
...*Selamat Membaca*...
Kehadirannya Tatsuya di wilayah tersebut, memberikan semangat tersendiri bagi orang-orang yang telah mengetahui tentang nya. Hari demi hari, banyak sekali relawan yang berdatangan untuk membantu pembangunan ulang wilayah tersebut, bahkan guild-guild yang berada di berbagai wilayah ikut andil dalam hal tersebut.
Tatsuya yang sudah benar-benar menguasai kata kunci yang bisa membuat dirinya terbang, kini dia selalu memantau aktivitas semua orang dari atas langit, serta diperkirakan sekitar 10% lagi wilayah tersebut selesai dibangun ulang.
"Sepertinya hanya kisaran beberapa hari lagi wilayah ini akan selesai. Dan setelah itu, aku akan mengunjungi tempat peristirahatan Mikha." gumam Tatsuya dalam hatinya.
Tidak lama setelah itu, Tasya memanggil Tatsuya untuk segera kembali ke bawah, karena ada seseorang yang ingin berbicara dengannya. Dengan spontan Tatsuya langsung turun dari atas langit, serta sedikit merasa penasaran akan siapa yang ingin berbicara dengannya.
Ternyata orang yang ingin bertemu dengannya itu adalah Alex beserta 3 dari tentara bayaran yang selama ini tidak terlihat olehnya. Seperti sebelumnya, mereka ikut terharu atas kembalinya Tatsuya, dan setelah itu mereka ingin membahas topik yang sangat penting.
Kemudian Tatsuya meminta pada semua anggotanya untuk berkumpul, bahkan dia juga menyempatkan menghubungi Cecilia beserta semua orang yang berada di kediamannya. Semua orang kecuali Rena setuju akan pembahasan topik penting itu, namun lagi-lagi Rena menolak, karena dia masih melakukan latihan tertutup. Karena Tatsuya ingin semua orang hadir dalam pembahasan tersebut, maka kata menolak sangatlah tidak berlaku baginya.
Sebelum pergi, Tatsuya menyerahkan instruksi pembangunannya itu pada Reinhard, karena dia tidak mengetahui seberapa lama akan pergi. Dengan senang hati Reinhard menerima kepercayaannya itu, lalu dia melanjutkan pekerjaan tersebut.
Tanpa membuang banyak waktu lagi, Tatsuya dengan sengaja mengucapkan salah satu kuncinya yang berfungi membuat dimensi lain, dan secara bersamaan menciptakan sebuah perpindahan. Lingkaran sihir yang cukup besar, muncul dibawah kaki semua anggotanya, lalu dalam sekejap mereka berpindah ke dimensi yang diciptakan oleh Tatsuya.
Rena yang sedang berada di ruangan tertutup pun dipaksa untuk ikut ke dalam dimensi tersebut, dan hal ini membuat dirinya sangat kesal terhadap Tatsuya.
"Ugghhh... Dasar kau, aku benar-benar kesal dengan tindakan yang seenaknya kau lakukan terhadapku!" teriak Rena sambil mengarahkan senjatanya pada Tatsuya.
"Tenanglah sedikit, dan lihatlah semuanya berada di sini untuk mendengarkan hal penting yang ingin disampaikan oleh Alex." bujuk Tatsuya.
"Hah, setelah ini selesai, aku ingin berduel denganmu." tanggap Rena, sambil menantang Tatsuya setelah pembahasan topik ini selesai.
"Kondisi ku masih..." ucap Tatsuya, namun perkataannya disela oleh Rena.
"Apakah kau takut? Atau sedang mencari alasan untuk menghindari duel ini, karena kondisi tubuhmu yang masih belum pulih sepenuhnya?" tanya Rena dengan memancing emosi Tatsuya.
"Aku juga ingin melakukan duel bersama master." sambung Clara.
__ADS_1
"Aku sangat iri dengan kalian, dan sepertinya aku juga ingin melakukannya." sambung Muzan.
"Ahh, aku... Aku tidak ingin..." ucap Aurel, namun perkataannya di sela oleh Rena.
"Jangan berkata yang tidak-tidak, kita berempat akan melakukannya secara bersama-sama, itupun bila orang baru sembuh itu tidak keberatan." sela Rena dengan sedikit mengejek Tatsuya.
"Hoo... Baiklah, aku tidak keberatan dengan hal ini, dan sekalian juga aku ingin sedikit peregangan. Jadi nantikan saja setelah pembahasan topik ini." jawab Tatsuya dengan senyum lebar, dan sepintas mereka berempat merasa tak karuan. "Baiklah, duduklah di manapun yang kalian suka!" lanjutnya.
Di dalam dimensi itu, Tatsuya membuat beberapa pemandangan dan hal ini mirip dengan tempat yang dikunjunginya ketika bertemu dengan sosok itu. Semua orang yang ikut dengannya merasa nyaman dengan apa yang ada di dalam dimensi tersebut, serta beberapa tempat duduk yang terbuat dari kayu telah dipersiapkan.
Setelah semuanya duduk, Alex langsung membahas topik yang ingin dibicarakan olehnya. Dalam topik ini, semuanya berkaitan dengan negara dan juga Mozark secara pribadi.
Dalam pembahasan pertama, Alex menyampaikan pada semua orang yang berada di dimensi itu, kalau Tatsuya telah diberikan sebuah markas yang cukup besar untuk organisasi Slayer Of God, tentunya dilengkapi dengan beberapa fasilitas dan apabila ada kekurangan boleh meminta selagi berada dalam jangkauannya.
Pembahasan pertama yang disebutkan oleh Alex, membuat semua orang yang berada di sana saling bertanya pada satu sama lainnya. Namun Tatsuya cukup mengerti akan apa maksud dari tujuannya itu, dan ekspresi nya malah tersenyum.
"Jadi bagaimana pendapat tuan muda akan topik pertama ini?" tanya Alex sambil menatap wajah Tatsuya.
"Hah, sejujurnya tanpa bantuan darinya pun kita dapat membuat hal itu, namun disisi lain tidak bagus menolak pemberian dari mereka. Jadi lanjutkan lah dulu sampai selesai." jawab Tatsuya dengan meminta Alex untuk terus melanjutkan pembahasannya.
"Intinya, mereka ingin bekerjasama dengan kita, dan saling berbagi informasi. Terus lanjutkan." tanggap Tatsuya mengenai pembahasan kedua, namun cuma sedikit.
Untuk pembahasan ketiga, petinggi akademi akan mengadakan pertemuan dengan akademi lainnya se-Asia cepat atau lambat. Dan dalam hal ini, 5 orang terkuat negara harus ikut menghadiri pertemuan tersebut, sekalian berinteraksi dengan orang-orang dari negara lainnya.
"Dalam pembahasan terakhir, Mozark secara pribadi mengundang anda untuk ikut menghadiri acara tersebut. Namun masalahnya acara ini akan berlangsung di negara Jepang." ucap Alex dengan sedikit keberatan apabila Tatsuya harus ikut berkunjung ke negara tersebut.
Tasya dan Muzan sangat terkejut setelah mendengar perkataan seperti itu, lalu dengan spontan Tasya membujuk Tatsuya untuk menolak undangan itu, terlebih lagi hal ini terlihat seperti jebakan. Namun Tatsuya mengabaikan apa yang dikatakan oleh mereka berdua, karena tujuan selanjutnya itu adalah menyelamatkan nyawa orang tuanya Tasya.
"Tidak peduli itu jebakan ataupun tidak, karena aku yakin bila pulang ke sini sekalian akan kubawa ayahmu Tasya." ucap Tatsuya dengan membujuknya supaya percaya kepadanya.
"Jangan terlalu cepat untuk memutuskan sesuatu, paling tidak berpikirlah dulu sebelum menyetujui undangan ini." pinta Muzan dengan tegas kepadanya.
__ADS_1
"Sedari awal, aku berencana untuk pergi ke sana meski cuma sendirian, namun kali ini 5 orang terkuat akan hadir bersamaku, jadi aku tidak akan kesepian." ucap Tatsuya dengan sedikit tertawa.
"Ini bukan saatnya menertawakan hal itu Tatsuya!" ucap Tasya dengan tegas, sambil menatap wajahnya dengan serius.
"Hah, aku tetap akan menerima undangan nya dan pergi ke negara itu. Ketika di sana, aku bisa memindahkan kalian semua ke tempat ku berada, jadi sebelum pergi, aku akan meninggalkan beberapa bayangan di negara ini." jawab Tatsuya dengan menjelaskan sedikit dari rencananya.
Mendengar perkataan seperti itu, Tasya sedikit lega, karena Tatsuya telah berpikir terlebih dulu sebelum melakukan hal tersebut. Namun di dalam hatinya, masih ada sedikit rasa kekhawatiran, terutama bila sudah bertemu dengan Albert.
"Itu saja tuan, hal yang ingin aku sampaikan pada anda. Dan mengenai rincian dalam topik ke terakhir, secepatnya akan diberitahukan." ucap Alex dengan mengakhiri pembahasannya.
"Baiklah, sampaikan padanya, kalau aku akan menerima undangannya. Dan paman, tolong cari beberapa informasi mengenai Albert, serta koneksinya dengan siapa saja." pinta Tatsuya dengan meminta bantuan pada Alex.
"Baiklah tuan muda, akan kami sampaikan pada petinggi akademi, serta secepatnya akan kucari mengenai informasi yang diinginkan oleh tuan muda." jawab Alex, lalu ijin keluar terlebih dulu bersama 3 orang dari tentara bayaran untuk kembali menuju markas pusat.
Tak lama setelah itu, Rena menagih janjinya pada Tatsuya mengenai tantangannya. Dalam hal ini, sepintas Tatsuya ingin melewati nya akan tetapi janji adalah janji, jadi harus ditepati.
"Hah, baiklah kita akan melakukannya sekarang juga. Namun sebelum itu sepertinya tak asik bila tidak dilihat oleh semua orang, jadi kita akan kembali ke tempat dimana kita berada." ucap Tatsuya sambil menjentikkan salah satu jarinya, dan sekejap mata mereka semua kembali ke dunia sesungguhnya. Bersamaan dengan hal itu, Tatsuya menciptakan sebuah penghalang transparan yang cukup kuat untuk menahan ledakan.
Beberapa orang yang melihat hal itu, sejenak menghentikan aktivitasnya dan bertanya mengenai apa yang terjadi pada mereka. Tasya yang mengetahui hal itu, segera memberitahu semua orang, kalau hal ini adalah latihan serta dimaksudkan untuk menghibur semua orang.
Mendengar perkataan seperti itu, mereka semua menghentikan pekerjaannya untuk sementara, dan melihat latihan yang akan dilakukan oleh mereka berlima.
"Hah, aku jadi teringat dengan kejadian di waktu itu. Dan ini terjadi karena kesalahpahaman ku kepadanya hahaha..." ucap Reinhard sambil mengingat kejadian ketika berduel melawannya.
"Pantas saja kau absen di hari itu, dan ternyata karena kau telah kalah dalam bertarung dengannya. Hahaha..." tanggap Ramlan sambil tertawa.
"Yah mau bagaimana lagi, itu dikarenakan aku belum cukup kuat diwaktu itu. Dan daripada itu, mari kita lihat sudah sampai tahap mana mereka semua." jawab Reinhard, lalu membujuk semua rekannya untuk melihat latihan tersebut dari jarak dekat.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
__ADS_1
...(21.00 WIB)...
...Terimakasih....