
..."Selamat Membaca"...
Pertarungan Tatsuya dengan bawahan Kuzzak masih terus terjadi, sampai-sampai aura yang menyelimuti seluruh tubuhnya membentuk sesuatu yang bisa digunakan sebagai senjata. Tidak terasa, dia sudah membantai lebih dari setengah jumlah monster yang dipanggil oleh Kuzzak.
Semakin lama Tatsuya melakukan hal tersebut, aura merah darah yang menyelimutinya semakin kuat. Hal ini dikarenakan aura tersebut menyerap apapun energi yang muncul baik dari batu yang terjatuh dari dalam tubuh monster, ataupun serangan yang dilesatkan oleh mereka.
Kuzzak yang masih berada di tempatnya, dia terus memperhatikan perubahan perubahan yang di alami oleh Tatsuya. Sebelumnya dia berpikir bisa membuat Tatsuya kelelahan dengan mengorbankan bawahannya, tapi ternyata malah salah perhitungan.
"Sepertinya, aku mesti turun tangan untuk menghadapinya." gumam Kuzzak dalam hatinya sambil menyiapkan serangan ilusi yang bisa melemahkan kekuatannya. "Sepertinya aku harus turun tangan, sebelum dia bertambah kuat!" lanjutnya dengan memberikan perintah pada bawahannya, untuk segera mundur.
Kesenangan Tatsuya pada saat membunuh semua monster yang berada di hadapannya telah terhenti, karena Kuzzak memutuskan untuk turun tangan sendiri dalam menghadapinya.
"Ternyata kau tidak sabaran juga ya." ucap Tatsuya dengan senyum lebar, sambil menatap Kuzzak yang turun ke bawah dan berdiri dihadapannya.
Ketika dia menyentuh permukaan tanah, secara tiba-tiba Tatsuya langsung melesat ke arahnya sambil bersiap untuk menghunuskan kedua bilah pedangnya.
"Whooosss"
Menyadari hal tersebut Kuzzak langsung menahan serangannya menggunakan rantai yang menyambung dengan pundaknya.
"Triiinnnkkk"
"Sebenarnya siapa yang tidak sabaran itu manusia?" tanya Kuzzak dengan menahan serangan yang dilancarkan oleh Tatsuya.
Tatsuya hanya tersenyum lebar, dan sama sekali tidak menjawab perkataannya itu. Lalu dia kembali menyerang menggunakan 10 tangan transparan yang telah berbentuk pedang.
"Trinkk... Trinkk... Trinkk..."
Setiap serangan yang dilancarkan oleh Tatsuya, selalu saja ditepis oleh rantai yang tersambung dengan tubuh Kuzzak. Hal ini tentu saja membuatnya cukup kesal, karena dia sama sekali tidak bisa mendekatinya.
"Apapun yang kau lakukan dengan kekuatanmu itu tidak ada gunanya bagiku!" ucap Kuzzak dengan menyombongkan dirinya atas kelebihan yang dimiliki olehnya.
"Benarkah itu?" tanya Tatsuya dengan senyum lebar, sambil terus menyerang. Semakin lama, serangannya semakin cepat dan kuat, dan seiring berjalannya waktu beberapa retakan muncul di beberapa rantai milik Kuzzak.
"Krakk"
Menyadari hal itu, Kuzzak langsung mundur ke belakang. Akan tetapi, Tatsuya terus mendekat dan tidak membiarkan dia beristirahat 1 detik pun. Tindakan tersebut, sengaja dilakukan olehnya, karena Tatsuya mengetahui kalau Kuzzak memiliki regenerasi yang cukup cepat untuk memulihkan retakan-retakan pada rantai miliknya.
"Mau pergi kemana kau monster sialan!" ucap Tatsuya dengan melesat ke arahnya, sambil terus menyerang.
"Dasar manusia kurang ajar!" jawab Kuzzak dengan kesal, sambil menahan serangannya.
"Trinkk... Trinkk... Trinkk..."
"Ternyata dugaanku benar, kalau kedua pedang itu sangat berbahaya untukku. Bila terus seperti ini senjataku bakalan hancur, kalau begitu..." lanjut Kuzzak, tapi perkataannya tidak dilanjutkan karena dia langsung memberikan perintah pada bawahannya yang tersisa, menggunakan sebuah telepati untuk menyerang Tatsuya, supaya dia memiliki waktu untuk memulihkan senjatanya.
Tidak lama setelah itu, semua monster kembali menyerang Tatsuya dari berbagai arah. Hal ini tentu saja membuatnya terhambat untuk mendekati Kuzzak, karena harus memusnahkan dulu semua monster yang mendekatinya.
"Sepertinya aku harus membereskan kalian semua sekaligus!" teriak Tatsuya sambil mengucapkan salah satu kata kunci terkuatnya, dalam keadaan yang sangat berbeda.
"Blood Dragon of Destruction"
Lingkaran sihir dengan diameter yang cukup besar mulai terbentuk tepat di atas Tatsuya. Lalu sebagian aura yang dimiliki olehnya bergerak ke arah lingkaran sihir tersebut, dan terlihat seperti sedang menyatu dengannya.
Hal ini membuat, cahaya yang tadinya berwarna biru, kini berwarna merah darah dan bersamaan dengan itu, kekuatannya bertambah berkali-kali lipat dibandingkan dengan lingkaran sihir biasa.
"Goooaaaarrrr"
Seketika, sebuah sosok nada darah pemusnah muncul dari dalam lingkaran sihir, dan dia bergerak ke atas sampai semua tubuhnya benar-benar keluar.
__ADS_1
Sejenak, semua monster yang berada di daerah tersebut terdiam sambil menatap seekor naga dengan seluruh sisiknya berwarna merah darah. Aura yang dimilikinya lebih menakutkan daripada Kuzzak, sehingga seluruh monster yang merasakannya merinding ketakutan.
"Goooaaaarrrr"
Untuk kedua kalinya, naga darah pemusnah mengaum dengan sangat keras, namun kali ini auman nya disertai dengan sebuah gelombang yang dapat menurunkan 50% status monster pada level dibawah 80.
Akibatnya, hampir dari setengah dari monster hendak melarikan diri menuju portal yang masih terbuka di atas langit. Akan tetapi, Tatsuya dengan segera memerintahkan naga tersebut untuk memusnahkan semua monster yang berada dihadapannya, kecuali Kuzzak yang sudah menjadi targetnya.
Dengan spontan, naga darah pemusnah merespon apa yang diperintahkan olehnya, lalu mulutnya terbuka dan setitik cahaya muncul di depannya, dan lama kelamaan menjadi semakin besar serta disertai energi yang sangat dahsyat.
"Segera musnahkan mereka, dan jangan biarkan satu ekor pun lolos." pinta Tatsuya dengan tersenyum lebar.
Seketika, naga tersebut melesatkann sebuah bola energi berwarna merah dari atas langit, lalu dalam jarak tertentu bola energi tersebut pecah dan menyebar layaknya seperti hujan namun berwarna merah darah.
"Praaassshhh"
Melihat hal tersebut, semua monster yang terkena hujan darah tertawa karena tidak terjadi apa-apa terhadap tubuhnya, bahkan Kuzzak sempat mengejeknya karena Tatsuya sudah melakukan hal yang tidak berguna.
"Hahahaha... Dasar manusia sombong, kukira serangan apa yang akan kau keluarkan, tapi kenyatannya itu tidak ada apa-apa nya. Hahahaha..." tawa Kuzzak dengan terbahak-bahak, sambil meremehkannya.
Tatsuya hanya tersenyum lebar untuk menanggapi perkataannya, namun tidak lama setelah itu, salah satu monster terjatuh sambil merintih kesakitan, lalu diikuti oleh yang lainnya sampai semuanya terjatuh kecuali Kuzzak.
"Bruughh"
"Kehkk... Apa yang kau lakukan pada bawahanku manusia?" tanya Kuzzak dengan sangat penasaran.
"Untuk apa aku menjelaskannya pada monster yang akan segera mati di tanganku." jawab Tatsuya tanpa menjelaskan apapun mengenai apa yang dilakukannya.
Semakin lama, rasa sakit yang dirasakan oleh semua monster tersebut semakin menjadi-jadi, bahkan sebagian dari mereka yang memiliki tubuh bersisik ataupun berkulit tebal, berusaha mencopotnya.
"Aaaakkkk"
"Hahahaha... Kukira kalian tidak bisa merasakan rasa sakit, tapi pada kenyataannya kalian bisa merasakannya." ucap Tatsuya dengan tertawa terbahak-bahak. "Lagian juga, aku tidak akan membiarkan kalian mati begitu mudah, jadi nikmatilah rasa sakitnya sampai mati." lanjutnya sambil berjalan ke depan, melewati beberapa monster yang terjatuh sambil merintih kesakitan.
Secara perlahan-lahan, kulit dari semua monster yang tersisa melepuh, lalu keluar uap dari dalam tubuhnya. Rasa panas yang melebihi bara api terus menerus meningkat, sehingga seluruh tubuhnya meleleh dan hanya tersisa tulang belulang.
Beberapa detik setelah itu, tulang belulang mereka berubah menjadi butiran debu, dan beberapa batu terjatuh dengan berbagai macam level. Hal ini tentu saja membuat Kuzzak sangat heran, karena tidak menyangka kalau Tatsuya masih bisa mengucapkan kata kuncinya.
"Aku tidak mengira hal ini akan terjadi. Terlebih lagi serangannya itu bukanlah serangan biasa, melainkan serangan yang dulu pernah terjadi sesuai dengan perkataan rajaku." gumam Kuzzak dengan suara pelan. "Tapi, hal seperti ini belum bisa membuktikan kalau manusia itu adalah keturunannya!" lanjutnya dengan suara tinggi, sambil menyerang kembali Tatsuya menggunakan rantai yang baru saja dipulihkan olehnya.
"Swwooosshhh"
"Kalau seranganmu seperti itu saja, maka aku bisa dengan mudah menghancurkannya!" teriak Tatsuya sambil menebas beberapa rantai yang mendekatinya dengan kekuatan sebenarnya.
"Blaaassshhh"
Hanya dengan satu kali tebasan, kedua rantai yang selalu dibanggakan oleh Kuzzak hancur berkeping-keping sampai ke ujung pundaknya. Hal ini disebabkan, aura yang menyelimuti kedua pedang darah mengalir pada kedua rantainya, lalu menghancurkannya dari dalam.
"Apa? Kenapa bisa manusia ini menghancurkan senjataku hanya dengan satu kali tebasan?" gumam Kuzzak sambil menatap kepingan-kepingan rantainya.
"Sudah pasti kau akan terkejut dengan hal ini." ucap Tatsuya dengan secara tiba-tiba berada di belakangnya, dan hendak menghunuskan salah satu pedangnya mengarah pada bagian tubuhnya.
"Sejak kapan manusia ini berada di belakangku?" gumam Kuzzak sambil menoleh kebelakang, serta bersiap untuk menahan serangan yang akan dilancarkan olehnya.
"Triinnkkk"
Dengan semua rantainya yang difokuskan untuk pertahanan, Kuzzak berhasil menahan serangan Tatsuya. Akan tetap, Tatsuya melancarkan serangan selanjutnya setelah melihat sedikit celah, dan kali ini dia menggunakan kaki kanannya dengan sekuat tenaga.
"Buuukkkk"
__ADS_1
Tendangan dari kaki kanan yang diselimuti oleh aura merah darah, memberikan tekanan yang sangat besar pada tubuh Kuzzak, sehingga dia terlempar ke arah samping sampai menabrak bangunan hingga hancur.
"Blaaaarrr"
Kepulan asap muncul disekitar Kuzzak, akibat dari reruntuhan bangunan tersebut. Setelah sekian lama dia kembali merasakan rasa sakit pada tubuhnya, dan hal ini malah membuat dia lebih bersemangat dalam menghadapi Tatsuya.
"Hahahaha... Sudah lama aku tidak merasakan rasa sakit, dan kini aku merasakannya lagi." tawa Kuzzak sambil kembali bangkit dari tempatnya.
"Itu berarti, kau belum benar-benar serius dalam pertarungan ini. Kalau begitu, akan kubuat kau untuk mengeluarkan seluruh kekuatanmu!" ucap Tatsuya dengan tiba-tiba muncul diantara asap tersebut, dan hendak menghunuskan kedua bilah pedangnya mengarah pada leher Kuzzak.
"Sesuai dengan keinginmu manusia, akan kutemani kau bermain." ucap Kuzzak dengan mengubah ujung rantainya menjadi sebuah tombak, lalu menahan serangannya.
"Trriinkkk"
Hempasan angin keluar, ketika kedua kekuatan saling beradu dan membuat asap yang berada di sekitarnya menghilang.
"Swooossshh"
Kemudian, salah satu rantai milik Kuzzak menyerang Tatsuya dari arah belakang. Akan tetapi tangan transparan yang berbentuk pedang menangkis serangan tersebut.
"Trinkkk"
"Ciihh, auramu itu sungguh merepotkan, tapi bagaimana dengan ini!" ucap Kuzzak dengan nada tinggi, lalu menyerang Tatsuya secara cepat.
Kecepatan dari senjata milik Kuzzak kini bertambah lebih dari biasanya, namun lagi dan lagi aura yang dimiliki oleh Tatsuya menangkis serangannya. Akan tetapi, semakin lama Kuzzak melancarkan serangannya, kecepatan serta kekuatannya terus meningkat, sehingga Tatsuya mundur beberapa langkah kebelakang sambil terus menahan serangannya.
"Kau pikir, hanya dengan ini bisa mengalahkanku!" ejek Kuzzak, sambil memusatkan serangannya pada satu titik, dan bergerak secara bersama-sama.
"Wooossshhh"
Melihat hal itu, Tatsuya dengan sepontan menahan serangannya menggunakan kedua pedang darah miliknya, serta tangan transparan yang berbentuk pedang.
"Trinkk"
Seketika, permukaan tanah yang berada di sekitar mereka bedua hancur akibat tekanan dari kedua kekuatan yang saling berbenturan.
"Blaaarrrrr"
Tanpa di duga,butiran-butiran cahaya berwarna hijau terang bersinar pada pundak Kuzzak, lalu secara perlahan-lahan cahaya tersebut memanjang dan memunculkan kembali kedua rantai yang dihancurkan oleh Tatsuya.
Setelah itu, kedua rantai tersebut menyerang Tatsuya dengan sangat cepat dari celah-celah antara pedang miliknya dan tangan transparan yang berbentuk pedang.
"Wosshhh"
Melihat hal itu, Tatsuya hendak menggerakkan kedua pedangnya, namun hal itu telah diketahui oleh Kuzzak, sehingga dia dengan cepat melilitkan sebagian rantainya pada kedua pedang milik Tatsuya dan sebagian lagi pada semua tangan transparan yang berbentuk pedang.
"Kreeeppp"
"Tidak ada jalan lain lagi, kecuali kau harus melepas kedua pedangmu untuk selamat dari seranganku, jadi tentukan lah pilihanmu!" pinta Kuzzak dengan menyarankan untuk melepaskan pedangnya, karena kedua pedang tersebut sangatlah berbahaya bagi semua monster termasuk dirinya dan juga pemimpinnya.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Untuk sementara update episode terbaru masih belum bisa ditentukan.)...
...Jika berkenan jangan lupa untuk dukung author dengan menekan jempol ke arah Like, Komen, Vote, Rate novel ini....
...Terimakasih....
__ADS_1