
...*Selamat Membaca*...
Setelah si kembar 2 dan Joseph menemukan Muzan beserta yang lainnya, mereka semua diajak kembali pada kediaman Cecilia, karena Tasya ingin membicarakan suatu hal penting dengan mereka semua. Tentunya kabar mengenai Tatsuya dan keputusan Mozark sama sekali belum diketahui oleh mereka.
Sesampainya di kediaman Cecilia, mereka semua langsung turun dari mobil, lalu segera berjalan memasuki rumah. Tanpa mengetuk pintu terlebih dulu, si kembar 2 langsung membuka pintu begitu saja.
"Kami pulang!" ucap Keira.
"Dan kami juga telah membawa semuanya pulang, lalu..." sambung Tiara, namun perkataannya tidak diteruskan setelah melihat Tasya tengah menangis di pangkuan Cecilia.
"Kakak, ada apa? Kenapa kakak menangis? Apa karena kami berdua telah mengejutkan kakak?" tanya mereka berdua sambil memasang raut wajah sedih.
Seketika, Tasya mengusap air matanya, lalu berjalan mendekati mereka berdua dan berkata kalau hal ini tidak berkaitan dengan kelakuan mereka berdua, melainkan tangisannya itu ditujukan pada hal yang membahagiakan.
Mendengar perkataan Tasya seperti itu, Muzan bertanya mengenai kebahagiaan apa sampai-sampai dirinya menangis. Namun sebelum itu, Tasya meminta semua orang untuk masuk terlebih dulu, supaya semuanya bisa mendengarnya dengan baik.
Setelah itu, Tasya menceritakan kedua kabar baik kepada semua yang berada di ruangan tersebut. Singkat cerita, semua yang mendengar hal itu merasa sangat bahagia, terutama pada kesembuhan Tatsuya dan dapat dipastikan secepatnya akan segera sadar.
"Syukurlah, syukurlah..." ucap Aurel sambil menangis bahagia. Begitu pula dengan Clara dan Rena, mereka juga merasakan hal sama, namun Rena secepatnya membalikkan badannya karena ini kali pertamanya merasakan hal tersebut.
"Memang ini kabar yang sangat membahagiakan. Tapi sekarang, apa yang akan kita lakukan?" tanggap Muzan sambil bertanya.
"Yahh, sepertinya sebentar lagi kedua orang itu bakalan datang." jawab Tasya sambil tersenyum.
Tak lama, sebuah klakson terdengar dari luar, dan sesuai dengan perkataannya mereka berdua datang bersamaan. Seperti biasa Antonio dan Shaman berdebat kembali mengenai hal sepele ketika mereka masuk ke halaman rumah Cecilia. Namun hal itu segera dihentikan oleh Tasya, karena di mulai dari sekarang semuanya akan sangat sibuk.
"Tolong kesampingkan dulu perdebatan kalian berdua, lebih baik kita bersiap untuk melakukan hal itu." pinta Tasya pada mereka berdua.
"Hal itu? Maksudnya apa?" tanya Aurel dengan penasaran.
"Karena sekarang sudah tidak ada hal yang ditakutkan dari petinggi negara ini, mulai hari ini kita akan memberikan batuan pada wilayah selatan untuk membangun kembali tempat tinggal mereka." jawab Tasya dengan meyakini kalau langkah yang dilakukannya itu sangatlah tepat.
Mendengar perkataan seperti itu, semua orang yang belum mengetahuinya merasa terkejut. Mereka juga bertanya mengenai biaya atas hal itu, namun Tasya menjawab kalau semua biayanya hasil penjualan batu dari tubuh monster.
Beberapa orang sempat bertanya mengenai kepemilikan batu tersebut, dan kebanyakan dihasilkan oleh Tatsuya. Akan tetapi Tasya menjelaskan kembali dengan tegas, bila semua batu itu dikumpulkan untuk perkembangan organisasi, maka wajar bila dipakai untuk membantu semua orang yang membutuhkan.
Selain itu juga, pandangan semua orang terhadap organisasi akan menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya, terlebih lagi bertindak lebih dulu dibandingkan dengan negara.
"Aku yakin, Tatsuya juga bakalan melakukan hal sama seperti yang akan kulakukan. Jadi mohon kerjasama, dan maaf karena tidak memberikan waktu istirahat bagi kalian semua." lanjutnya dengan menundukkan kepalanya.
Mendengar penjelasan dari Tasya seperti itu, semua orang yang berada di dalam kediaman Cecilia mengerti, terutama yang dirasakan oleh semua tentara bayaran, karena ini kali pertama mereka membantu semua orang.
__ADS_1
"Nona, anda tidak perlu sampai menundukkan kepala pada kami. Dengan senang hati, akan kami lakukan sebaik mungkin." tanggap Joseph sebagai mantan ketua dari tentara bayaran.
"Tidak disuruh pun, aku tetap akan membantu bila hal ini demi tuanku." jawab Clara dengan sikap yang royal terhadap Tatsuya.
"Berkat adanya Tiara tadi, mana poin kami terisi kembali. Jadi aku bisa terus bekerja meski tanpa istirahat." sambung Aurel dengan raut wajah senang.
"Kami juga akan membantu." sambung Kiara dan Tiara.
"Aku akan tetap disini, karena tempat ini harus memiliki penjaga." ucap Rena sambil memalingkan wajahnya.
"Heh, bukannya mana poinmu itu sudah kembali. Jadi kau juga harus ikut." bujuk Aurel.
"Bila tidak ada orang disini, lalu siapa yang akan menjaga Tatsuya? Lebih baik ada beberapa orang yang tetap tinggal disini, terutama yang memiliki gelang khusus." jawab Rena dengan tegas.
Tak disangka, Tasya melewatkan hal untuk perlindungan Tatsuya bila terjadi apa-apa. Lalu dia menyarankan sebagian orang untuk tetap tinggal dan sebagiannya lagi akan ikut ke wilayah selatan. Rena, si kembar 2, serta 3 orang lainnya telah dipilih oleh Tasya untuk tetap tinggal bersama Cecilia, dan yang tidak disebutkan akan ikut ke wilayah selatan.
Karena alat komunikasi masih belum pulih sepenuhnya, Tasya memberitahu Rena mengenai titik lokasi dimana akan memulai rencananya itu. Hal ini dilakukan supaya Rena dengan mudah bisa mencarinya, apabila ada hal mendesak.
"Aku percayakan semua yang disini kepadamu Rena." ucap Tasya sambil memegang pundaknya.
"Mmm... Ya..." tanggap Rena sambil menatap wajahnya.
Setelah itu, Tasya beserta semua orang yang tak disebutkan namanya, langsung menaiki mobil yang sudah berjejer di depan kediaman Cecilia. Ada lebih dari 20 mobil yang ikut dalam gelombang pertama, dan masih banyak lagi di gelombang berikutnya.
Disisi lain setelah keberangkatan Tasya beserta yang lainnya. Rena yang tetap tinggal di kediaman Cecilia mulai menugaskan ketiga orang dari tentara bayaran. Yang pertama, Rena menugaskan Rainer untuk berjaga di halaman rumah, Reva di bagian lantai 2, dan Handa ditugaskan di dalam pengintaian kamera.
Selain itu, Rena juga meminta laporan rutin kepadanya setiap 1 jam sekali, baik itu ada suatu masalah ataupun tidak. Dia sengaja melakukan hal ini, supaya tidak ada dis komunikasi antar orang yang tetap tinggal di kediaman Cecilia.
"Apa kalian sudah mengerti?" tanya Rena pada mereka bertiga.
"Sebenarnya ini sedikit memalukan, tapi apakah ada jeda untuk beristirahat sejenak?" tanya Rainer padanya.
"Tugas kalian berdua sampai jam 9 malam, dan setelah itu kalian bergantian jaga dengan dia, jadi ada tentukan saja sendiri dalam pembagian waktunya nanti. Dari jam 9 sampai pagi, aku sendiri yang akan memantau situasi diluar." jawab Rena dengan tegas.
"Lalu, kakak. Bagaimana dengan kami berdua?" tanya Tiara.
"Kalian berdua masih kecil dan masih dalam tahap berkembang. Untuk sementara tidak ada tugas bagi kalian berdua." jawab Rena sambil menatap mereka berdua.
"Lagi-lagi kami berdua tidak dapat tugas sama sekali." tanggap Kiara dengan raut wajah kesal.
"Suatu saat nanti kalian berdua pasti mendapatkan tugas seperti kami semua, jadi berusahalah untuk terus bertambah kuat, supaya dapat berguna bagi semua orang." ucap Rena dengan memberikan sedikit motivasi pada si kembar.
__ADS_1
Motivasi yang diberikan oleh Rena, dalam seketika membuat si kembar makin bersemangat dalam berusaha menjadi lebih kuat. Terutama hal ini demi Tatsuya, yang dimana telah membawa mereka ke dalam kehidupan yang penuh arti serta menyenangkan.
Setelah itu, mereka semua pergi melakukan tugas nya masing-masing, kecuali si kembar 2 yang ingin menghabiskan waktunya untuk membaca buku yang berada di lantai 2.
"Sepertinya aku juga harus menyibukkan diri." ucap Rena sambil berjalan menuju pintu depan.
"Apakah kamu memiliki waktu senggang?" tanya Cecilia yang ditujukan pada Rena. Seketika langkah kakinya terhenti, lalu dia menoleh kebelakang.
"Aku?" ucap Rena sambil membalikkan badannya.
"Ya, aku bertanya kepadamu, lagian tidak ada orang lain lagi di ruangan ini. Ikutlah denganku ke ruang bawah tanah, dan bantu aku." pinta Cecilia padanya. "Ahh, dan kamu juga bisa melihatnya lebih lama sambil membantuku di ruangan penyembuhan." lanjutnya sambil tersenyum, dan setelah itu berjalan menuju ruang bawah tanah.
"Mana ada aku berpikiran seperti itu." tanggap Rena sambil memalingkan wajahnya.
"Cepatlah, jangan membuang banyak waktu!" pinta Cecilia dengan tegas.
Tanpa banyak bicara, Rena berjalan mengikutinya ke ruang bawah tanah. Sebenarnya dalam hati kecilnya dia ingin melihat kondisi Tatsuya, namun tidak berani mengucapkan secara langsung di depan semua orang, terlebih lagi pada Tasya yang menjadi pasangannya.
Sesampainya di ruangan penyembuhan, raut wajah Rena berubah seketika setelah melihat kondisi Tatsuya semakin baik dibandingkan sebelumnya. Tanpa disadari, air matanya menetes di hadapan Cecilia.
"Heh, sepertinya kamu membutuhkan tisu untuk mengusap air matamu!" ucap Cecilia sambil menunjukkan dimana tisu tersebut berada.
"Hah, apa? Mataku hanya kemasukan debu ketika masuk ke dalam ruangan ini." jawab Rena sambil mengusap air matanya menggunakan tangannya sendiri.
"Ehh, kamu sudah tidak bisa menutupi nya." tanggap Aurel dengan sedikit tertawa. "Semua orang pasti punya perasaannya masing-masing, dan hal ini sudah menjadi biasa bagi setiap manusia. Begitu juga dengan yang kurasakan ketika Tatsuya datang kemari, disaat seluruh tubuhnya berlumuran darah. Rasa kekhawatiran ku kepadanya sangat tinggi, terutama ketika aku melakukan penyembuhan kepadanya tidak berhasil. Namun ketika aku melihat dirinya sudah kembali membaik, rasa bahagia ku muncul dan tanpa disadari air mataku juga menetes." lanjutnya sambil tersenyum melihat Tatsuya yang masih berada di dalam tabung penyembuhan.
Sejenak Rena terdiam dan memahami apa yang dikatakan olehnya. Memang benar dia merasa sangat khawatir terhadap Tatsuya ketika mendapatkan luka yang sangat parah, namun setelah melihat kondisinya menjadi baik, dia juga merasakan hal sama seperti yang lainnya.
"Tida ada seorangpun yang bisa melarang rasa suka terhadap seseorang. Namun itu tergantung dengan penerimanya bertindak seperti apa, dan dalam tindakannya itu kita bisa menilai orang nya itu seperti apa. Jadi tak masalah bila kamu meluapkan nya sekarang, lagian disini cuma ada kita berdua." lanjut Cecilia dengan memperjelas perkataan sebelumnya.
Seketika, Rena melanjutkan kembali tangisannya, serta meluapkan semua perkataan yang berada di dalam hatinya. Memang sedari awal dia menyukai Tatsuya, namun keberadaannya itu terlambat, karena sudah ada yang berada di posisi tersebut.
Akan tetapi, sesuai dengan pesan terakhir yang dikatakan oleh Mikha, dia akan tetap berada di sampingnya apapun yang terjadi serta bertindak sama dengan apa yang dikatakan oleh hatinya.
"Sesuai dengan keinginan mu, akan kupenuhi hal itu untuk menggantikan dirimu berada di sampingnya. Meski tidak bisa menjadi pasangan nya, tapi aku masih bisa menjadi teman terbaiknya." gumam Rena dalam hatinya dengan meyakinkan hatinya.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(21.00 WIB)...
__ADS_1
...Terimakasih....