
...*Selamat Membaca*...
Setelah tubuhnya benar-benar pulih, Tatsuya memutuskan untuk segera pergi ke tempat Tasya, dan sebelum melakukan hal itu, dia sengaja meninggalkan 20 bayangan nya untuk berjaga ataupun berkomunikasi, dikarenakan sampai sekarang alat komunikasi masih belum bisa digunakan.
Sesampainya di lokasi itu, dia sengaja berpindah tempat yang agak jauh dari pandangan Tasya. Hal ini dikarenakan dia ingin melihat-lihat kondisi terkini di setiap wilayah yang terkena dampak tersebut.
"Kalian semua, menyebar lah dan cari sumber kekuatan yang mengacaukan gelombang komunikasi di area ini!" pinta Tatsuya pada semua bayangannya, kecuali Mysha.
"Baik tuan!" jawab semua bayangan tersebut.
"Papa, bagaimana dengan Mysha, apakah diperbolehkan untuk keluar sekarang?" tanya Mysha.
"Belum waktunya bagi Mysha keluar, nanti ketika kita sudah berdekatan dengan mama, akan ku ijinkan, namun tetap harus dengan aba-aba ku." jawab Tatsuya dengan memintanya untuk bersabar lebih dulu, karena ada suatu hal yang harus dilakukan.
"Baiklah papa." tanggap Mysha dengan kembali beristirahat.
Tak lama setelah itu, Tatsuya kembali mengucapkan salah satu kata kuncinya yang berfungi untuk membuat dirinya bisa terbang di atas langit.
"Fly"
Bersamaan dengan kata kunci yang di ucapkan nya itu, sebuah lingkaran sihir mulai terbentuknya dari atas kepalanya, lalu bergerak sampai ke bawah kakinya dan setelah itu menghilang. Seketika, seluruh tubuh Tatsuya melayang, dan dia langsung terbang tinggi ke atas langit.
"Swoshh"
Sekiranya ketinggian nya sudah cukup, dia berhenti lalu melihat sebuah pemandangan dari atas langit, dan ini kali pertamanya melakukan hal seperti itu. Tanpa sengaja, dia kembali melihat bekas kejadian disaat Mikha mengorbankan nyawanya sendiri.
Sepintas, dada Tatsuya terasa sesak dan pikirannya kembali tidak stabil. Namun sekuat tenaga dia mengesampingkan hal tersebut, karena masih belum waktunya untuk balas dendam.
Disaat bersamaan, pikiran Tatsuya teralihkan dengan melihat status miliknya, dan melihat penggunaan mana poin ketika dia mengucapkan kata kunci tersebut. Hanya 5% mana poinnya itu berkurang disaat dia terbang, namun masih belum bisa dipastikan seberapa lamanya dapat mempertahankan kata kunci tersebut.
"Hah... Bisa dibilang, percobaan pertama ku ini telah berhasil." gumam Tatsuya dalam hatinya, lalu dia segera bergerak kembali sambil berkeliling di wilayah selatan.
Dalam pandangannya dari atas langit, sekitar 50% wilayah selatan yang terkena dampaknya itu telah dibangun ulang, dan hal ini cukup cepat dikarenakan robot baru yang dibuat oleh Shaman bekerja lebih keras, dan hanya diistirahatkan ketika sedang mengisi energinya.
Selain itu juga, Antonio beserta para pekerja nya tetap berusaha dengan keras untuk menyediakan makanan ataupun minuman bagi semua orang, dan tentu saja tanpa dipungut biaya apapun.
__ADS_1
"Hah, seperti yang diharapkan dari orang yang ku percaya, mereka semua sungguh bekerja keras, terutama dirimu Tasya. Aku lihat sekarang kamu lebih percaya diri, dibandingkan sebelumnya, dan lebih tegar disaat aku tidak berada di sampingmu!" gumam Tatsuya sambil memperhatikan aktivitas mereka dari atas langit.
Tanpa terduga, salah satu dari bayangan nya telah menemukan sumber kekuatan yang tak seharusnya berada di dunia ini, dan melalui telepati Giro memberitahukan nya kepada Tatsuya.
"Tuanku, aku sudah menemukan apa yang anda perintahkan." ucap Giro dengan bangga karena dirinya yang pertama kali menemukan hal tersebut.
"Baiklah, aku akan segera kesana." jawab Tatsuya sambil terbang ke arah dimana Giro menemukan sumber kekuatan tersebut.
Sesampainya di lokasi itu, Giro langsung menunjukkan jalannya pada Tatsuya dengan wujud yang bukan aslinya. Hal ini dikarenakan sebelumnya Tatsuya memberikan perintah untuk menghilangkan keberadaan mereka, dan jangan sampai diketahui oleh orang-orang disekitarnya.
"Kita sudah sampai tuan, dan inilah sumber kekuatan yang tak seharusnya berada di dunia ini." tunjuk Giro pada sebuah benda yang terlihat seperti kelereng dengan ukuran sebesar bola tenis meja.
Kemudian, Tatsuya mengambil benda tersebut, lalu dia mengepalkan tangannya sambil merasakan kekuatan yang tersimpan di dalam kelereng tersebut. Sepintas Tatsuya melihat asal usul mengenai benda tersebut, dan ternyata itu adalah sumber kekuatan yang berada di setiap portal.
"Pantas saja, monster sialan itu dengan mudahnya memanggil monster ke dunia ini, ternyata ada pemicunya sehingga mereka berdatangan." ucap Tatsuya sambil mengepalkan tangannya dengan kuat, hingga benda yang berada di tangannya itu hancur berkeping-keping.
"Crakk"
Bersamaan dengan hancurnya benda tersebut, perlahan-lahan gelombang jaringan kembali membaik, dan kini semua orang bisa menggunakan alat komunikasi seperti sebelumnya.
Dalam sekejap, semua bayangan nya itu kembali ke dalam tubuh Tatsuya, dan kini dirinya sudah siap untuk bertemu dengan Tasya serta yang lainnya juga.
Di lokasi Tasya berada...
Semua orang kini sedang beristirahat makan siang, kecuali Tasya yang masih melihat beberapa dokumen mengenai bantuan dari pihak Akademi.
Beberapa orang telah membujuknya untuk beristirahat sejenak, namun dia tetap meminta mereka untuk terlebih dulu melakukan hal tersebut, dan dirinya nanti setelah semuanya kelar.
Disaat itu, dengan sengaja Tatsuya berjalan ke arah mereka semua, dan raut wajah dari semua orang yang melihatnya sangat terkejut terutama rekan-rekannya. Seketika Tatsuya meminta semuanya untuk tetap diam, karena dia ingin terlebih dulu menjahili Tasya yang masih terfokus pada pekerjaannya.
"Tidakkah kamu lelah atas semua ini? Bukankah ini sudah termasuk jam istirahat, tapi kenapa anda masih belum melakukannya?" tanya Tatsuya sambil berdiri tepat dibelakangnya.
"Istirahatlah duluan, nanti aku akan segera menyusul setelah selesai mengerjakan hal ini." tanggap Tasya tanpa menoleh ke asal suara tersebut.
"Memangnya seserius apa, sehingga anda harus membuang waktu istirahat? dan juga tidak menyempatkan diri untuk menengok ke belakang?" tanya Tatsuya dengan sedikit memancingnya untuk melihat ke arah belakang.
__ADS_1
"Memang ini hal serius, terutama bagi orang-orang yang membutuhkan. Semuanya harus dikerjakan dengan hati-hati, serta tidak boleh menghamburkan biaya seenaknya, jadi tetap harus diperhatikan." jawab Tasya.
Perdebatan diantara mereka berdua berlangsung cukup lama, dan sampai akhirnya Tasya memperlihatkan sedikit emosinya, terutama sampai sekarang tidak ada kabar apapun mengenai Tatsuya.
"Sampai sekarang, tidak ada kabar pun mengenai dirinya dan entah kapan dia akan siuman. Setiap kali aku berpikir mengenai hal ini, hatiku terasa sangat sedih dan seakan-akan ingin menangis. Tapi, aku tetap menahannya sampai sekarang, dan terus menunggu kabar dari Cecilia mengenai dirinya." ucap Tasya dengan sedikit meneteskan ari matanya.
"Jadi, sampai sekarang anda terus menahan perasaan itu. Dan bila orang itu sudah sadar, tapi tidak memberitahu anda itu berarti dia sangat kurang ajar." tanggap Tatsuya.
"Tolong jangan berbicara seperti itu, seolah-olah anda mengenalnya!" pinta Tasya dengan nada tinggi, sambil menoleh ke belakang. Seketika ekspresi dari wajah Tasya berubah drastis, terlebih dari orang yang dari tadi berbicara dengannya adalah orang yang selama ini ditunggu-tunggu olehnya.
Disaat itu juga, Tasya mengeluarkan air mata kebahagiaannya, dan dengan segera memeluk Tatsuya. Semua orang yang berada di area itu, mulai mendekatinya, serta beberapa dari mereka ikut menangis juga.
"Tuanku, tuanku... Syukurlah anda sudah kembali..." ucap Antonio sambil menangis tersedu.
"Dasar cengeng kau..." sambung Shaman sambil melakukan hal sama seperti Antonio.
"Haha, ya... Ya, semuanya aku kembali." jawab Tatsuya sambil sedikit tertawa.
Tak lama setelah perkataan itu, Tasya mengeratkan pegangan tangannya, sampai-sampai Tatsuya merasakan rasa sakit. Hal ini dikarenakan dirinya sangat kesal terhadap Tatsuya, dan harus menunggu lama setelah dimana sudah kembali siuman.
"Sampai kapan, kau akan terus bermain-main seperti ini Tatsuya? Selama itu aku terus menahan rasa kekhawatiran ku padamu, dan sepintas ingin kembali ke kediaman Cecilia untuk melihat kondisi mu. Tapi ketika kau telah kembali siuman, kenapa tidak segera memberitahu diriku?" tanya Tasya dengan penuh emosi, karena kesal dengan tindakan yang dilakukan oleh Tatsuya.
Mengetahui Tasya bakalan seperti ini, dengan cepat Tatsuya meminta Mysha untuk segera muncul di hadapan nya, semata-mata demi meredakan emosi Tasya yang hampir meluap. Dalam sekejap, sebuah bayangan keluar dari tubuh Tatsuya, dan secepatnya berubah menjadi bentuk aslinya.
"Mama!" panggil Mysha sambil memeluk Tasya dengan sangat erat. Melihat hal ini, seketika emosi yang dimiliki oleh Tasya menurun drastis, dan artinya Tatsuya selamat dari kemarahannya.
"Mysha!" panggil kembali Tasya, sambil balik memeluk dirinya.
Semua orang yang berada di wilayah tersebut, sedikit terhibur akan kelakuan mereka bertiga, dan seperti biasanya Tatsuya memanfaatkan Mysha untuk meredakan emosi Tasya. Kini, semuanya telah kembali lengkap, dan mereka mulai kembali bekerja untuk mempercepat pembangunan ulang wilayah selatan.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(21.00 WIB)...
__ADS_1
...Terimakasih....