
...*Selamat Membaca*...
Setelah mengetahui kalau dirinya di jebak oleh Tatsuya, dengan segera Steven menerima saran yang diberikan oleh wakil ketuanya dan langsung pergi menuju wilayah selatan. Namun di setiap gang sempit, selalu ada beberapa pasukan roh yang menjaganya. Akan tetapi ini bukanlah sebuah hambatan bagi Steven, karena kekuatannya itu lebih besar dibandingkan mereka.
"Beraninya makhluk sampai seperti kalian menghalangi jalanku, rasakan ini!" teriak Steven sambil menghunuskan bilah pedangnya pada roh tersebut.
"Slassshhh"
Hanya dengan satu tebasan, Steven berhasil mengalahkan roh tersebut dan membuat mereka berubah wujud seperti air yang terciprat kemana-mana. Dia berpikir kalau serangannya itu sangat berlebihan dan seharusnya hanya menggunakan setengah dari kekuatannya.
Namun beberapa detik setelah Steven menebas mereka, cairan tersebut menyatu dan wujudnya kembali seperti semula. Melihat hal tersebut dia cukup terkejut, lalu menebasnya kembali berkali-kali dan hasilnya tetap sama.
"Dasar makhluk sialan, mereka tidak mati meskipun sudah ku tebas beberapa kali. Sepertinya aku harus membunuh bocah sialan itu terlebih dulu, baru mereka semua bisa mati." gumam Steven dengan menebasnya kembali, lalu pergi meninggalkan roh yang dia lawan.
Di dalam perjalanannya, Steven mencoba menghubungi Tommy dan Kazima dan memberitahukan kalau musuh yang mereka lawan hanyalah umpan untuk memeras mana serta staminanya.
Disisi lain tepatnya di bagian timur...
Situasi yang sama juga di alami oleh Kazima beserta semua bawahannya, terlebih lagi roh yang bernama Ghon bergabung ke dalam pertarungan tersebut. Dia sama sekali tidak memiliki bawahan karena tugasnya adalah melayani 10 jendral dari penguasa kegelapan.
Namun dia bisa memperbesar tubuhnya hingga 20 meter dan bisa saja menyapu bersih musuhnya hanya dalam sekejap. Akan tetapi perintah dari Tatsuya adalah suatu hal yang mutlak, untuk tidak membunuh manusia, jadi dia hanya menggunakan 1/3 dari kekuatannya itu.
"Apakah kalian semua sudah bosan hidup, sampai-sampai berani menantang tuanku!" teriak Ghon sambil melesatkan satu pukulan pada area tersebut.
"Buuukkkk"
Seketika apapun yang berada dalam jangkauan 10 meter hancur, baik itu jalanan, kendaraan ataupun rumah.
"Craaassshhh"
Melihat hal tersebut, semua bawahan Kazima merasa takut dan berpikir kalau mereka terkena serangan itu kemungkinan besar sudah mati. Begitu pula dengan Sylfi, Lilia, dan Rein, yang berpikir bagaimana menjelaskan hal tersebut pada Tatsuya karena Ghon sudah menghancurkan tempat tinggal manusia.
Sementara itu, Kazima yang berada di belakang segera memberikan perintah pada bawahannya untuk mundur, karena dia berniat untuk turun tangan menghadapinya. Namun ketika dia hendak berjalan ke depan, secara tiba-tiba Steven menghubunginya.
"Ada apa Steven? Bukankah rencana kita untuk tetap menerobos masuk dan menemukan bocah itu?" tanya Kazima dengan alat komunikasi yang terus menempel di telinganya.
__ADS_1
"Hah, ternyata kau juga ikut dihubungi olehnya?" tanya Tommy dengan terkejut.
"Diam dan dengarkan! Kita bertiga sudah masuk ke dalam jebakannya." jawab Steven dengan singkat, sambil terus menghindari beberapa pasukan roh yang mencoba menghentikannya.
Seketika, Kazima dan Tommy terkejut setelah mendengar perkataan tersebut. Lalu mereka berdua meminta penjelasan dari Steven mengenai jebakan yang dibuat Tatsuya.
Secara singkat, Steven memberitahu kalau mereka semua tidak akan bisa membunuh roh tersebut, meski berulang kali menyerangnya seperti yang di alami olehnya. Hanya satu hal yang dapat mengalahkan mereka, yaitu dengan cara membunuh Tatsuya.
Mendengar perkataan tersebut, Kazima sangat terkejut kalau teman baik putrinya dimasa kecil harus dibunuh. Sungguh sangat berat baginya untuk melakukan hal tersebut, dan berpikir kalau membunuhnya tanpa alasan yang jelas bukanlah suatu hal yang baik.
"Sebaiknya, kita tidak boleh gegabah dan harus menunggu perintah selanjutnya dari petinggi akademi." pinta Kazima dengan menunggu perintah dari Mozark.
"Sampai kapan harus menunggu? Kesalahannya sudah jelas kalau bocah itu telah melakukan hal yang dilarang di negara ini." jawab Tommy.
"Alasanmu berkata seperti itu, pasti bocah itu sangat dekat dengan putrimu. Terserah apa yang akan kau lakukan, karena sekarang aku sedang menuju ke wilayah selatan untuk membantu Leonard yang sedang berhadapan langsung bersama bocah sialan itu." jawab Steven dengan singkat, lalu dia mematikan alat komunikasinya.
"Tunggu..." pinta Kazima, namun Steven sudah menutup alat komunikasi, begitu pula dengan Tommy.
Sejenak, Kazima bingung dengan apa yang harus dilakukan olehnya ketika sedang berhadapan dengan Tatsuya. Akan tetapi, dia langsung mengesampingkan masalah tersebut karena harus melihat situasi yang sedang terjadi pada bawahannya.
"Sekarang situasinya bertambah buruk, akan tetapi tidak ada seorang pun yang mati." jawab Wakil ketua dengan menundukkan kepalanya.
"Langsung saja ke intinya!" pinta Kazima.
"Ya ketua, semua orang tidak mati hanya saja bagian lengan ataupun kaki mereka terputus akibat terkena serangan dari pasukan roh itu." jawab wakil ketua dengan menjelaskan semuanya.
Mendengar penjelasan seperti itu, Kazima mulai berpikir mengenai tindakan yang dilakukan oleh roh tersebut. Di dalam pikirannya, pasukan roh tersebut bisa dengan mudah membunuh bawahannya, namun mereka tidak melakukan hal tersebut dan malah memutuskan salah satu bagian dari tubuh mereka.
"Ahhh... Bila aku terus menerus berpikir, mana mungkin mendapatkan jawabannya bila tidak bertanya kepadanya." gumam Kazima dalam hatinya.
Kemudian Kazima memberikan perintah mundur kepada semua bawahannya, karena bisa menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi guildnya. Dia juga menyuruh untuk membawa yang terluka terlebih dahulu supaya mendapat perawatan secepatnya.
"Dasar kalian manusia yang tidak tahu diri, mana mungkin aku akan membiarkan kalian pergi begitu saja setelah menantang tuanku!" teriak Ghon sambil menunjukkan kekuatan penuhnya, sehingga ukurannya berubah menjadi lebih besar daripada sebelumnya.
Pada saat ini Ghon sudah bersiap untuk menunjukkan kekuatannya, dengan niat menghancurkan apapun yang berada dalam jangkauan 100 meter. Akan tetapi, ketiga roh lain mencegahnya untuk melakukan hal tersebut, supaya tidak terkena hukuman berat dari Tatsuya.
__ADS_1
"Cukup sampai disini Ghon!" pinta Sylfi.
"Bila kau melakukannya, bisa-bisa kita semua mendapat hukuman karena sudah merusak tempat tinggal manusia." sambung Lilia.
"Arrgghhh... Apakah sekarang kalian mulai memihak manusia lemah itu hah?" tanya Ghon dengan kesal, sambil menatap Sylfi dan Lilia yang berada di hadapannya.
"Tenanglah Ghon, mereka itu lebih lemah daripada kita, dan apakah kau masih mengingat tugas yang tuan berikan pada kita untuk tidak melukai pemimpinnya!? Bila kau masih berkeinginan melakukan hal ini, sudah dipastikan kau menentang perintah dari tuan kita!" jawab Rein dengan sorotan mata yang tajam.
"Grrrrrr"
Geram Ghon dengan sangat kesal, namun karena perintah dari Tatsuya adalah hal yang mutlak, dia langsung mengecil dan berbentuk sama dengan roh lainnya.
"Untuk sekarang, aku masih bisa menahan diri! Namun lain kali, akan kupastikan kalian binasa dalam satu kali pukulan! Camkan itu manusia!" teriak Ghon dengan mengancam.
Perkataan dari Ghon, tentu saja di dengar oleh semua orang termasuk Kazima yang masih berada di tempat tersebut dengan jarak yang cukup jauh. Kini rasa penasarannya sudah sangat besar, dan dia ingin cepat-cepat bertemu dengan Tatsuya untuk mencari kebenaran atas tindakan yang dilakukan olehnya.
"Aku serahkan sisanya padamu wakil ketua!" ucap Kazima secara tiba-tiba dengan memberikan wewenang untuk memerintah bawahannya.
"Maksud anda?" tanya wakil ketua karena masih belum mengerti.
"Aku akan pergi ke wilayah selatan untuk bertemu dengannya dan bertanya mengenai tujuan atas apa yang sudah ia lakukan." jawab Kazima dengan bersiap-siap untuk pergi.
"Ta-tapi ketua..." ucap wakil ketua, namun perkataannya terhenti karena Kazima sudah pergi menjauh.
Di dalam perjalanannya, Kazima terus berpikir mengenai apa tujuan Tatsuya melakukan hal tersebut. Terlebih lagi, semua roh tidak menyerang dan melepasnya begitu saja ketika semua bawahannya mundur.
"Aku akui, ternyata kau tidak seburuk dengan apa yang mereka katakan Tatsuya." gumam Kazima dalam hatinya dengan tersenyum.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Untuk sementara update episode terbaru akan hadir dalam waktu 3 hari sekali pada pukul 21.00 WIB. Besar keinginan setiap hari, namun Author juga memiliki kesibukan tersendiri di RL, jadi tolong dimaklumi. 🙏)...
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....
__ADS_1