
...*Selamat Membaca*...
Pada akhirnya Tatsuya memilih untuk menyelamatkan orang lain ketimbang keselamatan dirinya sendiri. Dia menahan serangan dari Leonard menggunakan tubuhnya yang dilapisi armor machine maksimal, dan akibatnya Tatsuya terpental dengan sangat cepat mengarah pada bangunan yang berada di sampingnya.
Melihat hal itu, wakil ketua guild Red Viver hendak berpikir untuk menolong Tatsuya, karena dia baru saja diselamatkan olehnya. Akan tetapi dia berpikir kembali, bila menolongnya maka pengorbanan Tatsuya akan sia-sia.
"Sialan, ini sungguh serba salah. Tapi aku berharap kau baik-baik saja, dan tetap hidup sebelum aku bersama yang lainnya membalas kebaikanmu." ucap wakil ketua tersebut sambil pergi menjauh menuju lokasi aman.
Dalam pertarungan ini, Leonard berpikir kalau Tatsuya mengalami luka berat dan kemungkinan besar tidak mampu untuk berdiri. Untuk memastikan hal tersebut, Leonard langsung bergerak menghampirinya, akan tetapi Steven memanggilnya.
"Leonard!" teriak Steven dari kejauhan.
Mendengar hal itu, Leonard langsung menoleh ke belakang dan melihat Steven sedang berlari menghampirinya, lalu disusul oleh 2 ketua guild terbesar lainnya.
Sesampainya di tempat itu, Steven langsung bertanya mengenai alasan Leonard menggunakan kata kunci pamungkasnya lebih awal. Dia pun menjawab secara singkat secara hati-hati, supaya apa yang berada dalam tubuhnya tidak diketahui oleh siapapun.
"Bukankah lebih cepat lebih baik?!" ucap Leonard.
"Lalu bagaimana dengan bocah itu? apakah kau berhasil membunuhnya?" sambung Tommy dengan bertanya.
"Aku tidak bisa menjamin akan hal itu, namun yang pasti dia mengalami luka parah karena seranganku. Hahahaha..." jawab Leonard dengan percaya diri.
"Kalau begitu, biar aku saja yang melakukan serangan terakhir untuk membunuhnya!" ucap Steven dengan senyum lebar.
"Jangan terburu-buru, sebaiknya kita tunggu petinggi akademi untuk memutuskan hukuman apa yang akan diterima oleh Tatsuya." pinta Kazima pada mereka bertiga.
"Diamlah Kazima, aku sudah bosan mendengar ocehanmu itu, seakan-akan kau berada di pihaknya. Bila seperti itu, apakah kau sudah siap dengan resikonya?" tanya Steven sambil membalikkan badannya, dan berhadapan langsung dengan Kazima.
Ketika mereka berdua sedang berdebat, secara tiba-tiba Tatsuya keluar dari dalam bangunan yang hancur, dengan kondisi berlumuran darah tanpa memakai armor yang tadi digunakan.
"Tap... Tap... Tap..."
Melihat hal itu, mereka semua menatapnya dengan raut wajah kesal, kecuali Kazima. Di dalam pikirannya, masih banyak hal yang ingin diketahui olehnya mengenai alasan di balik tindakannya itu.
"Ho, ternyata kalian semua sudah berkumpul disini, kecula Cecilia." ucap Tatsuya sambil tersenyum.
"Hei bocah, disaat kondisimu seperti itu, kau masih saja tersenyum! Sungguh menjengkelkan." ucap Tommy dengan kesal, karena senyumannya itu terlihat meremehkan.
"Terserah dia mau bersikap seperti apa, lagian dia akan segera mati di tanganku!" ucap Steven sambil melesat ke arahnya dengan sangat cepat.
__ADS_1
"Tunggu, Steven!" panggil Kazima, namun sudah terlambat untuk menghentikannya.
Di dalam pergerakannya, Steven sudah menyiapkan dua bilah pisah untuk membunuh Tatsuya, hanya dengan satu kali serangan.
"Inilah akhir darimu bocah kurang ajar!" ucap Steven dengan mengarahkan kedua pisaunya pada leher Tatsuya.
"Benarkah?" ucap Tatsuya, sambil menggenggam erat kedua tangan Steven.
"Kreepp"
"Yang kurang ajar itu dirimu, karena tiba-tiba menyerang ketika aku ingin menyambut kalian terlebih dulu." sambung Tatsuya sambil melepas salah satu genggaman tangannya, lalu melesatkan sebuah pukulan pada tubuh Steven.
"Buuukkkk"
Pukulan yang sangat keras, diterima secara langsung oleh Steven, sehingga dia terpental cukup jauh dari hadapan Tatsuya.
"Sreeett"
"Arrrggghhh... Dasar bocah sialan!" ucap Steven sambil memegang perutnya.
Melihat hal itu, Leonard masih tidak percaya kalau Tatsuya bisa menahan serangan Steven dengan kondisi tubuh terluka parah.
"Hah... Baiklah, sepertinya kita akan melanjutkan pertarungan ini pada ronde kedua." ucap Tatsuya sambil mengucapkan kata kunci penyembuhan dari jobs Healer.
"Heal"
Menyadari hal itu, Leonard langsung menembakkan senjata laser yang terdapat pada kedua pundaknya.
"Boosshhh"
Seketika, ledakan terjadi di sekitar Tatsuya akibat serangan Leonard. Asap hitam yang cukup tebal keluar setelah ledakan tersebut, dan menghalangi pandangan.
"Apakah kita berhasil membunuhnya sebelum bocah itu menyembuhkan dirinya?" tanya Tommy.
"Hei Leonard, bukankah sudah kubilang untuk menunggu kedatangan petinggi akademi!" ucap Kazima dengan kesal, karena dia sudah bertindak keterlaluan.
"Justru sebelum kedatangannya, aku harus segera membunuhnya." jawab Leonard. "Ya benar, aku harus membunuh bocah sialan itu sesegera mungkin, kalau tidak dia akan membocorkan rahasia di dalam tubuhku." lanjut dalam hatinya.
"Dasar kau..." ucap Kazima, namun perkataannya oleh di sela oleh Tatsuya.
__ADS_1
"Jadi, Mozark tidak memberikan perintah untuk membunuhku." sela Tatsuya sambil berjalan ke depan untuk melewati asap yang menghalangi pandangan.
"Tap... Tap... Tap..."
Mereka berempat sangat terkejut, setelah melihat Tatsuya dalam kondisi baik-baik saja, ketika dirinya diserang oleh Leonard pada saat mengucapkan kata kunci penyembuhan dari jobs healer.
"Bagaimana kau bisa selamat dari seranganku bocah sialan?" tanya Leonard dengan sangat kesal.
Dari awal Tatsuya sudah mengira hal itu akan terjadi, sehingga dia menanggapi pertanyaan Leonard hanya dengan senyuman. Pada kenyataannya, disamping Tatsuya mengucapkan kata kunci penyembuhan, dia langsung mengeluarkan aura hitam dari kekuatan penguasa kegelapan untuk melindunginya dari berbagai serangan.
"Kau tidak perlu mengetahui apa yang terjadi padaku, lagian hal itu bukan sesuatu yang penting bagimu bukan?!" jawab Tatsuya dengan merahasiakan statusnya sebagai penerus Gildash.
"Dasar bocah sombong, kali ini kau tidak akan lolos dari kematianmu!" jawab Leonard dengan sangat kesal dan bersiap untuk menyerang.
"Sebaiknya kau jangan bertindak seenaknya Leonard." sela Kazima dengan raut wajah kesal.
"Bila kau tidak ingin bertarung dengannya, lebih baik mundur dan jangan pernah halangi aku lagi." jawab Leonard dengan nada tinggi.
"Kau..." ucap Kazima, namun perkataannya disela oleh Tatsuya.
"Bila paman ingin bertarung lakukan saja, anggap saja ini sebagai latihan bagimu. Akan tetapi bila paman menghalangiku untuk membunuhnya, jangan salahkan aku bila sesuatu terjadi denganmu." sela Tatsuya dengan memberikan peringatan pada siapapun yang menghalangi untuk membunuh Leonard.
"Maaf Tatsuya, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Terlebih lagi kita semua sama-sama warga negara ini, jadi akan sangat memalukan kalau kita saling membunuh satu sama lainnya." jawab Kazima.
"Paman benar-benar orang yang sangat bijaksana, dan aku yakin Mikha sangat bangga memiliki seorang ayah seperti anda." ucap Tatsuya dengan memujinya. "Tapi maaf saja, aku akan tetap pada rencanaku." lanjutnya dengan bersiap memulai pertarungan kembali.
"Bila jawabanmu seperti itu, mau tidak mau aku juga harus bertarung untuk menghentikan pertikaian ini." ucap Kazima dengan raut wajah serius.
"Kalau begitu mari kita bekerja sama dan menunjukkan kekuatan sebagai ketua guild terbesar negara kepadanya." sambung Tommy.
"Hal itu sudah tidak perlu ditanyakan lagi, karena aku benar-benar ingin segera membunuhnya." lanjut Steven dengan mengepalkan salah satu tangannya.
"Ya ya ya... Kuharap kalian berempat mengeluarkan seluruh kekuatan kalian dalam menghadapiku, karena sekarang aku tidak akan bermain-main lagi." jawab Tatsuya dengan mengeluarkan aura berwarna hitam dari tubuhnya, disertai hawa membunuh yang sangat mengerikan.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Untuk sementara update episode terbaru akan hadir dalam waktu 2 hari sekali pada pukul 21.00 WIB. Besar keinginan setiap hari, namun Author juga memiliki kesibukan tersendiri di RL, jadi tolong dimaklumi. 🙏)...
__ADS_1
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....