
...*Selamat Membaca*...
Pertarungan Tatsuya dengan Kuzzak masih terus berlanjut, sampai salah satu dari mereka berdua mati. Sudah sekian lamanya Kuzzak baru merasakan rasa sakit pada tubuhnya, akibat dari tendangan Tatsuya yang diselimuti oleh aura merah darah.
Hal ini tentu saja membuat dirinya kembali bersemangat dalam menghadapi Tatsuya, dan dia juga berniat untuk memulai pertarungan lebih serius dibandingkan sebelumnya. Baru saja Kuzzak menggunakan kekuatan di atas 50%, dia bisa memojokan Tatsuya dan sempat memberikan sebuah darah untuk melepaskan kedua pedang merah darah supaya selamat dari serangannya.
"Hnggg... Mana mungkin aku memberikan kedua pedangku, sebelum aku benar-benar menebas kepalamu!" jawab Tatsuya dengan lantang sambil melepaskan kedua pedangnya, lalu dia melompat ke atas untuk menghindari serangannya.
"Huuppp"
Ketika berada di atas, Tatsuya kembali menyerangnya menggunakan kaki kanannya dan di arahkan tepat pada kepala Kuzzak.
"Buuukkk"
Tendangan yang cukup keras, membuat Kuzzak tersungkur kepermukaan tanah. Lalu, Tatsuya kembali mengambil pedangnya dan menghancurkan semua rantai yang membelenggunya.
"Praaankkkk"
Setelah itu, Tatsuya hendak kembali menyerang menggunakan kedua pedang darah miliknya, dan mengarah tepat pada kepala Kuzzak. Namun dia langsung mengucapkan salah satu kata kuncinya dan ini menandakan kalau dirinya akan menggunakan seluruh kekuatannya dalam pertarungan tersebut.
"Eternal Recovery"
Dalam sekejap, semua rantai yang dihancurkan oleh Tatsuya kembali utuh seperti semula, lalu rantai-rantai tersebut menahan serangan yang dilancarkan olehnya.
"Trinkkk"
"Beraninya kau membuatku mencium bau tanah ini!" teriak Kuzzak sambil mengeluarkan aura berwarna putih, dan menghempaskan Tatsuya hingga beberapa meter kebelakang.
"Swoooossshhh"
"Aku sudah menunggu dari tadi, tapi kau baru sekarang mengeluarkan..." ucap Tatsuya, namun perkataannya tidak dilanjutkan, karena Kuzzak tiba-tiba berada di depannya.
"Kupikir saatnya bagimu untuk diam manusia!" sela Kuzzak sambil melesatkan sebuah pukulan untuk pertama kalinya pada Tatsuya.
"Buuukkk"
Pukulan yang sangat keras, langsung diterima oleh Tatsuya dan menembus perlindungan dari aura merah darah, sampai-sampai hempasan angin muncul dari belakang tubuhnya.
"Kau harus membayar apa yang sudah dilakukan olehmu manusia kurang ajar." lanjutnya sambil melancarkan serangan dari rantai dengan ujung tombak.
"Justru sebaliknya, aku yang seharusnya berbicara seperti itu!" teriak Tatsuya sambil menangkis semua serangan yang dilancarkan oleh Kuzzak.
"Trinkk... Trinkk... Trinkk..."
Seiring berjalannya waktu, kekuatan mereka berdua semakin lama semakin meningkat. Begitu banyak lubang-lubang yang terbuat, akibat tekanan dari benturan kekuatan mereka berdua. Bahkan, suaranya sampai ke tempat yang cukup jauh, yaitu gedung dimana Tasya beserta yang lainnya berada.
__ADS_1
"Baammmm"
Semua orang yang berada di dalam gedung sangat terkejut dengan suara yang terdengar seperti sebuah hantaman keras antara kedua kekuatan. Tasya yang sangat mengkhawatirkan Tatsuya hendak berjalan menuju pintu keluar, akan tetapi Mozark menghalanginya dan memintanya untuk tetap diam sambil menunggu yang lainnya pulih.
"Terburu-buru merupakan tindakan yang ceroboh Tasya." ucap Mozark dengan memperingatkan atas tindakannya yang ingin segera kembali ke tempat dimana Tatsuya berada.
"Tunggulah beberapa menit lagi, dan kita semua bisa pergi bersama-sama untuk membantu Tatsuya." sambung Kazima dengan memberikan penjelasan kalau dirinya hampir pulih sepenuhnya.
Sejenak perbincangan mereka disela oleh Rena untuk memberitahukan kalau Mysha dan Khilar sudah sadarkan diri, dan sekarang mereka sedang beristirahat sambil memulihkan diri dibantu dengan Merry.
Mendengar hal itu, Tasya mengurungkan niatnya untuk sementara, dan dia lekas pergi menemui Mysha di ruangan sebelah yang sudah disediakan oleh Antonio sebagai pemilik gedung.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Tasya langsung masuk begitu saja dan memang benar kalau Mysha sudah sadar. Dia langsung berjalan ke tempat tidurnya, lalu memeluknya dengan erat.
"Syukurlah kamu sudah sadar, bagaimana dengan kondisimu sekarang?" tanya Tasya sambil melepas pelukannya.
"Kondisi tubuh fisik Mysha baik-baik saja mama, namun rasa takut itu belum hilang, dan malah semakin bertambah setiap waktu." jawab Mysha dengan nada lemah, karena kondisi mentalnya tidak akan pulih sebelum emosi Tatsuya mereda.
"Maaf, aku tidak bisa memulihkan Mysha sepenuhnya, meski aku sudah mengerahkan semua kekuatanku." ucap Merry dengan meminta maaf kepadanya, karena kekuatan dalam pemulihannya masih kurang dan tidak seperti Cecilia.
"Tidak... Kamu sudah sangat membantu, seharusnya aku yang harus berterimakasih kepadamu." jawab Tasya sambil menatap Merry.
"Ugghhhh... Lalu, bagaimana dengan kondisi mereka berdua?" tanya Khilar mengenai keadaan Tatsuya dan Mikha, sambil berusaha bangun dari tempat tidurnya.
"Sebaiknya kamu tidak boleh berbicara dulu dan jangan terlalu banyak bergerak!" pinta Merry sambil mendekatinya.
Sejenak semua yang berada di dalam ruangan terdiam setelah Khilar mengajukan pertanyaan seperti itu. Mysha hendak mengatakan sesuatu dengan apa yang dirasakannya, namun Tasya memegang tangannya sebagai kode untuk diam dan menyerahkannya pada Merry, karena dia termasuk salah seorang paling lama yang menyaksikannya.
"Lebih baik kamu saja yang menjelaskan situasi nya." pinta Tasya kepadanya.
Merry hanya menganggukkan kepalanya untuk menanggapi perkataan Tasya, lalu dia mulai menceritakan semuanya pada Khilar atas apa yang sudah disaksikan olehnya.
Singkat cerita, Khilar sangat terpukul atas kejadian yang menimpa Mikha, terutama dia adalah teman pertama yang didapatkan oleh Tatsuya. Dia berpikir kalau pada saat ini Tatsuya merasakan rasa sakit yang tidak pernah dia rasakan sendiri selama hidupnya, dan kemungkinan besar Tatsuya berusaha untuk balas dendam atas kematiannya.
"Ugghhh... Dimana? Dimana Tatsuya berada sekarang?" tanya Khilar dengan nada tinggi, serta air mata yang terus menetes membasahi kedua pipinya.
"Mengenai hal itu... Sekarang...dia... Mm... Tatsuya..." ucap Merry dengan perkataan terputus-putus, tapi tidak menjawab pertanyaannya karena bingung dalam menjelaskannya.
"Mendengar perkataan mu seperti itu, berarti Tatsuya..." ucap Khilar namun perkataannya disela oleh Tasya.
"Tatsuya sedang berhadapan dengan monster yang sudah membunuh Mikha." sela Tasya dengan menjawab pertanyaannya.
Mendengar perkataan seperti itu, sejenak Khilar terdiam sambil memperkirakan tindakan seperti apa yang akan dilakukan oleh Tatsuya. Dia berpikir kalau kejadian di waktu dulu akan terulang kembali, dan kemungkinan besar lebih dari apa yang dibayangkan.
Khilar hendak berdiri dari tempat tidurnya, dengan niat pergi menemui Tatsuya serta melihat apa yang dilakukan olehnya. Akan tetapi, Merry menghalanginya pergi, karena kondisi tubuhnya sangatlah lemah akibat mana poin yang dimilikinya terkuras sampai habis.
__ADS_1
"Jangan memaksakan dirimu Khilar, lebih baik kamu beristirahat dulu untuk memulihkan seluruh kekuatanmu." pinta Merry sambil menahan kedua bahunya supaya tidak memaksakan untuk berdiri.
"Dengarkan perkataannya itu Khilar!" sambung Muzan yang sudah lama berdiri di dekat pintu. "Bila kau terus memaksakan tubuhmu, yang ada malah kondisimu semakin buruk." lanjutnya sambil berjalan mendekat.
"Tapi... Tapi Tatsuya..." ucap Khilar, namun perkataannya disela oleh Muzan.
"Aku mengerti perasaan mu itu, tapi bukan hanya kau saja yang mengalaminya. Semua orang baik itu teman-temanmu, atau yang orang lainnya termasuk diriku, juga pernah merasakan apa artinya itu kehilangan orang yang paling berharga." sela Muzan sambil menceritakan sedikit dari kehidupannya dimasa lalu. "Sekarang lakukan apa yang diminta olehnya sebagai orang yang merawatmu, dan bila kau sudah benar-benar pulih, terserah mau pergi menyusul kami ataupun tidak." lanjutnya sambil mengajak Tasya pergi, karena semuanya sudah menunggu lama.
"Kakak, bagaimana kamu bisa mengetahuinya?" tanya Tasya dengan berpikir kalau Muzan tidak mengetahui apapun yang terjadi.
"Nanti saja untuk penjelasannya, lagian semua orang juga sudah tahu situasinya." jawab Muzan sambil berjalan mendekati pintu keluar dari dalam ruangan perawatan Khilar dan Mysha.
"Tu-tunggu dulu, bagaimana dengan Mysha?" tanya Tasya.
"Mysha harus tetap berada disini untuk beristirahat. Meskipun kita tahu kalau dia bukanlah seorang manusia, namun dia juga perlu istirahat untuk memulihkan tenaganya." jawab Muzan sambil memegang tangan Tasya, lalu berjalan keluar.
"Tapi... " ucap Tasya namun perkataannya disela oleh Mysha.
"Pergilah mama, bukankah tadi bilang ingin segera ke tempat papa." sela Mysha sambil tersenyum kepadanya.
Mendengar perkataan seperti itu darinya, Tasya hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum untuk membalas senyumannya. Lalu mereka berdua berjalan keluar dari dalam ruang istirahat, menuju ruangan tengah yang dimana semua orang sudah lama menunggu.
"Sepertinya semuanya sudah lengkap." ucap Shaman sambil sedikit tertawa.
"Siapa yang membolehkan kamu untuk berbicara duluan?" tanya Antonio kepadanya.
"Hah? Apa? Memangnya aku tidak boleh berbicara menggunakan mulutku sendiri hah?" jawab Shaman dengan kesal sambil balik bertanya.
"Sebaiknya kalian berdua diam, karena itu tidak sopan terlebih lagi ada pemimpin akademi disini." pinta Alex pada mereka berdua.
"Uhh... Ya, maaf." jawab Mereka berdua.
"Mengenai hal itu tidak usah dipikirkan, karena kita mempunyai tujuan yang sama meski berbeda ke anggotaan." jawab Mozark dengan sedikit tersenyum. "Baiklah, dilihat dari perlengkapan kalian, sepertinya sudah siap pergi ke tempat dimana Tatsuya berada. Kalau begitu mari kita berangkat sesuai dengan rencana." lanjutnya dengan perkataan serius.
"Baik." jawab semua orang yang berada di ruangan tersebut.
"Tunggulah sebentar Tatsuya, kami semua akan membantumu membalaskan dendam atas kematiannya." gumam Rena dalam hatinya sambil mengepalkan salah satu tangannya.
"Semoga tidak terjadi apa-apa denganmu Tatsuya, secepatnya kami semua akan datang untuk membantumu." gumam Tasya dalam hatinya dengan harapan yang tinggi.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Untuk sementara update episode terbaru masih belum bisa ditentukan.)...
__ADS_1
...Jika berkenan jangan lupa untuk dukung author dengan menekan jempol ke arah Like, Komen, Vote, Rate novel ini....
...Terimakasih....