nafasnya.


Singkat cerita, Cecilia menceritakan semuanya pada Tatsuya, dan dalam penjelasannya itu dia merasa kaget kalau Tasya mengajukan dirinya sendiri sebagai wakil pemimpin dari organisasi yang dibuatnya. Selain itu juga, Mozark memutuskan untuk mendukung penuh organisasi miliknya, selama ditujukan untuk membantu semua orang.


"Jadi, yang lainnya sekarang sedang bekerja keras untuk membangun ulang wilayah selatan?" tanya Tatsuya pada Cecilia.


"Ya, seperti itulah rencana yang dilakukan oleh Tasya, dan sekarang sudah seminggu berjalan." jawab Cecilia.


"Baiklah, kalau begitu rahasiakan mengenai diriku dan jangan sampai orang luar dari kediaman ini mengetahui kalau aku sudah sadar." pinta Tatsuya kepada semua orang yang berada di dalam ruangan.


"Ta-tapi, Tasya selalu menunggu mu, dan berharap secepatnya kamu tersadar!?" ucap Rena dengan keberatan atas apa yang diinginkan olehnya.


"Aku tidak ingin mengganggu aktivitasnya itu, terlebih lagi kondisi ku belum benar-benar pulih, terutama pengisian mana poinnya terlalu lambat." jawab Tatsuya sambil melihat status miliknya.

__ADS_1


Meski dirinya dikenal sebagai pemilik semua jobs, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan serta tak boleh asal dalam mempercepat penyembuhan nya itu. Hal ini dikarenakan, pengisian mana poin harus secara normal dilakukan bagi Tatsuya, kalau tidak ini akan mempengaruhi dalam keterbatasan pengucapan kata kunci miliknya.


Akan tetapi dalam hal ini, Tatsuya selalu memikirkan solusinya dan cuma satu untuk melampaui batasannya itu, yakni menggunakan kekuatan dari raja Satan. Dalam hal ini ada kemungkinan dirinya lepas kendali, namun dia akan mencoba sesuai perkataan orang itu, untuk menjadikannya sebagai seorang rekan.


Mengenai keinginan yang merahasiakan tersadar nya itu, dipenuhi oleh semua orang yang berada di dalam kediaman Cecilia. Selain itu, dia juga tetap menjalani perawatan seperti orang biasa pada umumnya, serta sedikit melakukan peregangan tubuh di sela-sela waktunya.


3 minggu kemudian...


Kini kesehatan Tatsuya sudah benar-benar pulih, dan sekarang dia sedang bersiap untuk pergi ke lokasi dimana Tasya sedang bekerja. Terhitung 1 bulan dari lamanya mereka bekerja di wilayah selatan, dan entah sudah seperti apa pembangunan ulang yang dilakukannya itu.


Sebelum berangkat, Tatsuya sempat mengajak ikut semua orang yang berada di kediaman Cecilia, namun mereka menolak karena sekarang giliran Tasya untuk menghabiskan waktu dengannya.


"Apa lagi yang kau tunggu? pergilah sekarang juga!" pinta Rena.


"Aku hanya berpikir, kenapa alat komunikasi masih belum bisa digunakan padahal ini sudah 1 bulan lamanya!?" ucap Tatsuya. "Yah ini tidak lah masalah, akan ku tinggalkan beberapa bayangan milikku di tempat ini, dan nanti bila ada apa-apa, kalian bisa berkomunikasi dengan mereka." lanjutnya sambil mengeluarkan 20 bayangan miliknya untuk berjaga di kediaman Cecilia.


Tak lama setelah Tatsuya berbicara seperti itu, dia mengucapkan salah satu kata kuncinya yang berfungi untuk memindahkan dirinya ke lokasi dimana Tasya berada. Sebelumnya, dia telah menyebarkan para bayangannya untuk mencari Tasya, dan lokasinya sudah ditemukan jauh dari hari sekarang.


Sebetulnya Tatsuya bisa berpindah tempat ke lokasi Tasya sesegera mungkin, namun dia tetap menahan dirinya dan hari inilah keputusannya untuk berangkat ke lokasi tersebut.


"Baiklah, sampai nanti." ucap Tatsuya, lalu sekejap mata dirinya berpindah tempat dengan bayangan lain yang berada di lokasi Tasya.


"Ya, sampai nanti juga." jawab semua orang yang berada di kediaman Cecilia, kecuali Rena yang hanya melambaikan tangannya.


"Hah, sampai sekarang kamu masih saja dingin." ucap Cecilia karena melihat kelakuannya seperti itu.


"Lagian juga, cepat atau lambat, kita pasti akan berkumpul dan tentunya sebelum itu aku harus menjadi lebih kuat." jawab Rena dengan berniat untuk melakukan latihan tertutup.


"Ya benar, dan kenapa kamu mengemasi barang-barang mu Rena?" tanya Cecilia.


"Aku akan berlatih tertutup dan mencoba hal baru dalam levelku sekarang. Jadi tolong rahasiakan ini dari siapapun..." jawab Rena, namun perkataannya di sela oleh Cecilia.


"Mau di rahasiakan seperti gimana, toh disini masih ada mereka." sela Cecilia sambil menunjuk ke arah para bayangan yang masih berada di dekatnya.


"Dasar kau, Tatsuya bodoh!" teriak Rena dengan raut wajah yang sangat kesal.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...(21.00 WIB)...

__ADS_1


...Terimakasih....


__ADS_2