
...*Selamat Membaca*...
Dua kabar baik secara bersamaan datang pada mereka berdua, terutama kabar mengenai Tatsuya yang membuat Tasya sangat bahagia. Begitu pula dengan semua orang dari pihak nya yang mendengar hal tersebut, mereka ikut bahagia serta sebagiannya juga ada yang meneteskan air mata kebahagiaan.
"Sungguh, hal ini membuatku sangat senang, sampai-sampai debu dari ruangan ini masuk ke dalam mataku!" ucap Antonio dan tanpa henti mengusap air matanya.
"Kau ternyata sangat cengeng di usiamu sekarang!" bentak Shaman yang secara kebetulan berada di kediaman Antonio.
"Diamlah orang tua gila, jangan ajak aku bicara ketika sedang bahagia. Kau itu...!" tanggap Antonio, namun perkataannya terhenti ketika melihatnya meneteskan air matanya. "Kau juga menangis bahagia, lantas kenapa berkomentar seperti itu padaku!" lanjutnya dengan kesal.
"Seperti inilah menangis bahagia, bukan seperti yang kau lakukan barusan!" tanggap Shaman dengan tegas.
Mereka berdua terus menerus berdebat mengenai hal tersebut, namun dalam beberapa menit ke depan akhirnya berhenti dan memutuskan untuk segera pergi menuju kediaman Cecilia, bersamaan dengan membawa puluhan mobil kontainer.
Disisi lain, di halaman markas pusat...
Jawaban yang diberikan oleh Mozark itu sangat mengejutkan bagi semua orang. Terlebih lagi dalam kejadian sebelumnya, dia sempat memerintahkan penangkapan Tatsuya, dengan mengerahkan seluruh guild yang berada dalam negara.
Hal ini pun kerap menjadi perbincangan, dan beberapa reporter yang berada di halaman markas pusat, mulai mengajukan banyak pertanyaan kepadanya. Namun Mozark kembali meminta untuk tenang pada seluruh reporter, karena masih ada hal penting yang ingin disampaikan olehnya.
Hal pertama yang disampaikan olehnya adalah, mulai detik ini apapun yang dilakukan oleh Tatsuya, akan dipantau sepenuhnya dan mempertimbangkan apakah yang dilakukannya itu demi kebaikan semua orang atau dirinya sendiri.
Yang ke-dua, negara akan memberikan dukungan penuh baginya, apabila yang dilakukannya itu menyangkut keselamatan semua orang, serta memberikan apapun yang diperlukan olehnya.
Yang ke-tiga, negara akan memberikan ijin resmi dalam pembentukan mengenai organisasi nya yang bernama Slayer Of God, serta diberikan tempat layak baginya untuk menjalankan organisasi tersebut.
Hanya itu saja hal penting yang ingin disampaikan oleh Mozark, setelah mempertimbangkan semua tindakan yang dilakukan olehnya dalam keputusan yang salah. Selain itu, Tatsuya tidak pernah membunuh sembarang orang, melainkan seorang yang melakukan kejahatan salah satunya dari organisasi Black Dragon.
Setelah itu, Mozark mengakhiri percakapan nya, serta mengucapkan banyak terimakasih pada Tatsuya yang sudah bertindak seperti seorang pahlawan. Lalu dia meninggal panggung tersebut, dan kembali ke ruangan pribadinya di dalam markas pusat.
"Semoga apa yang sudah kulakukan ini adalah hal benar dan bukan lagi kesalahan yang harus terulang kembali." gumam Mozark dalam hatinya sambil berjalan menjauhi para reporter.
__ADS_1
Dari awal sampai akhir semua perkataan yang disampaikan Mozark, di dengar oleh semua orang. Dan dalam waktu singkat, media sosial di penuhi dengan perbincangan hangat mengenai Tatsuya serta organisasi yang sudah dibentuknya.
Namun disisi lain, apa yang disampaikan oleh Mozark sangat keberatan, terutama pada sebagian keluarga Xianlong. Hal ini dikarenakan, mereka tidak terima kalau Tatsuya tidak dapat hukuman apapun, terlebih lagi putri yang ditakdirkan menjadi penerus keluarga Xianlong telah tiada.
"Memang tidak bisa di maafkan, orang itu seharusnya di hukum, namun apa yang petinggi akademi katakan, dia bahkan mendukung penuh apa yang ingin dilakukan olehnya!" ucap sepupu laki-laki Mikha yang bernama Sakha dengan kesal.
"Benar apa yang dikatakan olehmu, seharusnya dia menerima hukuman berat atas apa yang dilakukan olehnya sampai sampai membuat Mikha meninggal tanpa sedikit pun bagian tubuhnya yang tersisa." sambung sepupu perempuan yang bernama Salma sambil menangis dan kesal terhadap Tatsuya.
"Sudah ku katakan beberapa kali pada kalian, kalau hal ini tidak sengaja terjadi. Ditambah putriku melakukannya atas kemauan dirinya sendiri, jadi..." tanggap Kazima, namun perkataan disela oleh Sakha.
"Aku pernah dengar sedikit mengenai orang itu dari Mikha, dan dia juga sudah menganggapnya sebagai teman pertamanya. Namun kenapa dia tidak mencegah hal ini terjadi, andai saja aku tetap memperhatikan nya mungkin takkan kubiarkan dia pergi keluar!" sela Sakha sambil menetaskan air mata kesedihan atas kehilangannya Mikha.
Perdebatan ini, terus berlanjut diantara keluarga Xianlong dan memikirkan apa yang akan dilakukan oleh mereka terhadap Tatsuya. Akan tetapi, Kazima yang masih menjadi kepala keluarga Xianlong sudah merelakan apa yang terjadi, terlebih lagi kejadian ini sama persis dengan kejadian mendiang istrinya.
"Entah apa yang harus aku lakukan setelah ini." gumam Kazima dalam hatinya sambil memikirkan riwayat hidup istri dan anaknya.
Sementara itu, disisi lainnya...
Rena, Clara, Aurel, dan Muzan terus menerus memasuki portal yang berada di luar wilayah selatan. Hal ini mereka lakukan untuk segera menaikkan levelnya, supaya tidak menjadi beban bagi Tatsuya.
"Sepertinya kita sudahi saja sampai disini." pinta Muzan karena tubuhnya hampir tidak kuat lagi berjalan.
"Hah... Ya benar, kakiku sudah tidak kuat lagi tuk berjalan." sambung Aurel sambil beristirahat sejenak.
"Kalau begitu, aku pergi duluan berjalan ke depan." ucap Rena, namun baru saja berjalan beberapa langkah ke depan, dia mulai merasa seluruh tubuhnya kesakitan, dan akhirnya terjatuh.
"Bruukk..."
Semua yang berada di dalam portal dikejutkan oleh hal tersebut, dan mereka berpikir kalau dia terlalu memaksakan diri meski sudah mengetahui efek samping dari kehabisan mana poin.
"Dasar merepotkan... Bisa bisanya disaat seperti ini dirimu menjadi beban!" ucap Clara sambil berdiri di dekatnya.
__ADS_1
"Kamu tidak boleh berkata seperti itu, dan juga perhatikan kondisi tubuhmu sendiri!" pinta Aurel.
"Kondisi tubuh ku baik-baik saja! 100% bisa mengalahkan monster yang muncul di area sini." jawab Clara dengan sangat yakin.
"Apa-apaan dengan perkataan seperti itu, dilihat dari manapun kamu juga kelelahan. Lihatlah dengan mata kepalamu sendiri, itu kakimu terus bergetar tanpa henti!" tanggap Aurel mengenai kondisi yang sebenarnya dari tubuh Clara. "Hah... Bila saja ada seseorang yang memiliki jobs Healer, mungkin kita tidak akan kerepotan seperti ini." lanjutnya.
Tak lama, Aurel merasakan kenyamanan pada tubuhnya, serta mana poin yang dimilikinya sedikit demi sedikit bertambah dan luka-luka kecil yang dialaminya perlahan-lahan sembuh secara menyeluruh.
"Bagaimana kondisi mu sekarang?" tanya Tiara yang dari tadi mengucapkan kata kunci penyembuhan bagi Aurel.
"Sekarang terasa sangat nyaman, dan perlahan-lahan mana poinku bertambah." jawab Aurel dan tanpa sadar sedang di obati oleh Tiara yang memiliki jobs Healer. "Heh... Bukankah kita tidak mengajak seseorang yang memiliki job Healer ke tempat ini? Tapi mengapa..." lanjutnya sambil menoleh ke arah belakang.
Ternyata dibelakangnya itu adalah Tiara, dan diikuti oleh saudaranya serta Joseph sebagai pengantarnya. Seketika Aurel memanggil namanya, lalu membuat orang disekitarnya terkejut akan kedatangan mereka.
"Bagaimana kalian bisa menemukan kami disini?" tanya Muzan pada mereka.
"Ah, kami bertanya kepada setiap orang yang ditemui, dan cukup sulit juga untuk menemukan kalian semua. Namun daripada itu, ada hal penting yang harus dibicarakan oleh nona Tasya, jadi sebaiknya kita segera kembali pada kediaman nona Cecilia." jawab Joseph, lalu meminta pada mereka untuk segera kembali.
"Ya, kami juga berpikir untuk menyudahi pembersihan portal, karena bisa dilihat kalau mereka berdua benar-benar tumbang." tanggap Muzan, sambil melihat ke arah Rena dan Clara yang kondisi nya tidak baik.
Beberapa saat kemudian...
Mereka berempat telah di obati oleh Tiara, namun cuma setengah mana poin yang bisa dipulihkan olehnya, karena keterbatasan level miliknya tak mampu memulihkan mana poin lebih dari 50%. Meskipun seperti itu, mereka berempat bisa kembali bergerak secara leluasa, soalnya luka-luka ringan telah sembuh tanpa berbekas.
Kemudian mereka semua masuk ke dalam mobil, lalu berangkat menuju pada kediaman Cicilia. Di dalam perjalanan, Rena memikirkan beberapa hal yang ingin dia coba, karena levelnya saat ini sudah mencapai 70.
"Dengan levelku saat ini, mungkin bisa lebih baik lagi melakukan hal itu dibandingkan dengan sebelumnya." gumam Rena dalam hatinya, dengan bertekad mencoba sebuah serangan dalam skala lebih luas.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
__ADS_1
...(21.00 WIB)...
...Terimakasih....