
...*selamat membaca*...
Setelah Tatsuya melakukan penghormatan terakhir bagi Mikha, semua pasukannya itu kembali pada tubuhnya. Karangan bunga yang berukuran besar itu langsung ditinggalkan di dekat tempat peristirahatan nya, serta satu persatu orang diminta untuk berhadapan dengan makam tersebut.
Beberapa saat kemudian...
Semua orang telah selesai melakukan hal tersebut, lalu mereka turun kembali dari atas bukit dan berjalan menuju bangunan utama tempat berkumpulnya semua orang. Di dalam ruangan tersebut, sudah dipersiapkan berbagai macam makanan ataupun minuman, guna untuk melepas rasa lelah mereka.
Kini hubungan antara mereka semua mulai berjalan dengan baik, bahkan beberapa orang dari keluarga Xianlong saling mengakrabkan diri dengan orang-orang yang ikut dengan Tatsuya. Mereka saling membicarakan sesuatu sambil menikmati makan dan minum, dan ada juga yang masih berdebat seperti anak kecil.
"Tak bisakah kau makan dengan tenang, orang tua gila!" pinta Antonio yang melihat nya makan begitu rakus, dan kedua tangan nya penuh dengan makanan.
"Dasar bocah bodoh, kau tau aku harus makan banyak supaya stamina ku pulih kembali!" tanggap Shaman sambil berbicara disaat makan, dan beberapa dari makanan yang dikunyah nya itu berhamburan pada wajah Antonio.
"Dasar orang tua gila, telan dulu sebelum kau ingin berbicara!" jawab Antonio dengan kesal, sambil mengambil sebuah tisu untuk membersihkan makanan dari wajahnya.
"Lagian salah sendiri, kau mengajak bicara ketika aku sedang makan!" tanggap Shaman yang tidak mau kalah dengan pembicaraan nya.
Kapanpun dan di manapun, mereka berdua masih berdebat tanpa melihat kondisi nya yang berada di hadapan orang-orang penting. Namun, semua orang malah tertawa dengan kelakuan mereka berdua, dan memang betul terlihat seperti anak kecil meski usianya sudah tua.
Disisi lain...
Sepertinya biasa, Tatsuya sedikit menjauh dari kerumunan semua orang yang berada di dalam ruangan. Untuk saat ini, dia lebih suka sendirian, sambil menikmati minuman yang berada dalam genggaman tangannya.
"Akhir-akhir ini, aku melihat kamu lebih suka sendirian? Apakah ada sesuatu yang membuat dirimu seperti ini Tatsuya?" tanya Tasya sambil berjalan mendekatinya.
"Hah... Ada beberapa hal yang selalu aku pikirkan, terutama di saat kejadian itu." jawab Tatsuya sambil menoleh kepadanya, dan dia hendak menceritakan menjelaskan apa yang ada dalam pikirannya. Namun penjelasan yang akan diberikannya itu tidak diteruskan, karena secara tiba-tiba Shaka menyela pembicaraannya.
"Bila mengenai kejadian itu, bolehkah aku ikut mendengarkan?" sela Shaka sambil berjalan mendekati mereka berdua dan diikuti oleh Salma.
"Tentu saja, kalian berdua boleh mendengar nya." jawab Tatsuya dengan mengizinkan mereka berdua untuk ikut mendengarkan penjelasannya.
__ADS_1
Secara singkat, Tatsuya mulai menceritakan awal mula kejadian di wilayah itu sebelum terjadinya pengorbanan Mikha. Ada sebuah energi yang cukup besar dari atas langit dan sudah siap untuk diarahkan pada permukaan bumi, yang dimana Tatsuya beserta semua orang sedang berada di dalam jangkauan serangan tersebut.
Di waktu kejadian, dia langsung membuat sebuah penghalang dengan energi yang dimiliki oleh ratu ataupun raja dari para Roh. Disaat bersamaan sebuah serangan luar biasa langsung menuju ke arahnya, dan sebisa mungkin Tatsuya menahan serangan tersebut. Akan tetapi, energi dari serangan itu sama sekali tak bisa ditahan oleh seluruh kekuatannya dan disaat itulah Mikha mengucapkan kata kunci yang tidak semestinya dilakukan.
Sebelumnya Tatsuya sudah memperkuat penghalang tersebut, sampai-sampai tak bisa ditembus oleh siapapun yang memiliki gelang khusus. Namun Mikha dengan mudahnya menembus penghalang tersebut dan akhirnya dia berpindah tempat dengan dirinya.
"Bila saja di waktu itu aku lebih kuat, mungkin hal seperti ini bisa di cegah. Maka dari itu mulai dari sekarang aku ingin bertambah menjadi lebih kuat, sehingga tidak ada lagi kejadian seperti itu." ucap Tatsuya sambil mengepalkan tangan kanannya, lalu dia menghentikan cerita nya itu.
"Aku juga mendengar cerita tersebut dari kepala keluarga, namun disaat itu diriku masih belum percaya akan apa yang telah terjadi kepadanya. Tapi sekarang, aku yakin kalau apa yang diperbuat oleh Mikha atas keinginannya sendiri serta siap mengambil resiko yang diterimanya." tanggap Shaka sambil berhadapan dengan Tatsuya. "Jadi, aku minta maaf atas perbuatan ku sebelumnya terhadap mu!" lanjutnya dengan meminta maaf pada Tatsuya sambil mengulurkan tangannya.
"Tak perlu segitunya terhadapku, karena ini hal yang wajar ketika seseorang kehilangan orang yang sangat berarti dalam kehidupannya." jawab Tatsuya sambil menjabat tangan Shaka. "Untuk kedepannya mohon kerjasamanya, supaya di masa depan nanti tidak ada lagi kejadian seperti terhadap semua orang." lanjutnya dengan memohon.
"Tentu saja, mohon kerjasamanya juga." jawab Shaka dengan tersenyum bahagia.
"Lalu, kalau boleh tau, kekuatan yang kamu miliki itu sangatlah luar biasa, serta maafkan aku karena tadi telah mencoba untuk melihat status milikmu." sambung Salma dengan meminta maaf, kalau dirinya tadi telah melakukan detect status kepadanya.
"Sebenarnya hal ini masih dirahasiakan oleh petinggi akademi, namun aku sudah memutuskan untuk memperlihatkan status ku pada semua orang di negara ini. Tapi sebelum itu aku akan mengadakan sebuah pertemuan dengan petinggi akademi, dan berencana untuk melakukan siaran langsung ke seluruh wilayah negara ini. Jadi dalam penjelasannya, bisakah kalian menunggunya nanti?" jawab Tatsuya.
"Ahh, ya baiklah, kami berdua akan menantikan nya." jawab Salma dengan tersenyum.
Seketika Kazim tertawa atas pertanyaan yang diajukan nya itu, dan bukannya menanyakan kabarnya terlebih dulu sebelum bertanya mengenai hal itu. Hal ini sepintas membuat Tatsuya sedikit kesal akan kelakuan nya itu, namun dia merasa lega kalau kakek angkatnya itu sifatnya tidak berubah.
Beberapa saat kemudian...
Setelah tujuan Tatsuya tercapai, di hari yang sama pula dia langsung berpamitan dengan keluarga Xianlong. Hal ini dikarenakan dia ingin beristirahat terlebih dulu di kediaman nya sendiri, karena di esok harinya akan sibuk dalam menjalankan rencana selanjutnya.
Kazima yang masih berada di posisi kepala keluarga, dia mengucapkan banyak terimakasih pada Tatsuya, karena dengan adanya dia, permasalahan internal dalam keluarga sudah dibereskan meski sebelumnya ada beberapa tindakan yang tak seharusnya dilakukan.
"Dan sebelum kamu pergi, ada sesuatu yang ingin akun berikan kepadamu!" ucap Kaziam, lalu dia menyuruh Shaka dan Salma membawa barang tersebut.
Sebuah kotak berwarna merah dengan motif bunga diberikan pada Tatsuya. Lalu dia segera membuka kotak itu, dan berisi kalung yang terbuat dari benda khusus. Selain itu juga ada sebuah batu berwarna hijau dan secara turun temurun dipercaya sebagai jimat pelindung.
__ADS_1
Seketika Tatsuya langsung menolak pemberian nya itu, karena berpikir kalau hal benda itu sangatlah berharga bagi keluarga Xianlong. Namun Kazima bersikeras ingin memberikan kalung itu kepadanya, karena itu sangatlah cocok dikenakan oleh Tatsuya, yang merupakan sosok pahlawan bagi semua orang.
"Kalung itu selalu melekat dengan istri dan juga putriku, jadi aku mohon padamu untuk menerimanya." pinta Kazima sambil membungkukkan setengah badannya. Mendengar perkataan seperti itu, dengan senang hati Tatsuya menerima pemberian nya itu, dan disaat bersamaan dia langsung memakai kalung tersebut.
Selain itu juga, kapanpun atau di manapun, keluarga Xianlong bersumpah untuk membantu Tatsuya dalam mewujudkan keinginannya, tentunya dalam batas kemampuan keluarga tersebut.
"Aku akan mengabari paman apabila di suatu saat nanti membutuhkan bantuan, dan juga sebaliknya, bila paman membutuhkan bantuan, aku... Tidak, organisasi Slayer Of God secepatnya akan datang." ucap Tatsuya sambil mengulurkan tangan kanannya.
"Ya Tatsuya, terimakasih sebelumnya." tanggap Kazima sambil berjabat tangan dengannya.
"Bila nanti ada waktu, aku ingin berduel denganmu Tatsuya, tentunya secara adil." sambung Shaka dalam pembicaraan mereka.
"Ya, kapan-kapan kita akan melakukan hal itu, jadi mari kita bersama-sama menjadi lebih kuat dibandingkan sekarang." jawab Tatsuya dengan tersenyum.
Kemudian Tatsuya beserta semua orang yang ikut bersamanya, langsung masuk ke dalam mobil masing-masing. Namun tak disangka kalau kakeknya malah meminta untuk mengantarkannya pulang, karena dia sampai ke tempat ini hanya menggunakan kendaraan umum. Hal ini tentunya bukan masalah besar bagi Tatsuya, karena kediamannya itu searah dengan tujuannya.
"Semoga setelah semua yang sudah terjadi, keluarga ini akan baik-baik saja di masa depan nanti. Lalu bagi kalian berdua, sekarang sudah waktunya untuk berlatih di bawah didikan ku, dan nanti ada satu orang lagi yang akan segera bergabung dengan latihan kita." ucap Kazima dengan serius.
"Benarkah itu kepala keluarga? Kalau seperti itu mungkin disaat aku berhadapan dengannya, diriku bisa mengalahkan dia." tanggap Shaka dengan sangat senang.
"Lalu satu orang lagi, siapa dan dari mana asalnya?" sambung Salma dengan bertanya.
"Ya, kita nantikan saja kedatangan orang itu, dan tentunya dia cukup berbakat, serta dibilang tekadnya itu lebih besar dibanding kalian berdua. Hahahah..." jawab Kazima dengan tertawa, lalu dia berjalan memasuki kediamannya.
"Yah, terserah lah. Yang terpenting orang itu bisa bertahan dengan latihan yang akan berikan kepadanya nanti." tanggap Salma sambil berjalan masuk.
"Mau siapapun itu, pasti dia memiliki bakat yang cukup hebat. Tapi aku tidak berniat kalah darinya, terutama terhadap Tatsuya." sambung Shaka sambil ikut masuk kembali ke dalam kediaman keluarga Xianlong.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
__ADS_1
...(21.00 WIB)...
...Terimakasih....