Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#16 Hasil Yang Memuaskan


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Kabar mengenai sebuah organisasi yang dibuat oleh Tatsuya, sangat mengejutkan bagi Mozark berserta semua bawahannya. Terlebih lagi Tatsuya membuat organisasi Slayer Of God tanpa meminta persetujuan padanya, karena pembuatan organisasi tersebut pertama kali ada di negara Indonesia.


Dalam pertanyaan terakhir yang diajukan oleh perwakilan dari semua reporter yang berada di lapangan markas pusat, Mozark hanya terdiam sambil memikirkan masalah yang besar akan terjadi setelahnya. Namun karena janjinya itu, dengan sangat terpaksa dia mencari sebuah alasan untuk menjawab pertanyaan terakhir dari reporter tersebut.


"Untuk hal ini, sepertinya aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Namun satu hal yang pasti, aku akan bertindak tegas atas apa yang sudah dilakukan olehnya dan akan menghukumnya seberat-beratnya." jawab Mozark namun jawabannya itu sedikit melenceng dari apa yang diharapkan oleh para reporter.


Beberapa reporter bersikeras untuk mendapatkan jawaban darinya mengenai pertanyaan ketiga, akan tetapi Mozark tergesa-gesa meninggalkan semua reporter tersebut, karena dia harus melakukan hal yang lebih penting mengenai pembuatan sebuah organisasi oleh Tatsuya.


"Urus mereka supaya keluar dari halaman markas pusat, dan beritahukan pada semua ketua guild untuk segera datang malam ini juga." pinta Mozark pada salah satu bawahannya.


"Baik pak." jawab bawahannya tersebut, sambil melakukan apa yang diperintahkan olehnya.


Dengan perasaan yang penuh kekecewaan, Mozark kembali pada ruangannya yang berada di dalam markas pusat. Selama ini dia tidak mengira kalau Tatsuya sudah banyak melakukan pelanggaran, yang dapat menimbulkan masalah besar.


"Kali ini aku harus bertindak keras padamu Tatsuya." gumam Mozark dalam hatinya dengan raut wajah marah.


***


Beberapa jam sudah berlalu, dan Tatsuya beserta yang lainnya berhasil membasmi semua portal yang berada di daerah selatan. Lalu Tatsuya meminta pada semua orang untuk berkumpul pada titik pertemuan, supaya dia bisa kembali secepat mungkin pada kediamannya.


Tidak lama setelah itu, semua roh milik Tatsuya terlebih dahulu sampai pada lokasi pertemuan yang diminta olehnya dengan wujud menjadi sebuah bayangan hitam. Hanya dalam beberapa detik mereka merubah kembali wujudnya pada bentuk semua, lalu berlutut di hadapan Tatsuya sambil menundukan kepalanya.


"Tuan, saya meminta izin untuk berbicara dengan anda." pinta Zyrex sambil mengangkat kepalanya.


"Lanjutkan, apa yang ingin kau bicarakan padaku." ucap Tatsuya dengan memberikan izin padanya.


"Terimakasih tuan. Pada saat saya keluar dari dalam portal, saya tidak sengaja terlihat oleh beberapa manusia dalam wujud ini." ucap Zyrex dengan sangat menyesal karena tidak berhati-hati.


"Memangnya seperti apa penampilan mereka?" tanya Tatsuya sambil mengerutkan dahinya.


"Hampir semua manusia yang saya temui membawa sebuah alat dan ditaruh pada pundaknya. Mereka juga ada yang menyebutkan untuk segera mengambil sebuah gambar, dan saya tidak mengerti dengan apa yang mereka maksud." jawab Zyrex sambil penasaran dengan alat yang dibawa oleh mereka.


Mendengar penjelasan dari Zyrex seperti itu, Tatsuya menyimpulkan bahwa manusia yang dilihatnya itu adalah seorang reporter. Hal ini tentu saja membuat Tatsuya sangat senang, karena cepat atau lambat semuanya akan berjalan sesuai dengan rencananya.

__ADS_1


"Mengenai manusia yang sedang membawa sebuah alat itu, kalian tidak perlu khawatir bila bertemu dengan mereka. Untuk sekarang tunjukkan padaku hasil dari pembasmian portal!" pinta Tatsuya pada semua roh miliknya.


Dengan spontan beberapa bawahan dari setiap masing-masing Raja ataupun Ratu roh maju ke hadapan Tatsuya, sambil membawakan ribuan batu yang dipegang oleh kedua tangan mereka.


Diperkirakan jumlah dari batu yang mereka dapat lebih dari 7000 buah, dan kebanyakan dari batu-batu tersebut berada dalam tingkat silver. Akan tetapi hasil ini cukup memuaskan bagi Tatsuya, karena semua batu tersebut sama sekali tidak dibutuhkan oleh roh miliknya.


Tidak lama setelah itu, Mysha dan Clara sudah tiba pada lokasi pertemuan yang ditentukan oleh Tatsuya. Sesampainya disana, Mysha langsung berlari ke arah Tatsuya dan memeluknya dengan raut wajah yang sangat senang.


"Papa! Akhirnya semua portal di daerah ini sudah selesai dibasmi. Jadi kita bisa menemui mama dengan segara." ucap Mysha dengan sangat senang, sambil memeluknya dengan erat.


"Ya Mysha kita akan segera bertemu dengan mama, namun tunggulah sebentar lagi, karena papa masih punya urusan dengan semuanya." pinta Tatsuya sambil memintanya untuk bersabar.


"Hmpp... Hmpp..." jawab Mysha sambil menganggukan kepalanya dan tersenyum bahagia.


Bersamaan dengan itu, Rena dan Aurel juga telah tiba pada lokasi pertemuan tersebut dan diikuti oleh semua robot yang sudah dimasukan ke dalam mobil kontener.


"Akhirnya sampai juga." ucap Aurel sambil berjalan menghampiri Tatsuya.


"Tatsuya!" panggil Rena dengan nada tinggi, sambil menghampiri Tatsuya dan beraut wajah kesal. "Lain kali aku tidak ingin dipekerjakan untuk mengawasi semua robot itu, karena mereka selalu saja terlebih dahulu membunuh monster yang berada di dalam portal." lanjutnya dengan memarahi Tatsuya.


"Bukankah kamu adalah ahli dalam menggunakan senjata jarak jauh?" sela Clara sambil bertanya pada Rena.


"Bila itu keinginanmu, mulai sekarang aku tidak akan memintamu lagi melakukannya." ucap Tatsuya sambil berjalan mendekatinya. "Bila memang kamu ingin keluar dari organisasi milikku, aku sama sekali tidak akan melarangmu." lanjutnya sambil berbisik pada telinga Rena.


Sejenak Rena terdiam setelah mendengar perkataan seperti itu dari Tatsuya. Lalu dia dengan segera pergi menjauhi Tatsuya, dan berjalan mendekati sebuah mobil.


"Tuan, aku minta izin untuk berada di samping Rena dan membujuknya supaya bisa tenang kembali." pinta Aurel pada Tatsuya.


"Lakukan apa yang kau inginkan." jawab Tatsuya sambil tidak memperdulikan apapun mengenai masalah tersebut.


Setelah mendapat izin dari Tatsuya, Aurel pergi menyusul Rena dengan niat untuk meredakan amarahnya. Sementara itu Tatsuya kembali melanjutkan pembicaraan dengan yang lainnya, supaya bisa segera pulang pada kediamannya. Akan tetapi ketika Tatsuya hendak mulai berbicara, dia merasa kalau masih ada orang yang belum datang pada titik pertemuan.


"Dimana Keira dan Tiara?" tanya Tatsuya pada semua yang berada di hadapannya.


"Mereka berdua sedang tertidur di dalam mobil tuan." jawab Shaman sambil menunjuk pada salah satu mobil kontener. "Apakah mereka berdua perlu saya bangunkan tuan?" lanjutnya sambil bertanya pada Tatsuya.

__ADS_1


"Tidak perlu dibangunkan, pindahkan saja mereka pada mobilku." jawab Tatsuya sambil memberikan perintah kepadanya.


"Baik tuan." ucap Shaman sambil berjalan mendekati mobil kontener tersebut.


Tidak lama setelah Shaman pergi, Tatsuya meminta pada semua orang untuk menunjukkan batu yang mereka dapat pada pembasmian portal. Dengan spontan Antonio beserta sebagian dari orang sewaannya mengambil beberapa ransel yang berisi batu di dalam mobil kontener, lalu menunjukkannya pada Tatsuya.


"Pruk... Pruk... Pruk..."


Semua batu yang di dapatkan oleh mereka, diperkirakan berjumlah lebih dari 4000 dan kebanyakan tingkatan batu tersebut kebanyakan berada di tingkat silver. Hal ini tentu saja membuat Tatsuya sangat puas, karena jumlah batu yang di dapatkan dalam satu hari melebihi apa yang diperkirakan olehnya.


"Aku percayakan semua batu ini padamu Antonio dan aku berharap semua batu ini bisa ditukar dengan uang." ucap Tatsuya sambil menoleh padanya.


"Terimakasih atas kepercayaan anda padaku tuan. Untuk masalah penjualan batu ini, sudah pasti akan habis terjual tuan." jawab Antonio sambil tersenyum lebar, karena sudah mendapatkan kepercayaan darinya.


"Jangan lupa untuk mengambil bagianmu, sesuai dengan kesepakatan kita dulu dan bayar semua orang sudah disewa olehmu." pinta Tatsuya padanya.


"Ya tuan, saya pasti akan membayar mereka dengan bayaran yang pantas." jawab Antonio.


"Oh ya, aku terlupa dengan satu hal. Bisakah kamu menyiapkan uang 400 juta untukku malam ini?" tanya Tatsuya.


"Jika tuan membutuhkannya sekarang, saya tinggal mengirimkannya pada nomor rekening tabungan anda. Jadi anda tidak perlu menunggu sampai malam nanti. " jawab Antonio sambil memberikan sebuah tawaran kepadanya.


"Kalau begitu lakukanlah, karena aku sangat membutuhkannya." ucap Tatsuya sambil memberitahukan nomor rekening miliknya.


Hanya dalam waktu beberapa menit, uang yang diminta oleh Tatsuya sudah ditransfer pada rekening miliknya.


"Semuanya sudah terkirim tuan." ucap Antonio sambil menunjukkan bukti transaksi kepadanya.


Tatsuya hanya tersenyum tipis, setelah mendapatkan uang yang dia minta pada Antonio dengan cepat. Dia sengaja meminta uang yang cukup besar, untuk membayar semua anggotanya yang sudah membantunya sampai saat ini.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...(Setiap hari up pada pukul 22.00 bila author sedang normal, karena sekarang tambah lagi masalah dalam pekerjaan🙏)...

__ADS_1


...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....


...Terimakasih 🙏...


__ADS_2