Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#51 Salah Satu Kekuatan Dari Dewa Para Monster


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Di dalam keadaan yang mengharuskan dirinya mengerahkan seluruh kekuatan demi keselamatan dirinya, Tatsuya kembali mengucapkan kata kunci utamanya.


"Armor God Dragon"


Sebuah lingkaran sihir mulai terbentuk tepat di atas kepala Tatsuya, lalu bergerak ke bawah sambil merubah wujudnya mengenakan sebuah armor kuat dan dipenuhi kekuatan dari penguasa kegelapan.


"Seperti aku harus melebihi batasan ku dalam penggunaan kata kunci, dan sekaranglah bagiku melakukannya." gumam Tatsuya sambil mengucapkan kata kunci dari jobs assassin.


"The Sword of Death"


Ribuan lingkaran sihir mulai terbentuk di sekitarnya, lalu mengeluarkan pedang yang diselimuti aura kematian. Bahkan beberapa sosok yang berbentuk tengkorak manusia sesekali muncul dan memutari pedang tersebut.


Akan tetapi, Tatsuya masih belum selesai mengucapkan kata kuncinya, karena dia berniat untuk menggabungkan serangan tersebut dengan kata kunci yang lainnya. Dia menggunakan jobs Tanker untuk melapisi ribuan pedangnya supaya tidak meleleh lebih cepat ketika bersentuhan dengan serangan tersebut.


"Reinforcing Steel Powder"


Setelah itu, Tatsuya mengucapkan kata kunci dari jobs Healer untuk memulihkan bagian-bagian yang hancur ketika berhadapan dengan serangan tersebut.


"Maximum Recovery"


Dan yang terakhir dalam serangan tersebut, Tatsuya mengucapkan kata kunci dari jobs mage, untuk memaksimalkan serangannya.


"Dragon Lightning Splash"


Satu buah lingkaran sihir dengan diameter besar tercipta tepat di atas pedang tersebut. Lalu halilintar berbentuk naga keluar dan melesat ke arah ribuan pedang yang berada di bawahnya. Dalam sekejap, halilintar naga tersebut terbagi dalam beberapa bagian dan menyatu dengan ribuan pedang kematian.


Setelah mengucapkan kata kunci tersebut, jantung milik Tatsuya terasa sakit, sampai sampai membuat dirinya hampir kehilangan konsentrasinya


"Uggghhh... Apakah ini batasannya?" gumam Tatsuya sambil memegang dada sebelah kanan. Sepintas Tatsuya teringat kata-kata dari Gildash, yang telah menyebutkan kelemahan dirinya akan kekuatan yang belum sepenuhnya keluar sebagai penguasa kegelapan. "Huh, maaf saja aku tidak akan mengikuti jalan yang sama denganmu, karena aku hanya akan mengikuti jalanku sendiri!" lanjutnya dengan suara perlahan, lalu dia mengucapkan kata kunci selanjutnya dari jobs Machine untuk memanggil Laura.


"Keluarlah Laura!"


Sebuah kubus kecil keluar dari dalam lingkaran sihir, lalu membentuk sebuah sosok yang menyerupai manusia. Namun disaat bersamaan, seluruh tubuh Tatsuya mengalami rasa sakit hingga ke dalam sumsum tulangnya.


"Ughhh..." ucap Tatsuya, sambil bernafas terengah-engah.


"Laura sudah hadir master, apakah master..." sapa Laura namun perkataannya tidak dilanjutkan, karena melihat seluruh kondisi tubuh Tatsuya semakin memburuk. "Master, kenapa anda bisa seperti ini? Sebaiknya saya membawa anda ke tempat istirahat." lanjutnya dengan tidak mengetahui situasi yang dialami oleh Tatsuya.


"Kalau bisa, aku dari tadi akan melakukannya. Tapi ternyata kamu tidak mengetahui apa yang sedang terjadi padaku." jawab Tatsuya.


Setelah mendengar perkataan seperti itu, Laura langsung mendeteksi adanya bahaya yang mengarah pada Tatsuya. Lalu dia mengajaknya segera pergi dari tempat ini, karena bahaya tersebut berada di luar nalarnya bahkan Tatsuya sekalipun belum tentu bisa menghentikannya.


"Master, sebaiknya kita pergi dari tempat ini!" pinta Laura dengan ekspresi wajah serius.


"Aku tidak bisa melakukannya, karena aku sudah terkena sebuah lingkaran sihir yang belum pernah ku ketahui." jawab Tatsuya sambil berdiri tegak kembali, dan menahan rasa sakitnya.


"Tapi Master..." ucap Laura namun perkataannya disela oleh Tatsuya.

__ADS_1


"Tidak ada waktu lagi untuk berdebat atau menjelaskan semuanya. Aku akan memberikanmu sebuah perintah untuk..." sela Tatsuya dengan berbicara tanpa menggunakan suara, supaya tidak terdengar oleh siapapun termasuk semua roh yang tersambung pada tubuhnya.


"Laura menolak, perintah..." ucap Laura untuk menolak perintah yang diberikan oleh Tatsuya, akan tetapi perkataannya tidak dilanjutkan karena sebuah energi dari pusat kekuatannya mengeluarkan arus listrik besar. "Arrrgggg... Zreezzz... Zreezzz..."


Seketika Tatsuya terkejut dengan apa yang terjadi pada Laura. Di dalam pemikirannya, dia mengira kalau Laura hanyalah sebuah ciptaan yang tidak memiliki perasaan seperti manusia pada umumnya. Akan tetapi, setelah menyaksikan hal tersebut Tatsuya merubah pikirannya dan menganggap Laura sebagai seorang teman baru yang menginginkan seseorang untuk membimbingnya.


"Berhentilah bersikap seperti itu, dan lakukan perintah dari master mu ini Laura!" pinta Tatsuya dengan perkataan yang pertama kali di ucapkan kepadanya.


Mendengar perkataan yang belum pernah disebutkan oleh siapapun kepadanya dalam kurun waktu puluhan tahun lamanya. Sedikit demi sedikit, alus listrik tersebut mulai mereda dan Laura kembali seperti sedia kala.


"Baiklah master, meskipun harus mengorbankan diriku sendiri Laura akan tetap melakukannya demi memenuhi perintah master." jawab Laura, lalu dia pergi dari tempat tersebut mengarah ke sebuah gedung, yang dimana Tasya beserta yang lainnya berada. Di dalam perjalanannya, Laura berharap kalau Tatsuya berhasil selamat.


Tidak lama setelah kepergian Laura, sebuah penghalang transparan mulai terbentuk di dalam diameter tertentu, dan siapapun tidak bisa melewatinya. Penghalang tersebut diciptakan oleh roh milik Tatsuya, guna menahan efek dari serangan yang mencakup area tersebut.


Dari kejauhan, Rena beserta yang lainnya melihat hal tersebut dan beberapa orang yang ditugaskan di atap gedung melihat hal serupa. Cindy yang sedang memegang senjata sniper, langsung mengarahkan teropongnya pada arah penghalang tersebut.


Seketika dia terkejut, setelah melihat Tatsuya yang sebelumnya dikatakan sudah tiada, ternyata masih hidup. Tanpa berpikir panjang, dia langsung menghubungi semua orang kalau Tatsuya baik-baik saja dan berada di tempat yang cukup jauh.


"Apakah kau yakin kalau dia itu benar-benar Tatsuya?" tanya Rena pada Cindy yang masih ragu akan kebenarannya.


"Aku sangat yakin dengan apa yang aku lihat." jawab Cindy dengan menegaskan kembali ucapan pertamanya.


Mendengar perkataan dari Cindy seperti itu, semua orang khususnya anggota Slayer Of God merasa sangat senang, dan kabar mengenai kematiannya hanyalah sebuah kebohongan.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita secepat mungkin pergi ke sana dan membantunya sekuat tenaga!" ajak Rena dengan perasaan yang sangat senang, karena Tatsuya masih hidup.


Sesaat, ketika Cindy masih memperhatikan Tatsuya, dia merasa aneh karena hanya ada dirinya saja yang berada di dalam penghalang tersebut.


"Apa maksudmu? Jelaskan lebih baik lagi!" tanya Rena sambil meminta penjelasan akan keanehannya.


"Baiklah tunggu sebentar, akan kuperdekatkan lagi teropong ku ini!" jawab Cindy sambil memperdekat teropongnya hingga jangkauan maksimal. "Aku melihat kalau itu adalah tuan Tatsuya dan terdapat ribuan lingkaran sihir yang mengeluarkan pedang dengan kekuatan aneh menyelimutinya." lanjutnya dengan menjawab pertanyaan Rena.


"Apa? Bukankah kamu bilang tidak ada siapapun di dekatnya?" tanya Rena dengan sangat penasaran.


"Ya benar, melihat dari arah pedangnya itu ditujukan ke atas." jawab Cindy, lalu dia mengarahkan penglihatan dari teropongnya ke atas langit. "A-apa itu? Apakah itu termasuk sebuah serangan? Tapi siapa yang melakukannya dari ketinggian seperti itu?" lanjutnya dengan perasaan terkejut.


Mendengar perkataan seperti itu dari Cindy, Rena langsung berlari menuju Tatsuya berada. Dia sangat penasaran dengan apa yang sedang terjadi dengannya, dan ingin melihat secara langsung oleh kedua matanya sendiri.


Clara dan Aurel sempat bertanya kepadanya, namun Rena mengabaikan pertanyaan dari mereka dan terus berlari menuju Tatsuya. Karena rasa penasarannya, Mereka berdua mengikuti berusaha mengejarnya, begitu pula dengan teman-teman Tatsuya.


Kembali lagi ke tempat di mana Tatsuya berada.


Serangan dari atas langit, yang terlihat seperti sinar laser berwarna kuning emas dan diselimuti aliran halilintar berwarna kebiruan, terus melesat tepat ke arah Tatsuya. Gelombang demi gelombang kejut terus terjadi beberapa kali, sehingga serangan tersebut lebih cepat berkali-kali lipat.


"Swwwooossshhh"


Semua orang yang menyaksikan hal tersebut tidak bisa melakukan apa-apa, dan hanya bisa melihat apa yang akan dilakukan Tatsuya. Mikha yang berada dekat dengan salah satu roh milik Tatsuya, meminta untuk membuka penghalang dan membiarkan dirinya melakukan sesuatu.


Akan tetapi, roh tersebut hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya, karena dia sudah bersumpah untuk membuktikan kalau dirinya itu setia terhadap perintah yang di berikan oleh Tatsuya.

__ADS_1


"Tenanglah Mikha!" pinta Kazima sambil memegang pundaknya.


"Bagaimana aku bisa tenang, bila hal seperti ini terulang kembali! Apakah ayah melupakan kejadian yang telah menimpa ibu?" tanya Mikha dengan nada tinggi, sambil mengingatkan kembali kejadian buruk yang telah terjadi beberapa tahun sebelumnya.


"Sedikitpun ayah tidak pernah melupakan kejadian itu." jawab Kazima dengan tegas.


"Kalau begitu, biarkan aku melakukan hal yang sama dengan ibuku." pinta Mikha dengan tegas.


"Tidak, kamu harus tetap disini dan jangan lakukan hal berbahaya lagi!" jawab Kazima sambil menggenggam salah satu tangan Mikha, lalu menariknya.


Secara tiba-tiba, Rena sudah datang terlebih dahulu di tempat tersebut, dan melihat Tatsuya sedang berada di dalam penghalang. Rena berpikir kalau apa yang dilakukannya itu hanyalah untuk memamerkan kekuatannya, dan sengaja membuat penghalang supaya tidak ada yang terjadi disekelilingnya.


Namun suara gemuruh mulai terdengar oleh semua orang, dan hal ini diakibatkan oleh tekanan serangan dari atas langit. Seketika pemikiran Rena berubah setelah melihat ke asal suara gemuruh tersebut, lalu dengan segera dia menghubungi Tatsuya menggunakan alat komunikasi yang diberikan olehnya.


"Hei kau, kenapa kau hanya diam saja ketika ada serangan yang akan menghampirimu? Kau terlihat seperti orang bodoh yang tidak bisa menggerakkan kakinya sendiri." tanya Rena melalui alat komunikasi miliknya.


"Seperti biasa, perkatanmu itu sangatlah kejam terhadapku." jawab Tatsuya sambil tersenyum sesudah mendengar suaranya.


"Aku serius berbicara seperti itu! Kalau kau bukan orang bodoh, bisakah kau pergi dari tempat itu menggunakan kedua kakimu? Dan juga, mengapa kau membuat sebuah penghalang menggunakan kekuatan dari roh milikmu?" tanya Rena dengan nada tinggi, sambil memintanya untuk pergi menghindari serangan tersebut.


"Hah... Kalau aku bisa, maka akan kulakukan dari tadi. Dan mengenai penghalang, aku sengaja melakukannya supaya semua yang berada di tempat ini tidak terkena efek dari serangan itu." jawab Tatsuya dengan menjelaskan situasinya.


"Intinya kau terkena sebuah jebakan, sehingga kakimu sama sekali tidak bisa digerakkan?" tanya Rena dengan sedikit mengkhawatirkannya. Namun dengan cepat pemikirannya kembali berubah dan menyangka hal ini adalah sebuah lelucon. "Hei bodoh, jangan bercanda denganku!" lanjutnya dengan kesal.


"Lagi, lagi perkataanmu sangat kejam terhadapku! Lagian juga, kamu sangat membenciku jadi wajar saja bila berkata seperti itu." jawab Tatsuya sambil menatap ke atas langit dan terfokus melihat serangan tersebut. "Seperti tidak ada waktu lebih lama lagi, sampai nanti Rena." lanjutnya sambil melepaskan alat komunikasi miliknya.


"Hei bodoh, tunggu! Aku belum selesai bicara, hei Tatsuya!!!" pinta Rena, namun tidak ada jawaban darinya karena Tatsuya sengaja menghancurkan alat komunikasi miliknya.


Di balik penghalang, Rena sangat kesal dengan apa yang sudah dilakukannya dan memutuskan saluran komunikasi miliknya secara tiba-tiba. Akan tetapi, Mozark yang cukup dekat dengannya mulai berbicara.


"Sepertinya kamu dibuat kesal olehnya." ucap Mozark sambil menoleh kepadanya.


"Apa? Sejak kapan kau berada disini? Apakah ini adalah rencana mu!" tanya Rena yang baru menyadari kehadiran Mozark, dan dia bersiaga.


"Dari tadi aku sudah berada disini, dan kami sama sekali tidak bisa berbuat apapun terhadap serangan tersebut. Seperti biasa, dia tidak memberitahu kondisi yang di alaminya pada rekan-rekannya, kalau pada saat ini dia sedang dalam bahaya besar. Dan mengenai penghalang ini, dia sudah memahami situasinya kalau serangan tersebut akan berdampak dengan skala besar, hingga bisa melenyapkan seluruh wilayah ini." jawab Mozark dengan memberikan penjelasan singkat.


"Ja-jadi, ini bisa diartikan kalau dia..." ucap Rena dengan nada rendah, lalu dia kembali melihat Tatsuya. Seketika Rena mulai menyesal atas perkataan kasar terhadap Tatsuya, karena biasanya dia selalu bercanda meski dalam kondisi serius. "Setidaknya bilang padaku dengan penjelasan yang mudah dimengerti, dan jangan malah bercanda kalau kau itu sebenarnya berada dalam bahaya!" lanjutnya dengan nada tinggi, sambil memukul penghalang menggunakan tangannya.


Meskipun suara Rena tidak begitu jelas terdengar dari dalam penghalang, namun Tatsuya mengerti apa maksud dari prilakunya itu. Sepintas di langsung menoleh ke arahnya, lalu dia kembali fokus pada serangan yang tinggal berjarak ratusan km lagi sebelum menghantam permukaan.


"Sekarang aku tahu darimana asal serangan ini, ternyata ini adalah salah satu kekuatan dari sosok yang disebut dewa itu." ucap Tatsuya sambil bersiap untuk melesatkan serangannya dalam jarak yang sudah ditentukan.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...(Untuk sementara update episode terbaru masih belum bisa ditentukan.)...


...Jika berkenan jangan lupa untuk dukung author dengan menekan jempol ke arah Like, Komen, Vote, Rate novel ini....

__ADS_1


...Terimakasih....


...🙏...


__ADS_2