
...Mohon maaf untuk update episode terbaru terlalu lama, soalnya lagi mempersiapkan diri untuk mundur dari pekerjaan. Rencana saya akan membuka usaha sendiri, dan mohon do'anya dari teman-teman semuanya. Tentu saja bila sudah memiliki usaha sendiri, mungkin tiap hari bisa update 2 bab....
...Bila ada kerancuan dalam episode kali ini, mohon dimaklumi....
...*Selamat Membaca*...
Tiba saatnya semua ketua guild dari berbagai daerah, melakukan apa yang sudah diperintahkan oleh Mozark mengenai penangkapan Tetsuya. Mereka semua mulai bergerak menuju daerah selatan, dan ketika tiba disana mereka diharuskan berpencar, sesuai dengan intruksi yang akan diberikan pada alat komunikasi masing-masing.
***
Disisi lain, Tatsuya bersama dengan yang lainnya sudah selesai bersiap-siap, lalu mereka semua memasuki mobil mewah dan berangkat ke tujuan. Di dalam perjalanan, semua orang yang di ajak oleh Tatsuya masih penasaran pada tempat yang akan mereka tuju.
"Tatsuya, sebenarnya kita akan pergi kemana? Acara apa yang akan kita hadiri?" tanya Muzan yang berada di dalam mobil sama dengannya.
"Nanti kakak juga akan mengetahuinya." jawab Tatsuya tanpa memberitahu tujuannya.
"Jangan buat aku penasaran! Bisakah kamu memberikan sedikit penjelasan?" pinta Tasya dengan penuh harap.
Tatsuya hanya tersenyum untuk menanggapi pertanyaan dari Tasya. Dia sama sekali tidak ingin memberitahukan apapun mengenai acara tersebut, karena hal ini merupakan sebuah kejutan untuknya.
"Hah... Senyumannya itu malah bikin sangat penasaran. Tapi... Terserah saja bila dia tidak ingin memberitahu hal ini, yang paling penting bisa meluangkan waktu bersama dalam beberapa hari ke depan." gumam Tasya dalam hatinya, sambil menunjukkan perasaan senang.
Beberapa saat kemudian...
Tatsuya beserta yang lainnya, hampir sampai di lokasi yang mereka tuju. Di dalam kaca mobil, terlihat beberapa gedung yang sangat mewah serta halaman yang begitu luas seperti taman pada umumnya.
"Tuan, sebentar lagi kita akan sampai di salah satu kediaman favorit ku." ucap Antonio sambil melihatnya dari kaca spion dalam.
"Favorit anda? Apakah anda pemilik salah satu dari gedung mewah itu?" tanya Muzan sambil menatap salah satu gedung mewah dari dalam mobil.
"Ahh... Itu hanya tempat biasa bagiku, jadi berpeganglah, aku akan sedikit mengebut." jawab Antonio sambil meminta pada mereka untuk mengeratkan sabuk pengaman.
"Brummm... Brummm... Whooossshhh"
Tidak lama setelah itu...
Tatsuya beserta yang lainnya telah sampai di salah satu gedung termewah, yang berada di daerah selatan. Mereka semua sangat terpana melihat mewahnya gedung tersebut walaupun dari dalam kaca mobil. Akan tetapi hal ini tidak terlalu mengejutkan Tatsuya, karena harta maupun benda apapun sama sekali tidak berarti bagi dirinya.
__ADS_1
"Tuan, bila anda kurang puas dengan tempat ini, mungkin saya akan mencari tempat lainnya." ucap Antonio yang melihat raut wajah Tatsuya tanpa expresi apapun dari kaca spion dalam mobilnya.
"Tidak, ini lebih cukup bagiku. Hanya saja aku kurang enak menerima semua ini secara gratis darimu Antonio." ucap Tatsuya dengan sedikit mengeluh mengenai pemberian darinya.
"Tunggu sebentar, jadi semua acara yang kita hadiri ini bukanlah dibuat olehmu Tatsuya?" tanya Tasya dengan sangat bingung akan kebenarannya.
"Hah... Mungkin saatnya, aku memberitahu hal ini padamu Tasya. Semua acara ini ditujukan untuk kesembuhan dirimu, sehingga Antonio bersikeras untuk melakukan hal ini." jawab Tatsuya dengan menjelaskan semuanya pada Tasya.
"Lalu kenapa kamu tidak mengajaknya semalam?" tanya Tasya dengan raut wajah sedikit kesal.
"Tidak seperti itu nona. Tuan mengundang kami semalam, akan tetapi kami menolaknya karena baju kami sangat kotor setelah memasuki portal secara terus menerus. Jadi saya menyarankan kepada tuan, untuk mengadakan acara kesembuhan nona pada salah satu tempat favoritku yang bertempatan pada hari ini." jawab Antonio dengan menjelaskan kejadian semalam.
Penjelasan darinya membuat Tasya sangat faham, sehingga dia berhenti menyalahkan Tatsuya. Bersamaan dengan itu, Tasya merasa sangat senang karena apa yang dilakukan oleh Tatsuya, samata-mata untuk merayakan kesembuhannya.
Setibanya di pintu gerbang, mereka semua disambut oleh beberapa orang yang mengenakan pakaian rapi dan berbadan kekar. Seketika mereka menundukan kepalanya, pada saat semua mobil melewatinya. Semua orang yang mengikuti Tatsuya sangat tercengang, karena merasa disambut dengan hangat oleh bawahan dari pemilik gedung tersebut.
"Aku tidak menyangka, kalau dia sekaya ini." gumam Aurel sambil melihat orang-orang yang masih menundukan kepalanya.
"Itu bukanlah hal yang jarang terjadi di tempat asalku" sambung Clara yang menaiki kendaraan sama dengannya.
"Hei... Hei... Hei... Jangan selalu bersikap seperti itu. Apakah kamu tidak mendengarkan perkataan tuan, kalau hari ini kita harus menikmati acara ini!?" ucap Aurel.
"Lagi-lagi mengenai dia." gumam Rena dalam hatinya dengan kesal. "Terserah kalian saja." jawab Rena dengan memalingkan wajahnya dari mereka berdua.
Melihat sikap Rena seperti itu, membuat Clara berpikir kalau dia ada sedikit ketertarikan terhadap Tatsuya.
"Dilihat dari sikapmu yang selalu seperti itu terhadap tuanku, apakah kamu memliki perasaan kepadanya?" tanya Clara dengan sangat penasaran atas semua tingkah lakunya.
"Apa maksud dari perkataanmu itu?" tanya Rena dengan nada tinggi.
"Kalau dijelaskan lebih detail lagi, setiap kali kamu diperintahkan olehnya, ujung-ujungnya sudah pasti ada masalah. Menyukai orang itu hal yang wajar, namun kamu harus menunjukkan sisi kewanitaan dirimu kepadanya. Akan tetapi sangat disayangkan kalau tuan sudah ada yang punya." jawab Clara dengan menjelaskan detailnya.
Mendengar penjelasan seperti itu dari Clara, seketika Rena menjadi sangat marah dan sudah tidak bisa lagi menahan emosinya. Dia langsung mengucapkan salah satu kata kuncinya dari jobs Machine, sambil mengarahkan tangannya pada wajah Clara.
"Handgun"
Lingkaran sihir mulai keluar dari tangan yang mengarah pada wajah Clara. Dalam sekejap sebuah pistol sudah berada di genggaman tangannya, dan tetap di arahkan pada Clara.
__ADS_1
"Bila kau terus berbicara seperti ini, akan ku tembak kepalamu." ucap Rena sambil mengancam Clara dengan senjatanya.
"Apakah kau berani melakukannya?" tanya Clara sambil bersiap untuk mengucapkan kata kuncinya.
"Kalian berdua tenanglah, jangan buat keributan di acara yang dibuat oleh tuan!" pinta Aurel sambil melerai pertengkaran mereka berdua.
"Diamlah, jangan ikut campur dengan urusan ini! Salahnya saja dia berkata seperti itu padaku." jawab Rena sambil menoleh pada Aurel dengan raut wajah kesal.
"Mengenai perkataannya mungkin dia hanya bercanda." ucap Aurel sambil membujuk Rena untuk menurunkan senjata miliknya.
"Aku tidak sedang bercanda, tingkah laku dirimu itu terlihat sangat jelas di depanku." jawab Clara sambil menatap Rena dengan sorotan mata yang tajam.
"Sekali lagi kau berkata sembarangan, aku tidak akan segan lagi menembak kepalamu." ucap Rena dengan memberikan peringatan terakhir pada Clara.
Pertengkaran mereka berdua, tentu saja membuat Aurel sangat bingung karena sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. Akan tetapi, sopir yang mengendarai mobil tersebut memberitahukan pada mereka bertiga, untuk segera turun karena sudah sampai di tempat parkir.
Seketika Rena mengucapkan kata cancel, setelah mendengar perkataan dari sopir tersebut dan senjata yang berada dalam genggaman tangannya langsung melebur seperti debu.
"Kali ini aku anggap perkataanmu itu hanya bercanda. Namun bila kau berkata seperti itu lagi, nantikan saja akibatnya." ucap Rena sambil keluar dari dalam mobil tersebut.
Clara hanya terdiam sambil melihat Rena turun dari mobil yang ditumpangi oleh mereka bertiga.
"Baru pertama kali aku melihat sikap Rena seperti itu." gumam Aurel dalam hatinya. "Sebaiknya hindari hal seperti ini lagi Clara. Jika tuan mengetahuinya, mungkin kalian berdua akan kena hukuman." lanjutnya sambil memperingatkan Clara.
"Sebenarnya aku hanya mengujinya saja, karena dia selalu berperilaku tidak sopan terhadap tuanku." jawab Clara sambil turun dari mobil tersebut.
"Hah... Terserah apa yang kamu ucapkan, asalkan jangan membawaku dalam masalah." ucap Aurel sambil menghela nafasnya, lalu dia turun dari mobil mengikutinya.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Untuk sementara Up masih tidak normal🙏)...
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....
...Terimakasih 🙏...
__ADS_1