
...*Selamat Membaca*...
Tidak ada rasa takut apapun di dalam pikiran Tatsuya, meskipun Gildash menghentikan waktu di dalam gedung tersebut dan memintanya untuk segera menyerap kekuatan yang berada di dalam tubuh Tasya.
Namun Tatsuya memilih menentang perintahnya, karena dia meyakini kalau kekuatan yang dimiliki oleh Tasya bisa dikendalikan olehnya. Perkataan dari Tatsuya membuat Gildash sedikit terbawa suasana, akan tetapi dia menekan rasa kekecewaannya dengan mengalihkan ke topik lainnya.
"Tidak ada gunanya bila kau bertarung denganku, karena kekuatanmu saat ini hampir mencapai batasannya." ucap Gildash sambil membalikan badannya, dan berniat untuk kembali ke alamnya.
Mendengar perkataan seperti itu mengenai batasan dalam penggunaan setiap kata kunci, dengan segera Tatsuya meminta padanya untuk memberitahukan semua tentang batasan tersebut.
"Sebelum kau pergi, beritahu mengenai batasanku dalam penggunaan kata kunci!" pinta Tatsuya sambil berjalan mendekati Gildash.
"Untuk apa aku harus menjawab pertanyaan dari manusia yang tidak tau di untung dan malah menolak perintahku. Cari sendiri apa yang ingin diketahui olehmu!" jawab Gildash sambil menoleh pada Tatsuya.
"A kau tidak ingin memberitahu mengenai hal ini, lantas kenapa aku harus menjadi penerusmu dan membuatku menerima beban ini?" tanya Tatsuya sambil menghentikan langkah kakinya di belakang Gildash.
Mendengar perkataannya seperti itu, membuat Gildash berpikir kalau semua beban berat di masa lalu, secara tidak sengaja diberikan pada Tatsuya.
"Karena ketidaksanggupanku di masa lalu, aku tidak mengira kalau manusia semuda ini memikul beban yang sangat berat." gumam Gildash di dalam hatinya, sambil membalikkan badannya. "Hah... Mengenai batasanmu dalam penggunaan kata kunci seharusnya tidak terbatas, terlebih lagi aku hanya mewariskan kekuatanku hanya kepadamu." lanjutnya sambil menjawab pertanyaan dari Tatsuya.
"Apa!?" ucap Tatsuya dengan terkejut. "Lalu kenapa rasa sakit di jantungku sering muncul, ketika aku menggunakan kata kunci terlalu banyak?" lanjutnya sambil bertanya.
"Besar kemungkinan hanya ada satu hal yang kurang darimu untuk menguasai kekuatan sesungguhnya dari penguasa kegelapan." jawab Gildash.
"Katakan, apa kekuranganku yang lainnya?" tanya Tatsuya dengan sangat penasaran.
"Bila kau sangat ingin mengetahuinya, rasa belas kasihanmu itu penyebab dari masalah yang sedang kau hadapi. Sejauh dari yang aku pikirkan tentang dirimu saat ini, kau semakin lembek dan kekuatanmu semakin melemah Tatsuya." jawab Gildash dengan perkataan serius.
Mendengar jawaban darinya, membuat Tatsuya berpikir kalau perkataan darinya sangatlah benar. Rasa dendam dan hasrat membunuh kini semakin menurun, dibandingkan pada saat Tasya sedang tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Bila kau ingin menapaki jalan yang sama denganku dan menjadi penguasa kegelapan sesungguhnya, maka hilangkan rasa belas kasihanmu pada siapapun." ucap Gildash dengan membujuk Tatsuya untuk membuang sisi kemanusiaannya.
Tatsuya hanya terdiam setelah diberi penjelasan cukup detail mengenai hambatan yang sedang di alaminya saat ini, dan dia terus memikirkan kekurangannya itu. Disisi lain, Gildash yang melihat Tatsuya seperti itu, dia menganggap kalau dirinya sedang mempertimbangkan usulannya.
Kemudian Gildash kembali membalikkan badannya, lalu dia membuka sebuah dimensi yang berbentuk seperti pintu dan berniat untuk kembali ke alamnya karena sisa dari kekuatannya tidak bisa bertahan lebih lama.
"Aku terlupa dengan satu hal yang harus kau ingat." ucap Gildash sambil menoleh pada Tatsuya. "Suatu saat, mimpi yang sudah kau alami mengenai dia besar kemungkinan akan terjadi." lanjutnya sambil berjalan memasuki pintu dimensi.
Seketika Tatsuya sangat terkejut, setelah Gildash berkata seperti itu. Dia mencoba untuk menghentikannya memasuki dimensi tersebut, namun sudah terlambat karena waktu yang berada di dalam gedung sudah berjalan normal kembali.
"Tunggu!" teriak Tatsuya dengan nada tinggi.
Teriakan dari Tatsuya, membuat semua orang berfokus kepadanya karena mereka menyangka kalau perkataannya itu adalah perintah.
"Tatsuya! Apa yang terjadi denganmu? Kenapa wajahmu terlihat sangat pucat?" tanya Tasya sambil memperhatikan wajah dan tarikan nafas Tatsuya yang terengah-engah.
Sesaat Tatsuya terdiam, ketika melihat semua orang bisa bergerak kembali.
"Hah... Berhentilah untuk bercanda!" pinta Tasya sambil memegang erat tangan Tatsuya.
Tidak lama setelah itu, Tatsuya beserta yang lainnya menuju ruangan utama di dalam gedung tersebut. Sambutan hangat langsung ditujukan pada Tasya, ketika mereka membuka sebuah pintu ruangan utama tersebut.
"Selamat atas kesembuhan nona Tasya." ucap semua orang yang sudah menunggu kedatangannya dengan serentak.
Hal ini tentu saja membuat Tasya sangat terkejut dan raut wajahnya mulai memerah.
"Ta-Tatsuya... Mengapa kamu tidak memberitahuku kalau banyak sekali orang yang datang dalam acara ini?" tanya Tasya dengan berbisik pada Tatsuya.
"Aku juga tidak menyangka kalau orang yang menghadiri acara ini sangat banyak. Tapi alangkah baiknya kamu segera menanggapi perkataan dari mereka." jawab Tatsuya.
__ADS_1
"Ahhh..." ucap Tasya, lalu dia mencoba memfokuskan dirinya pada semua orang yang menghadiri acara tersebut.
Beberapa patah kata di ucapkan oleh Tasya mengenai kedatangan semua orang yang hadir dalam acara tersebut. Meskipun dia tidak mengenal semua orang yang sudah berada di ruangan utama, Tasya tetap menunjukkan senyuman dan rasa senangnya pada mereka.
Setelah itu, Antonio memimpin jalannya acara dan meminta pada mereka untuk segera makan makanan yang di sediakan dalam ruangan tersebut. Dengan santainya semua orang menikmati beberapa hidangan, sedangkan yang lainnya mengakrabkan diri dengan Tatsuya dan Tasya.
"Oh ya Tatsuya, mengapa kamu tidak mengajak Mysha dalam acara ini?" tanya Tasya.
"Sebelumnya, Mysha berkata padaku kalau dia tidak ingin muncul dihadapan semua orang yang tidak dikenal, supaya tidak terjadi masalah seperti dulu." jawab Tatsuya dengan raut wajah tidak senang.
"Ohh..." ucap Tasya dengan singkat dan sedikit kecewa karena Mysha menetapkan dirinya untuk tidak muncul di dalam acara tersebut.
Melihat raut wajah Tasya seperti itu, membuat Tatsuya sedikit menyesal. Namun hal yang paling sulit dia katakan, adalah menanyakan kekuatan tersembunyi yang dimiliki oleh Tasya.
"Mungkin di lain waktu aku akan menanyakannya, supaya dapat mencegah hal yang tidak di inginkan terjadi." gumam Tatsuya dengan menetapkan hatinya untuk berpikir satu langkah ke depan.
***
Disisi lain, semua guild yang dikerahkan oleh Mozark, semua orang sudah berpencar mencari Tatsuya di setiap daerah, namun hasilnya sama sekali tidak mendapatkan petunjuk. Akan tetapi salah seorang yang pernah tinggal di daerah selatan mengatakan, kalau ada sebuah wilayah yang belum diperiksa yaitu di daerah gedung-gedung mewah.
Dengan spontan Mozark meminta pada mereka semua lewat alat komunikasi nya untuk segera memeriksa tempat tersebut, dan bila ada petunjuk mengenai keberadaan Tatsuya harus melaporkan kepadanya, supaya dia bisa mempublikasikan perintah penangkapan Tatsuya beserta anggotanya.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Author akan mengusahakan untuk update episode terbaru 2 hari sekali. Semoga di awal bulan selanjutnya bisa update setiap hari.)...
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....
__ADS_1
...Terimakasih 🙏...