
...*Selamat Membaca*...
Tatsuya yang bertarung melawan 4 orang rekannya, terbilang tidaklah adil. Meksipun terlihat seperti itu, dia dapat menyaingi ke mereka semua serta melancarkan begitu banyak serangan tanpa takut kehabisan mana poin.
Disisi lain, ke 4 orang itu, sudah mengkonsumsi 70% dari mana poin penuhnya, dan akibatnya secara perlahan-lahan kefokusan mereka telah hilang, serta staminanya mulai menurun.
"Dilihat dari raut wajah kalian, sepertinya sudah tidak kuat lagi untuk mempertahankan tubuh itu. Jadi lebih baik, sampai disini..." pinta Tatsuya, namun perkataannya tidak dilanjutkan karena secara tiba-tiba, Rena menyerang menggunakan senjata terbangnya.
"Dorr..."
Dengan respon yang cepat, Tatsuya mengelak untuk menghindari jalur tembakannya, akan tetapi Rena justru mengendalikan senjata terbang lainnya untuk menembak Tatsuya.
"Dorr... Dorr... Dorr..."
Menyadari hal itu, dengan reflek yang cepat, Tatsuya menghunuskan pedang besar miliknya, untuk menangkis setiap serangan yang dilancarkan oleh senjata terbang milik Rena.
"Trinkk... Trinkk... Trinkk..."
Ketebalan serta ketahanan yang kuat dari pedang besar milik Tatsuya, berhasil memantulkan tembakan yang ditujukan kepadanya, dan disaat sibuk sedang melakukan hal itu, Muzan secara diam-diam sudah berada di belakangnya, sambil melakukan sebuah serangan.
"Maaf kakak, aku telah menyadari keberadaanmu!" ucap Tatsuya sambil menoleh ke belakang, lalu mencengkram salah satu tangan Muzan yang hendak kembali masuk ke dalam bayangan.
"Kreepp"
Setelah itu, sekuat tenaga Tatsuya menarik nya, lalu dilemparkannya ke arah Rena yang sedang melayang di atas langit.
"Swooossshh"
Lemparan tersebut sangat terarah, dan tubuh Muzan menabrak Rena sehingga membuatnya kehilangan kendali lalu terjatuh pada permukaan.
"Braakk"
Seketika kefokusan Aurel menghilang setelah melihat mereka berdua tumbang, akan tetapi Clara masih bisa bergerak dan memberikan perlawanan yang cukup hebat pada Tatsuya.
"Zezzzz"
Dengan mengkombinasikan tubuhnya menggunakan elemen petir, Clara dapat bergerak secepat kilat sambil memanfaatkan bayangannya untuk mengambil beberapa benda yang dapat mengalihkan penglihatan Tatsuya.
Dalam pergerakan cepat itu, sesekali dia menyerang Tatsuya menggunakan pedang miliknya, akan tetapi serangannya itu dapat di tepis dengan mudah olehnya.
"Trinkk" ... "Trinkk" ... "Trinkk"
__ADS_1
"Memang kecepatan itu sangatlah penting, namun hal itu juga harus dibarengi dengan kekuatan serangan." ucap Tatsuya sambil mengangkat pedang besarnya, serta bersiap untuk menghunuskan pedang tersebut dengan kekuatan penuhnya.
"Swooossshh"
Dimata Tatsuya pergerakan Clara masih cukup terlihat jelas olehnya, dan serangan yang dilakukannya itu bertepatan dengan jalur yang akan diambil oleh Clara.
Disaat bersamaan, Clara mencoba untuk mengubah arahnya, akan tetapi hal itu sangat terlambat karena bagian ujung pedang besar milik Tatsuya sudah berada di atas kepalanya.
"Apa, aku... Akan benar-benar, mati?" gumam Clara dengan rasa takut yang sangat besar. Namun dengan timing yang pas, Tatsuya menghentikan serangan tersebut dan hanya hembusan angin besar yang keluar dari pedang besar miliknya.
"Wooossshhh"
"Baiklah, kita latihannya sampai disini saja." ucap Tatsuya sambil menjentikkan jarinya, dan seketika penghalang yang diciptakan olehnya menghilang.
Semua orang yang melihat latihan tersebut bersorak, karena mereka sudah melihat seberapa besarnya kekuatan yang dimiliki oleh anggota dari Slayer Of God. Beberapa pujian terus dilontarkan kepada mereka semua, bahkan beberapa diantaranya ingin berfoto dengan mereka.
Dalam situasi tersebut, Tatsuya mengendap pergi dari pandangan semua orang yang mengerumuninya, akan tetapi dia malah bertemu dengan Tasya yang sudah memasang wajah kesal. Namun kekesalannya itu terhenti setelah ada sebuah pesan yang masuk dari Alex.
Judul pesan tersebut, ditujukan untuk organisasi Slayer Of God, dan hal ini merupakan informasi rahasia negara, jadi harus dibuka di tempat tertutup.
"Hah... Kalau seperti ini terus, bisa-bisa waktu pekerjaan nya akan bertambah!" ucap Tasya sambil menghela nafasnya.
Tanpa berpikir panjang, Tasya menuruti perkataannya dan setelah itu mengajak semua orang untuk kembali bekerja, karena dipastikan dalam beberapa hari lagi semuanya akan selesai.
Beberapa hari kemudian...
Pembangunan ulang pada wilayah selatan kini sepenuhnya sudah selesai, dan semua orang yang mengungsi telah kembali menempati tempat tinggalnya. Meski di masing-masing rumah nya itu sangat berbeda tapi mereka tetap bahagia karena telah dibantu untuk mendapatkan tempat tinggalnya.
Karena perbaikannya sudah selesai, Tatsuya berpikir tidak baik bila berpisah begitu saja dengan semua orang, jadi dia kepikiran untuk mengadakan pesta kecil di malam harinya, sekaligus menyambut hari berdiri nya kembali wilayah selatan. Mendengar hal itu, semua orang bersorak dan sesegera mungkin mempersiapkan pesta tersebut.
"Heh, ternyata kau punya pemikiran yang bagus juga Tatsuya!" ucap Reinhard sambil memegang pundaknya.
"Ini hanyalah hal kecil yang bisa kita lakukan." tanggap Tatsuya sambil melihat ekspresi wajah dari semua orang. "Aku berharap secepatnya bencana di dunia ini terselesaikan." lanjut dalam hatinya dengan bertekad untuk mempercepat rencananya.
Tak lama setelah itu, semua orang saling membantu menyiapkan sebuah perayaan yang terletak di tengah-tengah wilayah selatan. Berbagai macam makanan ataupun minuman disediakan, namun tetap bagi anak-anak yang belum cukup usianya tidak diperbolehkan meminum minuman keras.
Malam harinya....
Sebuah kembang api besar dinyalakan, sekaligus menandakan kalau perayaannya telah di mulai. Semua orang langsung menikmati makanan ataupun minuman yang sudah disediakan, dan seperti biasa ada konflik kecil diantara si duo debat.
Bukannya dilerai, tapi orang-orang di sekitarnya malah tertawa, karena hampir setiap hari mereka melakukan perdebatan, untuk menentukan siapa yang lebih hebat diantara mereka berdua.
__ADS_1
Disisi lain, Tasya terus menerus mencari Tatsuya, karena dari awal acara dia tidak menunjukkan dirinya. Karena cukup lelah dalam mencarinya, Tasya mencari tempat duduk yang cukup jauh dari keramaian sekaligus ingin menenangkan dirinya.
"Eh, Tatsuya!" panggil Tasya yang melihatnya sedang duduk sambil menatap ke atas langit. Mendengar namanya dipanggil, Tatsuya sedikit terkejut karena menyangka kalau Tasya sedang menikmati acara tersebut dengan rekan perempuan lainnya.
"Ahh, iya." jawab Tatsuya dengan singkat, sambil melambaikan tangannya.
"Hah... Dari tadi aku mencarimu, dan ternyata kamu ada disini." tanggap Tasya dengan kesal, lalu dia ikut duduk di sebelahnya.
"Untuk sementara aku ingin menghindari keramaian, dan..." ucap Tatsuya, namun perkataannya di sela oleh Tasya.
"Kamu pasti sedang memikirkan sesuatu bukan? Apakah sebegitu beratnya, sampai kamu menghindari ku?" sela Tasya dengan bertanya.
Sejenak Tatsuya terdiam setelah Tasya mengajukan pertanyaan seperti itu. Di dalam pikirannya, memang benar kalau sesuatu yang dipikirkannya itu berkaitan dengan Tasya, karena pecahan kristal suci tertanam di tubuhnya. Tatsuya sedikit kesulitan untuk menjelaskan hal tersebut, dan akhirnya dia akan memilih waktu yang tepat untuk dibicarakan dengannya mengenai pecahan kristal suci.
"Ya, tebakan mu benar." jawab Tatsuya sambil menatap semua orang yang berada di depannya. "Dari sini, kita bisa melihat semua ekspresi setiap orang, baik orang tua, orang dewasa maupun anak-anak. Di hari ini tidak ada hal apapun yang terjadi, tapi entah untuk hari esok. Apakah kita masih bisa melihat kebahagiaan mereka atau tidak? Setiap hari aku selalu berpikir seperti itu, dan sangat... Sangat ingin menjaga hal seperti itu." lanjutnya dengan rasa kesal.
"Mengenai hal ini, semuanya membutuhkan perjuangan dan akan sulit bila dilakukan sendirian. Namun jangan sampai lupa, kalau kamu tidaklah sendiri, karena aku ada disini, serta teman-teman lainnya juga ada. Jadi sampai kapanpun kamu tidak sendirian, dan kita semua akan berjuang bersama-sama." tanggap Tasya sambil menatap wajah Tatsuya.
Mendengar perkataan seperti itu darinya, beban yang harus dipukul nya itu sedikit ringan. Selain itu juga, Tatsuya tetap bersyukur kalau Tasya selalu ada untuknya dalam kondisi apapun.
"Iya benar, aku tidak selalu sendirian." ucap Tatsuya sambil mendekatkan dirinya pada wajah Tasya. Namun dalam momen itu ada sedikit gangguan, karena semua rekannya sedang mencari mereka berdua.
"Ternyata kalian berdua disini!" ucap Rena dengan cukup kesal, karena mereka tidak menikmati perayaan tersebut.
"Tuanku, apakah anda kurang suka dengan perayaan ini?" sambung Antonio dengan bertanya.
"Apakah ada yang kurang dalam perayaan ini tuanku?" sambung Shaman dengan bertanya juga.
"Hah... Sepertinya kita harus menunda lagi hal itu." ucap Tatsuya sambil beranjak dari tempat duduknya. "Untuk sekarang, mari kita menikmati perayaannya." lanjutnya sambil mengulurkan tangannya pada Tasya.
"Ya." jawab Tasya sambil tersenyum, lalu memegang tangan Tatsuya.
Dengan perasaan bahagia, semua orang menikmati perayaan tersebut yang berlangsung sampai larut malam. Tidak ada keributan dalam acaranya itu, karena sebelumnya Tatsuya sudah memberikan perintah pada semua pasukan roh nya untuk berjaga di setiap bayangan mereka semua.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(21.00 WIB)...
...Terimakasih....
__ADS_1