
...*Selamat Membaca*...
Perkataan serta tindakan yang dilakukan Leonard untuk membuang orang yang sudah tidak berguna lagi baginya, membuat Tatsuya sangat kesal dan berniat memulai pertarungan dengan serius.
"Mau setinggi apapun status yang kau miliki di negara ini, itu tidak akan berguna untuk menghentikan ku!" ucap Tatsuya sambil melesat ke arah Leonard yang dikerumuni oleh bawahannya.
"Whoossshhh"
Melihat Tatsuya melesat ke arahnya, Leonard langsung menyuruh semua bawahan yang masih mengikutinya untuk menghadangnya. Akan tetapi, pergerakan Tatsuya lebih cepat daripada sebelumnya, sehingga bawahannya itu tidak dapat menghentikannya.
"Perlu kau ketahui, kalau aku sangat menyesal tidak membunuhmu di waktu itu!" teriak Tatsuya sambil melesatkan pukulannya pada tubuh Leonard.
"Buuukkkk"
Seketika Leonard terpental sangat jauh ke belakang, namun Tatsuya segera menyusulnya untuk melakukan serangan berikutnya.
"Whooossshhh"
"Kukira kau akan berubah setelah kejadian pada hari itu, tapi kenyataannya kau masih sama seperti sampah!" sambung Tatsuya dengan melesatkan tendangan pada bagian tulang punggung Leonard.
"Buuuukkkk"
Tendangan yang sangat keras, membuat Leonard terpental ke atas langit, lalu Tatsuya kembali menyusulnya untuk menyerangnya lagi. Beberapa pukulan langsung dilesatkan pada tubuh Leonard, dan Tatsuya mengakhiri serangannya dengan menendang bagian perutnya, hingga kembali terjatuh dengan sangat cepat kepermukaan aspal hingga hancur.
"Blaaaarrrr"
Di dalam serangan tersebut, Leonard sama sekali tidak melakukan perlawanan. Namun hal ini membuat Tatsuya merasakan keanehan, karena tiap kali bersentuhan dengan tubuhnya kekuatannya terasa di serap.
Sejenak Tatsuya berpikir sambil turun secara perlahan dari atas langit, dan berhenti menyerang sebelum mengetahui apa yang sedang terjadi pada tubuh Leonard.
"Kenapa kau tidak melanjutkan lagi serangan mu itu bocah kurang ajar? Atau kau sudah mengerti sekarang?" tanya Leonard sambil terbaring di atas permukaan aspal, namun dengan cepat kembali berdiri sambil membersihkan debu dari pakaiannya.
Melihat hal tersebut, semua orang yang berada di tempat itu sangat terkejut, karena tubuh Leonard terlihat baik-baik saja meski sudah terkena beberapa kali serangan dari Tatsuya.
"Sungguh menarik, jadi inikah kelebihan dari salah satu ketua guild terbesar negara." jawab Tatsuya dengan sedikit memujinya.
__ADS_1
"Dari awal aku sudah mempersiapkan semuanya sebelum berhadapan denganmu bocah." ucap Leonard sambil memperlihatkan apa yang ada di balik bajunya itu.
Tanpa terduga, setelah Leonard membuka setengah dari bajunya itu, sebuah benda yang mirip dengan kristal tertanam tepat di bagian dadanya. Hal ini tentu saja membuat semua orang sangat terkejut, karena pertama kalinya melihat hal semacam itu termasuk Tatsuya.
"Perlu kau ketahui bocah, selama benda ini menyatu denganku setiap serangan mu sama sekali tidak berguna padaku. Hahahaha..." sambung Leonard dengan tertawa.
"Apakah hal seperti itu pantas dibanggakan olehmu pak tua?" tanya Tatsuya untuk mengetahui alasan dari tindakannya.
"Ya, aku akan menghalalkan segara cara, asalkan bisa balas dendam padamu bocah kurang ajar!" jawab Leonard sambil mengucapkan salah satu kata kuncinya dari jobs Machine.
"Automatic Laser Gun"
Sebuah lingkaran sihir mulai terbentuk dihadapan Leonard, dan dari dalamnya keluar 10 senjata laser otomatis yang bisa melayang di udara. Tanpa banyak bicara, Leonard langsung memberikan perintah pada senjata tersebut, untuk menargetkan Tatsuya sebagai musuh utama yang harus dibunuh.
Beberapa detik setelahnya, 10 senjata laser tersebut mulai mengelilingi Tatsuya untuk memindai perlengkapan yang dikenakannya. Ketika selesai, semua senjata tersebut langsung menembak Tatsuya dari berbagai arah, dan dengan spontan dia menghindari semua serangannya.
Sesekali Tatsuya mencoba untuk mendekati salah satu senjata tersebut, namun dengan cepat mereka menjauh dan tetap menjaga jaraknya. Hal ini disebabkan karena hasil dalam pemindaian, Tatsuya bisa dengan mudah menghancurkannya hanya menggunakan kedua tangannya.
"Hahahaha... Lihatlah betapa bodohnya dirimu bocah sialan! Setiap kali kau mencoba untuk mendekatinya, senjataku ini akan selalu menjauh dan menjaga jaraknya darimu! Hahahaha..." ucap Leonard dengan tertawa puas, sambil melihat Tatsuya yang terus menghindari serangan dari 10 senjata ciptaannya.
Meski hanya memakai 35% dari kekuatan penguasa kegelapan, kecepatannya bertambah daripada sebelumnya. Kini dia mampu mendekati senjata laser otomatis tersebut, lalu menangkap salah satunya hanya menggunakan satu tangan.
"Senjata seperti ini sama sekali tidak pantas untuk dibanggakan." sambung Tatsuya sambil mencengkram salah satu dari senjata tersebut sampai hancur.
"Kreessshhh"
Kemudian Tatsuya kembali bergerak untuk menggapai sisa dari senjata tersebut dan melakukan hal yang sama terhadapnya. Pergerakan cepat yang dilakukan oleh Tatsuya sama sekali tidak bisa terbaca oleh sisa senjata itu, bahkan pemindaian ulang pun tidak bisa dilakukan karena di dalam pandangannya Tatsuya telah menghilang.
Satu persatu dari setiap senjata laser otomatis hancur berkeping-keping, dan pada akhirnya semua senjata tersebut dihancurkan oleh Tatsuya dalam waktu beberapa detik.
"Jangan dulu besar kepala, hanya karena kau sudah menghancurkan 10 senjata otomatis buatan ku." ucap Leonard sambil menatap Tatsuya. "Dan lagi, kenapa kalian hanya diam saja ketika bocah sialan ini sedang bertarung dengan senjata ciptaan ku? Apakah kalian juga ingin mengkhianati ku?" lanjutnya dengan bertanya pada bawahan yang masih berada di pihaknya.
"Pikiran mereka itu sangat jernih dibandingkan denganmu pak tua! Dirimu saja tidak sanggup tuk membuat goresan padaku, apalagi mereka!?" jawab Tatsuya meskipun pertanyaannya bukan ditujukan kepadanya.
"Aku tidak bertanya kepadamu bocah sialan, ini adalah urusanku dengan mereka, dan kau sama sekali tidak punya hak untuk menjawabnya." ucap Leonard dengan perasaan kesal.
__ADS_1
"Memang benar aku tidak memiliki hak untuk hal itu, namun kau juga tidak memiliki hak untuk mengorbankan nyawa mereka seperti hal yang tadi kau lakukan!" jawab Tatsuya dengan nada tinggi.
"Dasar bocah kurang ajar! Kalau begitu, kalian semua harus mati bersamanya!" teriak Leonard sambil mengucapkan kata kunci terkuatnya.
"Armor Machine Full Fragment"
Lingkaran sihir yang cukup besar, langsung terbentuk tepat di bawah pijakan kaki Leonard dengan dibarengi cahaya yang sangat menyilaukan. Dalam beberapa detik, seluruh tubuhnya masuk ke dalam lingkaran sihir tersebut, dan secara tiba-tiba dua lengan besar muncul terlihat seperti sesuatu yang sangat besar ingin keluar.
"Sebaiknya kalian semua segera pergi dari tempat ini!" teriak Tatsuya dengan memberikan sebuah perintah demi keselamatan mereka.
"Huuhhh, ingin kabur? Kalian sudah terlambat untuk melakukannya!" ucap Leonard sambil keluar dari dalam lingkaran sihir tersebut dengan tubuh robot yang sangat besar.
"Dasar pak tua yang sangat merepotkan! Andai saja semua orang sudah pergi dari tadi, mungkin aku akan leluasa bertarung dengannya. Kalau seperti ini, aku harus memberikan mereka cukup waktu supaya segera menjauh dari tempat ini." gumam Tatsuya dalam hatinya sambil memikirkan keselamatan semua orang. "Hei wakil ketua, suruh semua bawahan mu untuk segera pergi dari sini." lanjutnya dengan melirik ke arah wakil ketua guild Red Viver.
"Aku akan tetap disini dan melawan mu, untuk membuktikan kalau kami semua masih setia kepadanya." jawab wakil ketua guild tersebut dengan menolak permintaan Tatsuya.
"Jangan membahas masalah kesetiaan di depanku! Apakah kau buta hah? Bukankah tadi kau melihatnya kalau pak tua itu ingin mengorbankan anggotanya sendiri!" ucap Tatsuya dengan tegas.
"Tapi..." ucap wakil ketua, namun perkataannya disela oleh Tatsuya.
"Apakah kalian tidak memikirkan keluarga sendiri, sehingga kalian rela mengorbankan nyawa demi pak tua itu? Apa jadinya nanti bila salah satu dari kalian mati sia-sia di tempat ini, selagi keluarga menunggu kepulangan kalian dan berharap dengan keadaan hidup?" tanya Tatsuya dengan nada tinggi, serta mengingatkan mereka untuk memikirkan keluarganya. "Sebaiknya kalian jangan terlalu banyak berpikir dan cepat pergi dari sini untuk kembali pada keluarga kalian masing-masing!" lanjutnya dengan kembali memberikan perintah.
Sepintas mereka terdiam setelah mendengar perkataan seperti itu dari Tatsuya. Mereka semua tidak menyangka kalau dia itu masih memikirkan keselamatan semua orang, meski mereka bukan bagian dari anggotanya ataupun keluarganya.
Tanpa membuang banyak waktu, wakil ketua dari guild Red Viver langsung memberikan perintah pada semua orang untuk segera pergi dari tempat tersebut, dan menyerahkan segalanya kepadanya.
"Jangan harap, kalian bisa kabur semudah itu setelah mengkhianati ku!" teriak Leonard dengan menyiapkan serangan dengan skala besar, menggunakan seribu roket penghancur yang tersimpan di dalam pundaknya.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Untuk sementara update episode terbaru akan hadir dalam waktu 3 hari sekali pada pukul 21.00 WIB. Besar keinginan setiap hari, namun Author juga memiliki kesibukan tersendiri di RL, jadi tolong dimaklumi. 🙏)...
__ADS_1
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....