Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#32 Dimulainya Rencana Tatsuya


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Kabar dari siaran langsung yang dilakukan oleh Mozark, dengan sangat cepat tersebar dan diketahui oleh semua orang. Mereka semua menghentikan segala aktifitasnya, serta mengurung diri pada kediamannya masing-masing, dan tidak berani keluar sebelum ada berita lebih lanjut.


Disisi lain, kabar tersebut juga sudah diketahui oleh Alex beserta yang lainnya kecuali Tatsuya. Lalu dengan segera dia menghubunginya untuk mengabarkan berita yang disampaikan dalam siaran langsung.


"Tuan, ini saya. Maaf bila mengganggu waktu tuan." ucap Alex dengan meminta maaf, karena menghubunginya secara tergesa-gesa.


"Jelaskan intinya saja Alex!" pinta Tatsuya.


"Baik tuan. Baru saja saya melihat dalam media sosial, kalau petinggi akademi mulai melakukan siaran langsung dan apa yang disampaikan olehnya mengenai anda, tuan." jawab Alex.


"Seperti yang aku duga, hal ini pasti akan terjadi." ucap Tatsuya dalam hatinya sambil tersenyum lebar. "Baiklah aku sudah mengerti maksud dari ucapan darimu, dan nantikan saja perintah selanjutnya dariku." lanjutnya.


"Baik tuan." jawab Alex, lalu dia mematikan kembali alat komunikasi miliknya.


Setelah selesai berbicara dengan Alex, dengan spontan Tatsuya merubah kembali perintah yang diberikan pada semua roh miliknya, karena dengan sengaja Mozark menganggapnya sebagai seorang musuh.


"Apakah kalian sudah melihat orang-orang yang bergerak menuju tempatku berada?" tanya Tatsuya menggunakan telepati miliknya yang berhubungan langsung dengan Raja dan Ratu roh.


Seketika Raja dan Ratu roh beserta pasukannya berhenti sejenak, karena mendengar suara Tatsuya yang terlintas di dalam pikiran mereka.


"Tentu saja tuan, kami sudah melihat mereka dengan jumlah yang cukup banyak." jawab Giro yang mewakili pembicaraan dari pertanyaan Tatsuya.


"Tidak masalah dengan jumlah mereka, karena rata-rata levelnya berada di bawahku. Lalu apakah kalian semua mengenali wajah-wajah dari ketua guild terbesar di negara ini?" tanya Tatsuya.


"Tentu saja kami mengenalinya, karena pikiran ataupun ingatan kami tersambung dengan tuan." jawab Giro.


"Baguslah jika kalian mengenali mereka. Untuk sementara kalian hadapi orang-orang lemah terlebih dahulu, dan usahakan jangan berhadapan langsung dengan ketua guild yang aku maksud." pinta Tatsuya dengan mengubah strateginya.


"Baik tuan, akan kami usahakan untuk berbuat lembut pada mereka." jawab Giro dengan mengingat perintah Tatsuya.


"Lupakan perintah yang aku berikan tadi. Karena Mozark memilih menjadi musuhku, untuk kali ini saja aku izinkan menggunakan setengah dari kekuatan kalian, namun ingat jangan sampai mereka mati." pinta Tatsuya dengan memberikan perintah yang baru.


"Maaf tuan bila saya lancang, bukankah lebih baik kalau kami membunuh mereka semua, supaya kedepannya tidak mencari masalah dengan anda?" tanya Giro.


"Membuat mereka mati sangatlah mudah bagiku. Namun yang aku inginkan, mereka merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa, sampai akhirnya mereka memohon untuk dibunuh." pinta Tatsuya pada Giro dan semua roh miliknya.


"Saya sangat kagum dengan pemikiran anda, tuan." jawab Giro.

__ADS_1


"Sekarang pergilah, dan lakukan tugas kalian dengan cepat." pinta Tatsuya.


"Baik tuan." jawab Giro dengan senang, karena dia tidak perlu lagi bersikap lembut untuk bertarung dengan umat manusia.


Setelah Tatsuya memberikan perintah pada Semua roh miliknya, dia langsung menatap langit sambil memikirkan nasihat dari kedua orang tuanya dulu.


"Seperti yang ayah dan ibu ucapkan dulu, aku sudah berusaha mati-matian untuk membantu semua orang, supaya bisa menikmati kehidupan mereka tanpa adanya kegelisahan terhadap kemunculan portal. Bahkan aku rela melanggar aturan dari negara ini demi mewujudkan kedamaian tanpa adanya pengorbanan. Apakah cara yang aku lakukan ini salah?" ucap Tatsuya sambil bertanya pada kedua orang tuanya di dunia lain, dan berharap mereka bisa mendengarnya.


"Hah... Mana mungkin ayah dan ibu bisa menjawab pertanyaan dari anakmu ini, karena kalian berdua sudah tiada dan terbunuh akibat dari menjalankan misi yang diberikan oleh Akademi... Jadi mulai dari sekarang, aku tidak akan peduli lagi kalau yang dilakukan olehku benar atau salah." lanjutnya sambil mengepalkan tangan kanannya yang dipenuhi dengan aura hitam yang sangat pekat.


***


Sementara itu, seluruh guild yang menuju tempat dimana Tatsuya berada, kini lebih cepat daripada yang diperkirakan. Hal ini dikarenakan semua orang yang menghuni daerah selatan, sudah di evakuasi secara paksa oleh para tentara yang bertugas disana.


Seluruh guild terbagi dalam 8 kelompok, dan mereka bergerak sesuai dengan arah mata angin dengan tujuan yang sama. Dari sebelah barat dipimpin oleh guild BlackBerry water, dari sebelah utara dipimpin oleh guild Golden Tiger, dari sebelah timur dipimpin oleh guild White Scorpion, dan dari selatan dipimpin oleh Leonard dengan masing-masing membawa 250 orang.


Untuk 1000 orang lainnya dari beberapa guild kecil, mereka dibiarkan untuk mengatasinya sendiri dan tidak diperkenankan bergabung ke dalam salah satu guild besar. Hal ini dikarenakan level maupun kekuatan mereka sangatlah lemah, dan kemungkinan besar menjadi hambatan.


"Sungguh arogan sekali semua ketua dari guild besar itu! Bisa-bisanya mereka menolak permintaan kita untuk bergabung bersama dengannya." ucap salah satu ketua guild kecil.


"Ya, aku harap mereka merasakan akibatnya dan bila harus dikatakan, aku ingin orang yang bernama Tatsuya itu memberi pelajaran pada mereka." sambung ketua guild lainnya.


"Sudah-sudah, tidak perlu dibahas lagi. Mungkin mereka punya rencananya sendiri." ucap Khalifa sambil membujuk mereka untuk tetap fokus pada tugasnya.


Mendengar pembicaraan tersebut, khalifa mulai berpikir kalau ada suatu hal yang aneh dalam perjalanan tersebut dan merasa kalau dirinya itu sedang di awasi.


"Hentikan pembicaraan kalian, sepertinya ada yang salah dengan perjalanan ini." pinta Khalifa sambil menoleh kesana kemari.


"Apanya yang salah? Semua orang sudah di evakuasi dan perjalanan ini sangat tenang, jadi kita bisa bertarung dengan mengeluarkan seluruh kekuatan kita." jawab salah satu ketua guild tersebut.


"Justru ketenangan inilah yang membuatku tidak nyaman, lebih baik kalian tetap waspada dan berhentilah berbicara yang tidak-tidak." pinta Khalifa sambil menoleh kepadanya dengan raut wajah serius.


"Apakah ini pertama kalinya kamu mendapatkan perintah?" tanya ketua guild tersebut sambil menatap raut wajah Khalifa. "Hahahaha tidak usah tegang begitu nak, nanti juga kau akan terbiasa." lanjutnya sambil menepuk pundak Khalifa.


Tanpa terduga, sebuah pisau yang terbentuk dari elemen air melesat ke arah orang tersebut dengan sangat cepat.


"Wooossshhhh"


Serangan tersebut membuat tangan dari ketua guild yang menepuk pundak Khalifa putus seketika dan darahnya terciprat kemana-mana.

__ADS_1


"Sraaakkkk"


"Creettt"


"Aaarrrrgggghhhh" teriak ketua guild tersebut sambil melihat tangan kanannya yang terputus dan bercucuran darah tanpa henti.


"Semuanya tetap waspada dan keluarkan pertahan kalian masing-masing!" teriak Khalifa dengan memberikan perintah pada anggotanya dan yang lainnya.


Beberapa detik setelah Khalifa memberikan perintah, serangan kedua langsung dilancarkan dan kali ini pisau dari elemen air berjumlah sangat banyak.


"Whoosss... Whoosss... Whoosss..."


Serangan pisau elemen air tersebut mengarah dengan cepat pada semua orang, sehingga diantara mereka ada yang terlambat mengeluarkan pertahanan, dan akibatnya serangan tersebut memutus tangan maupun kaki mereka.


"Sraakkk... Sraakkk... Sraakkk..."


Semua orang yang terkena serangan tersebut berteriak sangat nyaring dan mereka langsung terjatuh di jalanan aspal, sambil merintih kesakitan. Jalanan yang berwarna hitam, kini berwarna merah yang dipenuhi oleh darah.


"Apa-apaan ini? Mengapa aku sama sekali tidak merasakan kehadiran mereka?" gumam Khalifa dalam hatinya sambil melihat orang-orang yang terluka.


"Hoo... Ternyata masih banyak yang tersisa, hebat juga kalian bisa bertahan dari seranganku." ucap Giro sambil berdiri di atap rumah, lalu dia melompat sambil memberikan tekanan yang cukup kuat, sehingga menghancurkan sebagian dari jalanan aspal.


"Blaaaarrrrr"


Asap tebal yang menghalangi pandangan, langsung keluar ketika sebagian jalanan tersebut hancur akibat pijakan kaki Giro.


"Uhukk... Uhukk... Apa yang terjadi? Apakah ada serangan lagi?" tanya salah satu anggota Khalifa.


Setelah kepulan asap menghilang dan pandangan kembali seperti semua. Seketika Khalifa beserta yang lainnya sangat terkejut, dengan apa yang ada dihadapan mereka.


"Kekuatan ini, jangan-jangan..." ucap Khalifa namun perkataannya disela oleh Giro.


"Tidak perlu banyak bicara lagi... Sekarang hiburlah aku dengan seluruh kekuatan kalian!" sela Giro sambil tersenyum lebar dan meminta pada mereka untuk segera menyerang.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...(Author akan mengusahakan untuk update episode terbaru setiap hari pada pukul 22.30 WIB.)...

__ADS_1


...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....


...Terimakasih 🙏...


__ADS_2