
...*Selamat Membaca*...
Serangan yang dilakukan oleh Giro terhadap Khalifa beserta manusia lainnya, secara sengaja di cegah oleh Zyrex dan Rein. Hal ini tentu saja membuat Giro sangat marah pada mereka, karena serangannya diberhentikan tanpa ada alasan.
"Zyrex, Rein! Kenapa kalian berdua malah menghentikan serangan ku? Bukankah kita diperintahkan memberi hukuman bagi manusia yang menghalangi jalan tuan kita?" tanya Giro dengan marah ketika wujudnya masih berbentuk cairan.
"Bukankah sudah jelas, kalau kau sudah melanggar perintah yang diberikan oleh tuan kita! Jadi wajar saja kami menghentikan seranganmu!" Jawab Zyrex sambil menghampiri Giro.
"Meskipun begitu, tanganku sudah gatal untuk membantai mereka semua karena telah berani membuatku merasakan sedikit rasa sakit." jawab Giro dengan membela dirinya sendiri, lalu dia merubah bentuknya kembali seperti semula.
"Pembicaraan mengenai rasa sakit yang di akibatkan oleh serangan manusia seperti mereka bukanlah apa-apa bagi kita. Namun perlu kau ketahui kalau rasa sakit yang mengerikan ialah hukuman dari tuan kita. Apa kau tidak menyadari kekuatan yang belum sepenuhnya terbangun dari tuan kita?" sambung Rein dengan bertanya pada Giro.
"Tentu saja aku menyadarinya, namun... " jawab Giro namun perkataannya disela oleh Viola yang baru saja tiba.
"Sebaiknya kau tetap diam, dan akui saja kesalahanmu ini." sela Viola sambil menghampirinya, dan diikuti oleh roh lainnya.
Kedelapan Roh milik Tatsuya yang telah dipanggil kini, berkumpul di satu tempat dan membuat Khalifa beserta semua orang yang berada disana sangat terkejut. Mereka berpikir kalau melawan 1 roh saja hampir kalah dan kini muncul roh lainnya.
"Khalifah, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya ketua guild lain dengan perasaan gugup.
"Bila mereka menyerang kita, maka tamatlah riwayat kita semua." sambung ketua guild lainnya dengan pasrah. "Sebaiknya kita mundur selagi mereka berbicara dengan satu sama lainnya." lanjutnya dengan mengajak semua orang untuk pergi.
Mendengar perkataan seperti itu, secara sengaja Khalifa memukul ketua guild tersebut dengan pukulan yang cukup keras, dan mengarah tepat pada wajahnya.
"Buukkk"
Seketika ketua guild tersebut terjatuh dan hal ini mengejutkan semua orang beserta roh yang berada di hadapan mereka.
"Apa kau sudah sadar sekarang?" tanya Khalifa dengan menatap wajah ketua guild yang dipukul olehnya.
"Apa yang kau lakukan Khalifa?" tanya ketua guild lainnya.
"Aku hanya ingin menyadarkannya saja, kalau perkataan seperti itu tidak pantas disebutkan oleh seorang ketua guild." jawab Khalifa dengan raut wajah kesal.
"Ugghh... Memangnya kenapa? Bukankah wajar berkata seperti itu ketika sedang menghadapi musuh yang lebih kuat dari kita semua. Apakah kau berniat untuk mengorbankan semua orang yang berada disini?" ucap ketua guild yang terjatuh sambil bertanya pada Khalifa.
"Mana mungkin aku ada niatan seperti itu, justru perkataanmu itu sudah membuat semua orang kehilangan semangat untuk bertarung, dan seolah-olah wajah mereka menunjukkan rasa prustasi yang amat besar. Jadi sebagai ketua guild, kau seharusnya bersikap tenang ketika menghadapi hal seperti ini!" jawab Khalifa dengan mengungkapkan semua rasa kekesalannya.
__ADS_1
Mendengar perkataan seperti itu, ketua guild yang dipukul olehnya akhirnya mengerti. Bahkan dia menyadari kalau perkataan seperti itu tidak seharusnya di ucapkan dihadapan semua anggotanya ataupun semua orang yang berada di tempat tersebut.
"Prok... Prok... Prok... Aku sangat terharu setelah mendengar perkataan darimu." sela Rein sambil memberikan tepuk tangan pada Khalifa.
"Sepertinya kalian belum memahami situasinya, kalau sekarang kalian sudah berada di ujung tombak." sambung Nolly.
"Hampir saja aku melupakan sisa manusia ini, jadi sebaiknya kita segera membereskannya dan kembali secepatnya pada tuan kita." ajak Viola dengan memanggil semua bawahannya.
"Hahaha... Kau benar, sebaiknya kita membereskan mereka terlebih dahulu dan mengenai masalah tadi biar tuanku saja yang memutuskannya." sambung Giro sambil melakukan hal yang sama dengan Viola, lalu di ikuti oleh Roh lainnya.
Hanya dalam hitungan detik, semua bawahan yang dipanggil oleh Raja ataupun Ratu Roh, langsung muncul mengelilingi Khalifa beserta yang lainnya. Hal ini tentu saja membuatnya sangat terkejut, akan tetapi sebisa mungkin Khalifa menenangkan mereka semua.
"Siap, apa yang harus aku lakukan? Apakah tidak ada cara untuk bernegosiasi dengan mereka atau orang yang bernama Tatsuya?" tanya Khalifa dalam hatinya, sambil memikirkan beberapa hal.
Dalam pemikirannya, sepintas Khalifa teringat kalau nona Cecilia sangat dekat dengan Tatsuya, bahkan ketika sedang rapat dia malah membela Tatsuya dan mengesampingkan masalah yang lainnya.
"Mungkin itu bisa aku jadikan sebagai bahan obrolan untuk bernegosiasi dengannya." ucap Khalifa dalam hatinya dengan sangat yakin.
"Bila kalian tidak ingin menyerang, kalau begitu aku duluan yang akan menyerang kalian!" teriak Giro sambil melesat ke arah Khalifa, dan diikuti oleh bawahannya.
"Tunggu sebentar! Bisakah aku berbicara dengan Tatsuya mengenai keadaan nona Cecilia?" pinta Khalifa dengan penuh harapan agar bisa bertatap muka dengannya.
"Aku perintahkan kau untuk berhenti di tempatmu, Giro!" pinta Tatsuya secara tiba-tiba melalui telepati yang terhubung pada setiap roh miliknya.
Seketika Giro berhenti setelah mendengar permintaan dari Tatsuya, lalu semua roh langsung berlutut di tempatnya masing-masing. Hal ini tentu saja membuat semua orang sangat terkejut dengan kelakuan mereka, tapi Khalifa menyadari kalau perkataannya itu di dengar oleh Tatsuya.
"Aku dengar diantara mereka ada yang menyebut nama Cecilia, apakah itu benar?" tanya Tatsuya dengan memastikan kalau pendengarannya tidak salah.
"Benar tuan, orang itu berada di hadapanku, dan dia meminta untuk berbicara dengan anda." jawab Giro sambil menatap wajah Khalifa.
"Bawa orang itu kemari, mungkin dia bisa memberiku informasi yang sangat berguna." pinta Tatsuya.
"Baik tuan." jawab Giro dengan mewakili semua roh.
Tidak lama setelah itu, Giro langsung menyampaikan tersebut pada Khalifa, dan memintanya untuk mendekat. Namun semua orang mencegahnya, dan meminta pada Khalifa untuk berpikir kembali sebelum melakukan apa yang diminta Giro.
Akan tetapi, Khalifa sudah membulatkan tekad untuk bertemu dan berbicara dengan Tatsuya. Di samping pembicaraan mengenai negosiasi dengannya, dia juga mempunyai banyak pertanyaan pribadi mengenai alasan Tatsuya melakukan tindakan yang melanggar aturan negara.
__ADS_1
Sebelum pergi, Khalifa meminta pada anggotanya serta semua orang untuk percaya kepadanya, kalau dia akan kembali dengan selamat. Dia juga meminta pada semua orang untuk segera mundur, dan bawa secepatnya orang yang terlalu supaya mendapatkan pertolongan dari tim medis.
"Tunggu ketua, setidaknya anda bisa membawa kami atau sebagian dari kami untuk menemani anda bertemu dengan orang itu." pinta wakil ketua dari anggota guild Khalifa dengan mengkhawatirkan keselamatannya.
"Tidak perlu khawatir, aku pasti akan baik-baik saja. Jadi aku percayakan sisanya padamu." jawab Khalifa dengan menepuk pundak orang tersebut. "Dan lagi, mereka tidak mungkin untuk membawa kita semua bertemu dengan Tatsuya, benarkan?" lanjutnya sambil bertanya pada Giro.
"Tidak lagi hal yang harus aku sampaikan padamu manusia, cepatlah kemari karena tuanku tidak memiliki banyak waktu." jawab Giro sambil meminta Khalifa untuk segera menghampirinya.
"Baiklah, semuanya aku pergi dulu." ucap Khalifa pada semua rekan-rekannya.
"Kembalilah dengan selamat ketua." ucap wakil ketua tersebut, lalu anggota lainnya mengucapkan perkataan yang sama.
Khalifa hanya tersenyum untuk menanggapi perkataan dari semua orang, lalu dia berjalan menghampiri Giro.
"Lalu, apakah kita akan berjalan kaki menuju tempat Tatsuya berada?" tanya Khalifa pada semua roh yang berada di hadapannya.
"Cara manusia seperti itu, mungkin akan membuang banyak waktu." ucap Viola sambil merubah bentuknya menjadi sebuah bayangan hitam. "Kami akan pergi duluan, sisanya aku serahkan padamu Giro." lanjutnya sambil pergi, lalu di ikuti oleh roh lainnya.
"Hah? Kenapa harus aku yang melakukannya?" tanya Giro dengan tidak terima atas keputusan secara sepihak.
"Itu karena kau sudah merepotkan kami, dan juga hampir melanggar apa yang sudah diperintahkan oleh tuan kita. Jadi segera susul kami." jawab Rein, lalu dia berubah menjadi bayangan dan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Cih, apa kalian menganggap aku ini sebagai kendaraan manusia, hah?" tanya Giro dengan suara yang keras.
"Berhenti mengeluh dan lakukanlah! Kau juga tahu kalau tuan kita tidak suka menunggu terlalu lama." jawab Zyrex dengan mengingatkan salah satu hal yang tidak disukai oleh Tatsuya.
"Arrghh, tidak pilihan lain selain melakukannya." ucap Giro dengan terpaksa, lalu dia menoleh pada Khalifa dan langsung memegang pundaknya.
"Tu-tunggu, apa yang ingin kau..." tanya Khalifa, namun perkataannya tidak dilanjutkan karena Giro sedang menyalurkan kekuatannya pada seluruh tubuh Khalifa, lalu mereka berdua berubah menjadi bayangan secara bersamaan dan melesat ke tempat Tatsuya berada.
Semua orang sangat terkejut ketika Khalifa berubah wujud menjadi bayangan, dan salah seorang dari anggotanya ingin menghampirinya karena takut terjadi apa-apa dengannya. Akan tetapi wakil ketua dari guild Khalifa menghentikan orang tersebut, dan berkata kalau kita semua percaya kepadanya.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Untuk update episode terbaru, semaksimal mungkin akan up 1 atau 2 hari pada pukul 22.30 WIB. Bisa dibilang untuk update tidak lebih dari 2 hari)...
__ADS_1
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....
...Terimakasih 🙏...