Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#72 Informasi Mengenai Markas Pusat


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Kabar baik mengenai Tatsuya yang bakalan siuman dalam waktu satu minggu dari sekarang, membuat Tasya sangat bahagia. Namun dalam waktu itu juga, dia harus membuktikan pada semua orang di negara ini, kalau organisasi yang didirikan oleh Tatsuya selalu berada di jalan yang benar.


Oleh sebab itu, Tasya memutuskan untuk memikirkan rencana selanjutnya demi kelancaran langkah pertama yang ia lakukan. Selain itu juga, Tasya meminta pada Joseph untuk menjaga kediaman Cecilia sebaik mungkin dan jangan pernah membiarkan satu orangpun yang masuk kecuali ada izin dari Cecilia.


Dengan spontan, Joseph memahami apa yang diperintahkan olehnya, lalu dia membagi orang-orangnya untuk berjaga selama 24 jam, dan tentunya dengan pembagian waktu yang sudah ditentukan.


"La-lalu bagaimana dengan kami?" tanya Tiara sambil berjalan mendekatinya.


"Apa yang harus kami lakukan untuk membantu?" sambung Kiara dengan bertanya.


"Melihat usia kalian, seharusnya tidak cocok untuk bekerja. Lain kali akan ku marahi Tatsuya, supaya dia lebih perhatian pada anak-anak seperti kalian." jawab Tasya dengan kesal, karena telah mempekerjakan anak-anak di bawah umur.


"Ka-kakak, tidak perlu melakukan hal seperti itu." pinta Tiara.


"Karena kami dengan sukarela ingin membantu dan menjadi orang yang berguna bagi semuanya." sambung Kiara.


"Hah, baiklah, kalau begitu jaga Tatsuya selagi kakak pergi dan bila kalian bosan bermainlah di luar rumah, tapi ingat tidak boleh melakukan hal yang dapat menganggu pekerjaan orang lain." Jawab Tasya sambil memberikan tugas sederhana pada mereka berdua.


"Baik." jawab mereka berdua.


Setelah selesai bicara dengan mereka berdua, Tasya langsung berjalan ke luar rumah. Namun ketika hendak membuka pintu, dia melihat Joseph sedang berdiri tepat di hadapannya.


Karena melihat Tasya akan pergi keluar tanpa pengawalan, Joseph memberikan saran kepadanya untuk membawa salah seorang yang dapat melindunginya bila ada bahaya. Akan tetapi Tasya menolak untuk melakukan hal itu, terlebih lagi cuma 2 tempat yang hanya dia kunjungi dan hal itu takkan memakan waktu yang lama.


Selain itu juga, Tasya meminta Joseph untuk fokus dalam pekerjaannya dan jangan lupa juga untuk bergantian beristirahat supaya kondisi tubuh mereka tetap terjaga dengan baik. Mendengar perkataan seperti itu, Joseph hanya menganggukkan kepalanya, lalu dia mengantar Tasya sampai gerbang keluar.


"Hah, sepertinya aku harus berjalan cukup jauh ke depan." gumam Tasya dalam hatinya karena di tidak ada satupun kendaraan umum yang terlihat, terlebih lagu tempat tinggal Cecilia berada jauh dari jalanan ramai.


Dengan terpaksa, Tasya harus meregangkan bagian kakinya, karena dia berniat untuk berlari cukup jauh ke depan. Lebih dari 30 menit waktu yang dihabiskan olehnya untuk sampai di jalanan ramai. Dia menoleh kesana kemari, dan pada akhirnya menemukan sebuah taksi.


Hanya dengan melambaikan tangannya, taksi tersebut berhenti di pinggir jalan dan Tasya segera masuk ke dalam mobil. Lalu dia meminta pada sopir taksi tersebut untuk mengantarkan dirinya ke tempat kejadian besar yang terjadi di wilayah selatan.


Namun sopir taksi tersebut meminta maaf pada Tasya, karena dia tidak bisa mengantarkannya ke tempat kejadian tersebut. Selain itu juga dia memberitahu kalau banyak tentara yang berjaga di tempat tersebut dan tidak membiarkan siapapun untuk memasuki tempat kejadian.

__ADS_1


"Jadi, apakah nona sudah memikirkan tujuan lain?" tanya sopir tersebut.


"Tidak pak, aku tetap ingin pergi kesana, lagian juga para tentara itu hanya berjaga dan tidak membiarkan siapapun masuk ke tempat kejadian, jadi tidak ada salahnya bila kita hanya berkeliling tanpa memasuki tempat itu kan?" jawab Tasya dengan tetap berkeinginan pergi ke wilayah tersebut.


"Ta-tapi..." ucap sopir tersebut, namun perkataan nya terhenti ketika Tasya menyodorkan uang kepadanya.


"Ini baru setengah bayaran untuk anda pak, jadi bisakah kita berangkat sekarang!?" sela Tasya.


"Te-tentu saja nona." jawab sopir tersebut lalu bergegas pergi ke tempat yang di inginkan Tasya.


Di dalam perjalanan, Tasya berpikir kalau Mozark sudah mulai bertindak mengenai kejadian tersebut, dan hal yang paling ditakutkan ialah Tatsuya bakalan dijadikan musuh negara, terlebih lagi Mozark sudah melihat dengan kedua matanya sendiri mengenai perubahan Tatsuya menjadi iblis.


Bila hal itu benar-benar terjadi, maka bukan hanya negara Indonesia saja yang akan memburu Tatsuya, melainkan seluruh negara yang berada di penjuru dunia akan menargetkannya. Akan tetapi, Tasya berpikir kembali mengenai hal itu, karena Mozark tidak berbuat sesuatu terhadap Tatsuya yang sedang terbaring lemah tak berdaya.


"Padahal ini merupakan kesempatan besar untuknya, tapi kenapa dia tidak melakukan apapun terhadap Tatsuya? Dan apa alasan dibalik hal itu?" gumam Tasya dalam hatinya sambil menggigit ujung jarinya.


"Nona, kita sudah sampai. Namun maaf saya memberhentikan mobilnya cukup jauh karena di depan sana jalannya rusak parah." ucap sopir tersebut secara tiba-tiba dan sedikit mengagetkan Tasya.


"A-ah, ya... Pak." jawab Tasya, lalu dia memfokuskan diri untuk melihat situasi yang berada di sekelilingnya.


Di sepanjang jalan, Tasya melihat para tentara sedang berjaga dan tidak ada kendaraan lain yang mengikutinya ataupun di depannya. Salah satu diantara para tentara tersebut merasa curiga dengan taksi itu, lalu dia berniat untuk memberhentikan nya.


"Tolong berhenti!" pinta salah seorang dari tentara tersebut. Secara tiba-tiba sopir tersebut menginjak rem, dan hal ini membuat kepala Tasya sedikit terbentur.


"Jdakk"


"Pak, kenapa anda mengerem mendadak?" tanya Tasya dengan kesal, sambil memegang dahinya.


"Ma-maaf nona kita telah diberhentikan oleh seseorang dari tentara penjaga." jawab sopir tersebut dengan sedikit ketakutan.


"Apa? Bukankah kita tidak melakukan kesalahan?" tanya Tasya dengan masih kesal atas pengereman barusan, lalu dia melihat wajah dari tentara yang sudah memberhentikan nya. Tanpa terduga, tentara itu adalah Alan dan Tasya merasa sangat kebetulan bertemu dengannya di tempat ini.


"Tolong buka penutup kacanya!" pinta Alan pada sopir tersebut, namun kaca yang terlebih dulu terbuka adalah bagian belakang, lalu Tasya langsung memberikan senyuman kepadanya, dan tentunya dengan raut wajah kesal. "No-nona..." lanjutnya, tapi perkataannya tidak diteruskan karena Tasya memintanya untuk tidak menyebutkan namanya.


"Ehemm... Lagi-lagi keponakanku bertindak semaunya, dan apa yang ingin kamu lakukan di tempat ini? Dan juga kenapa dengan dahimu itu?" tanya Alan dengan menganggap Tasya sebagai keponakannya, supaya semua yang melihatnya tidak mencurigai dirinya.

__ADS_1


"Ah, abang, aku hanya ingin melihat tempat ini dan tidak ada niatan bagiku untuk masuk ke dalam. Mengenai dahiku ini, bapak sopir mendadak menginjak rem, dan ternyata diberhentikan oleh abang secara tiba-tiba." jawab Tasya dengan sedikit jengkel kepadanya.


"Ahh, maafkan aku karena sudah berbuat seperti itu, lagian juga itu adalah bagian dari tugasku." jawab Alan dengan menyesal. "Oh ya, untung saja kita bertemu di tempat ini, dan sekalian saja aku menitipkan ini untuk kedua orang tuamu." lanjutnya sambil memberikan sebuah surat pada Tasya.


"Ahh baiklah, akan aku sampaikan pada kedua orang tuaku sehabis pulang dari sini." jawab Tasya sambil menerima surat yang diberikan olehnya.


"Segeralah pulang dari sini, karena orang tuamu pasti sedang menunggu mu pulang." pinta Alan kepadanya.


Mendengar perkataan seperti itu darinya, Tasya mengurungkan niatnya untuk mengunjungi tempat para pengungsi, lalu dia meminta pada sopir tersebut untuk mengantarnya pulang ke tempat kediaman Tatsuya.


Hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 jam, Tasya sudah tiba di gerbang depan halamannya dan sopir itu merasa sangat terkejut setelah melihat keamanan di area itu sangatlah ketat, serta dipenuhi dengan banyak kamera pengintai yang harganya sangat mahal.


"Seperti nona bukanlah orang biasa." ucap sopir tersebut secara menduga-duga kalau Tasya berasal dari keluarga kaya.


"Tidak pak, saya masihlah orang biasa sama seperti anda." jawab Tasya dengan merendahkan dirinya. "Baiklah pak, ini sisa bayaran yang tadi untuk anda." lanjutnya dengan memberikan uang sisa dari pembayaran tadi.


"Terimakasih, nona. Anda sangatlah baik serta rendah hati, dan semoga pasangan nona juga mempunyai sikap yang sama seperti anda." ucap sopir tersebut, lalu lekas pergi untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Hmm... Mengenai pasangan, aku sudah mendapatkannya meski terkadang sikapnya itu bertolak belakang denganku." gumam Tasya dalam hatinya, lalu dia juga lekas masuk ke dalam kediamannya untuk membaca surat penting yang diterimanya dari Alan.


Sesampainya di depan pintu rumah tersebut, Alex membukakan pintunya dari dalam rumah, karena dari awal mengetahui kedatangannya lewat kamera pengintai. Dia juga sempat bertanya mengenai alasan Tasya mengunjungi rumahnya itu tanpa didampingi oleh seseorang. Namun Tasya mengabaikan perkataannya itu, karena dia harus segera membuka isi surat yang diberikan oleh Alan dan tentunya merupakan informasi yang sangat penting.


Di dalam surat itu Alan menuliskan, kalau Mozark hendak dikerumuni oleh reporter dan mereka mengajukan pertanyaan mengenai kejadian yang membuat 1/3 wilayah selatan rusak parah. Namun Mozark tidak langsung menjawab pertanyaan dari mereka dan memilih untuk menyampaikan jawaban tersebut pada jam 3 sore, yang bertempat di halaman markas pusat.


Melihat inti dari informasi yang di berikan oleh Alan, membuat Tasya sedikit waspada akan jawaban yang akan di berikan oleh Mozark nanti. Sebelumnya dia pernah menduga atas jawabannya itu, dan kini dia sangat penasaran akan jawaban mana yang akan dipilih olehnya.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...(Untuk update episode terbaru akan hadir pada pukul 19.00 WIB, namun harinya masih belum bisa ditentukan.)...


...Jika berkenan jangan lupa untuk dukung author dengan menekan jempol ke arah Like, Komen, Vote, Rate novel ini....


...Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2