
...*Selamat Membaca*...
Setelah semua orang menyetujui keinginan Tasya menjadi wakil ketua organisasi Slayer of God, dia langsung membicarakan poin-poin penting dalam menanggulangi wilayah selatan. Langkah pertama yang ingin dilakukan olehnya adalah membantu semua orang yang kehilangan tempat tinggal dan nantinya ikut serta dalam membangun rumahnya kembali meski jauh dari semula.
Dalam pembahasan yang berlangsung itu, Antonio bersedia menyumbangkan sebagian besar dari hartanya dalam perencanaan tersebut, dan dia juga berniat untuk mengajak keluarga ataupun kerabatnya dalam pengumpulan dana.
Shaman yang tidak ingin kalah darinya, dia juga mengajukan diri untuk membantu dalam pembangunan wilayah selatan tanpa dibayar sepeser pun, serta akan mengajak semua temannya dalam rencana tersebut.
Mendengar perkataan seperti itu, Tasya merasa sangat senang karena mereka berdua bersedia membantu tanpa harus diminta. Tak hanya itu, Alex beserta yang lainnya pun ikut mengajukan diri mereka dan melakukan hal sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
Setelah itu, Tasya mengakhiri pertemuan tersebut dan mempersilahkan bagi siapa aja yang ingin kembali ke rumahnya, atau mau tinggal lebih lama di dalam kediaman Cecilia. Namun dengan cepat, Antonio dan Shaman berpamitan pada semua orang karena mereka berniat untuk berlomba dalam kecepatan memenuhi tugasnya, serta menentukan siapa yang terbaik diantara mereka.
"Lihat saja nanti orang tua gila, aku akan terlebih dahulu menyelesaikan tugasku!" ucap Antonio sambil menaiki mobil sport nya.
"Justru aku yang seharusnya mengucapkan perkataan seperti itu orang kaya gila!" jawab Shaman sambil masuk ke dalam truk besarnya, lalu pergi duluan.
Melihat hal itu, semua yang berada di sana tertawa karena terhibur atas tindakan yang mereka lakukan. Tapi, meskipun seperti itu, Antonio dan Shaman sudah di akui oleh Tatsuya, serta mereka juga selalu melakukan yang terbaik untuknya.
Tidak lama setelah itu, Alex juga kepikiran untuk membuat alat komunikasi baru, karena pada saat ini seluruh wilayah selatan tidak bisa memakai alat komunikasi. Oleh karena itu dia berpamitan pergi menuju kediaman Tatsuya, lalu meminta Rifaldi, Erwin, dan Hamura untuk membantunya bekerja. Dengan senang hati, mereka bertiga bersedia membantunya lagian juga telah menjadi anggota dari organisasi tersebut.
"Sepertinya akan membosankan bila kita hanya berdiam diri tanpa melakukan sesuatu." ucap Rena sambil menoleh pada Clara dan Aurel.
"Iya benar, sepertinya kita harus lebih berguna dibandingkan mereka, terutama kau yang selalu saja menjadi beban meski menghadapi monster yang lemah pun." sambung Clara dengan mengejek Aurel.
"A-apa, yang kau bilang barusan hah? Akan ku buktikan kalau diriku itu tidak seperti yang kau ucapkan!" jawab Aurel dengan tegas.
"Apalagi yang kita tunggu, ayo kita segera mencari portal yang berada dekat dalam wilayah ini." Ajak Rena sambil meminta pada Joseph untuk menyiapkan kendaraan serta sopirnya.
"Tunggu dulu Rena, jangan bertindak gegabah dalam memasuki portal secara asal, bukankah kamu sudah mengetahui kejadian sebelumnya dan..." ucap Tasya, namun perkataannya di sela oleh Rena.
__ADS_1
"Aku sangat mengetahuinya, dan tetap akan pergi meski dilarang olehmu." sela Rena sambil mengepalkan tangan kanannya.
Alasan dia bertindak seperti itu, karena melihat Tasya bisa bertahan dalam kejadian itu, meski Tatsuya ataupun jendral dari pada monster memberikan tekanan yang begitu besar, serta perbedaan levelnya sangatlah jauh dari mereka.
"Oleh karena itu, aku akan terus menaikan levelku supaya layak berdiri di sampingnya. Aku tetap tidak akan kalah, meski tau kalau Tasya adalah satu-satunya pasangan Tatsuya." lanjut dalam hatinya lalu berjalan pergi keluar.
"Hah, sepertinya aku harus ikut juga untuk memastikan mereka tidak berbuat sesuka hatinya." sambung Muzan yang mau tak mau harus mengawasi mereka bertiga, sekaligus dirinya yang akan menjadi sopir tersebut.
"Baiklah kak, tolong jaga mereka dan jangan memaksakan diri ketika menghadapi monster di dalam portal." pinta Tasya dengan berharap kalau mereka bakalan baik-baik saja.
"Ya, serahkan saja padaku." jawab Muzan sambil berjalan memasuki kendaraan dan kemudian pergi bersama mereka bertiga.
Tidak lama setelah kepergian mereka, Tasya kembali bertanya mengenai siapa lagi yang akan pergi dari kediaman tersebut. Namun dengan cepat Joseph menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban sudah tidak ada lagi yang akan pergi dari kediaman Cecilia, karena bila semuanya tidak ada jadi siapa yang akan menjaga tempat ini, terlebih lagi Tatsuya sedang dirawat di kediamannya.
Tasya sangat puas setelah mendengar jawaban dari mereka, lalu dia meminta mereka segera masuk kedalam untuk beristirahat sejenak sebelum menjalankan tugasnya dalam melindungi tempat ini.
Berbagai macam cara terus dilakukan olehnya, dan pada akhirnya tubuhnya itu sangat cocok disembuhkan oleh cairan berwarna hijau yang berasal dari bahan alami. Secara spontan Cecilia memindahkan Tatsuya ke dalam tabung dengan bantuan alat bantu yang berada di ruangan tersebut, lalu berbagai macam tahapan dilakukan sampai tahap akhir di masukkan cairan berwarna hijau tersebut.
Setelah semuanya selesai, Cecilia bergegas pergi keluar ruangan untuk memberitahu Tasya beserta yang lainnya, kalau Tatsuya akan siuman dalam satu minggu dari sekarang. Namun ketika Cecilia membuka pintu keluar dari dalam ruangan, dia dikejutkan oleh Tasya yang tiba-tiba berdiri dihadapannya.
"Akhhhh... Hah... Hah.. Hah... Tasya, sejak kapan kamu berdiri di depan pintu?" tanya Cecilia dengan nafas terengah-engah.
"Aku sengaja datang kemari dan baru saja tiba. Lagian juga kenapa kamu sangat terkejut dengan kedatanganku?" jawab Tasya, lalu balik bertanya kepadanya.
"Haaahhh... Lupakan!!!" jawab Cecilia, lalu mengambil nafas panjang untuk membuat dirinya tenang. "Ada kabar baik dan buruk untukmu Tasya, dan kamu ingin mendengar kabar yang mana untuk dibicarakan terlebih dulu?" lanjutnya dengan bertanya.
"Kabar baik, apakah kabar baik ini menyangkut Tatsuya?" jawab Tasya, lalu dia balik bertanya kepadanya.
"Ya, kabar baiknya, dalam waktu satu minggu dari sekarang Tatsuya sudah dipastikan bakalan siuman." jawab Cecilia sambil tersenyum kepadanya.
__ADS_1
Seketika, Tasya merasa sangat senang kalau perawatan yang dilakukan oleh Cecilia membuahkan hasil, namun kini Tasya harus menyiapkan diri mengenai kabar buruk yang belum dikatakan olehnya.
"Lalu mengenai kabar buruknya!?" ucap Tasya dengan berharap kalau kabarnya itu tidak melebihi kabar baik yang baru saja ia Terima.
"Kabar buruknya, kabar buruknya adalah..." jawab Cecilia dengan menjeda perkataannya selama beberapa detik, supaya Tasya menjadi sangat penasaran. "Kamu harus menahan diri untuk bermesraan dengannya selama satu minggu." lanjutnya sambil berlari menuju permukaan tanah.
Mendengar perkataan seperti itu, Tasya sangat terkejut karena sudah dipermainkan olehnya.
"Di-disaat seperti ini, kamu masih saja bisa berbuat seperti itu!" ucap Tasya dengan nada tinggi dan sedikit kesal terhadapnya.
"Karena kamu sudah mengagetkan ku tadi, sekarang kita impas." jawab Cecilia sambil menoleh kepadanya. "Dan juga aku akan beristirahat sebentar, jadi kamu boleh masuk untuk melihat Tatsuya, tapi jangan pernah menyentuh apapun di dalam ruangan itu!" lanjutnya.
"Hah... Tentu saja aku gak bakalan melakukan hal seperti itu, karena aku bukanlah seorang anak kecil." jawab Tasya dengan raut wajah sedikit kesal, namun lain lagi dalam hatinya yang sangat senang mendengar kabar darinya.
Kemudian Tasya memasuki ruangan tersebut, dan terlihat jelas kalau Tatsuya berada di dalam sebuah tabung yang dipenuhi oleh cairan berwarna hijau, serta alat-alat lain untuk keberlangsungan hidupnya.
Perlahan-lahan Tasya berjalan mendekati nya, lalu dia menatap wajah Tatsuya yang berada di dalam tabung. Sepintas dia teringat akan di waktu dulu juga pernah mengalami hal sama seperti Tatsuya, lalu dia berpikir kalau perasaannya saat ini hampir sama seperti perasaan Tatsuya diwaktu itu.
"Betapa sakitnya hatiku, bila harus melihat mu seperti ini Tatsuya. Tapi, aku merasa sangat senang karena dalam waktu satu minggu kamu akan kembali siuman. Jadi dalam waktu itu, aku beserta yang lainnya akan membuktikan pada semua orang di negara ini, kalau organisasi yang kamu dirikan selalu berada di jalan kebenaran." ucap Tasya sambil menatap wajah Tatsuya, dan meyakinkan diri kalau dirinya bisa melakukan apa yang baru saja di ucapkan nya.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Untuk update episode terbaru akan hadir pada pukul 19.00 WIB, namun harinya masih belum bisa ditentukan.)...
...Jika berkenan jangan lupa untuk dukung author dengan menekan jempol ke arah Like, Komen, Vote, Rate novel ini....
...Terimakasih....
__ADS_1