
...*Selamat Membaca*...
Kini semua orang telah berangkat menuju tujuannya masing-masing untuk melakukan latihan sembari menaikkan levelnya dalam angka yang ditentukan oleh Tatsuya. Tak ada seorangpun yang protes akan hal itu, dan mereka melakukannya dengan penuh semangat.
Sekarang hanya Tatsuya yang belum berangkat menuju tujuannya, karena ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum menjalani latihan tersebut. Dia bertukar tempat dengan salah satu roh miliknya, sehingga dalam sekejap berada di makam kedua orang tuanya.
Tatsuya sengaja mengunjungi tempat peristirahatan kedua orang tuanya itu, soalnya entah kapan lagi dia melakukan hal itu, karena mulai dari sekarang dirinya akan sangat sibuk terlebih lagi tugas yang diberikan oleh sosok itu.
Setelah puas mengunjungi makam kedua orang tuanya, Tatsuya kembali berpindah tempat dan kali ini dia berada di kediaman Shaman. Kemunculannya itu membuat dirinya sangat terkejut dan hampir terkena serangan jantung.
"Hah... Anda sangat mengagetkan saya tuan muda!" ucap Shaman dengan menghela nafasnya.
"Maafkan aku atas tindakanku barusan tanpa memberitahu kedatanganku." tanggap Tatsuya.
"Ahh, lupakanlah kejadian yang barusan. Dilihat dari kedatangan Anda, pasti ada sesuatu yang diinginkan oleh tuan muda." jawab Shaman sambil menduga.
"Kamu cepat tanggap juga paman." tanggap Tatsuya dengan tersenyum.
Kemudian dia menjelaskan alasan datang mengunjungi kediamannya hanya untuk menjalankan semua unit robot dengan status siaga satu, serta akan ditempatkan di berbagai daerah. Hal ini guna untuk mengantisipasi bila ada suatu kejadian baik yang dilakukan oleh monster ataupun orang jahat.
Seperti yang sudah diketahui olehnya, semua orang yang memiliki gelang khusus sedang melakukan latihan selama 3 bulan di dalam portal, dan hanya para tentara saja yang ada untuk menjaga kedamaian di negara tersebut.
"Kita tidak mengetahui kapan hal seperti itu terulang kembali, jadi untuk menambah penjagaan kita harus mengerahkan semua unit robot itu." pinta Tatsuya kepadanya.
"Perkataan Anda memang benar tuanku, bila mengandalkan para tentara saja dalam menghadapi monster mungkin bakalan kewalahan." tanggap Shaman dengan menyetujui keinginannya itu.
Setelah itu, Shaman mulai menyeting semua unit robot pada status siaga, dan dia juga telah memasang beberapa alat pelacak di bagian tubuh robot itu, supaya bila ada salah satu dari unit itu hancur posisinya bakalan diketahui oleh robot lainnya.
Selain itu juga, perlengkapan dari senjata nya itu lebih canggih dibandingkan sebelumnya, karena setiap peluru yang dimilikinya itu terbuat dari batu khusus yang dapat menembus kulit keras monster.
Tak lama, Shaman sudah selesai merubah unit robot itu pada status siaga satu, dan sekarang tinggal diberangkatkan ke lokasi yang diinginkan oleh Tatsuya. Dalam hal ini, dia memutuskan untuk membagi mereka pada 4 kelompok dan masing-masing darinya ditempatkan di lokasi yang padat akan penduduk.
"Lalu bagaimana dengan apa yang aku minta paman, apakah sudah mendapatkan gambarannya?" tanya Tatsuya mengenai permintaannya dalam pembuatan robot baru.
"Mengenai itu ada beberapa gambaran yang ada dalam otakku, dan seperti pada umumnya dicontoh dari sebuah pesawat." tanggap Shaman sambil berpikir kembali mengenai yang lainnya.
"Tak masalah bentuknya seperti apa, yang penting robot itu bisa terbang tinggi dan mempunyai kecepatan yang setara seperti pesawat pada umumnya." ucap Tatsuya dengan menyetujui apapun yang dibuatnya selama itu masih ke dalam keinginannya.
"Baiklah tuan muda, kalau begitu aku akan membuatnya tanpa ragu." jawab Shaman dengan senang.
"Bila kekurangan bahan ataupun hal lainnya, paman tinggal bilang saja ke markas pusat. Terlebih lagi kita sudah mendapatkan dukungan penuh dari petinggi akademi dan juga semua orang di negara ini." tanggap Tatsuya dengan mengingatkan kembali.
"Tentu saja tuan muda, aku pasti akan memberitahu mereka bila ada sesuatu yang aku butuhkan." jawab Shaman.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu dan tetap hati-hati dalam pengerjaannya paman." ucap Tatsuya sambil melakukan perpindahan tempat dengan salah satu roh miliknya, sedangkan Shaman melanjutkan kembali pekerjaannya yang sangat berambisi dalam pembuatan robot baru.
Setibanya di lokasi itu, Tatsuya memberikan perintah pada semua roh miliknya untuk masuk ke dalam portal yang berbeda, guna untuk membantu dirinya dalam penaikan levelnya.
__ADS_1
Tak lupa, dia juga meminta 100 pasukan dari masing-masing raja ataupun roh miliknya untuk berjaga di sekitar daerah itu, supaya dirinya bisa leluasa berpindah tempat apabila terjadi sesuatu yang buruk.
"Baiklah, kalau begitu aku akan mulai dengan kekuatan penuh." ucap Tatsuya sambil mengucapkan salah satu kata kunci terkuatnya, dan membuat dirinya memakai armor kuat disertai pedang besar yang berada di punggungnya.
Setelah itu, Tatsuya langsung berjalan masuk ke dalam portal dan seketika suasana disana terlihat seperti dataran pasir yang sangat luas. Dikarenakan tidak ingin membuang banyak waktu, dia langsung melesat ke depan sambil berburu semua monster yang ditemukan olehnya.
Perburuan monster yang dilakukan oleh Tatsuya beserta semua orang yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, berlangsung sampai malam di setiap harinya. Mereka yang berkelompok saling bergantian dalam memasuki portal sesuai dengan arahan yang diberikan oleh pemimpinnya.
Tak ada kata lelah dalam hal itu, dan mereka tetap bersemangat untuk menikmati prosesnya. Keseharian mereka semua masih sama seperti sebelumnya, dan tak lupa membawa hasil dalam perburuan mengenai batu yang terjatuh dari tubuh monster.
Semua batu tersebut diserahkan kepada negara, guna untuk membiayai kebutuhan mereka selama 3 bulan dan juga untuk keperluan lainnya mengenai pengembangan senjata bagi para tentara supaya bisa mengalahkan para monster dengan mudah.
Satu bulan kemudian...
Semua orang telah berhasil menaikan level nya, namun masih jauh ke dari target yang di inginkan oleh Tatsuya. Di hari yang sama pun, pembuatan alat deteksi baru di dalam portal sudah selesai, dan Alex segera memberitahu Tatsuya mengenai hal ini lewat alat komunikasi khusus.
"Maaf mengganggu anda tuan muda." ucap Alex dengan berbicara lewat alat komunikasi khusus.
"Tidak apa-apa paman." jawab Tatsuya yang berada di dalam portal sambil bertarung dengan beberapa monster yang ada di depannya. Suara tebasan dari pedang besar milik Tatsuya terdengar sangat jelas, dan ini membuat Alex merasa tidak nyaman.
"Bila anda sedang sibuk, akan saya hubungi lagi nanti tuan muda." ucap Alex dengan sedikit menyesal karena tiba-tiba menghubunginya.
"Tidak, katakan saja apa yang ingin di sampaikan oleh paman sekarang, dan ini pasti adalah hal penting!" pinta Tatsuya sambil mengakhiri pertarungan nya.
"Saya telah selesai membuat apa yang anda minta waktu itu tuanku, dan baru 10 unit yang bisa kami buat sampai hari ini." jawab Alex.
Setelah keluar, dia meminta seluruh roh miliknya untuk menyebar ke segala arah, dan melihat perkembangan semua orang dalam kurun waktu 1 bulan. Dengan spontan mereka melakukannya, lalu pergi secepat mungkin ke arah yang di maksud Tatsuya. Dalam waktu luangnya itu, dia langsung pergi ke kediaman Shaman untuk melihat seperti apa wujud robot yang barunya itu.
Dengan melakukan perpindahan tempat, seketika dirinya sudah berada di kediaman itu, dan Shaman yang berada di dekatnya sudah tidak terkejut lagi karena tahu kalau Tatsuya akan melakukan hal seperti itu.
"Selamat datang tuan muda." sapa Shaman dengan senang.
"Ya paman, sepertinya kau sudah terbiasa dengan kedatangan ku secara mendadak." tanggap Tatsuya dengan tersenyum.
"Hahaha... Aku yakin kedatangan tuan muda adalah melihat hasil dari pembuatan robot terbaru milikku." ucap Shaman dengan percaya diri akan maksud kedatangannya.
"Benar paman, aku ingin melihat seperti apa hasilnya sekalian menilai kekuatan ataupun ketahan yang dimiliki robot baru itu." tanggap Tatsuya dengan membenarkan dugaannya.
"Baiklah tuna, mari berjalan ke arah sini." pinta Shaman sambil menuntun jalannya.
Kemudian mereka berdua berjalan keluar rumah menuju area yang cukup luas di kediamannya. Hanya beberapa menit berjalan, dari kejauhan Tatsuya melihat robot yang sedang berbaris dan jumlahnya sekitar 35 unit.
Setelah melihat dari jarak dekat, Tatsuya cukup terkejut akan hasil yang dilakukan oleh Shaman. Dalam penilaiannya robot ini memiliki tubuh besar dengan ketinggian 5 meter, serta aliran dari energi di dalamnya lebih menakjubkan dibandingkan dengan robot lainnya.
Dalam hal ini, Shaman mulai menjelaskan mengenai perlengkapan yang dikenakan robot itu, dimulai dari senjata dengan kapasitas 500 butir peluru, serta 4 buah roket yang bisa menghancurkan gedung tinggi tiap 1 roket, ditambah lagi memiliki perisai transparan yang akan aktif otomatis ketika ada serangan dari jarak tertentu.
"Lalu bagaimana dengan cara mereka terbang?" tanya Tatsuya sambil berpikir untuk menduga.
__ADS_1
"Aku sudah menyetting semuanya atas perintah dari tuan muda, ucapkan apa yang diinginkan oleh anda mengenai hal itu dan jangan sampai terkejut." jawab Shaman dengan tersenyum lebar dan tak sabar akan ekspresi yang ditunjukkan oleh Tatsuya.
"Ahh, seperti ini kah... Terbanglah ke atas." ucap Tatsuya yang ditujukan pada 35 unit robot itu.
"Perintah di konfirmasi." jawab suara system dari semua unit robot itu.
Secara bersamaan, semua unit robot itu melompat ke atas dengan ketinggian lebih dari 5 meter, dan dalam sekejap berubah bentuk menjadi sebuah pesawat seperti pada umumnya, lalu mereka terbang ke atas.
"Tak ada kata-kata yang bisa ku ucapkan, karena hal ini lebih dari apa yang aku perkiraan." ucap Tatsuya sambil melihat semua unit robot itu terbang.
"Hahahaha... Terimakasih atas pujiannya tuan muda, dan cobalah anda menyerang mereka untuk membuktikan seberapa hebat ketahanan yang dimilikinya, tapi sesuaikan kekuatannya juga tuan muda, karena dalam waktu 1 bulan hanya sebanyak ini yang bisa aku buat itupun bersama dengan para pekerja ku dan bantuan dari orang-orang di markas pusat." pinta Shaman.
"Tentu saja paman." jawab Tatsuya sambil mengucapkan kata kuncinya.
"Fiery arrows of destruction"
"Hah, apa, tunggu tuan!" pinta Shaman pada Tatsuya, akan tetapi dia tak mendengarkan nya karena sangat fokus dalam menguji ketahanan robot itu.
Seketika ratusan lingkaran sihir terbentuk, dan memunculkan panah api berwarna biru dengan tingkat kekuatan setara dengan monster level 60. Hanya dengan mengarahkan jari telunjuknya ke arah unit robot itu berada, ratusan panah api itu melesat dengan cepat pada mereka.
"Swoosshhh"
Kecepatan yang dimiliki oleh panah api biru itu setara dengan kecepatan peluru yang ditembakkan oleh senjata sniper, akan tetapi dalam jarak 10 meter sebelum mengenai bagian robot itu, sebuah perisai transparan aktif secara otomatis dan melindungi seluruh bagian tubuhnya.
"Patsss"
Melihat hal itu, Tatsuya sangat senang, karena ketahanan yang dimiliki robot itu cukup menakjubkan ketika menerima serangan dari level 60. Karena masih penasaran Tatsuya ingin melakukan lebih, namun dia di cegah oleh Shaman karena proses pembuatan unit robot itu sangat rumit.
Mendengar hal itu, Tatsuya mengurungkan niatnya, lalu memerintahkan robot itu untuk kembali ke darat, dan dalam waktu singkat mereka berubah kembali pada bentuk pertama.
"Robot ini sangat mengesankan paman, dan aku yakin cuma paman yang bisa dalam hal ini." ucap Tatsuya dengan memberikan pujian untuknya.
"Hah... Kupikir semuanya akan hancur setelah melihat ratusan serangan yang tertuju pada mereka." tanggap Shaman sambil menghela nafasnya.
"Terimakasih atas kerja kerasnya paman, dan lanjutkan kembali pembuatan robot nya." ucap Tatsuya sambil berjalan menjauhi dirinya.
"Apakah tuan muda akan kembali ke dalam portal?" tanya Shaman.
"Tidak, ada satu urusan lagi yang harus aku selesaikan, dan setelah itu baru kembali berburu monster." jawab Tatsuya sambil melambaikan tangannya.
Saat ini Tatsuya sudah mencapai level 100 dan selama 2 hari exp yang dimilikinya tidak pernah naik meski membunuh lebih dari ratusan monster. Terpikir dia ingin melakukan pemanggilan pada roh di level 100 nya, namun karena memiliki urusan dia akan melakukannya nanti setelah selesai.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(21.00 WIB)...
__ADS_1
...Terimakasih....