Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#68 Isi Hati Yang Tidak Pernah Berubah


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Serangan tiba-tiba yang mengarah pada Tasya berhasil dihentikan oleh Tatsuya hanya dengan menggunakan salah satu tangannya. Bersamaan dengan hal itu, sebuah portal muncul di dekat mereka dan muncullah satu sosok yang menyebutkan dirinya adalah jendral urutan ke-9 dari para monster dengan nama Fulsares.


Fulsares juga sempat memberikan tepuk tangan kepada Tatsuya atas tindakannya dan dia mengatakan kalau tujuannya hanya memberikan sambutan kepadanya serta mengambil tubuh Kuzzak yang hancur. Namun Tatsuya mengabaikan apa yang dikatakan olehnya dan dengan cepat dia bergerak ke arahnya.


"Wooossshhh"


Dalam sekejap, Tatsuya sudah berada di hadapannya sambil melesatkan sebuah pukulan yang dipenuhi dengan energi halilintar hitam. Akan tetapi, Fulsares sudah mengetahui apa yang akan dilakukannya, sehingga dia menangkis serangannya.


"Ctakk"


"Tunggu, tunggu, tunggu!!! Aku datang kesini tidak ada niatan untuk bertarung, jadi..." pinta Fulsares, namun perkataan nya tidak dilanjutkan karena Tatsuya kembali menyerang menggunakan kakinya.


"Ctakk"


Untuk kedua kalinya, serangan cepat Tatsuya ditangkis olehnya, dan hal ini membuatnya sangat kesal sehingga dia menyerang secara bertubi-tubi menggunakan tangan serta kakinya. Akan tetapi serangan dari Tatsuya ditangkis dengan mudah oleh Fulsares, dan terpaksa dia mengucapkan salah satu kata kunci nya.


"Pembekuan Abadi"


Lingkaran sihir mulai terbentuk di seluruh tubuh Tatsuya, dan secara tiba-tiba seluruh tubuhnya membeku dari bawah sampai ke atas. Menyadari hal itu, Tatsuya mencoba untuk menggunakan aura dari bara api hitam untuk mencegah pembekuan nya itu terus berlanjut. Namun apa yang akan dilakukan oleh Tatsuya itu terbilang sia-sia, karena pembekuan miliknya sangat berbeda dibanding es biasa.


"Dari awal aku tidak ada niatan untuk bertarung denganmu, jadi terpaksa aku berbuat seperti itu supaya kamu diam." ucap Fulsares sambil berjalan mendekati Kuzzak. Secara tiba-tiba, sebuah tembakan di arahkan pada permukaan tanah yang hendak di pijak olehnya, dan hal itu dilakukan dengan sengaja oleh Tasya.


"Fsss"


"Apa yang sudah kau lakukan pada Tatsuya?" tanya Tasya sambil membidik kepalanya.


"Ho, ternyata masih ada manusia yang berani melakukan hal seperti itu padaku. Dan ngomong-ngomong aura yang berada di dalam tubuhmu itu terasa tidak asing." ucap Fulsares tanpa menjawab pertanyaannya, dan berpikir mengenai aura yang dirasakan pada tubuh Tasya. "Aku ingat, kalau kau adalah si buah yang belum matang." lanjutnya sambil memanggil Tasya dengan sebutan yang sama dengan Kuzzak.


Mendengar perkataan seperti itu, Tasya langsung menarik pelatuknya, dan peluru yang dikeluarkan oleh senjatanya itu langsung menuju kepala Fulsares. Akan tetapi dengan mudahnya dia menghentikan peluru tersebut hanya dengan menggunakan dua buah jarinya.


Melihat hal itu, Tasya kembali menarik pelatuknya sampai peluru yang berada di dalam senjatanya habis. Namun semua peluru yang di arahkan kepadanya lagi-lagi ditangkap dengan mudah oleh Fulsares, dan ketika Tasya hendak melakukan pengisian ulang pada senjatanya, dia juga membekukan Tasya sampai tersisa kepalanya.


"Tasya!" teriak Muzan sambil berlari ke arahnya.


Karena tidak ingin di ganggu lagi oleh siapapun, dengan sengaja Fulsares melakukan hal yang sama terhadap Muzan. Dia juga memberikan peringatan pada semua yang berada di dekatnya, apabila ada sedikit pergerakan maka mereka akan bernasib sama seperti Tasya dan Muzan.


Tidak satu patah kata pun yang diucapkan oleh Rena beserta yang lainnya, karena mereka merasakan kalau Fulsares memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan Kuzzak.

__ADS_1


"Baguslah kalau kalian semua mengerti." ucap Fulsares sambil mengangkat tubuh Kuzzak, dan dia lekas berjalan kembali menuju portal yang masih terbuka.


Seketika langkah kakinya terhenti setelah mendengar suara retakan yang berasal dari Tatsuya. Semakin lama retakan tersebut semakin besar, dan akhirnya Tatsuya bisa menghancurkan pembekuan abadi milik Fulsares.


Tidak lama setelah itu, Tatsuya mengangkat tangan kanannya ke atas langit, lalu ketiga energi berkumpul menjadi satu dan terlihat seperti bola kristal hitam. Semakin lama Tatsuya mengumpulkan energi tersebut, semakin besar pula bentuknya. Percikan halilintar muncul mengitarinya dan hembusan angin dingin dirasakan oleh semua yang berada di sekitarnya.


"Woaaaahhh... Sungguh pemandangan yang menakjubkan!" ucap Fulsares dengan memberikan pujian kepadanya, sambil menatap kekuatan yang terkumpul di atas langit.


Mendengar perkataan seperti itu, Tatsuya merasa kalau dirinya telah di ejek. Lalu dia berniat untuk melepas segel ke-4 supaya memliki kekuatan yang lebih besar dari raja iblis Satan. Di alam kesadaran nya, Tatsuya hendak melakukan hal tersebut, akan tetapi sebuah sosok berwarna putih tiba-tiba muncul di sampingnya dan memegang kedua tangannya.


Seketika, perasaan hangat dari tangannya itu terus mengalir ke seluruh tubuhnya, dan pada akhirnya kesadaran Tatsuya kembali sepenuhnya.


"Perasaan ini, membuatku terasa nyaman." gumam Tatsuya sambil menjauhkan tangannya itu pada pembukaan segel ke-4.


Menyadari kehadiran dari sosok tersebut, raja iblis Satan mencoba menggunakan kekuatannya untuk memanipulasi pikiran Tatsuya, supaya dia tetap menjalankan apa yang diperintahkan olehnya, yakni melepas semua segel di penjara tersebut. Namun kekuatan dari raja iblis Satan dengan mudah dipatahkan oleh sosok tersebut, dan hal ini membuatnya sangat marah.


"Berani kau mengganggu ku!" teriak raja iblis Satan dari dalam penjara, sambil memberikan tekanan pada sosok tersebut. Akan tetapi, apapun yang dilakukan oleh raja iblis Satan sama sekali tidak mempengaruhi sosok tersebut, karena dia merupakan kebalikan dari energi hitam yang dimilikinya.


"Sepertinya kita harus pergi ke tempat yang jauh darinya." ucap sosok tersebut sambil menjentikkan jarinya, dan seketika Tatsuya berada di atas air bening dengan suasana cerah.


"Uggghhh kepalaku!" ucap Tatsuya sambil memegang kepalanya.


"Ya, sekarang aku sudah mendingan." jawab Tatsuya sambil membuka kedua matanya, dan bersamaan dengan hal itu dia sangat terkejut kalau sosok yang memegang tangannya itu adalah Mikha. "Mi-Mikha, bagaimana kamu masih hidup? Bukankah kamu itu sudah..." lanjutnya dengan bertanya, namun perkataannya di sela olehnya.


"Tidak Tatsuya, aku itu sudah mati dan hanya kebetulan saja kita dipertemukan sebelum jiwaku benar-benar menghilang." sela Mikha dengan berkata kebenarannya.


Mendengar perkataan seperti itu, air mata Tatsuya mulai menetes membasahi kedua pipinya, dan dia juga menyadari kalau dirinya itu masih berada di alam sadarnya.


"Maaf, maafkan aku... Maafkan aku karena terlalu lemah dan membiarkan mu mati. Maafkan aku, Mikha..." ucap Tatsuya dengan sangat menyesal.


"Tidak Tatsuya, itu semua bukan kesalahan mu! Aku melakukan hal itu atas kemauanku sendiri, jadi berhentilah untuk menyalahkan dirimu sendiri Tatsuya." jawab Mikha sambil memegang wajahnya.


"Tapi, tetap saja itu kesalahan ku Mikha. Bila saja di waktu itu aku mengetahui hal itu akan terjadi mungkin saja aku bisa..." ucap Tatsuya namun perkataan nya disela kembali oleh Mikha.


"Sudah cukup Tatsuya! Aku melakukan hal ini karena dari dulu sampai sekarang selalu dan selalu mencintaimu! Jadi wajar saja bila aku mengobarkan diriku demi orang yang sangat kucintai!" sela Mikha dengan mengungkapkan seluruh isi hatinya.


"Tapi mengapa... Mengapa kamu mengungkapkan perasaanmu setelah dirimu mati? Apa kamu tahu seberapa keras perjuanganku untuk masuk ke akademi yang sama denganmu? Setiap hari aku terus berusaha menjadi yang terbaik demi mendapatkan perhatianmu? Dan diwaktu itu juga perasaan ku sama seperti yang diucapkan olehmu Mikha!" ucap Tatsuya dengan nada tinggi sambil mengeluarkan seluruh isi hatinya dikala waktu dulu.


"Syukurlah, aku sangat senang mendengar nya langsung darimu Tatsuya." jawab Mikha sambil tersenyum, lalu dengan sengaja mencium Tatsuya.

__ADS_1


*kiss*


"Mi-Mikha!?" panggil Tatsuya dengan gugup.


"Jujur saja, ini pertama kalinya aku melakukan hal itu, dan sekarang sudah saatnya bagimu untuk kembali Tatsuya." jawab Mikha sambil melepas tangannya dari wajah Tatsuya.


"Tunggu Mikha, kenapa secepat itu aku harus kembali? Padahal kita baru saja bertemu di tempat ini." tanya Tatsuya sambil memegang erat tangannya.


"Bukannya aku tidak mau berlama-lama bersama denganmu, tapi lihatlah jiwaku ini sudah mencapai batasnya." jawab Mikha sambil menunjukkan kalau bagian kakinya perlahan-lahan menghilang.


"Tidak, Mikha... Tunggu sebentar lagi, aku mohon padamu!" pinta Tatsuya dengan sangat berharap kalau dirinya itu bisa menemaninya meski cuma beberapa detik.


"Maaf Tatsuya, kita harus berpisah dengan cara seperti ini. Tapi aku merasa senang ketika mendengar perkataan mu tadi. Jadi berhentilah menyalahkan dirimu sendiri dan wujudkan lah impianmu itu Tatsuya." ucap Mikha dengan perkataan terakhirnya, sebelum dia benar-benar menghilang.


"Ughhh... Mikhaaaaa!!!" teriak Tatsuya dengan sangat histeris dan seketika dia kembali pada dunia nyata dengan kesadaran utuh seperti semula.


Perlahan-lahan, wujudnya yang terlihat seperti iblis kini mulai kembali normal. Kedua tanduk yang berada di kepala menghilang dan energi yang dikumpulkan di atas langit pun lenyap.


"Kukira bakalan terjadi hal menarik sebelum aku kembali, tapi ternyata kau sudah sadar ya manusia!" ucap Fulsares dengan sangat kecewa.


"Siapa kau?" tanya Tatsuya sambil memperhatikan tubuh yang dibawa olehnya.


"Tanyakan saja pada teman manusia mu itu, karena aku tidak memiliki banyak waktu lagian juga aku kesini hanya membawa kembali tubuh si idiot ini." jawab Fulsares sambil berjalan memasuki portal tersebut.


"Tunggu... Ughh..." pinta Tatsuya, namun perkataannya tidak dilanjutkan karena tubuhnya itu telah melebihi batasannya.


"Sepertinya kau harus segera menerima perawatan atau dirimu akan mati. Jadi sampai jumpa di lain waktu manusia terpilih!" ucap Fulsares sambil memasuki portal tersebut, lalu menghilang.


"Si-sial..." ucap Tatsuya sebelum pandangan nya kabur, lalu dia terjatuh tidak sadarkan diri. Namun dengan cepat Tasya berlari ke arahnya dan menangkap Tatsuya sambil perlahan-lahan membaringkan tubuhnya.


Semua orang yang berada di sana berjalan mendekatinya, dan perasaan mereka sangat lega karena Tatsuya benar-benar sudah kembali seperti semula.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...


...(Untuk update episode terbaru akan hadir pada pukul 19.00 WIB, namun harinya masih belum bisa ditentukan.)...


...Jika berkenan jangan lupa untuk dukung author dengan menekan jempol ke arah Like, Komen, Vote, Rate novel ini....

__ADS_1


...Terimakasih....


__ADS_2