Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#67 Kemunculan Jendral Monster Urutan Ke-9


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Hanya dalam waktu beberapa detik, Tatsuya berhasil menghancurkan penjara ilusi yang dibuat oleh Kuzzak. Bersamaan dengan itu, dia mengalami perubahan pada dirinya dan kini terlihat jelas seperti iblis.


Semua orang yang masih berada di tempat itu sangat terkejut melihat perubahannya, tapi Tasya tetap yakin kalau hal itu bukanlah keinginan Tatsuya, melainkan keinginan dari sosok lain yang sedang mengendalikan tubuhnya.


"Wu-wujud itu, bukankah mirip dengan..." ucap Muzan, namun perkataannya di sela oleh Tasya.


"Legenda yang selalu diceritakan secara turun temurun dari nenek moyang kita, dan dari ibu kepada kita berdua." sela Tasya dengan menjelaskan sedikit dari legenda tersebut.


"Sedikit, aku juga mendengar mengenai hal itu dari kedua orang tua ku dan aku sama sekali tidak percaya akan perkataannya. Namun setelah melihat hal ini, sudah lain lagi karena akan menjadi malapetaka bagi semua manusia di seluruh dunia." sambung Mozark dengan menjelaskan lebih jauh mengenai legenda tersebut.


"Tapi, hal itu belum bisa dipastikan karena aku yakin kalau Tatsuya bukanlah jelmaan dari sosok tersebut." jawab Tasya dengan meyakini kalau dirinya masihlah Tatsuya.


"Meski menyakitkan, tapi itu adalah awal dari wujudnya yang menumbuhkan tanduk pada kepalanya. Dan hal ini juga sesuai dengan apa yang diceritakan oleh ibu kita. Jadi..."


"Kesampingkan mengenai hal ini, dan mari kita lihat apakah dirinya itu masih Tatsuya apa bukan!" sela Rena dengan menghentikan perdebatan yang belum tentu terjadi.


Mendengar perkataan seperti itu, semua orang terdiam dan terfokus pada pertarungan sampai melihat bagaimana jadinya Tatsuya nanti, apakah dia benar-benar berubah menjadi sosok tersebut atau masih sama seperti sebelumnya.


Pertarungan mereka berdua masih terus berlangsung, dan ketika Tatsuya kembali ke dunia nyata, dia langsung menarik salah satu tangannya dari cengkraman Kuzzak. Dia juga menambahkan energi dari halilintar dan api berwarna hitam secara bersamaan, sehingga Kuzzak merasakan hawa panas di kedua tangannya. Semakin lama, hawa panas tersebut semakin kuat dan perlahan lahan kulit keras di bagian tangannya mulai meleleh.


"Ughhh... Dasar brengsek! Berhentilah melawan dan biarkan aku menghabisimu sekarang! teriak Kuzzak sambil memperkuat cengkraman tangannya serta meregenerasi luka yang terdapat di seluruh bagian tangannya.


Dalam sekejap, cengkraman kuat dirasakan oleh Tatsuya dan membuat tubuhnya terjepit dengan keras. Akan tetapi, dia tidak mau mengalah apalagi dengan monster yang telah membunuh teman masa kecilnya, sehingga Tatsuya memutuskan untuk membuka segel ke 4.


"Sraakkk"


Seketika kekuatannya berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan sebelumnya. Hanya dengan menggunakan kekuatan fisiknya saja, dia berhasil membuat celah yang dimana salah satu tangannya bisa keluar.


Tanpa pikir panjang, Tatsuya langsung memusatkan kedua energi itu pada telapak tangannya itu hingga memadat dan terlihat seperti bola kristal hitam dengan percikan halilintar yang keluar di setiap bagiannya.


"Zreeezzz... Zreeezzz..."


Melihat hal itu, Kuzzak merasakan kalau energinya sangat membahayakan bagi dirinya, jadi dengan cepat dia melakukan serangan sebelum energi tersebut dilepaskan.


"Swooossshhh"


Tanpa terduga, semua rantai dengan ujung runcing yang hendak mengenai terpental ke arah lain. Hal ini dikarenakan tekanan yang dihasilkan energi tersebut sangatlah besar meski dengan ukurannya yang kecil.


Sekiranya sudah cukup menyatukan kedua energi nya itu, Tatsuya langsung melesatkan serangannya itu mengarah pada tubuh Kuzzak. Namun dengan respon cepat dia mengubah rantainya ke dalam mode pertahanan, dan mencoba bertahan dari serangannya itu.

__ADS_1


"Baaammm"


Tekanan yang begitu besar kembali terjadi ketika serangan dari Tatsuya menghantam rantai milik Kuzzak. Bersamaan dengan itu, percikan halilintar hitam keluar dari bola kristal tersebut dan menghancurkan apa saja yang dikenai olehnya. Permukaan tanah yang berada di sekitarnya pun itu hancur, serta hempasan angin yang kuat juga terjadi akibat tekanan dari energi tersebut.


Semua orang yang berada di dekat mereka berdua hampir terhempas untuk kedua kalinya, namun dengan cepat Kazima kembali membuat pertahanan dan kali ini dibantu oleh yang lainnya.


Semakin lama, tekanan yang dihasilkan oleh energi milk Tatsuya semakin besar, dan membuat tubuh Kuzzak terdorong beberapa langkah kebelakang. Selain itu juga, semua rantai yang dijadikan pertahanan kini mulai meleleh, dan regenerasi nya itu tidak dapat mengikuti kecepatan dari kerusakan yang dihasilkan oleh energi tersebut.


"Dasar brengsek!" teriak Kuzzak dengan memaksakan seluruh kekuatannya untuk meregenerasi rantainya yang meleleh. Akan tetapi dia terlambat satu detik untuk melakukannya karena semua rantai miliknya terbakar habis dan serangan tersebut langsung mengenai tubuhnya.


"Baaammm"


Tekanan yang kuat disertai sengatan dari halilintar hitam milik Tatsuya, dirasakan secara langsung oleh tubuhnya dan hal ini berkali-kali lipat lebih sakit dibandingkan sebelumnya.


"Arrrggghhh!!!" teriak Kuzzak dengan sangat keras, namun dia masih tetap bertahan dan menjalankan regenerasi abadinya.


Selain itu juga, Kuzzak tidak akan pernah melepaskan cengkraman tangannya dan berniat mati bersama dengan Tatsuya. Tanpa disadari, kedua tangannya itu membeku dan hal ini karena Tatsuya mendapatkan kekuatan lainnya setelah membuka segel ketiga.


Sekuat tenaga Tatsuya mengerahkan kekuatan fisiknya, sehingga kedua tangan Kuzzak yang membeku hancur berkeping-keping dan akhirnya dia bebas kembali untuk bergerak.


"Ughhh, aku menyesal tidak segera membunuh mu diwaktu itu!" ucap Kuzzak sebelum serangan itu hancur dalam jarak beberapa km dari tempat awal.


"Booommm"


"Ini benar-benar bencana!" ucap Mozark dengan terus menyaksikan ledakan yang dibuat oleh Tatsuya.


"Semuanya bersiap akan benturan!" teriak Kazima dengan memperingatkan orang yang berada dalam perlindungannya, karena melihat hempasan angin hebat menuju ke arahnya.


"Swooossshhh"


Puing-puing bangunan yang terbawa oleh hempasan angin tersebut, menghantam pelindung yang dibuat oleh Kazim secara bertubi-tubi dan membuat beberapa retakan di semua bagian. Namun semua orang yang berada di sana menyatukan kekuatan mereka untuk membantu Kazima, sehingga pelindung nya itu bertahan sampai semuanya selesai.


"Hah... Hah... Hah... Ini adalah batasan ku!" ucap Kazima dengan nafas terengah-engah dan seketika pelindung yang diciptakan nya menghilang.


"Dilihat dari situasinya, sepertinya sudah selesai dan kita semua selamat berkat anda." ucap Rena dengan berterimakasih kepadanya.


"Sudah seharusnya aku melakukan hal itu, jadi tidak perlu berbicara seperti itu." jawab Kazima sambil beristirahat sejenak di tempatnya.


"Se-semuanya, a-apa kalian bisa melihat apa yang kulihat? I-ini bukan mimpi kan?" tanya Aurel dengan terkejut dan tidak percaya akan yang dilihatnya itu.


"Tentu saja kedua mataku masih normal, memangnya apa yang sedang kamu..." jawab Muzan, namun perkataannya tidak dilanjutkan karena terkejut melihat yang terjadi di tempat tersebut, begitu juga dengan yang lainnya. Di sekeliling mereka sudah tidak ada lagi bangunan yang tersisa dan diperkirakan 1/3 wilayah selatan rata dengan permukaan tanah.

__ADS_1


Menanggapi hal ini, Mozark mengatakan kalau Tatsuya sudah bukan dirinya sendiri dan kali ini dia merupakan ancaman besar bagi umat manusia. Namun Tasya bersikeras untuk memikirkannya kembali sebelum memutuskan hal itu, akan tetapi Mozark tidak menanggapinya dan secara tiba-tiba Tatsuya muncul di hadapan mereka dari atas langit.


"Blaaaarrr"


Melihat kedatangannya itu, semua orang yang berada disana merinding ketakutan terlebih lagi aura yang mengitarinya itu terlalu mendominasi seluruh tubuh mereka dan sesekali sesak untuk bernafas karena menerima tekanan yang berat. Akan tetapi Tasya tetap menahan apapun yang dialami olehnya, dan perlahan-lahan dia berjalan mendekatinya sambil memanggil namanya beberapa kali.


"Tidak Tasya jangan mendekatinya, itu sangat..." pinta Muzan, namun perkataan nya tidak diteruskan karena Tatsuya memberikan tekanan yang besar kepadanya, sampai dirinya terjatuh dan tertekan pada permukaan tanah. Dia juga melakukan hal yang sama pada semua orang di depannya, akan tetapi Tasya tetap bertahan dan terus berjalan mendekatinya.


Seketika tangan kanan Tatsuya bergerak ke atas langit, karena beranggapan kalau semua orang yang masih hidup adalah musuhnya. Bersamaan dengan hal itu, ribuan tombak es berwarna hitam yang dialiri energi halilintar muncul tepat di atasnya dan di arahkan pada Tasya yang menjadi ancaman bagi dirinya.


Teman-teman nya sempat memanggilnya untuk menghentikan serangan tersebut dan meminta segera sadar. Namun perkataan dari mereka sama sekali tidak di dengar dan Tatsuya hendak menurunkan tangannya yang berarti melesatkan serangan tersebut.


"Tidak, Tasya!!!" teriak Muzan dengan keras dan dia hendak berdiri namun tetap saja kekuatannya masih kurang untuk melawan tekanan yang diberikan oleh Tatsuya. Hal sama juga dilakukan oleh teman-teman nya, tapi tetap saja tidak ada satupun dari mereka yang sanggup menahan tekanan seperti Tasya.


Ketika Tatsuya hendak menurunkan tangan kanan yang mengendalikan serangan itu, secara tiba-tiba pergerakan nya terhenti dan lengan kanannya bergetar dengan kencang. Sepintas Tasya melihat kalau Tatsuya sedang melawan keinginan dari sosok tersebut, lalu dia memanfaatkan kesempatan ini untuk menyentuh wajah nya.


"Sudah cukup Tatsuya, mari kita pulang!" pinta Tasya sambil memegang pipinya.


Sejenak Tatsuya terdiam setelah mendengar perkataan seperti itu dari Tasya, dan ribuan tombak es mulai menghilang dari atas langit beserta dengan tekanan yang diberikan pada semua orang. Tanpa terduga, sebuah serangan melesat ke arah mereka berdua dan lebih tepatnya mengarah pada Tasya.


"Swooossshhh"


Melihat hal itu, Rena beserta teman yang lainnya mencoba untuk menghentikan serangan tersebut. Akan tetapi respon mereka terlalu lambat, dan serangan tersebut terus melesat ke arah Tasya.


"Tasya menghindar!!!" panggil semua orang.


Mendengar perkataan seperti itu, Tasya menengok ke asal serangan tersebut dan dia sama sekali tidak bisa menghindar karena serangan tersebut melesat dengan sangat cepat.


"Ughhh, padahal sudah terlihat jelas serangan itu mengarah kepadaku, tapi kenapa kakiku tidak bisa digerakkan." gumam Tasya dengan terus menatap serangan tersebut, dan seketika serangan itu terhenti tepat di depan kepalanya. "Tatsuya!!!" lanjut dengan memanggil Tatsuya yang sudah menghentikan serangan tersebut hanya menggunakan salah satu tangannya.


Di waktu bersamaan, sebuah sosok muncul dari dalam portal dan dia berjalan sambil bertepuk tangan karena telah berhasil menghentikan serangannya itu.


"Prokk... Prokk... Prokk..."


"Hebat sungguh hebat, kau bisa menghentikan seranganku meski dengan kecepatan seperti itu." ucap Fulsares dengan memuji Tatsuya, dan dia merupakan urutan ke 9 dari jendral para monster.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...(Untuk update episode terbaru akan hadir pada pukul 19.00 WIB, namun harinya masih belum bisa ditentukan.)...

__ADS_1


...Jika berkenan jangan lupa untuk dukung author dengan menekan jempol ke arah Like, Komen, Vote, Rate novel ini....


...Terimakasih....


__ADS_2