
...*Selamat Membaca*...
Penyerangan yang dilakukan oleh Giro pada arah barat laut, membuat 50 orang mengalami luka berat, 75 orang mengalami luka ringan dan 125 orang masih dalam keadaan baik. Akan tetapi serangan darinya itu hanyalah pemanasan, karena semua itu hanyalah serangan kecil yang menyingkirkan orang lemah dan melawan orang kuat.
Hal serupa juga terjadi di arah timur laut, tenggara dan barat daya. Nolly dan Zyrex berhasil melumpuhkan lebih dari 75 orang dari arah timur laut, Sylfi dan Lilia juga berhasil melumpuhkan lebih dari 100 orang dari arah tenggara, sedangkan Rein dan Viola berhasil melumpuhkan 3/4 yang berada di arah barat daya.
"Membosankan, aku kira sekuat apa kalian itu sebagai manusia, ternyata tidak ada apa-apa nya." ucap Viola sambil menatap semua orang yang berada dihadapannya dengan pandangan merendahkan.
"Hanya tuan saja yang berbeda dari manusia-manusia ini, dan kekuatannya membuatku selalu merinding meskipun melihatnya dalam sekejap." sambung Rein dengan mengagumi Tatsuya.
"Bisa-bisanya kalian berbicara seperti itu pada kami, apakah kalian tidak diajari cara berbicara yang benar oleh orang yang bernama Tatsuya?" tanya salah satu ketua guild tersebut.
Perkataan dari orang tersebut yang mengatakan nama tuannya membuat Viola sangat marah, lalu dia melesat dengan cepat ke arahnya.
"Swosshh"
"Kau sama sekali tidak berhak untuk menyebutkan nama tuanku!" jawab Viola sambil menghunuskan bilah pedangnya yang di arahkan pada tangan orang tersebut.
"Blassshhh"
Seketika tangan dari ketua guild tersebut terpotong oleh Viola, dan terjatuh di atas permukaan aspal dengan dilumuri darah merah segar yang baru saja keluar.
"Argghhh" teriak ketua guild tersebut dengan suara nyaring, sambil menahan rasa sakit yang sangat luar biasa.
"Aku ingatkan, jangan pernah menyebutkan nama tuanku sembarangan. Ingat itu dalam hati dan pikiranmu, manusia." ucap Viola sambil berjalan menjauhinya.
"Arghhhh, Da-dasar summon yang sangat sombong! Ughhh... Kalau kalian bertindak seperti ini sesuai dengan perintah darinya, berati orang yang bernama Tatsuya itu adalah seorang monster yang tidak kenal belas kasihan terhadap sesama manusia." ucap ketua guild tersebut, dengan sengaja memancing emosi Viola.
Mendengar perkataan seperti itu, membuat Viola sudah tidak bisa mengontrol emosinya dan mengabaikan perintah dari Tatsuya.
"Dasar manusia yang tidak tahu diri! Akan kubuat kau lenyap dari dunia ini!" ucap Viola dengan nada tinggi, sambil mengeluarkan kata kuncinya.
"Destroying Moonlight"
Seketika, sinar berwarna putih terang keluar menyelimuti bilah pedang milik Viola, seolah-olah seluruh kekuatannya disalurkan pada pedang tersebut. Setelah kekuatannya merasa cukup, tanpa basa-basi Viola menghunuskan pedangnya disertai dengan setengah dari kekuatannya.
Ket : kekuatan Viola berasal dari energi bulan yang bersinar pada malam hari. Namun karena sekarang masih siang hari, Viola hanya bisa mengeluarkan setengah dari kekuatannya.
"Blaassshhh"
Tebasan pedang tersebut, membuat wujud bulan sabit berwarna putih dengan jumlah lebih dari 10, yang diarahkan langsung pada seluruh bagian tubuh orang tersebut.
"Ketua, cepat menghindar!" teriak salah satu anggotanya, karena merasakan bahaya dalam serangan tersebut.
"Sudah terlambat bagi kalian untuk menyelamatkannya." ucap Viole dengan tersenyum puas, karena bisa membunuh orang yang berani mengejek Tatsuya.
Tanpa terduga, Rein bergerak dengan cepat menghampiri orang tersebut, lalu dia menangkis semua serangan Viola menggunakan pedang elemen angin miliknya.
"Patss... Patss... Patsss..."
Hanya dalam sekejap, serangan yang dilancarkan oleh Viola langsung lenyap tanpa sisa. Hal ini tentu saja membuat semua yang berada di sana sangat terkejut, karena Rein dengan sengaja melindungi orang yang ingin dibunuh oleh Viola.
"Rein!" teriak Viola dengan sangat marah dan tidak Terima atas perlindungannya pada orang tersebut.
__ADS_1
"Tenangkan dirimu Viola, tidak seharusnya kamu bertindak berlebihan seperti ini!" pinta Rein sambil menatap wajahnya dengan sorotan mata yang tajam.
"Tapi, manusia ini pantas mati, karena dia sudah berani berkata seperti itu pada tuan kita!" ucap Viola dengan bersikeras untuk tetap membunuh orang tersebut.
"Meski dia sudah berakhir seperti itu, namun apa kamu sudah melupakan perintah dari tuan kita?" tanya Rein dengan mengerutkan dahinya.
"Tentu saja aku mengingatnya, tapi ini pengecualian bagi manusia seperti dia!" jawab Viola sambil menunjukkan ketua guild tersebut.
"Apakah kamu sanggup menerima hukuman darinya?" tanya Rein dengan serius.
"Aku pasti sanggup menerima hukuman darinya, dan nanti juga akan aku jelaskan alasannya." jawab Viola dengan percaya diri.
Tanpa diduga, kejadian seperti ini dirasakan oleh Tatsuya karena dia merasakan gesekan antara kedua kekuatan roh miliknya.
"Apakah terjadi masalah diantara kalian berdua?" tanya Tatsuya mengunakan telepati miliknya pada Viola dan Rein.
"Tidak ada masalah yang serius tuan, ini hanyalah masalah kecil dan kami bisa..." jawab Rein namun perkataanya disela.
"Bila hanya masalah kecil, tidak mungkin aku merasakan kekuatan yang cukup besar dari kalian berdua. Apakah kalian sengaja mengabaikan perintahku?" sela Tatsuya, dengan bertanya untuk meminta penjelasan yang diharapkan olehnya.
"Maaf bila saya lancang tuan, aku sengaja mengeluarkan seluruh kekuatanku hanya untuk membunuh salah seorang dari manusia, karena dia telah berani menyebut anda adalah seorang monster." jawab Viola dengan menjelaskan semuanya.
Mendengar perkataan seperti itu, hanya dalam waktu yang singkat Tatsuya mengeluarkan sebagian dari kekuatannya untuk menekan dan mendominasi Viola.
"Apakah perintahku masih belum jelas, sehingga kau berani mengabaikannya?" tanya Tatsuya dengan nada marah.
Seketika seluruh tubuh Viola merinding ketakutan, karena merasakan setengah dari kekuatan Tatsuya seakan-akan membelenggu seluruh tubuhnya.
"Akan tetapi saya berhasil melindunginya dan saat ini manusia itu masih hidup dengan salah satu tangan yang terpotong. Jadi tolong redakan amarah anda." sambung Rein dengan menjelaskan keadaan orang tersebut.
"Baiklah, aku akan memakluminya. Kelak jangan sampai hal ini terulang kembali, jika kalian masih ingin hidup. Namun bila kalian melakukannya lagi, jangan berharap kalian akan mati kembali dengan mudah." ucap Tatsuya dengan memberikan peringatan terakhir pada mereka berdua.
"Baik tuan, kami mengerti." jawab Rein dan Viola secara bersamaan.
Setelah itu, Tatsuya memutuskan telepatinya dan kembali memperhatikan yang lainnya. Sedangkan Viola dan Rein melanjutkan tugasnya dengan cepat, supaya tidak menerima hukuman dari Tatsuya.
"Sungguh kekuatan yang sangat mengerikan, meskipun tuan kita mengeluarkan setengah dari kekuatannya. Aku harap kamu tidak melakukannya lagi, atau kita berdua bisa menderita untuk kedua kalinya." pinta Rein sambil memberikan sedikit nasihat kepadanya.
"Huuff... Aku mengerti dengan semua ucapan dari tuan." jawab Viola sambil melanjutkan kembali tugasnya. "Aku pikir sanggup menerima hukuman dari tuan, tapi ternyata aku sangat ketakutan setelah merasakan kekuatannya meski sebagian." lanjutnya dalam hatinya.
Tanpa membuang banyak waktu, Rein dan Viola beserta semua pasukannya mulai bertarung dengan serius. Serangan demi serangan terus dilakukan oleh mereka, namun tidak membuat semua orang mati dan hanya memotong salah satu bagian tangan atau kakinya.
"Jangan berharap kalian bisa berbuat seenaknya!" teriak salah satu ketua guild lainnya. "Keluarkan seluruh kekuatan kalian dan incar mereka berdua terlebih dahulu!" lanjutnya dengan mengincar Viola dan Rein.
"Baik!" ucap semua anggotanya yang berjumlah lebih dari 20 orang, lalu bergerak bersama untuk menyerang.
"Tap... Tap... Tap..."
"Hah... Bila kalian diam tanpa melakukan perlawanan, mungkin aku bisa bersikap lembut pada kalian." ucap Rein sambil menghela nafasnya, lalu melesat dengan cepat.
"Whoossshhh"
"Apa, dia menghilang?" ucap salah satu anggota guild tersebut.
__ADS_1
"Jangan banyak melamun, tetap waspada dengan..." ucap wakil ketua tersebut, namun perkataan nya tidak dilanjutkan karena Rein secara tiba-tiba sudah berada disampingnya.
"Maaf, aku menginginkan salah satu tanganmu ini!" sela Rein sambil menghunuskan pedangnya, pada salah satu tangan wakil ketua tersebut.
"Sraaakkk"
"Arghhhh, tanganku!" teriak wakil ketua tersebut sambil terjatuh dan merintih kesakitan.
"Selanjutnya, giliran kalian." ucap Rein sambil melesat pada yang lainnya, untuk memotong salah satu bagian tubuh dari mereka.
"Sraaakkk... Sraaakkk... Sraaakkk..."
Hanya dalam waktu singkat, ke 20 orang tersebut kehilangan tangannya dan mereka semua terjatuh sambil merintih kesakitan yang sangat luar biasa.
"Sepertinya tugas kita di arah barat daya sudah selesai." ucap Viola sambil menyimpan kembali pedangnya.
"Ya, lebih baik kita segera berkumpul kembali menghadap tuan kita." jawab Rein sambil mengajak Viola serta seluruh pasukannya.
Baru saja mereka menyimpan pedangnya dan membalikkan badannya, dengan sengaja salah satu ketua guild yang sudah kehilangan tangannya, kembali mencoba memancing amarah dari Viola ataupun Rein.
"Mau pergi kemana kalian dasar monster biadab! Ayo kembali dan bertarung lagi denganku sampai mati!" ucap ketua guild tersebut sambil berdiri kembali.
"Dasar manusia tidak tahu diri." ucap Viola sambil menoleh kepadanya, dengan tatapan yang sangat tajam.
"Abaikan saja manusia itu, nanti juga dia akan kelelahan akibat darahnya terus keluar tanpa henti." pinta Rein sambil menepuk pundak Viola.
"Hahahahah... Aku tahu alasan dia menyuruh kalian berbuat seperti ini. Sudah pasti dia itu seorang pengecut yang hanya bisa duduk santai di balik layar." ucap ketua guild tersebut sambil mengejek Tatsuya untuk kedua kalinya.
"Hah... Manusia sepertimu harus mendapatkan penderitaan yang sangat menyakitkan!" ucap Rein sambil melesat ke arahnya dengan cepat.
"Whoossshhh"
"Sepertinya aku tidak mengizinkanmu untuk berdiri, jadi maaf saja bila kedua kakimu tidak bisa digunakan lagi selama-lamanya." lanjutnya sambil menghunuskan bilah pedangnya pada kedua kaki ketua guild tersebut.
"Sraaakkk"
"Arghhhh, dasar monster sialan! Arghhhh...!!!" teriak ketua guild tersebut sambil terjatuh dan merintih kesakitan.
"Semoga kehidupanmu menyenangkan manusia lemah." ucap Rein sambil menyimpan kembali pedangnya dan berjalan menjauhinya.
"Ughhh... Kembali kesini dan bunuh aku jika berani dasar monster sialan!" pinta ketua guild tersebut.
"Membunuhmu adalah hal yang mudah bagi kami semua, namun itu tidak diinginkan oleh tuanku. Jadi kami semua hanya memotong salah satu dari anggota tubuh kalian, supaya bisa merasakan penderitaan seumur hidup kalian." jawab Rein dengan memberikan alasan atas penyerangan yang dilakukan oleh semua Roh milik Tatsuya.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Author akan mengusahakan untuk update episode terbaru setiap hari pada pukul 22.30 WIB.)...
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....
...Terimakasih 🙏...
__ADS_1