
...*Selamat Membaca*...
Sebelum Tatsuya benar-benar kehilangan kesadarannya, dia sempat memberi peringatan pada semua orang untuk segera menjauh dari tempatnya. Tasya yang menolak akan keinginannya ini, dia berusaha untuk tetap berada disisinya. Akan tetapi ketika Tatsuya menoleh dengan pandangan yang sama pada Mysha, dengan spontan dia menyalurkan kekuatannya pada semua orang, lalu lekas pergi sebelum terlambat.
Di dalam perjalanan, Tasya masih bersikeras meminta Mysha untuk mengembalikannya ke tempat semula. Akan tetapi dia tidak bisa memenuhi keinginannya, karena terlalu berbahaya mendekati Tatsuya yang sedang dikuasai oleh emosinya.
Meskipun sudah di anggap menjadi bagian anggota keluarganya, Mysha tidak bisa menentang perintah dari Tatsuya baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini dikarenakan dia sudah menjadi roh miliknya dan hanya bisa menurut pada Tatsuya sebagai tuan barunya.
Sesampainya di halaman gedung milik Antonio, Mysha menurunkan semuanya secara perlahan-lahan. Namun ketika Mysha menginjakkan kakinya pada permukaan tanah, seluruh tubuhnya terasa lemas dan penglihatannya mulai kabur.
Secara tiba-tiba, Mysha terjatuh dan tidak sadarkan diri. Tasya yang melihat hal tersebut langsung mendekatinya, lalu menggendongnya sambil memanggil namanya serta menggoyangkan tubuhnya. Akan tetapi, tidak ada respon sama sekali darinya, dan dipastikan kalau Mysha sangat kelelahan, ditambah lagi mendapatkan tekanan yang sangat mengerikan dari Tatsuya.
"Sebaiknya mari kita bawa dia ke dalam untuk beristirahat, dan kita semua juga perlu hal itu supaya bisa kembali membantu Tatsuya menghadapi semua monster itu." ajak Rena pada semua orang.
"Aku tidak punya waktu untuk beristirahat! Aku akan kembali ke tempat itu dan menghentikan Tatsuya secepat mungkin sebelum kejadian yang sangat buruk terjadi kembali, mungkin lebih buruk dari perkiraan." ucap Tasya dengan menolak ajakan dari Rena.
"Bertindak tanpa memikirkan sebuah rencana, itu hanya akan membuatmu masuk ke dalam bahaya. Terlebih lagi ini bukanlah pertama kalinya Tatsuya seperti itu dan kamu juga mengetahui Tasya. Jadi sebaiknya kita semua harus beristirahat sejenak, dan memikirkan cara untuk membuatnya sadar kembali." ucap Mozark dengan memberikan saran yang terbaik baginya sebelum bertindak.
"Tapi..." ucap Tasya namun perkataannya di sela oleh Rena.
"Aku mengerti apa yang kamu rasakan, tapi kita juga sebuah rencana serta istirahat bagi sebagian orang untuk memulihkan diri mereka. Jadi bersabarlah sebentar dan aku yakin kalau Tatsuya tidak akan pernah kalah dari semua monster itu!" sela Rena dengan meyakinkan Tasya.
Mendengar perkataan seperti itu dari Rena, dia terdiam sejenak sambil memikirkan kejadian yang telah terjadi ketika berada di taman ibukota. Dia sempat hilang ingatan setelah kejadian tersebut, dan membuat suasana hati Tatsuya semakin buruk.
"Baiklah, kalau begitu aku akan mengikuti saran dari kalian." jawab Tasya dengan menyetujui saran dari semua orang.
"Baiklah, kalau begitu mari kita masuk ke dalam." ajak Rena sambil berjalan duluan memasuki gedung tersebut, lalu di ikuti oleh yang lainnya.
Tasya yang hendak berdiri sambil menggendong Mysha, dia sempat menoleh ke arah dimana Tatsuya berada. Dia berharap kalau Tatsuya baik-baik saja, serta bisa bertahan sebelum dirinya kembali datang membantunya.
"Apa yang sedang kamu lakukan Tasya?" tanya Rena karena melihat Tasya masih berdiri di tempatnya.
"Ahh iya..." jawab Tasya sambil menoleh kepadanya, lalu segera masuk ke dalam.
Kembali lagi pada kondisi Tatsuya...
Luapan emosi Tatsuya, kini sudah tidak dapat dibendung lagi. Tidak ada seorangpun yang bisa membujuknya untuk menenangkan hatinya, termasuk kekasihnya. Pemicu utama dari hal tersebut ialah kematian teman masa kecilnya sekaligus teman pertama yang ia dapatkan. Jadi, dia akan terus menerus memburu monster yang ada dihadapannya sampai benar-benar musnah.
__ADS_1
"Wah, cukup menakjubkan melihat kau menghabisi seribu bawahanku hanya dengan satu kali serangan." ucap Kuzzak dengan memberi pujian pada Tatsuya. "Namun masih banyak bawahanku yang tersisa, jadi kau akan bertahan berapa lama lagi manusia!" lanjutnya dengan memberikan perintah pada semua bawahannya, untuk menyerang Tatsuya.
Tidak lama setelah itu, ribuan monster mulai mengelilingi Tatsuya, lalu mereka saling bergantian untuk menyerangnya.
"Goooaaaarrr"
Ribuan peringatan dari layar transparan terus bermunculan hingga membuat Tatsuya bertambah emosi dan mencoba untuk menghancurkan gelang khusus tersebut, agar tetap diam. Akan tetapi, ketika Tatsuya hendak mencengkram gelang tersebut, salah satu monster dengan jenis harimau es bergigi besi, menggigit bahu Tatsuya hingga berdarah.
"Craaappp"
Melihat hal itu, Tatsuya langsung mencengkram kepala dari monster tersebut, lalu meremukkan kepalanya dengan cengkraman tangan kanannya.
"Craaaakkkk"
Seketika monster tersebut terjatuh, lalu berubah menjadi debu dan menghilang. Begitu pula dengan luka yang diterima olehnya, langsung sembuh tanpa bekas luka sedikitpun.
"Aku... Bersumpah... Atas darahku sendiri... Kalau aku akan menghabisi kalian semua!!!" teriak Tatsuya dalam kesadaran yang tersisa, sambil menggigit salah satu jarinya hingga mengeluarkan darah.
"Creekk"
Bersamaan dengan hal itu, Tatsuya sudah tidak bisa mengontrol tubuhnya dengan jernih. Dia dikendalikan dengan emosi yang mendorongnya untuk terus balas dendam, dan ketika sudah tercapai maka dia akan tersadarkan dengan sendirinya.
Tanpa banyak bicara Tatsuya, langsung menggenggam kedua pedang tersebut,dan langsung melesat ke depan untuk menebas semua monster yang berdiri di hadapannya.
"Srraaaaaaakkkkk"
Hanya dalam sekejap, ratusan monster tumbang setelah terkena satu kali tebasan dari kedua pedang darah miliknya. Tidak ada yang bisa menghentikan pedangnya itu, bahkan monster di level 70 masih sangat mudah di tebas.
Kemudian dia melakukan hal tersebut pada monster yang lainnya dan monster yang tumbang berubah menjadi debu, lalu meninggalkan beberapa batu dari tubuhnya. Lebih dari 1000 batu dari dalam tubuh monster berserakan dimana-mana dengan kualitas yang berbeda.
Dulu, Tatsuya sering mengumpulkannya ketika dia masih dalam keadaan sadar, namun sekarang batu-batu tersebut dilahap secara langsung oleh aura yang berasal dari kedua pedangnya. Hanya dalam satu kali sentuhan, semua batu tersebut berubah menjadi butiran cahaya, lalu di serap oleh aura tersebut sampai tidak tersisa.
Bersamaan dengan itu, kekuatan dari pedang aura darah milik Tatsuya meningkat secara drastis, namun rasa laparnya masih belum terpenuhi meski sudah menelan ribuan batu yang keluar dari dalam tubuh monster. Bisikan demi bisikan terus keluar dari kedua pedang tersebut, seperti meminta lebih banyak lagi dan lagi sampai tidak ada makanan yang tersisa di hadapannya.
Kuzzak yang daritadi memperhatikannya, dia merasa tidak asing mengenai kekuatan yang dimiliki oleh kedua pedang milik Tatsuya. Dia sempat berpikir kalau hal tersebut bukan pertama kalinya dirasakan, melainkan ini kedua kalinya.
"Energi ini, apakah mungkin..." gumam Kuzzak dengan memikirkan seseorang yang dulu pernah dihadapi oleh pemimpinnya. "Mana mungkin manusia ini mempunyai hubungan dengannya, terlebih lagi kejadian itu sudah lama terjadi." lanjutnya sambil mengesampingkan perasaan tersebut, dan terus memberikan perintah pada bawahannya untuk segera menghabisi Tatsuya.
__ADS_1
Kemudian, ribuan monster mencoba menyerang dari jarak jauh, menggunakan energi yang tersimpan pada tubuhnya. Semua energi dipusatkan ke dalam sebuah titik, dan masing-masing dari mereka mulai menciptakan cahaya dari dalam mulutnya, lalu dilesatkan secara beruntun ketika energinya sudah terkumpul.
"Whoooossss"
Berbagai macam serangan yang berbentuk seperti sebuah bola energi mengarah pada Tatsuya dari berbagai arah. Menyadari serangan tersebut, aura merah darah yang menyatu dengan seluruh tubuh Tatsuya, mulai membesar dan terlihat seperti beberapa gumpalan mulai bermunculan dalam titik tertentu, lalu membentuk Lebih dari 10 tangan transparan. Dengan gerakan yang cepat, 10 tangan tersebut menipis semua serangan yang menuju ke arahnya.
"Patss... Patss... Patss..."
Hanya dengan satu kali sentuhan, semua serangan yang dilancarkan oleh ribuan monster tersebut musnah. Hal ini dikarenakan, 10 tangan yang muncul itu bisa melahap energi apapun dari musuh dan menjadikannya sebagai energi miliknya.
Sejenak semua monster yang menyerang dari jarak jauh menghentikan serangannya, karena menyadari kalau hal tersebut tidak berguna. Tanpa terduga, Tatsuya langsung melesat ke depan dengan sangat cepat sambil bersiap menghunuskan kedua bilah pedangnya yang di arahkan pada monster terdekat.
"Blaaaassssshhh"
Hanya dengan satu kali tebasan, Tatsuya dapat membunuh monster dengan kulit yang sangat keras, sehingga kebanyakan dari mereka mulai merasakan rasa takut terhadapnya.
"Kalian benar-benar sampah! Siapapun yang mundur dari pertarungan, nantikan hukuman darinya!" ucap Kuzzak dengan memberikan peringatan keras pada semua bawahannya.
Mendengar perkataan seperti itu, semua monster kembali fokus untuk menyerang Tatsuya, dan memilih tetap bertarung daripada menerima hukuman dari pemimpinnya yang sangat sadis, serta tidak dipermudah untuk mati.
Melihat hal itu, Tatsuya mulai tersenyum lebar dengan alasan dia tidak perlu lagi mengejar semua monster itu, karena mereka akan terus berdatangan kepadanya. Bersamaan dengan itu, 10 tangan transparan mengubah bentuknya menjadi pedang dan langsung menyerang semua monster yang berdatangan tanpa jeda sedikitpun.
"Sraaakkk... Sraaakkk... Sraaakkk..."
Dalam satu menit, Tatsuya berhasil membunuh lebih dari 1000 monster dan sekarang masih melakukan hal serupa sampai semuanya binasa. Lama kelamaan, hal tersebut membuatnya semakin dan semakin ketagihan, sampai-sampai dia tertawa terbahak-bahak sambil menikmatinya.
"Teruslah... Teruslah berdatangan padaku! Akan kuhadapi kalian semua sampai tidak tersisa satu ekorpun. Hahahaha..." ucap Tatsuya sambil tertawa. "Dan kau yang masih berada di atas, akan menjadi hidangan utama. Jadi tunggulah sampai aku menyelesaikan urusan dengan kecoa ini!" lanjutnya sambil menatap Kuzzak dan mengejek semua bawahannya.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Untuk sementara update episode terbaru masih belum bisa ditentukan.)...
...Jika berkenan jangan lupa untuk dukung author dengan menekan jempol ke arah Like, Komen, Vote, Rate novel ini....
...Terimakasih....
__ADS_1