Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#70 Pembahasan Mengenai Wilayah Selatan


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Sembari menunggu kesembuhan Tatsuya, Tasya memutuskan untuk menggantikan posisinya dalam menjalankan organisasi Slayer of God, dan langkah pertama yang dia lakukan ialah mengumpulkan semua orang yang berpihak pada Tatsuya. Dengan spontan, Rena beserta yang lainnya melakukan apa yang diminta oleh Tasya dan kembali secepat mungkin sambil membawa mereka semua.


Disisi lain, Mozark yang baru saja tiba di gerbang depan gerbang markas pusat, ia langsung dikerumuni oleh ratusan reporter dan menanyakan apa yang sudah terjadi pada wilayah selatan sampai 1/3 dari wilayah tersebut rata dengan tanah.


Namun pertanyaan yang diajukan oleh mereka sama sekali tidak di jawab oleh Mozark, dikarenakan dirinya masih memikirkan mengenai hubungan Tatsuya dengan legenda yang disebutkan oleh kedua orang tuanya di masa lalu.


"Untuk saat ini, aku belum bisa menjelaskan apapun mengenai kejadian pada wilayah selatan, karena untuk sekarang aku membutuhkan istirahat." ucap Mozark tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mereka, lalu dia berjalan memasuki markas pusat.


Mendengar perkataan seperti itu, reporter lainnya mengajukan pertanyaan yang berbeda, namun tetap saja Mozark hanya terdiam dan terus berjalan memasuki gerbang markas pusat. Beberapa dari mereka mencoba untuk mendekatinya, akan tetapi para bawahannya menghadang mereka supaya tidak melakukan hal aneh.


"Hah..." ucap Mozark dengan menghela nafasnya, lalu dia membalikkan badannya. "Sekitar jam 3 sore nanti, kuharap kalian bisa datang lagi, karena diwaktu itu aku akan menjelaskan semuanya." lanjutnya sambil meminta pada mereka untuk kembali pada waktu yang ditentukan.


Mendengar perkataan seperti itu, satu persatu dari reporter yang berada di depan gerbang mulai pergi dan menjalankan tugas di tempat lain untuk meliput berita terkini. Melihat mereka membubarkan diri, Mozark merasa suasana akan menjadi tenang dan dia bisa beristirahat sejenak.


"Pak, kenapa anda meminta mereka untuk kembali pada jam 3 sore? Bukankah seharusnya anda beristirahat lebih lama?" tanya salah satu asistennya di dalam markas pusat.


"Kalau aku tidak berbicara seperti itu, sudah pasti mereka akan menyebarkan berita yang tidak aku inginkan." jawab Mozark sambil berjalan kembali menuju ke dalam markas pusat. "Dan juga, kerahkan sisa pasukan menuju tempat kejadian dan jangan biarkan siapapun masuk ke tempat itu." lanjutnya dengan memberikan perintah.


"Baik, pak." jawab asisten tersebut sambil pergi untuk menjalankan tugasnya.


Di dalam markas pusat, Mozark langsung menuju ruangan pribadinya untuk beristirahat sejenak dan menenangkan dirinya sambil duduk di kursi kerjanya. Kali ini pikiran Mozark merasa sangat berat karena harus mengambil keputusan mengenai Tatsuya, apakah dijadikan sebagai musuh ataupun tidak.


Lebih dari 1 jam, dia memikirkan hal itu serta membandingkan ancaman Tatsuya dengan jendral dari para monster tersebut. Bila mana Tatsuya berhasil dibunuh, maka para monster itu bisa bebas bergerak tanpa ada hambatan.


"Sepertinya aku harus bekerja sama dengannya, lalu mencari tahu penyebab dirinya berubah menjadi iblis dalam legenda itu." gumam Mozark dengan memutuskan, kalau dirinya akan menjalin kerjasama dengan Tatsuya. "Semoga keputusanku ini tepat." lanjutnya sambil beristirahat.


***


Sementara itu, Muzan beserta yang lainnya sudah kembali lagi ke tempat kediaman Cecilia, dan mereka juga membawa semua orang dari anggota Slayer Of God dan juga para tentara bayaran ataupun yang berasal dari markas pusat.


Tasya yang sedari tadi menunggu, meminta mereka semua untuk masuk dan duduk di kursi yang disediakan di halaman rumah Cecilia. Dia sengaja memilih tempat itu, karena suasana di halaman Cecilia sangat sejuk serta bisa membuatnya tenang dengan melihat tanaman bunga dan juga yang lainnya.


Tanpa pikir panjang, semua yang datang langsung duduk di kursi, namun seperti biasa permasalahan kecil antara Antonio dan Shaman terjadi lagi, kini mereka memperebutkan kursi yang paling depan.


"Hei, orang tua gila, aku yang pertama kali berniat duduk disini dan kau segera cari tempat duduk lain!" ucap Antonio dengan menyuruhnya pergi.


"Dasar orang kaya gila, aku terlebih dulu memegang kursi ini, jadi yang harus pergi itu kau!" jawab Shaman dengan wajah geram.


"Hah, disaat seperti ini kalian berdua masih saja bertindak seperti anak kecil." ucap Alex sambil memegang dahinya.


"Grrrrrrrr" ucap mereka berdua sambil menunjukkan wajah kekesalannya, lalu berhenti secara tiba-tiba karena teringat dengan kondisi yang dialami Tatsuya. Secara bersamaan mereka berdua menanyakan mengenai kondisi Tatsuya, karena sebelumnya sudah mengetahui kalau dirinya itu terluka parah dan tidak sadarkan diri.


"Apa maksud dari ucapanmu barusan hah? tanya Antonio sambil menatap wajahnya.

__ADS_1


"Justru kau yang meniru ucapanku!" jawab Shaman.


"Pa-paman." panggil Tiara.


"Tidak boleh bertengkar di tempat ini!" sambung Kiara.


"Hah, seperti yang dibilang oleh Tiara dan Kiara, kalian berdua tetaplah tenang dan segera duduk di kursi yang disediakan. Tidak masalah mau duduk di depan ataupun di belakang, yang paling penting suara ku masih terdengar oleh semua orang." pinta Tasya dengan tegas serta memasang wajah serius.


Mendengar perkataan seperti itu serta melihat keseriusan Tasya, mereka berdua langsung menuruti keinginannya. Setelah semuanya tenang, Tasya menjelaskan kalau Tatsuya sudah menerima perawatan dari Cecilia dan kondisinya menjadi lebih baik, namun sangat disayangkan, kalau Tatsuya masih belum sadarkan diri sampai saat ini juga.


Seketika, semua orang dibuat terkejut oleh penjelasan dari Tasya mengenai kondisi Tatsuya. Mereka semua meminta padanya untuk menjenguknya, akan tetapi Tasya tidak memperbolehkan siapapun menemuinya karena Cecilia sedang melakukan perawatan selanjutnya untuk mempercepat kesembuhannya.


"Oleh karena itu, aku mengajukan diri sebagai wakil ketua organisasi ini, dan ke 4 orang ini sudah menyetujuinya. Jadi bagaimana dengan pendapat kalian?" tanya Tasya dengan raut wajah serius.


Untuk kedua kalinya mereka dikejutkan lagi dengan perkataannya, dan kali ini meminta pendapat mengenai dirinya yang mengajukan diri sebagai wakil ketua organisasi Slayer of God. Beberapa dari mereka berbisik dengan yang lainnya, dan aja juga yang berpikir sendiri mengenai hal tersebut.


"Bolehkah aku bertanya pada nona Tasya?" ucap Alex sambil mengacungkan tangannya ke atas.


"Ya, tentu saja paman. Silahkan bertanya apapun juga!" jawab Tasya dengan mengabulkan keinginannya.


"Bila nona tidak terpilih sebagai wakil ketua organisasi ini, dan malah orang lain yang terpilih. Apa yang akan anda lakukan terhadap orang tersebut?" tanya Alex.


"Tidak apa-apa bila hal seperti itu terjadi, tapi aku tetap akan memberitahukan rencanaku kepadanya. Masalah diterima atau tidaknya itu keputusan dia, namun dengan pasti aku bakal menerima apapun keputusannya itu." jawab Tasya dengan tegas.


"Ehh, kukira paman bakalan mencalonkan diri menjadi wakil ketua, tapi ternyata paman malah mendukungku." ucap Tasya dengan sedikit terkejut.


"Aku juga sependapat dengannya, dan menyetujui keinginan nona Tasya." sambung Antonio dengan senang.


"Woi, orang kaya gila, itu adalah ucapanku, beraninya kau mendahului apa yang ingin aku ucapkan." ucap Shaman sambil menatap wajahnya.


"Kau saja yang terlambat menyatakan, lagian kalau sudah tua diamlah dan serahkan semuanya pada yang lebih muda darimu orang tua gila!" tanggap Antonio dengan balik menatap wajahnya.


"Dilihat dari wajahmu itu, kau sama tuanya denganku orang kaya gila." ucap Shaman.


"Ughh.. Ah... Apa? Apa yang kau bilang barusan?" tanya Antonio sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Apa kau ingin ribut sekarang hah?" tanya balik Shaman sambil berdiri dari tempat duduknya juga.


"Sebaiknya kalian berdua tetap tenang, supaya yang lain bisa berbicara mengenai pendapatnya." pinta Alex pada mereka berdua.


Mendengar perkataan seperti itu, Antonio dan Shaman kembali duduk dan semua orang pun menyampaikan pendapatnya masing-masing. Seorang pun tidak ada yang menentang keinginan Tasya, dan sekarang dia sudah resmi menjadi wakil ketua dari organisasi Slayer of God.


Karena tidak ingin membuang banyak waktu lagi, Tasya mulai membicarakan rencananya untuk membantu wilayah selatan dalam pembangunan tempat tinggal ataupun hal lain yang dapat membantu semua orang. Selain itu juga, dia ingin membuktikan kalau organisasi yang dibuat oleh Tatsuya bukanlah organisasi kejahatan atau apapun itu dari segi negatif.


"Maka dari itu, aku mohon bantuan dari kalian semua, dan hal ini juga untuk mewujudkan apa yang di inginkan oleh Tatsuya." pinta Tasya sambil berdiri dari tempat duduknya, dan membungkukkan badannya pada semua orang yang menghadiri pertemuan tersebut. Melihat hal itu, semua orang yang menghadiri pertemuan tersebut sangat terkejut, dan sebagian dari mereka membicarakan perbedaan antara keduanya.

__ADS_1


"Sikapmu itu terbilang bertolak belakang dari tuan muda Tatsuya, tapi dilihat dari manapun kalian pasangan yang sangat serasi." ucap Shaman.


"Ya, saling menutupi atas kekurangannya masing-masing." sambung Antonio dengan mengagumimu mereka berdua.


"Kesampingkan mengenai hal itu, karena sekarang kita harus fokus pada rencana barusan." sela Alex dalam pembicaraan mereka.


"Sepertinya kita semua akan membubarkan kelompok ku dan memilih untuk bergabung ke dalam organisasi ini. Bagaimana menurut kalian semua?" ucap Joseph sambil bertanya pada bawahannya.


"Hah, dari awal aku juga ingin berkata seperti itu ketua." jawab Adira.


"Begitu juga dengan kami bertiga." sambung Reva dengan mewakili perempuan dalam anggotanya.


"Kalau aku, sudah pasti bakalan berbuat seperti itu, karena hal ini juga sesuai dengan keinginan hatiku." sambung Rifaldi, dan sisa dari yang lainnya hanya menganggukkan kepala mereka.


"Begitulah nona Tasya, apakah kami diperbolehkan untuk bergabung ya meski berasal dari tentara bayaran?" tanya Joseph pada Tasya.


"Tidak peduli dari mana kalian berasal, yang paling penting selama kalian berbuat baik pada orang lain, aku, Tatsuya ataupun orang yang sudah terlebih dulu menjadi anggota dalam organisasi ini, akan menyambut kalian dengan senang hati." jawab Tasya sambil tersenyum pada semua orang.


"Kalau kami berempat sepertinya belum bisa bergabung, karena dari awal Tatsuya sudah meminta kami untuk tetap mengawasi pergerakan dari markas pusat." ucap Alan dengan menyesal.


"Tidak apa-apa, namun yang paling penting, kalian semua sudah di anggap teman oleh Tatsuya dan terlihat jelas dengan tindakan yang dilakukan olehnya. Jadi aku sangat berterimakasih pada kalian, karena semua informasi yang diberikan sangatlah membantu." jawab Tasya sambil membungkukkan badannya pada mereka berempat.


"No-nona Tasya tidak boleh berbuat seperti itu, justru kami yang harus berterimakasih karena sudah banyak di tolong." ucap Alan sambil berdiri dan meminta Tasya untuk tidak membungkukkan badannya.


"Ahh, kalau begitu mohon kerjasama lagi untuk membantu pembanguan ulang pada wilayah selatan." pinta Tasya pada mereka berempat.


"Tentu saja, dengan senang hati akan kami lakukan. Kalau begitu kami berempat akan kembali ke markas pusat, dan apabila ada pergerakan dari mereka, secepat mungkin akan aku laporkan." ucap Alan sambil berpamitan, lalu pergi bersama 3 orang lainnya.


"Sepertinya, aku juga akan segera pergi dari sini." sambung Khalifa sambil berdiri dari tempat duduknya. "Sebanyak mungkin aku akan mengumpulkan orang-orang yang dapat diandalkan untuk membantu dalam perencanaan yang akan nona Tasya lakukan, jadi aku nantikan instruksinya." lanjutnya sambil berjalan keluar.


"Tentu saja, dan terimakasih sebelumnya." jawab Tasya.


Beberapa orang sudah keluar dan kembali menjalankan tugas sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Namun masih banyak orang yang tinggal untuk mendengarkan pembicaraan selanjutnya dari Tasya.


"Karena sudah tidak ada lagi yang ingin pergi, kita akan memulai pembahasan mengenai langkah pertama yang akan kita lakukan terhadap wilayah selatan." ucap Tasya dengan penuh semangat dalam dirinya.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...(Untuk update episode terbaru akan hadir pada pukul 19.00 WIB, namun harinya masih belum bisa ditentukan.)...


...Jika berkenan jangan lupa untuk dukung author dengan menekan jempol ke arah Like, Komen, Vote, Rate novel ini....


...Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2