
...*Selamat Membaca*...
Sebuah lubang dengan ukuran besar terbentuk, akibat ledakan dahsyat yang berasal dari sinar laser milik Leonard. Semua bangunan yang berada di sekitarnya juga roboh, terkena hempasan angin kencang yang berasal dari ledakan tersebut.
"Tatsuya!" ucap Khilar sambil berjalan perlahan-lahan untuk melihat lubang besar tersebut, dan berharap kalau apa yang terjadi hanyalah sebuah mimpi.
"Tap... Tap... Tap..."
Sesampainya disana, Khilar tidak melihat Tatsuya ataupun Mikha. Dia berpikir kalau mereka berdua telah musnah tanpa menyisakan tubuhnya.
"Hei, teman-teman, apakah ini semua hanyalah mimpi?" tanya Khilar sambil menoleh ke belakang.
Mendengar perkataan tersebut, semua teman-temannya mulai meneteskan air matanya, tanpa bisa membuatnya berhenti.
"Hei... Kenapa kalian menangis? Cepat katakan padaku kalau ini hanyalah mimpi!" lanjutnya dengan nada tinggi karena tidak mau menerima kenyataannya.
Perasaan sedih juga dirasakan oleh Kazima, namun rasa sakitnya lebih besar dibandingkan teman-temannya. Satu-satunya putri yang ditinggalkan oleh istrinya, kini telah tiada tepat dihadapannya.
"Dasar kau, Leonard keparat! Kau pasti sengaja melakukan hal ini demi mencapai tujuanmu sendiri!" teriak Kazima sambil meneteskan air matanya, dan menyalahkan Leonard atas kematian putrinya.
"Kenapa kau berkata seperti itu kepadaku Kazima? Bukankah sudah jelas kalau itu adalah kesalahan putrimu sendiri, yang seenaknya mendekati bocah sialan itu." jawab Leonard dengan mengelak akan kesalahan yang dibuat olehnya.
"Jaga bicaramu Leonard! Kalau saja tadi kau membatalkan seranganmu, mungkin putriku masih hidup." ucap Kazima dengan raut wajah penuh dengan kekesalan.
"Harusnya kau mendidik putrimu dengan benar, supaya dia tidak seenaknya ikut campur dalam masalah ini. Tapi sekarang sudah terlanjur, karena dia sudah mengorbankan dirinya untuk kepentingan negara." jawab Leonard.
"Kepentingan negara apanya? Ini semua demi kepentingan mu sendiri Leonard!" ucap Kazima sambil menatapnya dengan penuh dendam. "Mulai sekarang, keluarga kita sudah tidak punya ikatan lagi. Aku sebagai kepala keluarga Xianlong menganggap dirimu sebagai musuh utama. Dan siapapun yang menghalangi baik itu dari guild besar lain, tentu saja mereka akan dianggap sebagai musuhku juga." lanjutnya dengan menyatakan perang pada Leonard, serta memperingatkan Steven dan Tommy.
"Tenangkan dirimu Kazima, kita bicarakan hal ini dengan kepala dingin." bujuk Tommy sambil mendekatinya.
Ketika Tommy hendak berjalan ke arahnya, dengan sengaja Azure menyemburkan api merah tepat dihadapannya sebagai peringatan.
"Booosssshhh"
"Bila kau maju satu langkah lagi, akan ku anggap kau juga musuh utama dari keluargaku!" ucap Kazima dengan memberi peringatan terakhir.
"Apa kau sudah gila Kazima? Seharusnya kau tidak menyalahkan Leonard atas apa yang terjadi pada putrimu. Bukankah dari awal putrimu sudah mengenal bocah sialan itu?" tanya Tommy sambil berusaha mengalihkan kesalahan pada Tatsuya.
"Bila saja putrimu tidak mengenal bocah sialan itu, mungkin hal ini tidak akan terjadi." sambung Steven.
"Ternyata kalian berdua sama saja dengannya, kalau begitu aku akan..." ucap Kazima, namun perkataannya tidak dilanjutkan karena mendengar Leonard tertawa.
"Hahahahahha... Sungguh lucu melihat tingkah laku kalian bagaikan seorang anak kecil." ucap Leonard dengan tertawa terbahak-bahak. "Mungkin sekarang sudah cukup untuk bersandiwara, soalnya aku sudah bosan terus menerus melakukannya. Sesuai dengan ucapanku tadi, siapapun yang menghalangi rencanaku pantas mati meski petinggi akademi sekalipun." lanjutnya.
__ADS_1
Seketika, Kazima benar-benar marah setelah mendengar perkataan dari Leonard. Tanpa banyak bicara, dia langsung memerintahkan Azure untuk segera memusnahkannya dengan semburan api merah terkuat.
"Brruuuuassshhhh"
Semburan api tersebut mengarah tepat pada robot besar yang dikendalikan oleh Leonard. Namun sebuah perisai aktif secara tiba-tiba tepat dihadapannya, sehingga serangan api merah dari Azure tertahan olehnya.
"Hahahaha, inilah salah satu pertahanan dari kristal yang tertanam pada tubuhku, dan begitu menakjubkan bukan." ucap Leonard dengan memberi tahu rahasianya.
Semua orang yang berada di tempat tersebut sangat terkejut, setelah mendengar perkataan seperti itu dari Leonard. Melakukan percobaan terhadap tubuh manusia, merupakan salah satu hal yang dilarang oleh negara. Terlebih lagi hal itu dilakukannya secara sengaja, maka orang tersebut dinyatakan sebagai tindak kejahatan dan hukuman yang diterimanya adalah kematian.
"Apakah kau serius dengan perkataanmu itu Leonard?" tanya Steven karena masih tidak percaya.
"Ya, tentu saja aku serius mengatakannya, karena tujuanku yang sebenarnya ialah menguasai negara ini!" jawab Leonard dengan nada tinggi, lalu dia mengambil kedua pedang yang berada di pinggang robot besarnya. "Dan selain itu juga, cepat atau lambat seluruh dunia ini akan di kuasai oleh dewa itu!" lanjutnya sambil bergerak maju ke depan, dan menghunuskan pedangnya pada naga api merah.
"Blaaassss"
Hanya dalam satu kali serangan, naga api merah tersebut tercabik-cabik dengan sendirinya, karena kedua pedang dalam genggamannya itu bukanlah pedang biasa, melainkan 2 bilah pedang badai.
"Goooaaarrr"
"Kekuatannya sangat mengerikan, dan aku sama sekali tidak bisa bertahan lebih lama lagi... Arrgggg..." ucap Azure, lalu dia berubah menjadi percikan cahaya putih terang.
"Azure!" teriak Kazima memanggil namanya.
"Hahahaha... Sekarang giliran kalian, dan bisa dibilang ini persembahan untuknya." ucap Leonard sambil menatap semua orang yang masih berada di tempat tersebut.
"Hahahaha, benar sekali apa yang kau bicarakan itu Tommy. Soalnya bocah sialan itu, merupakan penghalang besar untuknya. Tapi sekarang tidak perlu lagi mengkhawatirkan hal itu, karena bocah itu sudah mati di tanganku. Hahahaha..." jawab Leonard sambil tertawa terbahak-bahak.
Mendengar perkataan seperti itu darinya, seketika kemarahan Khilar meluap dan perasaannya dipenuhi dengan dendam. Tanpa banyak bicara, dia langsung mengucapkan salah satu kata kuncinya untuk menyerang Leonard.
"Thorny Hail"
Lebih dari 20 lingkaran sihir mulai terbentuk di hadapan Khilar, lalu keluarlah duri dari bongkahan es yang cukup besar dan melesat langsung ke arah Leonard secara bersamaan.
"Whooossshhh"
Namun, ketika serangan Khilar mendekati Leonard dalam jarak 5 meter, sebuah perisai kasat mata kembali aktif dan membuat duri dari bongkahan es hancur setelah menghantamnya.
"Blaaaarrrr"
Semua orang terkejut, ketika melihat Khilar yang tadinya memasang raut wajah sedih, kini dipenuhi dengan wajah emosional dan dipenuhi dendam.
"Ternyata ada juga bocah kurang ajar lainnya disini!" ucap Leonard sambil menolehnya.
__ADS_1
Khilar hanya terdiam dan tidak menanggapi perkataan dari Leonard. Dia terus menerus mengeluarkan kata kunci tersebut, dan tidak memperdulikan jumlah mana poin yang dikeluarkan dalam serangan tersebut.
Namun, setiap serangannya terus menerus hancur ketika berbenturan dengan perisai kasat mata milik Leonard. Melihat tindakan yang dilakukan oleh Khilar, semua teman-temannya ikut berdiri dan mulai menyerangnya secara bersamaan.
Beberapa kata kunci penyerangan telah di ucapkan oleh teman-temannya secara terus menerus, dan Merry memainkan perannya dari jobs healer sebagai pendukung dalam pemulihan mana poin teman-temannya.
Setiap serangan dari mereka tidak dapat menembus pertahanan milik Leonard, dan bisa terbilang sia-sia jika terus melakukannya. Akan tetapi, hal ini membuat Leonard tidak bisa bergerak dari tempatnya karena dia harus memfokuskan diri pada pertahanannya.
Kazima yang melihat tindakan dari semua teman-teman Tatsuya, kini dia mulai bangkit kembali dan membantu mereka dalam penyerangannya.
"Apakah kita sebagai ketua guild besar akan mengalah pada anak-anak itu?" tanya Kazima yang pertanyannya ditujukan pada Tommy dan Steven. "Meski mereka sudah kehilangan seseorang yang sangat berharga, namun mereka tetap berjuang tanpa peduli dengan serangannya mempan atau tidak. Bila kalian berdua masih memiliki harga diri sebagai ketua dari guild besar, kita akan membantu mereka untuk mengurus pengkhianat ini!" lanjutnya dengan nada tinggi, sambil mengajak Tommy dan Steven.
"Ya benar, bila ada seorang pengkhianat dari kita berlima, sudah semestinya kita membereskannya." jawab Tommy.
"Aku paling benci dengan orang yang sudah memanfaatkan ku, terutama kau Leonard!" jawab Steven sambil mengucapkan kata kunci pamungkasnya.
"Infinite Shadow"
Sebuah lingkaran sihir mulai terbentuk tepat di bawah kakinya, lalu bergerak sampai ke atas dan terlihat seperti sedang menyalin tubuh dari pengguna kata kunci tersebut.
Seketika lingkaran sihir tersebut terpecah menjadi beberapa kepingan, dan berjatuhan menyentuh permukaan tanah. Secara bersamaan, pecahan tersebut langsung membentuk sebuah wujud yang sama persis dengan Steven yang berjumlah 10 orang.
"Steven, apakah kau serius melakukan hal ini? Bukankah ini..." tanya Tommy, namun perkataannya di sela oleh Steven.
"Tentu saja aku serius melakukannya, karena masih memiliki harga diri sebagai ketua guild besar di negara ini. Terlebih lagi bocah itu adalah korban dari tujuannya, jadi sudah seharusnya aku membalasnya." sela Steven dengan mengakui kesalahannya, karena terlalu terburu-buru dalam bertindak.
"Iya, kau benar juga. Mereka berdua telah menjadi korban dari tujuannya. Kalau begitu, aku juga tidak akan segan untuk melakukannya!" ucap Tommy dengan mengucapkan kata kunci pamungkasnya.
"Body Hardening"
Sebuah lingkaran sihir mulai terbentuk tepat di bagian perutnya, lalu beberapa bongkahan batuan berkumpul di sekitarnya seolah-olah terlihat seperti magnet dan Tommy sebagai pusatnya. Semua bongkahan batu tersebut menyatu secara bersamaan, dan terbentuklah sosok besar yang setara dengan Leonard.
"Demi membalaskan dendam kematian putriku, maka aku juga akan melakukannya meski harus menguras energi kehidupanku!" teriak Kazima sambil mengucapkan kata kunci pamungkas miliknya.
"The Union Of Fire and Ice"
Sebuah lingkaran sihir mulai terbentuk pada kedua telapak tangannya, dan memberikan kekuatan tanpa harus mengucapkan kata kunci serangan. Bisa dibilang kelebihan dari kata kata kunci tersebut, yaitu menyerang hanya dengan memikirkan serangan apa yang di inginkannya dalam elemen api dan es.
"Sekarang waktunya bagimu untuk menebus semua kesalahanmu Leonard!" ucap Kazima dengan tegas, sambil menatap Leonard yang berada dalam robot besar.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
__ADS_1
...(Untuk sementara update episode terbaru masih belum bisa ditentukan. Namun satu hal yang pasti, setiap minggu bakalan ada episode baru pada pukul 21.00 WIB. Besar keinginan setiap hari, namun Author juga memiliki kesibukan tersendiri di RL, jadi tolong dimaklumi. 🙏)...
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....