
...*Selamat Membaca*...
Niat membunuh yang berasal dari kediaman keluarga Xianlong, telah dirasakan oleh Tasya berserta rekan lainnya, sehingga mereka memutuskan untuk menyelinap masuk ke dalam dan menerima konsekuensinya nanti atas tindakannya yang tidak sopan.
Sementara itu, Tatsuya yang masih berada di dalam ruangan bersama Shaka beserta orang-orang di pihaknya, sama sekali tidak melakukan apapun. Dia hanya akan melihat apa yang akan terjadi nantinya, dan tentu saja dirinya tidak akan mati begitu saja.
Shaka yang tak bisa lagi mengendalikan emosinya, dia berniat untuk mengerahkan seluruh kekuatannya ke dalam satu serangan. Tanpa pikir panjang, dia langsung mengucapkan kata kunci terkuatnya meski nantinya bakal menguras lebih dari 50% mana poin yang dimilikinya.
"Thunder Dragon Tomb"
Dalam sekejap, sebuah lingkaran sihir yang cukup besar mulai terbentuk di atas langit-langit bangunan tersebut. Percikan-percikan halilintar mulai keluar dari dalam lingkaran sihir itu, lalu memunculkan seekor naga yang terbentuk dari energi halilintar.
"Goaaaarrr"
Tekanan yang dihasilkan dari raungan naga halilintar itu, menghancurkan semua atap dari bangunan tersebut sampai berkeping-keping. Salma yang berada dekat dengan Shaka berusaha untuk menghentikannya, akan tetapi dia malah terlempar cukup jauh akibat terkena serangan dari ekor naga tersebut.
"Buukkk"
Untungnya, dia tidak terluka terlalu dalam, karena disaat hampir menabrak pondasi dari bangunan, beberapa penjaga berusaha menangkap dirinya.
"Kuaghh... Cukup sampai disini Shaka! Aku mohon hentikan tindakan yang tak perlu itu! Bila masih diteruskan, keluarga ini akan disalahkan atas semua yang terjadi!" bujuk Salma dengan berharap kalau saudaranya itu bisa menuruti keinginannya.
"Tak peduli dengan apa yang akan terjadi nantinya, aku hanya ingin membalaskan dendam ini kepadanya secara pribadi. Jadi buatlah alasan untuk tidak melibatkan keluarga ini, dan aku sendiri yang akan bertanggungjawab jawab atas kejadian ini!" jawab Shaka dengan tegas, tanpa berpikir akan resiko yang terjadi nanti.
Keributan yang terjadi di kediaman keluarga tersebut memancing beberapa orang dalam untuk segera berdatangan ke area tersebut. Terlebih lagi Tasya beserta orang-orang yang menyelinap bersamanya tertuju pada keributan tersebut yang terletak tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Kita harus bergegas pergi ke tempat itu, sebelum terjadi sesuatu yang lebih buruk." pinta Tasya sambil bergerak sedikit lebih cepat di atas atap.
"Tap... Tap... Tap..."
Dalam waktu beberapa detik, Tasya beserta yang lainnya sudah berada di bangunan tersebut, dan mereka cukup terkejut setelah melihat keadaan Tatsuya yang dipenuhi dengan luka.
"Kita harus turun tangan untuk membantu nya!" pinta Rena dengan bersiap untuk turun dari atas atap.
"Tidak, kita tidak boleh ikut campur dalam urusan pribadinya!" ucap Tasya dengan menghentikan keinginan Rena.
"Tapi, bila dibiarkan kondisi tubuhnya akan lebih parah!" tanggap Rena dengan menolak bujukan nya.
"Benar apa yang dikatakan oleh Rena, kita harus segera membantu master!" sambung Clara.
"Bisakah kalian berpikir untuk lebih percaya kepadanya?" tanya Tasya pada mereka berdua, namun sesaat Rena dan Clara malah terdiam sambil memikirkan perkataan tersebut. "Sebetulnya aku juga ingin melakukan hal sama sesuai dengan pikiran kalian berdua. Namun aku percaya kepadanya, kalau dia akan baik-baik saja. Jadi tetaplah diam dan lihat apa yang akan terjadi." lanjutnya dengan mempertegas perkataannya.
Beberapa saat setelah perdebatan diantara mereka, naga yang terbentuk dari kekuatan halilintar mulai bergerak ke atas langit dengan kecepatan tinggi, lalu menargetkan Tatsuya sebagai musuh yang harus dimusnahkan.
"Swooosshh"
__ADS_1
Dalam hal ini, tindakan Tatsuya masih sama seperti sebelumnya. Dia terus menatap Shaka sambil sedikit tersenyum, dan hal ini lagi-lagi membuat dirinya malah semakin kesal, sampai-sampai ingin segera menghapus senyumannya itu.
"Dasar brengsek! Matilah sekarang juga!" teriak Shaka sambil mengarahkan naga halilintar tersebut untuk segera turun dari atas langit dan menghantam Tatsuya.
Dalam sekejap, naga halilintar tersebut mengeluarkan cahaya berwarna kuning emas, serta seluruh tubuhnya dipenuhi percikan halilintar dengan kekuatan yang cukup besar.
"Bleeezzzz"
Dengan kecepatan yang cepat, naga halilintar itu bergerak ke arah Tatsuya, dan tinggal beberapa detik lagi akan menghantamkan seluruh tubuhnya, serta menghancurkannya tanpa sisa. Tasya, beserta 2 orang yang menyelinap ke dalam kediaman tersebut hanya bisa melihatnya, dan berharap tidak ada sesuatu yang buruk terjadi.
Tanpa terduga, di waktu yang tepat, Kazima memunculkan diri tepat di dekat Tatsuya, lalu dia mengucapkan kata kuncinya yang berfungi untuk menyerap kekuatan dari naga halilintar tersebut.
"The Dragon's Grave"
Sebuah lingkaran sihir dengan cepat terbentuk pada kedua telapak tangannya, lalu secepatnya beraksi untuk menyerap seluruh kekuatan dari naga halilintar tersebut sampai tak tersisa sedikitpun.
"Patsss"
"Sepertinya yang kalian lakukan sudah melewati batas!" ucap Kazima dengan perasaan kesal terhadap semua orang yang bersangkutan atas kejadian tersebut.
"Kenapa anda malah menyalahkan kami, seharusnya yang disalahkan itu adalah dia! Bila hal sebelumnya tidak terjadi, maka tidak akan ada kejadian seperti ini!" tanggap Shaka dengan menyalahkan Tatsuya.
"Berkali-kali sudah kubilang kalau kejadian sebelumnya itu..." ucap Kazima, namun perkataannya tidak dilanjutkan karena Tatsuya menyela pembicaraannya.
"Cukup sampai disitu paman, biar aku yang melanjutkan pembicaraannya." sela Tatsuya sambil menepuk pundak Kazima, serta berterimakasih kalau dirinya bersedia untuk menahan serangan dari Shaka.
Untuk kesekian kalinya hal ini membuat emosi Shaka memuncak kembali, sampai dirinya tengah bersiap untuk mengucapkan kata kunci serangan dari jarak dekat. Akan tetapi, tanpa sepengetahuan Tasya dan Rena, Clara langsung bergerak mendekati Shaka, dengan niat untuk menghentikan serangannya.
"Swooosshh"
"Diam dan jangan lakukan apapun!" pinta Clara dengan mengancam Shaka menggunakan sebuah belati yang diarahkan pada lehernya. Melihat hal itu, semua penjaga yang berada di sekitarnya mengacungkan senjata mereka ke arahnya.
Dalam sekejap, semua orang yang berada di bawah level Tatsuya sulit untuk bernafas, dan hal ini diakibatkan oleh kemarahannya karena Clara sudah berani ikut campur ke dalam urusan pribadinya.
"Ughh, ada apa dengan semua ini?" ucap salah satu penjaga, dan seketika mereka terjatuh sambil berusaha untuk tetap bernafas. Hal ini juga terjadi dengan penjaga lainnya, dan mereka merasakan hal yang sama.
"Kughh, bagaimana kau masih bisa mengeluarkan kekuatan sebesar ini meski kalung itu tetap menempel di lehermu?" tanya Shaka dengan tidak mengerti akan kekuatannya itu.
"Aghhh, meksipun usianya sama seperti Mikha, tapi mengapa dia memiliki kekuatan yang luar biasa bahkan melebihi kepala keluarga? Sudah kuduga kita telah menyinggung orang yang salah, dan bila dia sampai semarah ini mungkin keluarga ini akan..." gumam Salma dalam hatinya dengan memikirkan nasib dari keluarga Xianlong yang telah salah menjadikan Tatsuya sebagai musuhnya. Akan tetapi, perkataannya itu tidak dilanjutkan, karena dari sorotan mata Tatsuya hanya melihat ke arah Clara.
"Sepertinya peringatanku tadi kurang jelas di dengar olehmu Clara!" panggil Tatsuya dengan sorotan mata yang dipenuhi dengan aura membunuh.
Seketika, seluruh tubuh Clara bergetar ketakutan dan secepatnya dia segera membungkukkan badannya ke hadapan Tatsuya. Berkali-kali, dia meminta maaf atas tindakannya itu, karena tidak ingin melihat kondisi tubuh dari Tatsuya lebih buruk lagi.
Di dalam pikiran Tatsuya, tak ada sedikitpun yang akan berubah meski dirinya meminta maaf berkali-kali atas tindakannya yang ikut campur dalam urusan pribadinya. Namun hal ini dapat dicegah dengan kedatangan Kazim selaku kepala Akademi tingkat bawah yang angkat bicara dalam kejadian tersebut.
__ADS_1
"Bila kamu masih mengeluarkan aura seperti itu, apakah kamu ingin membunuh orang-orang disini?" tanya Kazim sambil berjalan mendekati Tatsuya.
Mendengar suara yang tak asing tersebut, Tatsuya langsung menghela nafasnya dan seketika suasana di dalam kediaman itu kembali normal.
"Sepertinya, aku akan menghukummu di lain waktu." ucap Tatsuya sambil bersikap biasa kembali, tanpa terlihat seperti terjadi sesuatu kepadanya. "Sampai kapan kalian berdua akan berada di atas atap, apakah kalian tidak memiliki sopan santun terhadap kepala keluarga disini dan kakekku?" lanjutnya dengan menoleh ke atas.
"A-atap?" gumam Salma dalam hatinya, lalu dia ikut juga melihat ke atas langit.
"Ma-maafkan atas kelancangan kami!" ucap Tasya untuk mewakili mereka berdua sambil membungkukkan badannya pada kepala keluarga dan kepala Akademi tingkat bawah.
Melihat hal itu, Kazim malah tertawa karena kegugupan yang ditunjukkan oleh Tasya, serta sedikit bahagia kalau dirinya langsung dipanggil kakek oleh Tatsuya disaat bertemu kembali dengannya.
"Hahaha, ini hanyalah hal biasa, terlebih lagi kalian bukanlah orang asing." ucap Kazim dengan menerima permintaan maaf mereka, dan masih sedikit tertawa. "Kesampingkan hal barusan, lalu apa yang akan kau lakukan terhadap mereka yang sudah bertindak seenaknya, meski petinggi Akademi sudah membuat keputusan?" lanjutnya dengan bertanya pada Tatsuya.
Mendengar perkataan seperti itu, Salma yang memiliki pemikiran jernih berpikir macam-macam mengenai nasib yang akan mereka terima, terlebih lagi hukumannya itu tidaklah ringan dan bisa saja seluruh keluarga Xianlong menerima akibatnya.
"Hah... Sedikitpun aku tidak berpikir untuk menyalahkan mereka, justru hal ini bakalan aku anggap aneh apabila mereka tidak merasakan apapun atas segala yang sudah terjadi terhadap Mikha. Jadi aku merasa lega, kalau ada orang lain yang sangat peduli bahkan setelah tiada." jawab Tatsuya sambil berjalan mendekati Shaka. "Semua ini adalah kesalahan ku sendiri karena di waktu kejadian aku sangat lemah, sampai tak bisa melindungi orang yang sangat berarti dalam kehidupanku. Jadi sekarang, bolehkah aku mengunjungi tempat peristirahatannya?" lanjutnya dengan membujuk Shaka untuk mengijinkannya pergi ke pemakaman Mikha.
Mendengar perkataan seperti itu, Shaka kembali meneteskan air matanya karena teringat lagi dengan sosok Mikha ketika masih hidup. Tanpa berbicara, Shaka hanya menganggukkan kepalanya, lalu mengusap air matanya dan menuntun Tatsuya ke tempat tersebut.
Tak lupa, semua orang yang berada di luar kediaman dipersilahkan masuk, lalu mereka bersama-sama pergi menuju tempat peristirahatan Mikha, sambil membawakan karangan bunga yang cukup besar.
Sesampainya di sana, tempat peristirahatan Mikha berada di tengah-tengah bukit yang terbentang cukup luas, dan di sebelahnya itu adalah makam ibunya. Di saat bersamaan, Tatsuya dengan sengaja mengeluarkan kekuatan yang berasal dari penguasa kegelapan, guna untuk memanggil seluruh pasukan bayangannya.
"Keluarlah!" panggil Tatsuya dengan tegas.
Dalam sekejap, ratusan bayangan keluar dari dalam tubuhnya, lalu mereka berubah bentuk menjadi wujud asli dari sosok kuat, dan hal ini sepintas membuat semua orang yang tidak mengetahui tentang hal ini bergetar ketakutan.
"Ba-bagaimana bisa, hal ini terjadi?" tanya Shaka dengan gugup, serta merasakan kekuatan yang lebih besar dari semua pasukannya itu.
"I-ini, bukankah mereka semua itu sebuah roh, dan... Dan bagaimana dia bisa mengeluarkannya sebanyak itu?" sambung Salma dengan perasaan yang sama seperti Shaka.
"Mungkin nanti dia akan menjelaskan tentang hal ini, namun yang pasti semua pasukannya itu berada dalam kendali mutlak darinya, jadi jangan khawatir." jawab Kazim dengan perasaan bangga karena kembali dikejutkan oleh kekuatan nya.
"Apa?" ucap mereka berdua secara bersamaan, sambil menatap Tatsuya.
"Berikan penghormatan terakhir bagi rekan kita yang telah berani mengorbankan dirinya!" pinta Tatsuya dengan tegas, lalu dengan serentak semua pasukannya ataupun orang-orang dari organisasi miliknya bertekuk lutut di hadapan kedua makam tersebut, sambil berdoa sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.
"Semoga kamu tenang di alam sana Mikha." lanjutnya dengan memejamkan kedua matanya, sambil mendoakan yang terbaik untuknya.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(21.00 WIB)...
__ADS_1
...Terimakasih....